Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Pabrik amonia Pupuk Kaltim berusia sejak 1984 kini hemat energi 10 persen dan berproduksi lebih banyak

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Reaktor dan jaringan pipa pabrik amonia di kompleks Pupuk Kaltim, Bontang, Kalimantan Timur, pada siang hari

Deklarasi bersama dengan pemegang lisensi teknologi asal Swiss, Casale, pada 6 Oktober menegaskan bahwa Ammonia Pabrik-2 di Bontang hasil revamping menurunkan konsumsi energi dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton sekaligus menaikkan produksi 4,18 persen, menghemat sekitar Rp228 miliar dan 110.000 ton CO2 per tahun.

Sekilas data
35,25 MMBTU/t
Energi per ton amonia setelah revamping, turun dari 39,28
Rp228 miliar
Proyeksi penghematan biaya per tahun (14,3 juta dolar AS)
110.000 t CO2
Proyeksi penurunan emisi per tahun
1.841 t/hari
Produksi amonia, naik 4,18 persen dari 1.767

Salah satu pabrik amonia tertua di Indonesia kini menjadi salah satu yang lebih efisien. Pada 6 Oktober 2026, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dan pemegang lisensi teknologi asal Swiss, Casale SA, menandatangani deklarasi bersama di Lugano, Swiss, yang secara resmi mengonfirmasi hasil revamping Ammonia Pabrik-2 di Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik yang beroperasi sejak 1984 ini kini membutuhkan sekitar 10 persen lebih sedikit energi untuk setiap ton amonia, sekaligus menghasilkan amonia lebih banyak.

Deklarasi tersebut ditandatangani oleh Teguh Ismartono, Direktur Operasi Pupuk Kaltim, dan Federico Zardi, Chief Executive Officer Casale. Penandatanganan ini menuntaskan aspek kontraktual dari modernisasi yang dimulai pada Januari 2026 dan lulus uji kinerja pada Agustus.

Capaian revamping

Angka utamanya adalah intensitas energi. Sebelum revamping, Ammonia Pabrik-2 mengonsumsi energi 39,28 MMBTU per ton amonia. Setelahnya, angka itu menjadi 35,25 MMBTU per ton. Penurunannya sebesar 4,03 MMBTU per ton, sedikit melampaui jaminan perbaikan minimum sebesar 4,00 MMBTU.

Produksi pun meningkat pada saat yang sama. Produksi amonia harian naik dari 1.767 ton menjadi 1.841 ton, atau tumbuh 4,18 persen. Energi per ton yang lebih rendah dan jumlah ton per hari yang lebih tinggi adalah kombinasi yang dicari setiap pengelola pabrik, dan jarang tercapai tanpa membangun kapasitas baru.

Hasil tersebut ditetapkan melalui uji kinerja selama 168 jam yang berjalan terus menerus selama tujuh hari pada Agustus 2026. Pemberitaan pada Agustus mencatat uji tersebut berlangsung pada 13 hingga 19 Agustus.

Pabrik yang beroperasi sejak 1984 kini memakai energi lebih sedikit dan menghasilkan amonia lebih banyak.

Ringkasan dari Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra, sebagaimana dikutip Medcom, ini menangkap mengapa proyek tersebut penting jauh melampaui satu lokasi.

Angka dalam rupiah dan karbon

Pupuk Kaltim memproyeksikan peningkatan efisiensi ini akan menurunkan biaya produksi sekitar 14,3 juta dolar AS per tahun, setara kurang lebih Rp228 miliar. Karena gas bumi merupakan bahan bakar sekaligus bahan baku amonia, setiap MMBTU yang dihemat langsung tercermin pada tagihan gas.

Sisi karbonnya sama konkretnya. Perusahaan memperkirakan revamping ini akan menurunkan emisi sekitar 110.000 ton CO2 per tahun. Penurunan tersebut berasal dari aset yang sudah ada, tanpa lahan baru, tanpa sambungan jaringan baru, dan tanpa perubahan produk.

Rafli Yandra mengaitkan hasil ini dengan misi utama perusahaan. Seperti dikutip Jawa Pos, ia menyampaikan bahwa biaya produksi harian yang lebih rendah dan pasokan amonia sebagai bahan baku urea yang lebih andal memungkinkan Pupuk Kaltim menjaga kinerja produksi yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kepada Republika, ia menyebut capaian ini sebagai cerminan komitmen perusahaan untuk selalu menerapkan keunggulan operasional.

Bagaimana pabrik dimodernisasi

Menurut pemberitaan pada Agustus, revamping mengganti atau meningkatkan bagian inti proses. Pekerjaan mencakup shift converter, ammonia converter, dan sistem CO2 removal, serta penerapan Distributed Control System (DCS) yang memberi operator pemantauan waktu nyata atas pabrik. Casale, yang didirikan pada 1921 dan berbasis di Lugano, menyediakan teknologi prosesnya.

Ini adalah proyek efisiensi brownfield yang klasik. Reaktor dan unit pemisahan yang menentukan berapa banyak gas yang dibakar per ton ditingkatkan ke standar modern, dan kendali digital memungkinkan pabrik beroperasi lebih dekat ke titik optimumnya setiap jam. Semua itu tidak memerlukan lokasi baru.

Proyek ini juga memiliki landasan kebijakan. Industry.co.id melaporkan bahwa modernisasi yang dimulai pada Januari 2026 ini berada di bawah Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, dan merupakan yang pertama dari tujuh proyek revitalisasi pabrik pupuk dalam program lima tahun Pupuk Indonesia Group. Dengan kata lain, Pabrik-2 adalah templat, bukan proyek tunggal.

Mengapa ini penting bagi dekarbonisasi industri

Pupuk amonia merupakan salah satu dari sembilan subsektor yang diprioritaskan Kementerian Perindustrian dalam peta jalan dekarbonisasi industri, dan efisiensi energi dan material adalah pilar pertama peta jalan tersebut. Pabrik-2 menunjukkan seperti apa pilar itu dalam praktik: penurunan intensitas energi yang terukur dan terverifikasi di pabrik berusia lebih dari empat dekade.

Proyek ini juga menunjukkan bahwa target efisiensi dan target produksi dapat bergerak bersama. Revamping tidak menukar produksi dengan emisi. Produksi naik dan emisi turun pada saat yang sama, sementara biaya berkurang. Bagi produsen pupuk milik negara yang tugas utamanya adalah ketahanan pangan, keselarasan ini membuat efisiensi mudah dijustifikasi.

Pendekatan verifikasinya juga patut dicermati. Uji terus menerus selama 168 jam terhadap jaminan kontraktual, yang diikuti deklarasi bersama secara resmi dengan pemegang lisensi, menghasilkan angka yang dapat diandalkan oleh pemberi pembiayaan, regulator, dan sistem akuntansi karbon. Bukti semacam inilah yang dibutuhkan pelaporan emisi industri seiring perkembangannya.

Ada pula sisi sumber daya. Gas bumi adalah aset nasional yang terbatas, dan pabrik amonia termasuk pengguna industri terbesarnya. Menghemat 4,03 MMBTU untuk setiap ton amonia berarti alokasi gas yang sama kini dapat menopang lebih banyak pupuk, atau gas dapat dibebaskan untuk pengguna lain. Dari sudut pandang ini, revamping efisiensi bukan hanya langkah biaya dan karbon. Ini juga cara memperpanjang manfaat sumber daya strategis dalam negeri, sejalan dengan prinsip inti ekonomi sirkular: mendapatkan keluaran yang lebih bermanfaat dari setiap unit masukan sebelum mencari pasokan baru.

Waktunya juga patut dicatat. Pabrik lulus uji kinerja pada Agustus, dan deklarasi Oktober meresmikan hasil tersebut bersama pemegang lisensi. Angka yang dilaporkan pada Agustus dan Oktober identik, sehingga memberi keyakinan bahwa angkanya stabil, bukan angka sementara.

Pandangan Sirkularium

Revamping Pupuk Kaltim adalah contoh dekarbonisasi industri melalui efisiensi yang kuat dan dapat diverifikasi. Penurunan 4,03 MMBTU per ton, kenaikan produksi 4,18 persen, penghematan sekitar Rp228 miliar per tahun, dan sekitar 110.000 ton CO2 yang dihindari setiap tahun, semuanya dari pabrik yang sudah ada, adalah jenis hasil yang membuktikan kelayakan bisnis dekarbonisasi dengan sendirinya.

Bagi pemerintah dan lembaga publik, tiga pelajaran menonjol. Pertama, enam proyek revitalisasi yang tersisa dalam program Pupuk Indonesia merupakan rangkaian proyek yang siap menghasilkan efisiensi. Mempublikasikan seperangkat indikator sebelum dan sesudah yang seragam untuk setiap proyek, yaitu energi per ton, produksi, dan CO2, akan memungkinkan seluruh program dipantau sebagaimana Pabrik-2.

Kedua, revamping brownfield di subsektor padat energi lainnya, mulai dari tanur semen hingga pabrik pulp dan tungku baja, dapat mengikuti model yang sama: jaminan kinerja, uji independen, dan konfirmasi hasil secara resmi. Skema pembiayaan publik dan insentif industri hijau dapat dikaitkan dengan hasil terverifikasi semacam ini.

Ketiga, data efisiensi yang terverifikasi perlu masuk ke sistem nasional. Mencatat hasil seperti ini dalam pelaporan emisi industri akan membantu pemerintah menunjukkan kemajuan yang terukur menuju ambisi net zero industri sekaligus memberi investor bukti yang dapat dibandingkan.

Yang perlu dicermati selanjutnya: dimulainya proyek revitalisasi berikutnya dalam program Pupuk Indonesia, bagaimana penghematan Pabrik-2 dipertahankan dalam operasi skala penuh, dan apakah revamping efisiensi berjaminan serupa diumumkan di subsektor prioritas lainnya. Sirkularium melihat proyek ini sebagai cetak biru yang praktis dan siap mendukung lembaga publik serta badan usaha milik negara dalam mereplikasinya.

Konsumsi energi Ammonia Pabrik-2 per ton

Values in MMBTU per ton

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Panel surya atap di sebuah pabrik pulp dan kertas besar di Indonesia, dengan bangunan pengolahan pabrik di latar belakang
Energi & Iklim

Grup pulp dan kertas ini berkomitmen menggunakan 100 persen listrik terbarukan di seluruh operasinya paling lambat pada 2050, berangkat dari bauran energi 2025 di mana sumber terbarukan, terutama black liquor dari pabriknya sendiri, sudah memasok 57,3 persen total penggunaan energi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Unit pemurnian biogas dan kolam limbah tertutup di samping pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan, dengan jaringan pipa gas menuju stasiun meter
Energi & Iklim

PGN memastikan akan membeli dan menyalurkan biometana dari fasilitas baru di Sumatera Selatan yang dikembangkan perusahaan patungan KIS Biofuels dan Toyota Tsusho. Peletakan batu pertama dilakukan pada 5 Oktober, dengan target sekitar 150.000 MMBtu per tahun untuk Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan industri lain mulai 2027.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Deretan panel surya terapung di permukaan waduk yang tenang di Indonesia dengan dinding bendungan dan perbukitan hijau di latar belakang
Energi & Iklim

Pada 5 Oktober, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menemui Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno dengan 22 rekomendasi untuk RUU EBET dan usulan memanfaatkan 263 bendungan milik negara, dengan potensi PLTS terapung dan PLTA sekitar 23,9 GW, untuk mempercepat program PLTS 100 GWp.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Panel surya atap di atas bangunan pabrik di sebuah kawasan industri Indonesia, dengan gardu induk tegangan tinggi dan menara transmisi di latar belakang
Energi & Iklim

Himpunan Kawasan Industri Indonesia mendukung program PLTS 100 GWp dan mengusulkan agar kawasan industri menjadi pusat permintaan utama, sehingga pembangkit, jaringan, penyimpanan, dan permintaan direncanakan bersama dan listrik bersih sampai ke pabrik yang membutuhkannya.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Uap mengepul dari pembangkit listrik tenaga panas bumi di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, dengan perbukitan hijau di latar belakang
Energi & Iklim

Dalam media gathering Kementerian Keuangan di Bogor pada 2 Oktober, BPDLH memaparkan cara memadukan dana domestik dan global untuk target iklim Indonesia, sementara pengembang panas bumi Geo Dipa memastikan tetap berada di bawah kementerian sebagai instrumen fiskal bagi ekonomi hijau.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Para menteri mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara Jakarta dengan latar bendera Merah Putih
Energi & Iklim

Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang pertama, sebuah jabatan baru yang menyatukan peningkatan nilai tambah industri dan pembangunan energi bersih di bawah satu payung koordinasi, sementara Bahlil tetap memimpin Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca