Indonesia memperjelas aturan logam tanah jarang ikutan, dan nilai satu kargo mineral menjadi pertanyaan kadar
Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Kantor Staf Presiden menegaskan pada 3 Agustus bahwa larangan ekspor logam tanah jarang berlaku untuk produk utama, bukan untuk kandungan ikutan di dalam alumina, katoda tembaga, dan produk turunan nikel. Pengapalan kembali berjalan, 85 laporan surveyor yang tertahan diterbitkan, dan revisi yang menetapkan ambang kadar sedang disusun lintas lima belas kementerian.
Indonesia telah menyelesaikan satu pertanyaan yang menahan kargo mineral di pelabuhannya sejak pertengahan Juli. Pada 3 Agustus, Kantor Staf Presiden menegaskan bahwa larangan ekspor logam tanah jarang berlaku untuk unsur tersebut ketika ia menjadi produk utama yang dikapalkan, dan tidak berlaku untuk kandungan logam tanah jarang yang secara alami terdapat di dalam alumina, katoda tembaga, dan nikel olahan. Pengapalan komoditas tersebut telah kembali berjalan. Revisi atas peraturan perdagangan yang mendasarinya sedang disiapkan, dengan pemerintah menargetkan penyelesaian dalam satu pekan sejak pengumuman itu dan mengoordinasikan penyusunannya di sekitar lima belas kementerian dan lembaga.
Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresidenan, menyampaikan posisi yang disepakati secara lugas.
"Kami telah mencapai pemahaman bersama bahwa larangan ekspor berlaku untuk logam tanah jarang yang diekspor sebagai produk utama."
Dampak praktisnya langsung terasa. Setelah komunikasi pada 31 Juli, PT Sucofindo memperoleh kepastian yang dibutuhkan untuk menerbitkan 85 laporan surveyor yang sempat tertahan, dokumen yang wajib dimiliki sebuah kargo sebelum dapat berangkat secara sah. Pemberitaan pada 20 Juli mencatat lebih dari 120 kapal yang belum dapat berangkat. Pada awal Agustus, Kantor Staf Presiden menyebut sekitar seratus kapal di antaranya telah kembali beroperasi. Arif Perdanakusumah, Ketua Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), membenarkan perubahan itu dari sisi industri, mencatat bahwa banyak laporan surveyor telah terbit dan banyak kapal yang sebelumnya tertahan telah berlayar.
Aturan yang menciptakan antrean
Peraturan yang menjadi pusat persoalan ini adalah Peraturan Menteri Perdagangan No. 6 Tahun 2026, perubahan keempat atas Peraturan Menteri Perdagangan No. 22 Tahun 2023 tentang barang yang dilarang untuk diekspor. Aturan tersebut berlaku efektif pada 1 April 2026 dan membatasi ekspor logam tanah jarang beserta senyawanya dengan kemurnian di bawah 99 persen. Sumber sedikit berbeda mengenai jumlah unsur yang didaftar, dengan sebagian besar pemberitaan Indonesia menyebut 17 dan setidaknya satu laporan menyebut 18. Perbedaan itu layak diselesaikan dalam naskah revisi, bukan dibiarkan menjadi soal tafsir.
Kesulitannya tidak pernah terletak pada maksud kebijakan, yang sejalan dengan upaya panjang Indonesia menjaga nilai pengolahan tetap berada di dalam negeri. Kesulitannya bersifat operasional. Logam tanah jarang secara geokimia adalah pendamping biasa bagi bijih yang sudah ditambang dan dimurnikan Indonesia. Unsur itu muncul dalam produk turunan bauksit, dalam sirkuit tembaga, dan dalam produk antara nikel karena di situlah alam menempatkannya. Begitu pengujian kandungan logam tanah jarang menjadi syarat sertifikasi, surveyor diminta menilai kargo terhadap batas yang belum dirumuskan dalam bahasa yang dapat diterapkan sebuah laboratorium. Ketika aturan belum berbicara, kehati-hatian adalah respons yang bertanggung jawab, dan kargo pun menunggu.
Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menjelaskan sisi kimianya secara langsung, dengan mengamati bahwa logam tanah jarang berada dalam tabel periodik berdampingan dengan logam yang diekspor Indonesia dan bahwa unsur ikutan selalu hadir dalam kadar tertentu. Pengamatan itu adalah inti seluruh persoalan teknisnya. Larangan yang ditulis dalam kerangka produk memerlukan aturan pendamping yang ditulis dalam kerangka kadar.
Apa yang harus ditetapkan oleh revisi
Pemerintah telah menyampaikan daftar yang jelas mengenai apa yang akan diselesaikan peraturan revisi: definisi mineral ikutan, ambang kadar untuk masing-masing unsur, metode pengujian laboratorium, prosedur verifikasi, pengaturan bahan radioaktif alam (NORM), dan pedoman penerbitan laporan surveyor. Bersamaan dengan itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), dan badan industri mineral sedang menyiapkan kajian bersama mengenai logam tanah jarang dan bahan radioaktif yang menyertainya.
Daftar itu lebih berkonsekuensi daripada yang tampak pada pandangan pertama. Setiap butir di dalamnya adalah keputusan pengukuran, dan bersama-sama butir tersebut menentukan berapa nilai sebuah kargo di atas kertas.
Industri meminta agar ambang tersebut berpijak pada apa yang benar-benar dapat diukur. Arif Perdanakusumah menyampaikan syaratnya secara tepat, bahwa ambang batas yang ditetapkan harus didasari fakta industri saat ini, mencakup teknologi, keekonomian, dan kesiapan alat uji. Batas yang tidak dapat direproduksi oleh laboratorium terakreditasi mana pun di dalam negeri bukanlah sebuah batas. Itu adalah penundaan.
Ambang kadar adalah instrumen valuasi
Di sinilah cerita ini menjadi penting melampaui jadwal pelayaran. Sebuah ambang kadar melakukan tiga hal sekaligus. Ia menentukan apakah sebuah kargo boleh diekspor. Ia menentukan, melalui harga acuan dan skema royalti, berapa yang diterima negara dari kargo tersebut. Dan ia menentukan apakah kandungan logam tanah jarang di dalam material itu diperlakukan sebagai pengotor insidental atau sebagai aset dengan nilai yang dapat dipulihkan.
Indonesia sudah memiliki posisi sumber daya yang membuat pertanyaan ketiga itu nyata. Cadangan monasit yang teridentifikasi di Kepulauan Bangka Belitung berada pada kisaran 180.000 ton, di samping sekitar 20.000 ton xenotim, dengan pasir monasit membawa kandungan oksida logam tanah jarang pada kisaran 50 hingga 65 persen menurut berat. Operasi timah yang berproduksi pada kisaran 50.000 hingga 70.000 ton per tahun menghasilkan perkiraan 5.000 hingga 8.000 ton monasit sebagai produk ikutan, yang saat ini barangkali hanya 15 hingga 25 persen terpulihkan. Angka-angka itu bukan angka pinggiran. Angka tersebut menggambarkan sebuah stok nilai yang dipindahkan, disimpan, dan dalam sejumlah kasus dikesampingkan tanpa pernah dihitung.
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, terbuka mengenai jarak antara memiliki material dan mampu memanfaatkannya, dengan mencatat bahwa unsur tersebut adalah produk ikutan dan bahwa Indonesia belum memiliki industri yang khusus didedikasikan untuk mengolahnya. Ia juga menegaskan bahwa kadar logam tanah jarang dalam produk ekspor sedang dipetakan, sehingga pelaku usaha memperoleh kepastian mengenai bagaimana material mereka akan diperlakukan.
Begitu sebuah ambang tertulis dalam peraturan, setiap ton yang melewatinya menjadi pertanyaan valuasi, bukan lagi pertanyaan kimia.
Pengukuran adalah kendalanya, dan kendala itu dapat diselesaikan
Rangkaian peristiwa tiga pekan terakhir lebih tepat dibaca sebagai uji sistem daripada sebagai gangguan. Sebuah aturan diperkenalkan, infrastruktur pengukuran yang dibutuhkan untuk menerapkannya belum lengkap, dan pemerintah merespons dalam hitungan hari dengan memulihkan arus barang sambil berkomitmen menetapkan parameter yang belum ada. Koordinasi yang berjalan di lima belas kementerian dan lembaga, dengan Kantor Staf Presiden sebagai penggerak, adalah bobot yang tepat untuk persoalan yang sekaligus menyentuh kebijakan perdagangan, tata kelola mineral, keselamatan nuklir, dan akreditasi laboratorium.
Yang ditunjukkan episode ini adalah bahwa rantai nilai mineral Indonesia telah maju sampai pada titik ketika kendala yang mengikat bersifat analitis, bukan lagi fisik. Negara ini mampu menambang materialnya, dan semakin mampu mengolah materialnya. Yang kini sedang dibangun adalah kapasitas untuk menyatakan secara presisi apa yang ada di dalam material itu, dan melekatkan angka yang dapat dipertahankan pada jawaban tersebut.
Pandangan Sirkularium
Bagi pemerintah dan institusi publik, pelajaran yang berguna di sini menyangkut urutan pengerjaan. Ambang batas, metode pengujian, dan prosedur verifikasi sebaiknya ditetapkan dan diakreditasi sebelum menjadi syarat perdagangan, karena biaya penetapan yang terlambat ditanggung di pelabuhan. Revisi yang kini disiapkan adalah instrumen yang tepat, dan daftar hal yang akan dicakupnya sudah menyeluruh. Nilainya akan bergantung pada apakah metode yang dihasilkan dapat direproduksi di seluruh laboratorium yang harus menerapkannya.
Bagi pelaku usaha, implikasinya melampaui kepatuhan. Jika kandungan logam tanah jarang di dalam produk turunan nikel, tembaga, dan bauksit akan diukur sebagai kegiatan rutin, maka kandungan tersebut menjadi bagian dari profil ekonomi setiap pengapalan, dan pada waktunya menjadi bagian dari profil ekonomi setiap endapan dan setiap residu pengolahan. Perusahaan yang telah memiliki data kadar dan neraca massa terverifikasi atas aliran produk ikutannya akan dapat memperlakukan aturan revisi sebagai pekerjaan pelaporan. Perusahaan yang belum memilikinya akan memperlakukannya sebagai penyelidikan.
Posisi Sirkularium adalah bahwa valuasi ekonomi yang ketat dan terverifikasi secara independen semestinya berada dalam rutinitas operasi, bukan dalam respons terhadap sebuah insiden. Memadukan data geospasial dan penginderaan jauh dengan pengambilan sampel lapangan, metodologi standar, dan asumsi yang transparan menghasilkan angka yang bertahan di hadapan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di hadapan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, serta di hadapan surveyor di dermaga. Yang perlu dicermati berikutnya adalah naskah peraturan revisi, batas kadar spesifik yang ditetapkannya unsur demi unsur, dan status akreditasi laboratorium yang diminta menerbitkan sertifikasi terhadapnya. Ketiga detail itu akan menentukan seberapa banyak kekayaan logam tanah jarang Indonesia berpindah dari catatan kaki dalam laporan kadar menjadi satu baris dalam neraca.
Sumber
- ANTARA News, Indonesia melanjutkan ekspor mineral di tengah revisi aturan logam tanah jarang
- ANTARA News, pemerintah menyempurnakan aturan ekspor logam tanah jarang
- ANTARA News, pemetaan kandungan logam tanah jarang dalam produk ekspor mineral
- CNBC Indonesia, peraturan ekspor LTJ direvisi dan keran ekspor mineral dibuka kembali
- CNBC Indonesia, tanggapan pelaku usaha dari Forum Industri Nikel Indonesia
- Bisnis Indonesia, Sucofindo menerbitkan 85 laporan surveyor yang sempat tertunda
- Tambang.co.id, pemerintah menegaskan ekspor mineral ikutan tetap berjalan dan kajian LTJ disiapkan
- Rare Earth Mining, posisi sumber daya monasit dan xenotim Indonesia






