Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Sumber Daya Berkelanjutan

Pertambangan menjadi satu satunya sektor yang tercatat terkontraksi, dan penyebabnya adalah pilihan kebijakan tentang nilai

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pemandangan siang hari tambang terbuka di Indonesia dengan jalan angkut dan pabrik pengolahan di kejauhan, menampilkan skala dan operasi yang tertata

Badan Pusat Statistik merilis neraca nasional triwulan kedua pada 5 Agustus. Ekonomi tumbuh 5,29 persen secara tahunan sementara pertambangan dan penggalian terkontraksi 1,64 persen, satu satunya angka negatif dari tujuh belas lapangan usaha. Rincian di balik angka itu menggambarkan sektor yang dikelola untuk nilai, bukan untuk volume.

Sekilas data
5,29 persen
Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan kedua 2026 secara tahunan
1,64 persen
Kontraksi pertambangan dan penggalian, satu satunya sektor negatif
9,42 persen
Penurunan pertambangan bijih logam, menyempit dari 12,22 persen pada triwulan pertama
8,87 persen
Kontribusi pertambangan terhadap produk domestik bruto triwulan kedua

Badan Pusat Statistik menerbitkan neraca nasional triwulan kedua pada 5 Agustus 2026. Ekonomi tumbuh 5,29 persen secara tahunan, 3,73 persen terhadap triwulan sebelumnya, dan 5,45 persen secara kumulatif sepanjang semester pertama. Produk domestik bruto mencapai Rp6.552,1 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp3.576,2 triliun atas dasar harga konstan. Dari tujuh belas lapangan usaha yang dicatat lembaga tersebut, enam belas tumbuh positif. Satu tidak.

Moh Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik, menyampaikan posisi itu tanpa keraguan.

Pada triwulan kedua 2026, diukur secara tahunan, seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali pertambangan.

Pertambangan dan penggalian terkontraksi 1,64 persen. Sektor ini tetap menjadi satu dari lima lapangan usaha terbesar dalam perekonomian, dengan pangsa 8,87 persen dari keluaran triwulan kedua, dan bersama industri pengolahan, pertanian, perdagangan serta konstruksi menyumbang 63,73 persen dari produk domestik bruto. Sektor sebesar itu mencatatkan satu satunya angka negatif dalam neraca nasional layak dibaca dengan cermat, karena komposisi angkanya menyampaikan hal yang cukup berbeda dari judul beritanya.

Apa yang ada di dalam angka pertambangan

Badan Pusat Statistik merinci hasil tersebut ke dalam tiga subsektor. Pertambangan bijih logam turun 9,42 persen, dipicu penurunan produksi bauksit, timah dan bijih nikel. Pertambangan minyak, gas dan panas bumi terkontraksi 2,15 persen, yang dikaitkan dengan penurunan produktivitas alamiah sumur yang ada serta terbatasnya penemuan cadangan baru. Pertambangan batu bara dan lignit terkontraksi 1,41 persen.

Angka batu bara membawa jejak kebijakan yang paling jelas. Badan Pusat Statistik mengaitkannya langsung dengan penataan kuota produksi melalui kerangka Rencana Kerja dan Anggaran Biaya, atau RKAB, yang digunakan pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasokan dan menopang harga di pasar batu bara internasional. Itu adalah instrumen yang sengaja dirancang dan kini bekerja sebagaimana mestinya. Kuota yang menahan volume demi menjaga harga bukanlah gejala kelemahan sektor. Itu adalah keputusan untuk menukar tonase dengan nilai per satuan, dan neraca nasional, yang mengukur volume keluaran fisik atas dasar harga konstan, akan mencatat sisi tonase dari pertukaran itu lebih dahulu sebelum mencatat sisi penerimaannya.

Angka bijih logam membawa penjelasan kedua yang sebagian besar bersifat geologis. Operasi bawah tanah Grasberg Block Cave di Papua Tengah belum kembali ke kapasitas penuh setelah peristiwa longsor pada September 2025. Fasilitas tunggal itu cukup besar dalam skala nasional untuk menggerakkan satu baris subsektor dalam neraca. Pemulihannya sudah berjalan, dengan smelter terkait di Manyar, Gresik, dijadwalkan kembali mengolah konsentrat pada paruh kedua tahun ini.

Arah perubahannya adalah bagian yang paling mudah terlewat. Pada triwulan pertama 2026 sektor pertambangan dan penggalian terkontraksi 2,14 persen, dengan pertambangan bijih logam turun 12,22 persen. Tiga bulan kemudian angka tersebut menjadi 1,64 persen dan 9,42 persen. Kontraksi menyempit pada kedua ukuran. Sektor ini sedang pulih, dan pulih dari basis yang sebagian dibentuk oleh peristiwa alam dan sebagian oleh disiplin pasokan yang dipilih negara untuk diterapkan.

Ke mana nilai itu berpindah

Rilis yang sama menunjukkan apa yang terjadi pada nilai yang tidak muncul sebagai tonase tergali. Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan nasional terbesar, menyumbang 0,90 poin persentase dan tumbuh 4,52 persen dengan pangsa keluaran 18,50 persen. Perdagangan menyumbang 0,83 poin persentase dengan pertumbuhan 6,39 persen, konstruksi 0,62 poin persentase dengan 6,68 persen, dan informasi serta komunikasi 0,48 poin persentase. Pengadaan listrik dan gas tumbuh paling cepat di antara semuanya sebesar 10,81 persen, diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,60 persen.

Di dalam industri pengolahan, kelompok logam dasar dan elektronik mencatat pertumbuhan 8,04 persen, dan indeks manajer pembelian untuk logam dasar berada pada 53,59. Itulah industri yang mengambil bijih domestik dan mengubahnya menjadi katoda, ingot, alumina dan prekursor baterai. Volume bijih turun, keluaran logam olahan naik. Itu adalah kebijakan hilirisasi satu dekade terakhir yang menghasilkan persis pola yang dirancang untuk dihasilkannya.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menyumbang 2,67 poin persentase dengan pertumbuhan 5,06 persen dan pangsa 53,32 persen, pembentukan modal tetap bruto menambah 2,06 poin persentase, dan konsumsi pemerintah 1,07 poin persentase. Ekspor neto mengurangi 0,78 poin persentase, konsisten dengan perekonomian yang mengimpor barang modal untuk membangun kapasitas pengolahan.

Mengapa volume saja tidak cukup menggambarkan nilai

Neraca nasional adalah instrumen yang jujur, dan ia mengukur apa yang memang dirancang untuk diukurnya. Atas dasar harga konstan, ia melacak volume fisik produksi. Secara konstruksi, ia tidak menangkap nilai yang tercipta ketika satu ton bijih menjadi satu ton logam murni di dalam akun lapangan usaha yang berbeda, dan ia tidak menangkap kondisi lahan, air serta sistem hayati yang menjadi sandaran kegiatan penambangan dan yang kemudian dikembalikan.

Sektor yang diukur hanya dari seberapa banyak ia mengeluarkan bahan dari dalam tanah akan selalu tampak paling lemah pada triwulan ketika ia paling disiplin.

Inilah alasan praktis untuk melengkapi seri volume dengan buku besar valuasi yang lebih utuh. Indonesia sudah memiliki instrumen regulasinya. Permen LH No. 7 Tahun 2014 mengatur metodologi penghitungan kerusakan ekologis, kerugian ekonomi lingkungan dan biaya pemulihan. Kerangka jaminan reklamasi dan pascatambang yang dikelola melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menempatkan angka moneter pada kewajiban yang melekat pada lahan terganggu. Dokumen AMDAL menetapkan garis dasar lingkungan yang menjadi acuan penilaian perubahan. Penginderaan jauh berbasis satelit dan drone kini membuat tutupan lahan, luas gangguan serta kemajuan reklamasi dapat diukur pada presisi hektare dan pada jadwal berulang, bukan sebagai satu titik waktu tunggal.

Dibaca bersama, instrumen instrumen itu menggambarkan posisi aset, bukan sekadar berkas kepatuhan. Hektare yang direklamasi, kualitas air yang kembali ke garis dasar, karbon yang tersimpan dalam tutupan yang ditanam ulang, serta indikator perikanan dan keanekaragaman hayati yang kembali ke kondisi rujukan: masing masing adalah kuantitas yang dapat dinilai dengan metodologi yang diterima dan dilaporkan berdampingan dengan tonase produksi.

Pandangan Sirkularium

Bagi pemerintah, rilis triwulan kedua ini adalah argumen untuk memperluas kerangka pengukuran, bukan alasan untuk mengkhawatirkan sektornya. Kontribusi pertambangan terhadap kesejahteraan nasional pada triwulan dengan disiplin kuota tidak sepenuhnya terlihat dalam seri volume, dan pertumbuhan yang muncul di logam dasar serta pengadaan listrik adalah bagian dari rantai nilai yang sama. Akun pelengkap yang melaporkan posisi kapital lingkungan sektor ini, menggunakan metodologi valuasi yang sudah dikodifikasi dalam regulasi Indonesia, akan memungkinkan pembuat kebijakan melihat buku besar secara utuh ketika keputusan kuota, royalti dan perizinan sedang ditimbang.

Bagi pelaku usaha, argumennya lebih mendesak. Perusahaan yang menyiapkan permohonan kuota, posisi royalti dan pengajuan reklamasi semakin diminta membuktikan nilai, bukan sekadar menyatakannya. Valuasi ekonomi yang diverifikasi secara independen, memadukan bukti GIS dan penginderaan jauh dengan pengukuran lapangan serta metodologi standar berdasarkan Permen LH No. 7 Tahun 2014, jauh lebih berguna ketika dipelihara sebagai praktik berkelanjutan dibandingkan ketika disusun di bawah tekanan setelah sengketa sudah berjalan.

Pembacaan Sirkularium untuk institusi publik adalah bahwa angka triwulan kedua menggambarkan sektor dalam transisi yang terkelola, bukan sektor yang menurun. Dua hal layak diperhatikan pada triwulan mendatang: apakah penyempitan kontraksi bijih logam berlanjut seiring kembalinya Grasberg dan smelter Manyar ke kapasitas, dan apakah nilai yang tercipta di hilir terus melampaui volume yang dilepas di hulu. Jika keduanya bertahan, paruh kedua akan menunjukkan bahwa pertukaran tonase dengan nilai telah dihargai dengan tepat.

Penyumbang terbesar pertumbuhan triwulan kedua 2026

Values in poin persentase

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di sumber daya berkelanjutan, Sirkularium mendampingi tata kelola air, tailing, dan ESG agar proyek sumber daya tetap kredibel dan layak diinvestasikan.

Artikel terkait

Pandangan udara pabrik pengolahan mineral di Indonesia berdampingan dengan lahan berhutan, memperlihatkan fasilitas industri dan bentang alam sekitarnya
Sumber Daya Berkelanjutan

Pada Global South Dialogue on Critical Mineral and Green Industrialization di Jakarta, 13 Agustus, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan realisasi investasi hilirisasi mineral mencapai Rp206,5 triliun pada semester I 2026, terbesar di antara seluruh sektor hilirisasi, dengan 26 proyek strategis senilai sekitar Rp225 triliun dalam jalur pengembangan. Angka investasinya kini terukur baik. Sisi lingkungan dan ekosistem dari neraca yang sama adalah tempat pekerjaan pengukuran masih tersisa.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Diskusi panel pada forum industri pertambangan di Jakarta, dengan para pembicara di atas panggung di hadapan peserta dari pemerintah dan industri
Sumber Daya Berkelanjutan

Pada MINDialogue di Jakarta, 12 Agustus, MIND ID dan Kementerian ESDM memaparkan rencana formalisasi tambang emas rakyat melalui izin IPR. Di balik rencana itu terdapat sejumlah angka nasional yang belum saling bertemu, dan menutup selisih tersebut adalah persoalan valuasi sebelum menjadi persoalan penegakan.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Teknisi memeriksa instalasi pengolahan dan jaringan distribusi air minum perpipaan di sebuah kota di Indonesia
Sumber Daya Berkelanjutan

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono membuka Indo Water 2026 di Jakarta dengan menempatkan ketahanan air setara dengan ketahanan pangan dan energi. Dengan RPJMN 2025-2029 menargetkan akses air minum aman naik dari 22 persen menjadi 43 persen, ambisinya sudah jelas dan pekerjaan valuasi yang mengubahnya menjadi proyek layak investasi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pandangan udara kolong bekas tambang timah berair kehijauan di Bangka Belitung, hamparan pasir putih di sekelilingnya dan revegetasi awal di tepian, siang hari
Sumber Daya Berkelanjutan

Pertimbangan hukum putusan kasasi Mahkamah Agung dalam perkara PT Timah beredar pada 8 sampai 10 Agustus. Putusan itu menempatkan angka lingkungan Rp271,06 triliun di bawah rezim hukum lingkungan, bukan di dalam perhitungan kerugian keuangan negara, sekaligus menegaskan bahwa kerugian itu dapat dihitung dan dinilai oleh ahli. Valuasinya tetap berdiri. Kini ia punya saluran yang obat pemulihnya adalah pemulihan itu sendiri.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Penambang timah rakyat bekerja di kolam pasir di Belitung dengan pompa dan sakan sederhana pada siang hari, memperlihatkan skala tambang rakyat
Sumber Daya Berkelanjutan

Peraturan presiden yang mengizinkan PT Timah membeli timah dari penambang rakyat di luar rencana kerja yang berlaku telah ditandatangani dan tinggal menunggu penomoran. Ratusan penambang berkumpul di Belitung pada 9 Agustus meminta aturan itu segera terbit. Izin memulihkan transaksi. Harga patokan yang terbuka adalah yang membuat nilai bijih itu terukur.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Kompleks smelter nikel di kawasan industri Indonesia pada siang hari, dengan pabrik pengolahan, stockpile dan bangunan administrasi dalam satu bingkai
Sumber Daya Berkelanjutan

Keputusan Menteri 157.K/KU.01/MEM.S/2026 menetapkan delapan kabupaten sebagai daerah pengolah mineral, sehingga mereka berhak atas 8 persen iuran produksi berdasarkan UU 1 Tahun 2022. Pada 7 Agustus DPRD Sulawesi Tengah meminta daftar itu ditinjau, dan Menteri ESDM menyatakan dasar penetapannya akan dicek. Pertanyaan yang tersisa adalah soal pengukuran.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca