Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Sepuluh sistem kelistrikan terisolasi di Sulawesi Tengah beralih dari diesel ke surya dengan penyimpanan 200 megawatt jam

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Deretan panel surya di atas tanah di samping kontainer baterai pada pembangkit listrik pulau kecil, dengan rumah genset diesel lama di latar belakang

PLN Indonesia Power dan PT ACE Energy Service sepakat di Electricity Connect 2026 untuk membangun PLTS 60 MWp yang dipadukan dengan baterai 200 MWh di sepuluh lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah. Proyek senilai Rp3,3 triliun ini memakai panel buatan dalam negeri dan berpotensi menurunkan biaya penyediaan listrik sekitar Rp1.000 per kWh.

Sekilas data
60 MWp
Kapasitas PLTS di sepuluh lokasi terisolasi
200 MWh
Penyimpanan baterai yang dipadukan dengan PLTS
Rp3,3 triliun
Perkiraan nilai investasi
~Rp1.000/kWh
Potensi penurunan biaya penyediaan listrik

Banyak sistem kelistrikan terkecil di Indonesia masih berjalan seperti puluhan tahun lalu. Sebuah genset diesel berdiri di tepi kota atau di pulau kecil, bahan bakar datang dengan truk atau kapal, dan biaya setiap kilowatt jam mengikuti harga minyak serta jarak yang harus ditempuh bahan bakar itu. Pada 22 September 2026, di Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, PLN Indonesia Power memaparkan rencana konkret untuk mengubah hal itu di sepuluh sistem kelistrikan di Sulawesi Tengah.

Perusahaan bersama PT ACE Energy Service (ACEES) sepakat mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi baterai di sepuluh lokasi terisolasi di provinsi tersebut. Rancangan gabungannya adalah PLTS 60 MWp dan penyimpanan 200 MWh, dengan perkiraan investasi Rp3,3 triliun. Okezone, ANTARA, Liputan6, detikFinance, Warta Ekonomi, kumparan dan IDN Times memberitakan kesepakatan ini antara 22 dan 24 September.

Apa yang disepakati

Proyek ini merupakan paket dedieselisasi. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel di wilayah yang tidak tersambung ke jaringan besar, sambil menjaga keandalan pasokan melalui penyimpanan energi.

Pembiayaan direncanakan melalui konsorsium bank Korea dan Indonesia, menurut ANTARA dan Liputan6. Modul surya akan dipasok oleh PT Trina Mas Agra Indonesia, produsen dalam negeri, sehingga meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) proyek. Pemberitaan menyebut potensi penurunan biaya pokok penyediaan listrik (BPP) sekitar Rp1.000 per kWh, bergantung pada karakteristik sistem di setiap lokasi.

Ada satu catatan mengenai angka investasi. Sebagian besar media menyebut Rp3,3 triliun sebagai nilai proyek PLTS dan penyimpanan di Sulawesi Tengah itu sendiri. IDN Times melaporkan bahwa lima kolaborasi yang ditandatangani PLN Group di acara tersebut secara keseluruhan bernilai sekitar Rp3,3 triliun. Pembaca sebaiknya memperlakukan angka ini sebagai estimasi utama paket dedieselisasi sebagaimana dilaporkan mayoritas sumber, sambil menunggu keterbukaan data di tingkat proyek.

Julita Indah, Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power, menjelaskan mengapa perpaduan ini penting.

"Integrasi PLTS dan BESS memberikan dua manfaat sekaligus." Julita Indah, PLN Indonesia Power. Dua manfaat itu adalah pemanfaatan energi terbarukan yang lebih besar dan ketergantungan pada diesel yang lebih kecil.

Mengapa penyimpanan menjadi inti rancangan

PLTS saja tidak dapat menggantikan genset diesel di sistem yang terisolasi. Matahari terbenam, awan lewat, dan jaringan kecil tidak memiliki tetangga untuk meminjam daya. Yang membuat rancangan Sulawesi Tengah meyakinkan adalah besarnya baterai dibandingkan kapasitas panelnya.

Dengan penyimpanan 200 MWh untuk PLTS 60 MWp, paket ini memiliki sekitar 3,3 MWh penyimpanan untuk setiap MWp pembangkitan. Rasio itu menunjukkan baterai yang dirancang untuk memindahkan sebagian berarti produksi surya siang hari ke beban puncak malam, bukan sekadar meredam fluktuasi singkat. Fitur inilah yang memungkinkan genset diesel lebih jarang beroperasi, beroperasi pada beban yang lebih efisien, atau mundur ke peran cadangan.

Sebagai perbandingan, program nasional yang dipaparkan PLN pada April 2026 memperkirakan sekitar 3,21 GWp PLTS dan sekitar 9,03 GWh penyimpanan, dengan rasio sekitar 2,8 MWh per MWp. Sulawesi Tengah berada di ujung rentang yang lebih kaya penyimpanan, dan hal ini sesuai untuk sistem terisolasi yang keandalannya sepenuhnya bergantung pada sumber daya setempat.

Program nasional yang menaungi proyek ini

Paket Sulawesi Tengah merupakan satu bagian dari upaya yang jauh lebih besar. Sebagaimana diberitakan Kontan pada April 2026, PLN berencana mengganti 2.396 unit diesel di 741 lokasi dengan total kapasitas 1.076,04 MW, terutama melalui PLTS dengan baterai dan, bila sumber dayanya memungkinkan, tenaga air. Mewakili PLN saat itu, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa penggunaan bahan bakar impor dan mahal perlu dikurangi dalam jangka pendek dan menengah.

Logika ekonominya lugas. Kontan melaporkan bahwa biaya bahan bakar pembangkitan diesel telah naik menjadi sekitar 30 sen dolar AS per kWh, dari sekitar 22 sen dolar AS, seiring harga minyak yang bergerak menuju 100 dolar AS per barel. Sugeng Suparwoto, Wakil Ketua Komisi XII DPR, mencatat dalam laporan yang sama bahwa kapasitas diesel Indonesia yang sekitar 2,2 GW menyerap biaya energi primer hampir Rp40 triliun.

Dengan latar belakang itu, potensi penghematan sekitar Rp1.000 per kWh di sistem terisolasi merupakan angka yang berarti. Setiap kilowatt jam yang berpindah dari diesel ke surya dan penyimpanan juga menghapus satu pengiriman bahan bakar, satu risiko logistik dan satu sumber emisi setempat.

Membangun kemampuan dalam negeri seiring listrik bersih

PLN Indonesia Power menempatkan kesepakatan ini sebagai bagian dari transformasi bisnis yang lebih luas. Selain proyek Sulawesi Tengah, anak usahanya PLN IP Services menandatangani dua kolaborasi lain di acara yang sama: satu dengan PT ABB Sakti Industri untuk pemeliharaan, pasokan dan perbaikan generator, motor dan variable speed drive, serta satu dengan PT Barata Indonesia dan Technofit Sdn Bhd untuk mengembangkan pusat maintenance, repair and overhaul (MRO) turbin dan peralatan berputar di Plant PKT Cilegon, yang menyasar pasar Asia Pasifik.

Bernadus Sudarmanta, Direktur Utama PLN Indonesia Power, menjelaskan maksudnya secara luas, sebagaimana dilaporkan ANTARA.

"Kami ingin transisi energi memberikan nilai tambah yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan energi yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan TKDN, dan membangun kapabilitas Indonesia agar semakin kompetitif." Bernadus Sudarmanta, PLN Indonesia Power.

Penggunaan modul produksi dalam negeri merupakan wujud paling jelas dari tujuan tersebut dalam proyek surya ini. Langkah ini menghubungkan program dedieselisasi dengan pertumbuhan basis manufaktur surya Indonesia sendiri, yang juga diharapkan menopang program PLTS 100 GW.

Pandangan Sirkularium bagi pemerintah dan lembaga publik

Sirkularium memandang kesepakatan Sulawesi Tengah sebagai templat praktis bagi program dedieselisasi selanjutnya. Kesepakatan ini menggabungkan tujuan yang jelas, rancangan teknis yang kaya penyimpanan, pembiayaan campuran dan kandungan lokal dalam satu paket, serta menyasar sistem dengan potensi penghematan terbesar.

Beberapa prioritas akan membantu model ini berkembang.

Mempublikasikan hasil per lokasi. Estimasi Rp1.000 per kWh bergantung pada karakteristik setiap lokasi. Berbagi data aktual tentang diesel yang tergantikan, kinerja baterai dan biaya pasokan setelah pengoperasian akan memberi provinsi lain dan pemberi pinjaman rujukan yang terverifikasi.

Merencanakan peran baru armada diesel. Genset yang ada kemungkinan tetap menjadi cadangan pada tahun tahun awal. Aturan operasi yang jelas tentang kapan diesel dijalankan, serta rencana pensiun atau relokasi unit, akan membantu mengamankan penghematan bahan bakar.

Menyiapkan operator setempat. Sistem baterai membutuhkan keterampilan yang berbeda dari pemeliharaan diesel. Pelatihan bagi staf unit PLN dan teknisi lokal, yang dapat dikaitkan dengan kemampuan MRO yang baru, akan mendukung keandalan jangka panjang.

Menghubungkan dengan pemanfaatan produktif. Listrik yang lebih murah dan andal di komunitas terisolasi dapat menopang cold storage perikanan, pengolahan hasil pertanian dan industri kecil. Pemerintah daerah dapat menyelaraskan program ekonomi lokal dengan jadwal pengoperasian.

Yang perlu dicermati berikutnya. Tonggak utamanya adalah financial close dengan konsorsium bank Korea dan Indonesia, dimulainya konstruksi di lokasi pertama dari sepuluh lokasi, serta klaster dedieselisasi berikutnya yang akan dilelang. Masing masing akan menunjukkan seberapa cepat sistem kelistrikan terisolasi Indonesia dapat beralih dari bahan bakar impor ke sinar matahari setempat yang disimpan untuk malam hari.

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Tumpukan serbuk gergaji dan serpih kayu di hub pengumpulan biomassa di samping truk, dengan pekerja memeriksa mutu bahan bakar
Energi & Iklim

Di Electricity Connect 2026, PLN Energi Primer Indonesia memaparkan strategi bioenergi yang berangkat dari residu yang sudah tersedia di lahan pertanian, perkebunan, hutan, pabrik dan kota, lalu bergerak dari cofiring menuju biochar, syngas, biohidrogen dan compressed biogas. Perusahaan memperkirakan 10 juta ton biomassa saja dapat menopang sekitar 150.000 lapangan kerja hijau.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Kolom amine penghilang CO2 dan unit pengolahan gas di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus, Lapangan Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat
Energi & Iklim

Stasiun Pengumpul Akasia Bagus milik Pertamina EP di Indramayu kini menurunkan kadar karbon dioksida dari 65 persen menjadi 5 persen, mengubah gas yang dulu dibakar menjadi bahan bakar pembangkit listrik industri di Cikarang, dan operator memandang desainnya sebagai proyek percontohan bagi lapangan ber-CO2 tinggi seperti Natuna.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Aula konferensi luas pada pameran energi besar di Indonesia, dengan delegasi duduk menghadap panggung dan stan pameran utilitas serta teknologi terlihat di latar belakang
Energi & Iklim

Membuka Electricity Connect 2026 di Tangerang pada 22 September 2026, Menteri Bahlil Lahadalia menyatakan rencana usaha penyediaan tenaga listrik akan disesuaikan untuk memuat program PLTS 100 GWp. Revisi ini penting karena memindahkan target presiden ke dalam dokumen yang benar-benar dijadikan acuan perencanaan oleh utilitas, pemberi pinjaman, dan produsen.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Rig pengeboran panas bumi di punggung bukit berhutan di Sumatra Selatan menjelang senja, dengan pipa uap dan wellpad terlihat di latar depan
Energi & Iklim

Pertamina Geothermal Energy memulai pengeboran sumur LMB-19.4 di Sumatra Selatan pada 17 September 2026, sumur kedua yang menopang PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt. Proyek ini berada di dalam lapangan yang sudah berproduksi sejak 2019, sehingga profil biaya dan risikonya berbeda dari pengembangan lapangan baru.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Menara produksi amonia dan urea di kompleks pabrik pupuk besar di Indonesia, dengan jaringan pipa dan tangki penyimpanan di latar depan pada siang hari
Energi & Iklim

Pada forum Katadata SAFE 2026 di Jakarta, PT Pupuk Indonesia memaparkan peta jalan dekarbonisasi yang menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca hingga 96 persen pada 2050, setara sekitar 24,9 juta ton karbon dioksida ekuivalen. Bagian yang paling instruktif adalah urutannya: efisiensi energi pada pabrik yang sudah ada lebih dulu, lalu karbon dioksida diubah menjadi produk industri yang bisa dijual.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Panel surya atap menutupi atap pabrik manufaktur besar di sebuah kawasan industri Indonesia, dengan gudang dan bangunan pabrik memanjang ke kejauhan
Energi & Iklim

Pertamina dan Jababeka Infrastruktur memperkuat kolaborasi net zero industrial estate dalam seminar di Cikarang pada 18 September 2026. Angka yang memberi bobot pada pengumuman itu adalah jumlah penyewa yang sudah bergerak: 23 perusahaan dengan 14,5 MWp PLTS atap, naik dari delapan penyewa dan sekitar 3,2 MWp ketika program ini diluncurkan pada Januari 2023.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca