Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Sumber Daya Berkelanjutan

Kementerian koordinator hilirisasi memberi Indonesia satu tempat untuk mengukur nilai tambah

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Upacara pelantikan di Istana Negara Jakarta, atau smelter pengolahan nikel di Sulawesi saat senja

Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dan melantik Bahlil Lahadalia untuk memimpinnya sambil tetap menjabat Menteri ESDM. Dengan investasi hilirisasi Rp300,1 triliun pada semester I 2026, jabatan baru ini menjadi rumah yang tepat bagi cara bersama untuk mengukur nilai yang ditambahkan oleh pengolahan.

Sekilas data
Rp300,1 T
Realisasi investasi hilirisasi semester I 2026, 29,7 persen dari total investasi
Rp206,5 T
Di antaranya hilirisasi mineral, dipimpin nikel Rp71 triliun
90%
Porsi investasi hilirisasi di sektor ESDM, menurut Bahlil
US$618 M
Investasi dalam peta jalan hilirisasi 28 komoditas hingga 2045

Kursi baru di meja kabinet

Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta. Jabatan ini baru. Kementerian koordinator tersebut dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 yang ditandatangani pada 30 September, dan berada dalam Kabinet Merah Putih bersama kementerian koordinator yang sudah ada. Bahlil tetap menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan untuk sementara kementerian koordinator ini akan berkantor di gedung Kementerian ESDM.

Pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian pelantikan yang lebih luas pada hari itu, mencakup 18 pejabat. Namun bagi sektor sumber daya, pelantikan inilah yang paling penting. Untuk pertama kalinya, hilirisasi dan transisi energi memiliki satu menteri koordinator yang tugasnya secara tegas adalah membuat keduanya bergerak bersama.

Bahlil membingkai mandat tersebut dalam kerangka prioritas Asta Cita Presiden. Kepada wartawan ia menyampaikan bahwa pekerjaan ini tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus komprehensif, terukur, dan benar-benar mencapai targetnya. Ia juga menyatakan akan mempelajari peraturan presiden yang akan mengatur struktur kementerian sebelum membahas rincian lebih jauh, urutan yang wajar bagi sebuah lembaga baru.

"Fokus kami adalah hilirisasi, dengan 90 persen dari total investasi terkonsentrasi di sektor energi dan sumber daya mineral." Bahlil Lahadalia, 1 Oktober 2026

Angka yang diwarisi kementerian baru

Kementerian ini tidak memulai dari nol. Menurut Kementerian Investasi dan Hilirisasi, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun pada semester I 2026. Angka itu setara 29,7 persen dari seluruh realisasi investasi nasional pada periode yang sama, yang totalnya Rp1.010,6 triliun, dan tumbuh 6,9 persen secara tahunan. Menteri Investasi Rosan Roeslani menyebut porsi hilirisasi hampir mencapai 30 persen.

Mineral mendominasi. Hilirisasi mineral menyumbang Rp206,5 triliun, atau sekitar 69 persen dari total hilirisasi. Di dalamnya, nikel memimpin dengan Rp71 triliun, disusul bauksit Rp53,8 triliun, tembaga Rp37,4 triliun, besi dan baja Rp30,2 triliun, pasir silika Rp5,9 triliun, dan mineral lainnya Rp8,2 triliun. Perkebunan dan kehutanan menambah Rp54,4 triliun, dengan kelapa sawit Rp29,5 triliun dan kayu Rp16,3 triliun. Minyak dan gas menyumbang Rp35,4 triliun, sedangkan perikanan dan kelautan Rp3,8 triliun.

Angka-angka ini berada dalam ambisi yang jauh lebih besar. Peta jalan pemerintah untuk 28 komoditas strategis hingga 2045 memperkirakan investasi sekitar US$618 miliar, dengan tahap pertama berupa 21 proyek senilai sekitar US$40 miliar. Para pengamat kerap menunjuk nikel sebagai bukti konsep: nilai ekspor nikel dan turunannya naik dari sekitar US$3,3 miliar pada 2017 dan 2018 menjadi diperkirakan US$35 miliar hingga US$40 miliar per tahun pada 2023 dan 2024.

Ada satu perbedaan kecil dalam pembingkaian yang patut dicatat. Bahlil menyebut porsi 90 persen untuk sektor ESDM. Jika hilirisasi mineral serta minyak dan gas dalam data semester I kementerian investasi digabungkan, hasilnya Rp241,9 triliun, sekitar 81 persen dari total Rp300,1 triliun. Selisih ini kemungkinan besar mencerminkan cakupan yang berbeda, misalnya apakah pengolahan terkait energi di luar dua kategori tersebut ikut dihitung. Ini bukan kontradiksi. Justru ini ilustrasi yang baik tentang mengapa kementerian koordinator akan diuntungkan oleh satu set definisi yang disepakati.

Mengapa koordinasi adalah soal pengukuran

Hilirisasi menyentuh banyak lembaga sekaligus. Kementerian investasi mencatat modal. Kementerian ESDM menerbitkan izin usaha pertambangan, menyetujui RKAB, dan menetapkan harga patokan. Kementerian perindustrian membina smelter dan manufaktur. Kementerian lingkungan hidup menilai AMDAL dan menegakkan syarat perizinan. Pemerintah daerah menerima bagian pendapatan dan hidup bersama dampak terhadap lahan dan air. Setiap lembaga sudah memegang data yang berharga, sering kali dalam satuan dan kalendernya sendiri.

Kementerian koordinator berada pada posisi yang tepat untuk menyatukan angka-angka ini dalam satu halaman. Pertanyaan yang berguna bagi hilirisasi bukan hanya berapa modal yang masuk, tetapi berapa nilai yang tetap tinggal di Indonesia setelah pengolahan selesai. Artinya, menelusuri satu ton bijih melalui setiap tahapnya: royalti dan PNBP yang dibayar di mulut tambang, nilai tambah di smelter, upah dan pengadaan lokal di sepanjang rantai, serta harga ekspor produk akhir. Sinyal pasar sudah menunjukkan mengapa hal ini penting. Harga patokan nikel awal Oktober bergerak turun, dengan HMA sebesar US$16.322,67 per ton, sehingga nilai yang ditangkap melalui pengolahan menjadi semakin penting bagi stabilitas penerimaan, bukan sebaliknya.

Buku besar yang sama dapat memuat sisi lingkungan. Indonesia sudah memiliki metode regulasi untuk menilai kerugian lingkungan dan biaya pemulihan dalam Permen LH Nomor 7 Tahun 2014. Penginderaan jauh dan GIS dapat memetakan perubahan tutupan lahan di sekitar konsesi dan kawasan industri dengan presisi. Dana jaminan reklamasi sudah memberi nilai moneter pada pemulihan di masa depan. Jika disatukan, semua ini memungkinkan nilai bersih sebuah proyek hilirisasi dinyatakan dalam bentuk yang dapat dibaca dengan cara yang sama oleh investor, kementerian, dan daerah.

Seperti apa baseline bersama itu

Beberapa langkah praktis dapat membantu kementerian baru menerjemahkan mandatnya menjadi hasil yang terukur:

  • Definisi bersama tentang investasi hilirisasi dan nilai tambah, yang disepakati oleh kementerian investasi, Kementerian ESDM, dan kementerian perindustrian, sehingga porsi utama seperti 81 atau 90 persen dapat direkonsiliasi.
  • Buku besar per komoditas, dimulai dari nikel, bauksit, dan tembaga, yang menautkan produksi hulu, PNBP, keluaran pengolahan, dan nilai ekspor untuk setiap tahun.
  • Tabel per daerah yang menunjukkan apa yang diterima setiap provinsi penghasil dalam bentuk dana bagi hasil, lapangan kerja, dan pengadaan, berdampingan dengan biaya lahan dan air yang diukur dengan metode standar.
  • Verifikasi independen atas komponen lingkungan, menggunakan GIS dan data lapangan dalam kerangka Permen LH 7/2014, sehingga kemajuan reklamasi dilaporkan sebagai aset yang dibangun kembali, bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan.

Semua ini tidak memerlukan aturan baru untuk dimulai. Sebagian besar adalah soal menghubungkan data yang sudah dikumpulkan pemerintah.

Pandangan Sirkularium

Pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi adalah langkah yang konstruktif. Langkah ini mengakui bahwa mengolah mineral di dalam negeri dan mendekarbonisasi industri yang melakukannya adalah satu agenda, bukan dua. Menempatkannya di bawah menteri yang juga memegang portofolio energi dan sumber daya mineral seharusnya memperpendek jarak antara perancangan kebijakan dan pelaksanaannya.

Bagi pemerintah dan lembaga publik, peluangnya adalah menjadikan pengukuran sebagai alat bersama pertama kementerian ini. Investasi hilirisasi Rp300,1 triliun dalam enam bulan adalah landasan yang kuat. Langkah berikutnya adalah menunjukkan, komoditas demi komoditas dan daerah demi daerah, berapa nilai bersih yang diciptakan modal tersebut setelah biaya lahan, air, dan pemulihan dihitung dengan kecermatan yang sama seperti pendapatan.

Bagi perusahaan pertambangan dan pengolahan, sinyalnya sama jelas. Operator yang mampu menyajikan valuasi ekonomi atas kegiatannya yang diverifikasi secara independen, dibangun di atas GIS dan data lapangan serta metodologi yang sudah digunakan Indonesia, akan lebih mudah menunjukkan kepatuhan kepada kementerian lingkungan hidup dan kontribusinya pada agenda hilirisasi. Valuasi seperti itu paling efektif sebagai praktik rutin yang diperbarui setiap tahun, bukan sebagai respons terhadap sengketa.

Yang perlu dicermati berikutnya: peraturan presiden yang menetapkan struktur kementerian dan lembaga yang dikoordinasikannya, angka investasi setahun penuh 2026, serta apakah peta jalan 28 komoditas diperbarui dengan target nilai tambah di samping target investasi. Sirkularium akan mengikuti setiap perkembangan ini dan siap mendukung baseline valuasi bersama bagi sektor ini.

Investasi hilirisasi mineral per komoditas, semester I 2026

Values in Rp triliun

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di sumber daya berkelanjutan, Sirkularium mendampingi tata kelola air, tailing, dan ESG agar proyek sumber daya tetap kredibel dan layak diinvestasikan.

Artikel terkait

Intake air PT Air Minum Bandarmasih di Sungai Martapura, Banjarmasin, saat kemarau, dengan muka air rendah dan truk tangki di dekatnya
Sumber Daya Berkelanjutan

Kemarau dan intrusi air laut memangkas pasokan air baku Banjarmasin sekitar 30 persen pada September. Seiring air tawar kembali ke jaringan, kota ini mengajukan embung berkapasitas 1,1 juta meter kubik, dan angka-angkanya menunjukkan mengapa tampungan air baku layak diperlakukan sebagai aset.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Alat berat yang dioperasikan kontraktor tambang daerah di konsesi nikel atau batu bara Indonesia, dengan kru lokal berperlengkapan keselamatan
Sumber Daya Berkelanjutan

Keputusan Menteri ESDM 365.K/MB.01/MEM.B/2026 mewajibkan pemegang IUP dan IUPK mengutamakan perusahaan jasa pertambangan dari kabupaten/kota di sekitar wilayah izinnya serta memperoleh persetujuan Menteri sebelum melibatkan anak perusahaan atau afiliasi. Aturan ini menjadikan nilai ekonomi yang tertahan di daerah sesuatu yang kini dapat diamati dan diukur.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Foto udara operasi nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, dengan bukit hasil reklamasi dan Danau Matano di latar belakang
Sumber Daya Berkelanjutan

DPRD Sulawesi Selatan membahas rancangan perda yang mengatur cara penghitungan, pelaporan, dan pembayaran bagian daerah sebesar 6 persen dari keuntungan bersih pemegang IUPK. PT Vale Indonesia menyatakan siap membayar, dan fraksi-fraksi meminta penerimaan ini diukur, diverifikasi, dan diinvestasikan untuk jangka panjang.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Gulungan baja nirkarat atau produk nikel jadi yang ditumpuk di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, dengan perbukitan tambang di latar belakang
Sumber Daya Berkelanjutan

Pada 27 September 2026 Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menyatakan nikel dan mineral lain dari Sulawesi Tengah tidak lagi boleh keluar dari provinsi dalam bentuk setengah jadi. Neraca ekonomi provinsi sudah menunjukkan pola di balik arahan itu: industri pengolahan menyumbang 44,37 persen perekonomian daerah, pertambangan dan penggalian 13,79 persen.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Emas batangan cetak 1 kilogram berstempel 999.9 tersusun di meja timbang di dalam ruang penyimpanan fasilitas pemurnian, dengan petugas uji kadar mencatat berat
Sumber Daya Berkelanjutan

PT Aneka Tambang membeli 9 ton emas berkadar 99,99 persen dari fasilitas pemurnian logam mulia PT Freeport Indonesia di Gresik sepanjang Januari hingga Agustus 2026, angka realisasi pertama terhadap perjanjian yang memungkinkan pembelian hingga 30 ton per tahun. Pembeli domestik kedua, Hartadinata, menerima 50 kilogram pertamanya pada September.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Unit instalasi pengolahan air bergerak dan tangki hidran umum melayani warga yang membawa jeriken di sebuah desa kering di Jawa Barat
Sumber Daya Berkelanjutan

Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan pada 26 September 2026 bahwa pihaknya telah menangani 3.288 lokasi kekeringan sejak Juli, menyalurkan 48,9 juta liter air bersih kepada sekitar 1,75 juta jiwa dan menyelamatkan 141.440 hektare sawah. Menteri Dody Hanggodo menyatakan kementerian akan menambah unit instalasi pengolahan air bergerak seiring El Niño memperpanjang musim kemarau.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca