Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke berita
Sumber Daya Berkelanjutan

Hilirisasi nikel menahan nilai di dalam negeri, menaikkan standar tata kelola

Oleh Sirkularium Editorial Team, 5 menit baca

Fasilitas pengolahan nikel

Mengolah lebih banyak nikel di dalam negeri meningkatkan peran Indonesia dalam rantai baterai, sekaligus mempertajam pertanyaan tentang tata kelolanya.

Kebijakan Indonesia mengolah nikel di dalam negeri alih-alih mengekspor bijih mentah telah menaikkan porsi nilai yang mengalir ke baterai dan baja nirkarat. Logika ekonominya masuk akal, dan hasilnya terlihat pada smelter baru, lapangan kerja, dan penerimaan ekspor. Bagian yang lebih sulit adalah mengelola hasil dan dampaknya dengan cukup baik agar keuntungan itu bertahan.

Nilai bukan segalanya

Menahan nilai di dalam negeri berarti sedikit jika biaya lingkungan dan sosial dibebankan pada masyarakat di sekitar smelter, atau jika pendapatannya dinikmati segelintir pihak alih-alih dibagi. Tata kelola yang kuat itulah yang mengubah hilirisasi dari ledakan sesaat menjadi keunggulan yang tahan lama, dan tata kelola yang lemah mengubah durian runtuh sumber daya menjadi lingkaran sengketa dan tagihan pemulihan.

Ada pula risiko konsentrasi. Sebagian besar pengolahan baru bersandar pada listrik batubara dan mengelompok di beberapa daerah, sehingga manfaat dan bebannya tersebar tak merata. Mengelola keseimbangan itu adalah tugas kebijakan publik sama besarnya dengan tugas industri.

Seperti apa pengelolaan yang baik

Negara yang memadukan ambisi industri dengan pengawasan yang kredibel adalah yang menjaga keuntungan sekaligus kepercayaan. Artinya pendapatan yang transparan, standar lingkungan yang nyata, dan rencana bagi daerah serta pekerja yang menanggung beban.

Sirkularium memandang kebijakan ini sebagai peluang yang bergantung pada pengelolaan, bukan kemenangan yang terjamin. Hilirisasi bisa menjadi jangkar basis industri sejati, tetapi hanya jika tata kelola di sekitarnya diperlakukan seserius tonase yang keluar dari pabrik.

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di sumber daya berkelanjutan, Sirkularium mendampingi tata kelola air, tailing, dan ESG agar proyek sumber daya tetap kredibel dan layak diinvestasikan.

Artikel terkait

Inti bor dan lahan mineral yang tergali di lokasi tambang terbuka
Sumber Daya Berkelanjutan

PT Merdeka Copper Gold menaikkan estimasi sumber daya mineral di endapan porfiri tembaga-emas Gua Macan, Jawa Timur, sebesar 25 persen menjadi 276 juta ton, menggunakan pelaporan terstandar JORC dan KCMI. Pembaruan ini menjadi contoh publik yang jarang tentang valuasi berbasis standar dan ketat yang lebih dibutuhkan sektor pertambangan Indonesia.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Lahan tambang yang tergali dengan lapisan tanah yang terbuka
Sumber Daya Berkelanjutan

Peraturan Pemerintah 39/2025 kini memungkinkan koperasi desa memegang konsesi tambang hingga 2.500 hektare, dan pemerintah baru saja memperluas pengelolaan koperasi ke sumur minyak masyarakat. Belum ada penjelasan bagaimana operator yang lebih kecil ini akan memenuhi aturan jaminan reklamasi yang sama, yang saat ini justru sedang diperketat bagi perusahaan tambang besar.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Alat berat pengeruk membuka lahan di lokasi pertambangan
Sumber Daya Berkelanjutan

Indonesia sudah memiliki metode baku untuk memberi angka rupiah pada kerusakan tambang, metode yang sama yang menilai kasus PT Timah senilai Rp271 triliun. Metode itu belum pernah diterapkan pada tambang emas ilegal yang menggerogoti Taman Nasional Kerinci Seblat.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 10 menit baca

Tumpukan material hasil olahan di lokasi pertambangan mineral
Sumber Daya Berkelanjutan

Holding BUMN pertambangan Indonesia memanfaatkan kembali, mendaur ulang, atau memulihkan lebih dari satu juta ton material sisa pada 2025, mengubah slag nikel dan tailing emas menjadi bahan konstruksi, sementara total timbulan limbah turun 11,3 persen.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Saluran air dekat lokasi pengolahan industri
Sumber Daya Berkelanjutan

Hanya sekitar seperempat pemurni nikel di Indonesia memantau pencemaran air, jauh di bawah rata-rata global, menambah tekanan pada sektor ini.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 5 menit baca

Operasi pengolahan mineral
Sumber Daya Berkelanjutan

Saat Indonesia bersandar pada hilirisasi nikel, para analis mendorong pengaman yang lebih kuat agar transisi energi tak menimbulkan kerugian baru.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 5 menit baca