Petrokimia Gresik dinobatkan pelabuhan terbaik nasional saat skor Green and Smart Port terus meningkat
Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca
.jpg&w=3840&q=75)
Delapan pelabuhan Indonesia, sebagian besar melayani industri pupuk, baja, dan nikel, meraih sertifikasi Green and Smart Port pekan ini, dengan terminal Petrokimia Gresik mencatat skor 94 persen setelah perbaikan efisiensi energi dan digitalisasi.
Sebuah acara penghargaan dengan kisah efisiensi energi industri di baliknya
Pada 15 Juli 2026, di Dermaga C kompleks pelabuhan PT Petrokimia Gresik di Jawa Timur, enam menteri dan satu wakil menteri menyaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyerahkan sertifikat dalam program Green and Smart Port Initiatives, yang dikenal sebagai GSPI ASRI 2026. Delapan fasilitas lolos penilaian pada siklus ini: terminal pupuk milik PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Kalimantan Timur, pelabuhan umum yang terkait industri baja milik PT Krakatau Bandar Samudera, produsen nikel PT Vale Indonesia, serta empat terminal yang dioperasikan Pelindo, termasuk TPK Banjarmasin dan TPK Bitung.
Hasil utama diraih oleh tuan rumah acara. TUKS Petrokimia Gresik, terminal untuk kepentingan sendiri milik produsen pupuk tersebut, mencatat skor 94 persen, naik dari 82 persen saat terakhir dinilai pada 2022, dan dinobatkan sebagai pelabuhan terbaik nasional dalam kategori ini. Bagi pembaca Sirkularium yang berfokus pada ekonomi sirkular di sektor energi, sampah, dan air, kisah ini bukan sekadar seremoni, melainkan tentang apa yang harus dilakukan sebuah terminal pupuk untuk meraih angka tersebut: memangkas pemborosan energi, melakukan elektrifikasi peralatan, dan mendigitalisasi operasional, langkah yang sama dengan yang diminta kebijakan dekarbonisasi industri nasional dari sektor industri yang lebih berat.
Apa yang sebenarnya diukur dalam penilaian ini
GSPI ASRI 2026 dijalankan bersama oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Perhubungan, dengan penilaian teknis dilakukan oleh IDSurvey, holding BUMN jasa survei dan inspeksi. Program ini diluncurkan pada 1 Juli 2026, melanjutkan program Green and Smart Port yang telah berjalan sejak 2019 dan telah menilai 41 pelabuhan di seluruh Indonesia hingga 2025.
Formula penilaian memberi bobot 80 persen pada komponen yang disebut Green Port, mencakup manajemen lingkungan, efisiensi energi, serta keselamatan dan kesehatan kerja, dan 20 persen pada komponen Smart Port, mencakup digitalisasi dan integrasi teknologi. Kerangka ini mengikuti Pedoman Green and Smart Port versi 3.0 yang diterbitkan pada 2023, dan secara eksplisit terkait dengan agenda Gerakan Indonesia ASRI pemerintah untuk infrastruktur publik yang aman, sehat, rapi, dan indah.
"Transformasi pelabuhan menuju ekosistem hijau dan cerdas kini menjadi keharusan, bukan lagi pilihan," kata Zulkifli Hasan dalam acara tersebut, menempatkan sertifikasi ini sebagai kebijakan infrastruktur, bukan sekadar penghargaan sesaat.
Apa yang diubah Petrokimia Gresik untuk naik dari 82 ke 94
Menurut perusahaan, kenaikan dua belas poin ini berasal dari sejumlah langkah, bukan satu proyek tunggal. Di sisi energi, terminal menambah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap untuk gedung dan perkantoran, mengganti pencahayaan konvensional dengan lampu LED, dan memperkenalkan sepeda motor listrik untuk transportasi internal. Di sisi operasional, perusahaan mengoptimalkan crane pelabuhan dan sistem conveyor serta meluncurkan platform pengawasan digital, Petroport, yang mengintegrasikan pemantauan CCTV dengan manajemen terminal. Direktur Utama Daconi Khotob menyebut sertifikasi ini sebagai instrumen daya saing, bukan sekadar kepatuhan, dengan alasan bahwa pelabuhan yang lebih efisien menurunkan biaya pengangkutan bahan baku dan produk pupuk jadi yang menjadi tumpuan rantai pasok pertanian Indonesia.
Pelindo Terminal Petikemas menempuh jalan serupa di dua terminalnya. TPK Banjarmasin meraih peringkat bintang tiga dan TPK Bitung bintang dua, dinilai dari enam dimensi yang mencakup manajemen energi dan praktik lingkungan selain keselamatan dan digitalisasi. Sekretaris Perusahaan Widyaswendra mengatakan perusahaan tetap berkomitmen membangun lebih banyak pelabuhan hijau di seluruh jaringannya, sebuah tanda bahwa hasil siklus ini adalah titik awal, bukan puncak.
Mengapa program pelabuhan ini penting bagi dekarbonisasi industri
Pelabuhan biasanya dibahas sebagai infrastruktur logistik, tetapi empat dari delapan perusahaan yang tersertifikasi pada siklus ini, Petrokimia Gresik, Pupuk Kalimantan Timur, Krakatau Bandar Samudera, dan Vale Indonesia, mengoperasikan terminalnya sebagai fasilitas untuk kepentingan sendiri yang terkait langsung dengan produksi pupuk, baja, dan nikel. Penggunaan energi di terminal mereka pada dasarnya adalah perpanjangan dari penggunaan energi di pabrik. Terminal yang beralih ke tenaga surya, lampu LED, dan kendaraan listrik sedang menerapkan tuas efisiensi energi dan elektrifikasi yang sama dengan yang diharapkan dari peta jalan dekarbonisasi industri Indonesia yang lebih luas, yang masih disusun sektor per sektor, untuk pabrik semen, baja, pupuk, dan tekstil secara nasional.
Dilihat dengan cara ini, GSPI ASRI berfungsi sebagai uji coba nyata manajemen energi industri di dalam sebagian rantai pasok paling intensif energi di Indonesia, sebelum aturan yang berlaku bagi seluruh perekonomian berlaku penuh.
Apa yang akan terjadi selanjutnya
Pemerintah kini mengkaji apakah akan memasukkan pelabuhan hijau ke dalam skema Nilai Ekonomi Karbon Indonesia, yang dikenal sebagai NEK, di bawah Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025. Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Ketersediaan Pangan, mengatakan perbandingan yang sedang dikaji adalah dengan insentif bangunan hijau, dan menyebutnya sebagai "peluang" dan bukan kebijakan yang sudah final. Tatang Yuliono, Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Distribusi Pangan, menambahkan bahwa operator akan memiliki alasan yang lebih kuat untuk patuh begitu insentif tersebut nyata, bukan sekadar soal reputasi.
Sebelum itu terwujud, pemerintah masih perlu menuntaskan metodologi pengukuran, pelaporan, dan verifikasi untuk mengukur seberapa besar karbon yang sebenarnya dihindari oleh sebuah pelabuhan hijau bersertifikat. Langkah MRV ini memang tidak terlihat mencolok, tetapi penting. Ini juga merupakan pekerjaan teknis yang sama yang dibutuhkan oleh insentif dekarbonisasi industri mana pun yang kredibel, baik di pelabuhan maupun sektor lain.
Pandangan Sirkularium
Bagi pemerintah dan lembaga publik, hasil GSPI ASRI menawarkan sebuah model yang layak dipelajari, bukan sekadar target yang dirayakan secara terpisah. Lintasan skor dari 82 ke 94 persen di Petrokimia Gresik menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi energi di dalam infrastruktur industri yang sudah ada dapat dicapai dalam beberapa tahun menggunakan langkah-langkah yang telah terbukti, retrofit tenaga surya, konversi ke LED, elektrifikasi peralatan, dan pemantauan digital yang lebih baik, tanpa harus menunggu pabrik baru atau subsidi baru.
Keputusan yang lebih menentukan ke depan adalah apakah akan menghubungkan sertifikasi operasional semacam ini dengan insentif finansial melalui pasar karbon NEK. Langkah ini akan memberi sektor pupuk, baja, dan pertambangan Indonesia alasan komersial langsung untuk meniru apa yang telah dilakukan Petrokimia Gresik di terminalnya sendiri. Menuntaskan metodologi MRV yang menurut pejabat masih tertunda harus diperlakukan sebagai prioritas jangka pendek, karena tanpanya, diskusi insentif tidak dapat berpindah dari kemungkinan menjadi kebijakan. Memperluas penilaian melampaui 41 pelabuhan yang telah dicakup sejak 2019 juga akan memperluas kelompok fasilitas yang dapat menunjukkan, dengan skor yang dapat diverifikasi, bahwa efisiensi energi dan dekarbonisasi industri telah berjalan di rantai pasok Indonesia.
Sumber
- Antara News, Pemerintah luncurkan GSPI ASRI 2026 dorong inisiatif pelabuhan hijau
- Antara News, TUKS Petrokimia Gresik meraih pelabuhan terbaik dari GSPI ASRI
- Kompas, Pelindo Terminal Petikemas raih 2 penghargaan di ajang GSPI ASRI 2026
- Petrokimia Gresik, Melalui Konsep Green & Smart Port, Petrokimia Gresik Dorong Efisiensi Energi dan Dekarbonisasi Pelabuhan
- Viva, Topang Distribusi Logistik Pangan, Menko Zulhas Apresiasi TUKS milik Petrokimia Gresik
- Antara News (English), Indonesia eyes carbon incentives for green ports under NEK scheme
- Rava News, Kemenko Bidang Pangan dan IDSurvey Akselerasi Program Green and Smart Port

.jpeg&w=3840&q=75)
.jpeg&w=3840&q=75)
.jpeg&w=3840&q=75)
.jpg&w=3840&q=75)
.webp&w=3840&q=75)
.webp&w=3840&q=75)