Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke berita
Limbah & Polusi

Bali mulai membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi pertamanya

Oleh Sirkularium Editorial Team, 5 menit baca

Operator berhelm dan berrompi keselamatan di dalam ruang kendali fasilitas pengolahan sampah menjadi energi

Fasilitas Denpasar Raya memadukan status proyek strategis nasional dengan perjanjian jual beli listrik yang sudah diteken, kombinasi yang mengatasi risiko pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi.

Pabrik baru untuk masalah lama

Bali menggelar upacara peletakan batu pertama pada 8 Juli 2026 untuk fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (PSEL) Denpasar Raya, pembangkit pertama dari jenisnya di pulau ini. Proyek ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional dan dibangun oleh perusahaan asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection, dengan perusahaan listrik negara PLN menandatangani perjanjian jual beli listrik pada upacara tersebut untuk menyerap listrik yang dihasilkan. Setelah beroperasi, yang ditargetkan pada semester pertama 2028, pabrik ini dirancang untuk mengolah lebih dari 500.000 ton sampah kota setiap tahun, cukup untuk memasok listrik bagi sekitar 100.000 rumah tangga.

Skala persoalan yang dijawab

Ekonomi pariwisata Bali menghasilkan volume sampah yang sulit ditampung oleh tempat pembuangan akhir yang ada, ketegangan yang semakin mendapat sorotan internasional seiring bertambahnya jumlah wisatawan. Pihak berwenang memproyeksikan pabrik ini akan mengurangi sampah yang masuk ke TPA hingga 80 persen dan menurunkan emisi karbon dioksida tahunan sekitar 640.000 ton, sekaligus menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja selama masa konstruksi dan operasi. Gubernur Bali Wayan Koster menyebut proyek ini sebagai cara menjaga reputasi lingkungan pulau tersebut, faktor yang erat kaitannya dengan daya tarik pariwisatanya. Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menyebutnya sebagai contoh yang dapat diadaptasi daerah lain, asalkan teknologinya disesuaikan dengan komposisi sampah setempat.

Pandangan Sirkularium

Bagi pemerintah dan lembaga publik di seluruh Indonesia dan kawasan yang lebih luas, proyek Denpasar Raya patut dicermati bukan karena skalanya, melainkan karena strukturnya: status strategis nasional, investasi asing, dan perjanjian jual beli listrik yang ditandatangani dengan operator jaringan milik negara, semuanya tergabung dalam satu kesepakatan. Kombinasi tersebut mengatasi risiko pembiayaan, hambatan yang selama ini kerap menghadang proyek pengolahan sampah menjadi energi di wilayah lain di nusantara. Lembaga yang mempertimbangkan fasilitas serupa sebaiknya memantau apakah konstruksi berjalan sesuai target dua tahun tersebut, serta apakah angka pengurangan sampah TPA dan emisi yang dijanjikan benar-benar tercapai setelah pabrik beroperasi, alih-alih memperlakukan peletakan batu pertama semata sebagai pencapaian akhir.

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di limbah dan polusi, Sirkularium membantu merancang sistem pengumpulan, pemilahan, dan pemulihan, menyusun kebijakan dan peta jalan, serta mengubah sampah menjadi sumber daya yang terkelola.

Artikel terkait

Pekerja sampah memilah botol plastik yang dapat didaur ulang di lokasi pembuangan terbuka
Limbah & Polusi

Kebakaran sepuluh hari yang membakar 15 hektare area TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang telah dipadamkan sepenuhnya, dengan status darurat dicabut pada 15 Juli 2026, mempertajam perhatian nasional pada penghentian open dumping dan pemanfaatan gas metana TPA sebagai peluang ekonomi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Keranjang dan karung sampah daur ulang yang telah dipilah menumpuk di lokasi pembuangan terbuka
Limbah & Polusi

Lembaga investasi negara Danantara menetapkan delapan mitra terpilih untuk tahap kedua program nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik, mencakup 20 kabupaten dan kota, dengan minat pasar yang jauh lebih tinggi dibanding tahap pertama.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Sebuah tempat pembuangan akhir sampah terbuka dengan tumpukan sampah menggunung
Limbah & Polusi

Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, dalam dialog masyarakat sipil di Wonosobo menyampaikan bahwa ia telah meminta Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Keppres yang memberi kantornya wewenang lintas lembaga untuk menuntaskan gunungan sampah di kota-kota prioritas pada 2028.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Seorang pejabat pemerintah berbicara dengan pemulung yang memegang keranjang berisi sampah kemasan plastik hasil pemilahan
Limbah & Polusi

Rancangan peraturan menteri yang mendekati final akan mewajibkan hampir 10.000 pabrik besar membiayai pengelolaan sampah kemasan melalui organisasi pengelola independen, mengalihkan beban dari anggaran negara.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Warga berkumpul dalam pertemuan desa di bawah spanduk tentang sampah sebagai sumber energi alternatif
Limbah & Polusi

Kabupaten kepulauan di Jakarta ini melaporkan pemilahan sampah dari sumber telah mencapai 59 persen di sebelas pulau berpenghuni, didukung program percontohan pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak dan fasilitas pemilahan otomatis yang menjadi bukti nyata bagi transisi penghentian open dumping di provinsi ini.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 7 menit baca

Pejabat pemerintah daerah meninjau lokasi TPA open dumping
Limbah & Polusi

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mempersingkat target bertahap 2027-2028 menjadi satu tenggat tegas, dengan 369 dari 485 TPA nasional yang masih harus beralih ke sistem controlled atau sanitary.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 7 menit baca