Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke berita
Sumber Daya Berkelanjutan

Peningkatan sumber daya Gua Macan menunjukkan seperti apa valuasi mineral yang disiplin

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Inti bor dan lahan mineral yang tergali di lokasi tambang terbuka

PT Merdeka Copper Gold menaikkan estimasi sumber daya mineral di endapan porfiri tembaga-emas Gua Macan, Jawa Timur, sebesar 25 persen menjadi 276 juta ton, menggunakan pelaporan terstandar JORC dan KCMI. Pembaruan ini menjadi contoh publik yang jarang tentang valuasi berbasis standar dan ketat yang lebih dibutuhkan sektor pertambangan Indonesia.

Sekilas data
276 Mt
Total sumber daya mineral Gua Macan, Juli 2026, naik 25 persen dari Desember 2025
2,0 Moz
Kandungan emas Gua Macan, naik dari 1,6 juta ons pada Desember 2025
US$3,5 M
Valuasi analis atas proyek Tujuh Bukit Copper secara keseluruhan per Mei 2026
US$1,5 M
Estimasi total investasi Tujuh Bukit Copper hingga tahap produksi

Estimasi sumber daya, bukan pengumuman penemuan baru

Pada 14 Juli 2026, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), melalui anak usahanya di Jawa Timur, PT Bumi Suksesindo, merilis pembaruan Estimasi Sumber Daya Mineral untuk Gua Macan, endapan porfiri tembaga-emas di kawasan mineral Tujuh Bukit, Kabupaten Banyuwangi. Angka terbaru mencapai 276 juta ton dengan kadar rata-rata 0,23 gram emas per ton dan 0,16 persen tembaga, mengandung sekitar 2,0 juta ons emas dan 430.000 ton tembaga. Dibandingkan dengan estimasi sebelumnya yang diumumkan Desember 2025, angka ini naik 70 juta ton, atau 25 persen, menambah 0,40 juta ons emas dan 103.000 ton tembaga.

Penting untuk bersikap tepat tentang apa yang sebenarnya diumumkan ini. Ini bukan penemuan baru. Gua Macan sudah dikenal sejak Presiden Direktur Albert Saputro menyebut target eksplorasi internal yang pertama kali dikembangkan pada 2023. Yang berubah antara Desember dan Juli adalah tingkat keyakinan dan volume sumber daya yang mampu didukung oleh 26 lubang pengeboran diamond drill tambahan serta model geologi yang disempurnakan, dilaporkan mengikuti dua standar yang diakui, yaitu JORC Code 2012 dan Kode Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) 2017 milik Indonesia sendiri. Perbedaan antara angka utama dan metodologi teraudit di baliknya inilah yang menentukan apakah sebuah angka sumber daya berguna bagi regulator pemerintah, pemberi pinjaman, atau masyarakat yang menimbang dampak jangka panjang sebuah tambang, atau sekadar menjadi siaran pers.

Angka di balik kenaikan ini

Perubahan paling signifikan bukanlah total tonase, melainkan komposisinya. Sumber daya berkategori Indicated, tingkat dengan kepadatan pengeboran yang cukup untuk mendukung perencanaan tambang awal, hampir dua kali lipat, dari 112 juta ton menjadi 217 juta ton. Pergeseran ini lebih penting dibanding pertumbuhan headline sebesar 25 persen, karena status Indicated adalah yang memungkinkan perusahaan mulai melakukan rekayasa teknik yang serius, bukan sekadar melanjutkan eksplorasi.

Di dalam endapan yang lebih luas ini, Zona Main Porphyry menonjol sebagai inti bernilai tertinggi. Dengan sekitar 110 juta ton, berkadar 0,36 gram emas per ton dan 0,23 persen tembaga, zona ini menyumbang sekitar 40 persen dari total tonase tetapi menghasilkan sekitar 65 persen kandungan emas dan 60 persen kandungan tembaga. Mineralisasi di zona ini masih terbuka di kedalaman lebih dari sekitar 600 meter, yang berarti pengeboran lanjutan berpotensi menambah estimasi ini lagi pada pembaruan mendatang, bukan telah mencapai batas alaminya.

Sumber daya ini dilaporkan berdasarkan batas ekonomi (cutoff) sebesar US$8 per ton dalam Net Smelter Return, yaitu nilai minimum yang harus dihasilkan satu ton batuan setelah biaya pengolahan dan penjualan sebelum dihitung sebagai sumber daya sama sekali. Kadar cutoff adalah detail teknis yang tampak biasa namun bertujuan besar: ia mencegah estimasi sumber daya berubah menjadi daftar keinginan. Setiap ton dari 276 juta yang dilaporkan pekan ini adalah ton yang, berdasarkan asumsi harga dan biaya saat ini, diperkirakan dapat diekstraksi secara ekonomis, bukan sekadar ada di dalam tanah.

"Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan konversi sumber daya melalui 26 lubang pengeboran diamond drill tambahan dan penyempurnaan model geologi," kata Albert Saputro, menggambarkan perjalanan Gua Macan dari target internal 2023 menjadi apa yang ia sebut sebagai sumber daya porfiri tembaga-emas yang kaya dan signifikan.

Mengapa standar pelaporan ini menjadi inti cerita

Sirkularium mengikuti kabar seperti ini bukan karena implikasi pasarnya, melainkan karena ini adalah contoh nyata penerapan valuasi ekonomi terstandar pada aset mineral, disiplin yang sama yang direkomendasikan Sirkularium agar dituntut pemerintah dan lembaga publik terhadap aset lingkungan dan lahan. JORC dan KCMI 2017 ada agar angka sumber daya yang dipublikasikan perusahaan dapat diperiksa, direproduksi, dan dipercaya oleh pihak ketiga yang tidak berada di lokasi saat pengeboran berlangsung. Itulah kualitas yang sering absen dari estimasi kerugian yang dibuat secara ad hoc atau valuasi lahan informal, dan itulah pula yang dirancang untuk dihadirkan oleh metodologi kerugian ekonomi lingkungan Indonesia sendiri berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2014 pada penilaian kerusakan ekologis.

Gua Macan tidak berdiri sendiri. Ia bagian dari kawasan mineral Tujuh Bukit yang lebih luas, tempat Bumi Suksesindo mengoperasikan tambang emas terbuka sejak produksi pertama pada 2017 di bawah Izin Lingkungan yang awalnya diterbitkan Maret 2014 dan kemudian mengalami sejumlah adendum seiring berjalannya operasi. Seiring tambang emas ini memasuki tahap akhir masa operasinya, MDKA telah mengembangkan proyek tembaga bawah tanah terpisah, yang umum disebut TB Copper, yang dimaksudkan untuk menggantikannya. Analis yang mengikuti sahamnya menilai proyek TB Copper sekitar US$3,5 miliar pada Mei 2026, dengan estimasi total investasi US$1,5 miliar hingga tahap produksi, dan sekitar US$250 juta telah dibelanjakan untuk eksplorasi sejak pekerjaan dimulai pada 2018. Jika terealisasi pada target yang dinyatakan sebesar 115.000 hingga 120.000 ton tembaga per tahun, TB Copper akan menjadi tambang tembaga terbesar ketiga di Indonesia, setelah Grasberg milik Freeport Indonesia dan Batu Hijau milik Amman Mineral.

Kenaikan sumber daya Gua Macan langsung memberi masukan pada gambaran valuasi yang lebih besar itu. Basis sumber daya yang lebih besar dan diklasifikasikan lebih baik adalah salah satu input utama yang digunakan analis untuk menopang valuasi proyek senilai miliaran dolar, bersama asumsi perolehan metalurgi, jadwal perizinan, dan proyeksi harga komoditas. Mempublikasikan estimasi sumber daya berdasarkan standar yang diakui, bukan sebagai angka internal yang dibulatkan, adalah yang memungkinkan pihak luar, baik investor, regulator, maupun masyarakat, untuk menguji valuasi tersebut, bukan sekadar menerimanya begitu saja.

Yang akan datang

MDKA telah menetapkan tahap berikutnya secara jelas, bukan memperlakukan pembaruan ini sebagai titik akhir. Pengujian variabilitas metalurgi direncanakan untuk memastikan berapa banyak kandungan emas dan tembaga yang benar-benar dapat diperoleh melalui pengolahan, angka yang biasanya lebih rendah dari kadar sumber daya dan berpengaruh langsung pada keekonomian proyek. Perusahaan juga sedang mengevaluasi potensi pengembangan tambang terbuka untuk sebagian endapan ini, di samping pendekatan bawah tanah yang sudah dikaji untuk proyek TB Copper yang lebih luas. Pengeboran diperkirakan berlanjut pada kedalaman, tempat mineralisasi masih terbuka, yang berarti angka 276 juta ton ini sangat mungkin bersifat sementara, bukan angka akhir.

Saputro membingkai pembaruan ini sebagai bagian dari strategi portofolio jangka panjang, bukan peristiwa satu kali, dengan menekankan perencanaan yang bertanggung jawab dan keterlibatan masyarakat seiring pertumbuhan sumber daya. Desa Sumberagung di Kecamatan Pesanggaran, tempat operasi Bumi Suksesindo berada, memiliki satu dekade pengalaman dengan siklus perizinan lingkungan tambang emas yang sudah berjalan, yang menjadi rekam jejak, tidak sempurna namun nyata, sebagai tolok ukur pengembangan tambang tembaga bawah tanah yang akan datang.

Pandangan Sirkularium

Bagi pemerintah dan lembaga publik yang mengawasi sektor pertambangan Indonesia, pembaruan Gua Macan menjadi rujukan yang berguna justru karena sifatnya yang rutin. Ini adalah estimasi sumber daya biasa, diajukan mengikuti standar yang mapan, dengan kadar cutoff yang dinyatakan dan program pengeboran yang terdokumentasi di baliknya, jenis transparansi metodologis yang memungkinkan regulator, bank, atau masyarakat terdampak menilai klaim tersebut secara independen, bukan sekadar mempercayai pernyataan perusahaan.

Disiplin yang sama tersedia, dan bisa dibilang sudah seharusnya diterapkan lebih awal, pada sisi lingkungan dan nilai lahan dalam pengawasan pertambangan. Indonesia sebenarnya sudah memiliki perangkat regulasinya, yaitu metodologi kerugian ekonomi lingkungan pada Permen LH 7/2014, kajian AMDAL, dan persyaratan jaminan reklamasi, untuk menilai kondisi ekosistem, kualitas air, dan biaya pemulihan lahan dengan ketelitian yang sebanding dengan cara MDKA menilai emas dan tembaga di dalam tanah. Yang sering hilang bukanlah kerangkanya, melainkan kebiasaan menerapkannya secara proaktif, berdasarkan standar yang jelas, sebelum jejak lingkungan sebuah proyek berubah menjadi sengketa, bukan sekadar pengungkapan rutin.

Seiring sektor mineral Indonesia terus mempublikasikan pembaruan sumber daya dan cadangan berdasarkan kode yang diakui secara internasional sebagai praktik lazim, rekomendasi Sirkularium kepada operator tambang dan regulatornya sederhana: pesan valuasi ekonomi aset lingkungan dan lahan yang diverifikasi secara independen dan berbasis standar dengan keteraturan yang sama, menggunakan pemetaan dasar berbasis GIS dan data jasa ekosistem bersama survei lapangan. Melakukannya sebelum sengketa reklamasi atau tinjauan kepatuhan memaksa pertanyaan itu muncul, bukan sesudahnya, lebih murah dan lebih mudah dipertanggungjawabkan, baik bagi operator yang mencari pembiayaan maupun bagi lembaga pemerintah yang bertanggung jawab meminta pertanggungjawaban mereka.

Sumber daya Gua Macan menurut klasifikasi, Juli 2026

Values in juta ton

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di sumber daya berkelanjutan, Sirkularium mendampingi tata kelola air, tailing, dan ESG agar proyek sumber daya tetap kredibel dan layak diinvestasikan.

Artikel terkait

Lahan tambang yang tergali dengan lapisan tanah yang terbuka
Sumber Daya Berkelanjutan

Peraturan Pemerintah 39/2025 kini memungkinkan koperasi desa memegang konsesi tambang hingga 2.500 hektare, dan pemerintah baru saja memperluas pengelolaan koperasi ke sumur minyak masyarakat. Belum ada penjelasan bagaimana operator yang lebih kecil ini akan memenuhi aturan jaminan reklamasi yang sama, yang saat ini justru sedang diperketat bagi perusahaan tambang besar.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Alat berat pengeruk membuka lahan di lokasi pertambangan
Sumber Daya Berkelanjutan

Indonesia sudah memiliki metode baku untuk memberi angka rupiah pada kerusakan tambang, metode yang sama yang menilai kasus PT Timah senilai Rp271 triliun. Metode itu belum pernah diterapkan pada tambang emas ilegal yang menggerogoti Taman Nasional Kerinci Seblat.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 10 menit baca

Tumpukan material hasil olahan di lokasi pertambangan mineral
Sumber Daya Berkelanjutan

Holding BUMN pertambangan Indonesia memanfaatkan kembali, mendaur ulang, atau memulihkan lebih dari satu juta ton material sisa pada 2025, mengubah slag nikel dan tailing emas menjadi bahan konstruksi, sementara total timbulan limbah turun 11,3 persen.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Saluran air dekat lokasi pengolahan industri
Sumber Daya Berkelanjutan

Hanya sekitar seperempat pemurni nikel di Indonesia memantau pencemaran air, jauh di bawah rata-rata global, menambah tekanan pada sektor ini.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 5 menit baca

Operasi pengolahan mineral
Sumber Daya Berkelanjutan

Saat Indonesia bersandar pada hilirisasi nikel, para analis mendorong pengaman yang lebih kuat agar transisi energi tak menimbulkan kerugian baru.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 5 menit baca

Infrastruktur pengelolaan tailing dan air di lokasi tambang
Sumber Daya Berkelanjutan

Peringkat PROPER dan taksonomi keuangan berkelanjutan Indonesia mendorong penanganan tailing dan air dari renungan belakangan menjadi prioritas.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 5 menit baca