Indonesia jadi pasar program peningkatan taraf hidup pekerja informal persampahan
Oleh Sirkularium Editorial Team, 4 menit baca
.jpg&w=3840&q=75)
Sebuah inisiatif global memilih Indonesia sebagai pasar keduanya untuk mendukung sektor persampahan informal yang menopang banyak daur ulang di negeri ini.
Indonesia ditetapkan sebagai pasar implementasi kedua bagi inisiatif global untuk meningkatkan taraf hidup pekerja sektor persampahan informal. Ini pengingat bahwa sebagian besar daur ulang di negeri ini sudah berjalan lewat pemulung, pemilah, dan pengepul kecil yang bekerja di luar sistem formal, kerap tanpa keselamatan, jaminan, atau pengakuan.
Orang di balik angka
Tingkat pemulihan jarang menyebut para pekerja yang memungkinkannya. Padahal di banyak kota di Indonesia, material yang terdaur ulang terjadi karena pemulung informal memindahkan, memilah, dan menjualnya. Setiap rencana ekonomi sirkular yang kredibel harus memperhitungkan sektor ini, demi keadilan sekaligus karena jejaring itulah yang sebenarnya memulihkan sebagian besar material hari ini.
Dukungan yang memperbaiki pendapatan, keselamatan, dan kedudukan memperkuat seluruh rantai alih-alih menyainginya. Integrasi, bukan penggusuran, biasanya jalan yang lebih cerdas, karena sistem formal yang mengabaikan pemulung yang ada cenderung lebih mahal dan kurang efektif dibanding yang membangun di atas mereka.
Mengapa penting
Bagi pemerintah dan utilitas, pelajarannya praktis. Data tentang siapa mengumpulkan apa, dan di mana, sering dipegang oleh sektor informal, dan mengakui pengetahuan itu membuat perencanaan lebih baik. Sirkularium membaca inisiatif ini sebagai koreksi berguna atas titik buta yang umum. Sistem sirkular dibangun oleh manusia, bukan hanya oleh kebijakan dan pabrik, dan rencana yang bertahan adalah yang merancang untuk para pekerja yang sudah menjalankan tugasnya.

.jpg&w=3840&q=75)
.jpg&w=3840&q=75)
.jpg&w=3840&q=75)
.jpg&w=3840&q=75)
.jpg&w=3840&q=75)
.jpg&w=3840&q=75)