Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Sumur kedua di Lumut Balai menunjukkan cara Indonesia menambah kapasitas panas bumi tanpa membuka lapangan baru

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Rig pengeboran panas bumi di punggung bukit berhutan di Sumatra Selatan menjelang senja, dengan pipa uap dan wellpad terlihat di latar depan

Pertamina Geothermal Energy memulai pengeboran sumur LMB-19.4 di Sumatra Selatan pada 17 September 2026, sumur kedua yang menopang PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt. Proyek ini berada di dalam lapangan yang sudah berproduksi sejak 2019, sehingga profil biaya dan risikonya berbeda dari pengembangan lapangan baru.

Sekilas data
55 MW
Kapasitas rencana PLTP Lumut Balai Unit 3
2.500 m
Target kedalaman sumur LMB-19.4
90,42%
Capacity factor PGE pada semester I 2026
10 juta t
Karbon dioksida yang dihindari operasi PGE setiap tahun

Sebuah rig mulai berputar di Semende Darat Ulu

Pada pukul 22.00 WIB tanggal 17 September 2026, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memulai pengeboran sumur LMB-19.4 di Wilayah Kerja Panas Bumi Lumut Balai, Sumatra Selatan. Rig yang digunakan adalah GDAP#123. Target kedalaman sekitar 2.500 meter dan program pengeboran dijadwalkan selesai dalam 40 hari. Sumur ini adalah sumur kedua yang menopang PLTP Lumut Balai Unit 3, pembangkit listrik tenaga panas bumi berkapasitas 55 megawatt yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2030.

Pengumuman tersebut dimuat pada 21 dan 22 September 2026 oleh detikFinance, desk Hijau Bisnis Indonesia, Pasardana, Listrik Indonesia dan Seremonia. Pengeboran ini melanjutkan tajak sumur pertama, LMB-19.3, pada Juli 2026 di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, yang dibor rig yang sama menuju target kedalaman yang sama.

Heri Susanto, Project Manager Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4, menempatkan sumur baru ini sebagai kelanjutan dari pekerjaan yang sudah tuntas, bukan sebagai awal yang baru, dengan standar keselamatan dan mutu sebagai prioritas utama sepanjang jendela 40 hari tersebut. Catur Hendro Utomo, General Manager PGE Area Lumut Balai, menyatakan bahwa pengeboran ini menjadi bukti pengembangan lapangan berjalan sesuai rencana.

Ahmad Yani, Direktur Utama PGE, menempatkan sumur ini dalam bingkai yang lebih panjang. Indonesia sedang menandai seratus tahun sejak pengeboran eksplorasi panas bumi pertama di Kamojang pada 1926.

Momentum satu abad panas bumi nasional ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus mempercepat pengembangan, salah satunya melalui PLTP Lumut Balai Unit 3.

Lapangan tempat sumur ini dibor

Arti penting LMB-19.4 lebih mudah terbaca setelah kondisi lapangan yang ada dipaparkan. Lumut Balai Unit 1 sudah beroperasi sejak akhir 2019 dengan kapasitas 55 megawatt. Unit 2, juga 55 megawatt, mulai beroperasi pada Juni 2025. Pekerjaan pengembangan Unit 4, tambahan 55 megawatt lagi, dimulai pada April 2026. Unit 3 dengan demikian berada di tengah pembangunan bertahap di atas lahan yang sudah memiliki jalan akses, sistem pengumpul uap, switchyard dan tim operasi yang menetap di lokasi.

Hal itu berpengaruh pada sisi ekonomi proyek. Dalam pengembangan panas bumi brownfield, risiko bawah permukaan yang biasanya mendominasi prospek baru sudah diselesaikan oleh rekam jejak produksi. Sumur dibor ke reservoir yang tekanan, temperatur dan kimianya sudah diketahui dari data operasi bertahun-tahun, bukan dari survei. Infrastruktur permukaan diperluas, bukan dibangun dari nol. Hasilnya adalah megawatt yang lebih murah dan lebih terprediksi kedatangannya dibandingkan megawatt yang sama di lapangan yang belum terbukti.

Catatan produksi mendukung pandangan ini. PGE melaporkan bahwa Lumut Balai Unit 1 dan Unit 2 bersama-sama menaikkan produksi sebesar 108,2 persen secara tahunan pada semester I 2026, seiring Unit 2 menjalani periode penuh pertamanya sebagai unit komersial. Unit 3 akan memanfaatkan reservoir yang sama dan organisasi operasi yang sama.

Angka operasi yang terbaca sebagai cerita efisiensi

Di seluruh portofolionya, PGE mencatat produksi listrik 2.745 gigawatt hour pada semester I 2026, naik 13,62 persen dari 2.416 gigawatt hour pada periode yang sama tahun 2025. Target konsolidasi perusahaan untuk sepanjang 2026 adalah 5.255 gigawatt hour. Pendapatan mencapai USD 235,027 juta, naik 14,7 persen, dengan laba bersih USD 79,605 juta, naik 15,48 persen, dan laba kotor USD 130,4 juta, naik 8,11 persen.

Angka keandalan adalah bagian yang paling layak dicermati. PGE mencatat availability factor 99,71 persen, tingkat unplanned outage 0,11 persen, dan capacity factor 90,42 persen terhadap rata-rata global panas bumi yang berada di kisaran 75 sampai 80 persen. Capacity factor di atas 90 persen berarti pembangkit yang sudah terpasang berproduksi mendekati batas fisik maksimum yang diizinkan kapasitas nameplate-nya.

Setiap poin capacity factor di atas rata-rata global adalah megawatt hour yang dihantarkan tanpa satu pun sumur tambahan, satu pun hektare tambahan, atau satu pun rupiah modal tambahan.

Ini logika yang sama yang Sirkularium terapkan pada efisiensi energi industri. Unit energi bersih yang paling murah adalah unit yang dipulihkan dari aset yang sudah dibiayai dan sudah dibangun. Panas bumi termasuk sumber terbarukan yang tidak biasa karena mampu beroperasi pada load factor setinggi itu, dan karena itulah kontribusinya terhadap sistem kelistrikan diukur bukan hanya dari kapasitas terpasang, melainkan dari jam pasokan yang firm dan dapat didispatch.

Pembiayaan, perizinan dan bingkai nasional

PLTP Lumut Balai Unit 3 bukan keputusan korporasi yang berdiri sendiri. Proyek ini tercantum dalam Blue Book dan Green Book 2025 sampai 2029 yang dikelola Kementerian PPN atau Bappenas, daftar resmi proyek yang layak memperoleh dukungan pembiayaan luar negeri. Pada Juni 2026 proyek ini memperoleh akses fasilitas pinjaman luar negeri senilai USD 158,86 juta.

Di tingkat perusahaan, PGE mengoperasikan langsung 727 megawatt kapasitas terpasang di enam wilayah operasi. Tambahan 1.205 megawatt berada di bawah skema kontrak operasi bersama, sehingga total kapasitas yang dikelola mencapai 1.932 megawatt di 15 wilayah kerja panas bumi, atau sekitar 70 persen dari kapasitas panas bumi terpasang nasional. PGE melaporkan bahwa operasi tersebut menghindarkan sekitar 10 juta ton karbon dioksida setiap tahun. Sumber daya yang teridentifikasi melampaui 3 gigawatt di 10 wilayah kerja, dan perusahaan menargetkan 1 gigawatt kapasitas operasi sendiri pada 2028 serta 1,8 gigawatt setelahnya.

Satu angka dilaporkan tidak konsisten dan lebih baik ditandai daripada diratakan diam-diam. Siaran pers PGE untuk kuartal I 2026 dan pemberitaan September 2026 menempatkan tonggak 1,8 gigawatt pada 2034, sementara pemberitaan ANTARA pada Agustus 2026 atas kinerja semester I menempatkannya pada 2033. Perbedaan itu tidak mengubah arah perjalanan, tetapi institusi yang memasukkan angka tersebut ke dalam dokumen perencanaan sebaiknya mengonfirmasi tahunnya pada pengungkapan terbaru perusahaan.

Potensi panas bumi Indonesia secara keseluruhan diperkirakan sekitar 24 gigawatt, salah satu yang terbesar di dunia. Kapasitas terpasang saat ini masih merupakan bagian kecil dari angka itu. Jarak antara keduanya bukan terutama persoalan geologi.

Pandangan Sirkularium untuk pemerintah dan institusi publik

Tiga catatan mengikuti untuk kebijakan, pembiayaan dan implementasi.

Pertama, pengembangan brownfield layak mendapat tempat tersendiri dalam kerangka perencanaan. Unit 3 dan Unit 4 di Lumut Balai bukan produk yang sama dengan lelang wilayah kerja baru, dan memperlakukan keduanya secara identik dalam antrean perizinan, jendela pembiayaan dan pembahasan tarif akan meremehkan seberapa cepat dan seberapa hemat proyek semacam itu dapat bergerak. Unit bertahap di lapangan yang sudah berproduksi lebih dekat ke peningkatan pembangkit daripada ke usaha eksplorasi. Instrumen perencanaan yang mengakui perbedaan ini akan memungkinkan lapangan yang sudah terbukti memikul lebih banyak tugas penambahan kapasitas jangka pendek.

Kedua, rekam keandalan itu adalah argumen bagi peran panas bumi berdampingan dengan program surya nasional. Sistem kelistrikan yang menambahkan volume besar pembangkitan surya yang bersifat variabel membutuhkan kapasitas firm yang berjalan sepanjang malam dan sepanjang musim hujan. Capacity factor 90,42 persen adalah tepat layanan itu. Perencana sistem di tingkat provinsi maupun nasional yang menimbang komposisi antara surya, penyimpanan dan kapasitas terbarukan firm kini memiliki tolok ukur operasional dari dalam negeri, bukan asumsi impor.

Ketiga, jalur pembiayaannya dapat direplikasi. Proyek yang terdaftar dalam Blue Book dan Green Book, ditopang rekam jejak produksi, dan dipasangkan dengan fasilitas USD 158,86 juta menggambarkan rute yang dapat diikuti lapangan terbukti lainnya. Peran institusi publik di sini bersifat administratif dan berkelanjutan: menjaga daftar tetap mutakhir, menjaga perizinan tetap terprediksi, dan menjaga kalender pengeboran selaras dengan rencana interkoneksi sehingga pasokan uap dan kapasitas jaringan tiba pada tahun yang sama.

Hal yang perlu diperhatikan berikutnya cukup jelas. Jendela pengeboran LMB-19.4 berakhir pada akhir Oktober 2026, dan hasil sumur tersebut akan menunjukkan apakah pasokan uap untuk Unit 3 berada di jalur yang tepat menuju tanggal operasi komersial 2030. Selanjutnya, urutan pengerjaan Unit 4 terhadap Unit 3 akan memperlihatkan apakah Indonesia mampu memampatkan jarak waktu antarunit di satu lapangan yang sama. Lumut Balai memerlukan hampir enam tahun untuk bergerak dari Unit 1 ke Unit 2. Memperpendek jarak itu, di lapangan yang sudah membuktikan dirinya, adalah salah satu perolehan paling terjangkau yang tersedia dalam transisi energi nasional.

Kapasitas terpasang operasi sendiri PGE dan target yang dinyatakan

Values in MW

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Menara produksi amonia dan urea di kompleks pabrik pupuk besar di Indonesia, dengan jaringan pipa dan tangki penyimpanan di latar depan pada siang hari
Energi & Iklim

Pada forum Katadata SAFE 2026 di Jakarta, PT Pupuk Indonesia memaparkan peta jalan dekarbonisasi yang menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca hingga 96 persen pada 2050, setara sekitar 24,9 juta ton karbon dioksida ekuivalen. Bagian yang paling instruktif adalah urutannya: efisiensi energi pada pabrik yang sudah ada lebih dulu, lalu karbon dioksida diubah menjadi produk industri yang bisa dijual.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Panel surya atap menutupi atap pabrik manufaktur besar di sebuah kawasan industri Indonesia, dengan gudang dan bangunan pabrik memanjang ke kejauhan
Energi & Iklim

Pertamina dan Jababeka Infrastruktur memperkuat kolaborasi net zero industrial estate dalam seminar di Cikarang pada 18 September 2026. Angka yang memberi bobot pada pengumuman itu adalah jumlah penyewa yang sudah bergerak: 23 perusahaan dengan 14,5 MWp PLTS atap, naik dari delapan penyewa dan sekitar 3,2 MWp ketika program ini diluncurkan pada Januari 2023.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Teknisi memasang meteran gas bumi rumah tangga dan pipa distribusi berwarna kuning pada dinding rumah sederhana di Indonesia, dengan jalan permukiman tampak di belakangnya
Energi & Iklim

Pada 18 September 2026 Kepala Staf Kepresidenan meninjau kesiapan operasional jaringan gas rumah tangga di Gresik, Jawa Timur, dan menetapkan 2028 sebagai tahun rampungnya satu juta sambungan gas bumi. Nilai kunjungan itu bukan pada targetnya, melainkan pada apa yang dipastikannya: perizinan lingkungan dan rekomendasi crossing yang selama ini menahan pengoperasian telah tuntas, dan progres fisik di Gresik mencapai 95,4 persen.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Pabrik gula atau penyulingan bioetanol di Indonesia dengan bahan baku tebu dan tangki penyimpanan yang terlihat
Energi & Iklim

Pada sidang paripurna pertama Dewan Energi Nasional pada 2026, yang digelar di Istana Merdeka pada 17 September dan dipimpin Presiden Prabowo Subianto, pemerintah diinstruksikan menyiapkan langkah konkret menuju bauran bensin E50, melanjutkan program biodiesel yang telah mengeluarkan satu jenis solar dari daftar impor. Instruksi ini mengubah target bauran menjadi pertanyaan pasokan agroindustri.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Turbin angin di punggung bukit pesisir Sulawesi Selatan dengan waduk atau bendungan pembangkit listrik tenaga air terlihat di lanskap bawahnya
Energi & Iklim

Berbicara seusai rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI pada 16 September 2026, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi memaparkan alasan memasangkan energi angin dengan tenaga air, dan menyebut tawaran pembiayaan lunak melalui Just Energy Transition Partnership akan diarahkan ke pembangkit angin dan surya terapung. Logikanya bersifat musiman. Angin bertiup paling kuat justru pada bulan bulan ketika muka air waduk menurun.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Deretan panel surya menutupi atap datar yang luas dari sebuah pusat perbelanjaan besar di Indonesia, dengan teknisi memeriksa rangkaian panel dan panorama kota di belakangnya
Energi & Iklim

Trans Mall Group meresmikan instalasi PLTS atap di enam belas properti di empat belas kota pada 15 September 2026, sebuah portofolio gabungan 12,34 megawatt peak yang diperkirakan menghasilkan 16,8 gigawatt jam listrik bersih per tahun. Grup ini melaporkan efisiensi biaya listrik 8 sampai 10 persen setiap tahun, yang mengubah komitmen keberlanjutan menjadi argumen biaya operasional yang dapat diuji pemilik gedung lain.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca