Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Limbah & Polusi

Kunjungan Menteri ke Jawa Timur soroti model nasional pengelolaan sampah

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Para pejabat mengenakan rompi keselamatan meninjau fasilitas pengolahan sampah

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengunjungi Jombang, Gresik, dan Surabaya pada 15 Juli 2026, menyebut Jawa Timur sebagai provinsi berkinerja terbaik dalam pengelolaan sampah nasional dan menunjuk skema refuse derived fuel di Jombang sebagai contoh bagi daerah lain.

Sekilas data
12.314 ton
Volume sampah harian Jawa Timur, menurut data SIPSN 2026
13 dari 35
Sertifikat pengelolaan sampah nasional yang diraih Jawa Timur, terbanyak di antara semua provinsi
70%
Porsi volume sampah harian Jombang yang berhasil dialihkan dari TPA melalui pemilahan sumber dan pengolahan RDF
11%
Pengurangan sampah yang dicapai se-provinsi melalui pemilahan sumber dan bank sampah

Kunjungan lapangan menteri memperkuat argumen untuk model nasional

Pada Rabu, 15 Juli 2026, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, menghabiskan satu hari penuh berkeliling Jawa Timur alih alih duduk di Jakarta. Rangkaian kunjungannya membawanya dari fasilitas Green and Smart Port Initiatives ASRI di Dermaga C Pelabuhan Petrokimia Gresik, ke program ketahanan pangan dan pendidikan lingkungan di SMA Negeri 1 Gresik, hingga ke operasi refuse derived fuel di Desa Banjardowo, Kabupaten Jombang. Pada akhir hari itu, ia menyampaikan penilaian yang tegas: Jawa Timur, katanya, adalah provinsi berkinerja terbaik di Indonesia dalam pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah, dan daerah lain sepatutnya menjadikannya rujukan.

Ini pernyataan yang berarti dari seorang menteri yang baru menjabat beberapa bulan. Jumhur Hidayat dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada April 2026, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq, dan telah menetapkan target menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia dalam satu hingga dua tahun. Kunjungannya ke Jawa Timur sama besarnya tentang mengidentifikasi model yang dapat direplikasi maupun tentang mengapresiasi capaian yang sudah ada.

Angka di balik peringkat tersebut

Penilaian menteri bersandar pada data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2026, yang menjadi acuan evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup. Jawa Timur menghasilkan sekitar 12.314 ton sampah per hari, atau lebih dari delapan juta ton per tahun, menjadikannya salah satu provinsi penghasil sampah terbesar di Indonesia. Meski volumenya besar, provinsi ini berhasil mencatat pengurangan sampah sebesar 11 persen menuju tempat pemrosesan akhir melalui pemilahan sumber dan bank sampah komunitas.

Capaian tersebut telah diakui secara resmi lebih awal tahun ini. Pada Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar 25 Februari di Balai Kartini, Jakarta, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Pembina Terbaik kategori provinsi, yang diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup saat itu, Hanif Faisol Nurofiq. Jawa Timur mengumpulkan 13 dari 35 sertifikat yang diberikan secara nasional hari itu, terbanyak di antara semua provinsi: satu sertifikat Kota Terbaik yang diraih Surabaya, dan 12 sertifikat Menuju Kota Bersih yang tersebar di Kota Malang dan Kabupaten Malang, ditambah Sidoarjo, Gresik, Madiun, Jombang, Situbondo, Magetan, Pamekasan, Probolinggo, Lumajang, dan Blitar. Skor Surabaya sebesar 74,92 menempatkannya di atas Ciamis di Jawa Barat dengan skor 74,68 dan Balikpapan di Kalimantan Timur dengan skor 74,55, dua skor tertinggi berikutnya secara nasional. Rincian interaktif di bawah ini menampilkan ketiga belas penerima sertifikat berdasarkan tingkatan penghargaannya.

"Jawa Timur menjadi peringkat satu dalam penilaian kami terkait pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah," kata Menteri Jumhur Hidayat saat kunjungan Juli tersebut, menambahkan bahwa provinsi ini dapat menjadi contoh bagi daerah yang masih kurang serius menangani persoalan ini.

Model refuse derived fuel di Jombang

Unsur paling konkret dari kunjungan Juli tersebut adalah pemberhentian menteri di Desa Banjardowo, tempat Kabupaten Jombang mengoperasikan skema pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dibangun di sekitar refuse derived fuel, atau RDF. Wakil Bupati Jombang M. Salmanudin Yazid menyampaikan kepada menteri bahwa dari sekitar 500 ton sampah yang dihasilkan setiap hari di kabupaten tersebut, sekitar 300 ton, atau sekitar 70 persen, kini berhasil diolah alih alih dibuang ke TPA.

Mekanismenya, menurut menteri, sederhana namun disiplin: sampah dipilah berdasarkan jenis sejak dari sumber, kemudian melalui serangkaian tahap pengolahan sehingga hanya sebagian kecil yang akhirnya berakhir di tempat pemrosesan akhir. Fraksi anorganik yang telah diolah diubah menjadi RDF, bahan bakar padat pengganti yang menurut menteri secara langsung menggantikan penggunaan batu bara dalam aplikasi industri.

"Ini sangat ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan bahan bakar batu bara," kata menteri mengenai fasilitas Jombang tersebut, menyebutnya telah memenuhi standar pengelolaan sampah yang baik.

Kementerian menyatakan akan mempelajari pendekatan Jombang lebih mendalam sebagai kandidat untuk direplikasi secara nasional, termasuk kelayakan ekonomi untuk memperluas kapasitas serta menyusun perjanjian kerja sama antardaerah agar kabupaten tetangga dapat menyalurkan sampahnya ke infrastruktur pengolahan bersama. Menteri membingkai daya tarik model ini dalam kerangka ekonomi sekaligus lingkungan: pendekatan ekonomi sirkular yang menghasilkan pendapatan dari material olahan dapat berjalan mandiri dalam skala besar tanpa terus bergantung pada subsidi pemerintah, sekaligus menciptakan lapangan kerja di sektor sampah hijau.

Pendidikan dan industri memperkuat gambaran ini

Pemberhentian menteri di SMA Negeri 1 Gresik menambahkan dimensi ketiga pada hari itu. Sekolah ini menyandang predikat Adiwiyata Mandiri, tingkatan tertinggi dalam program pendidikan lingkungan sekolah nasional Indonesia, dan kunjungan tersebut meninjau baik sertifikasi itu maupun inisiatif ketahanan pangan yang berjalan berdampingan dengannya. Gubernur Khofifah, yang mendampingi menteri pada pemberhentian ini, menyampaikan ambisi Jawa Timur agar hasil pengolahan produk sekolah ini dapat menjadi proyek percontohan yang hasilnya kelak dihilirisasi menjadi produk olahan bernilai tambah.

Lebih awal pada hari yang sama, tinjauan menteri terhadap program Green and Smart Port Initiatives ASRI di Pelabuhan Petrokimia Gresik memperluas narasi kinerja lingkungan provinsi ini melampaui sampah perkotaan, masuk ke infrastruktur industri dan logistik, menandakan pendekatan yang lebih terintegrasi lintas sektor ketimbang pengelolaan sampah yang ditangani secara terpisah.

Mengapa ini penting

Sektor sampah Indonesia sepanjang 2026 berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa target nasional yang ambisius, termasuk penghentian praktik open dumping, dapat diterjemahkan menjadi sistem yang benar benar berjalan di lapangan. Dengan latar itu, sebuah provinsi yang menghasilkan lebih dari 12.000 ton sampah setiap hari namun tetap mencatat angka pengurangan dua digit, sebuah kabupaten yang mengolah 70 persen sampahnya melalui pemilahan sumber dan konversi RDF, serta sistem sekolah yang menanamkan praktik lingkungan ke dalam kurikulumnya, bersama sama menyajikan gambaran yang lebih utuh daripada pengumuman proyek tunggal manapun. Fakta bahwa seorang menteri yang sedang menjabat memilih menghabiskan satu hari kerja penuh berpindah antara pelabuhan, sekolah, dan fasilitas tingkat desa menandakan bahwa pemerintah bermaksud memperlakukan hal hal ini sebagai komponen yang dapat direplikasi, bukan kisah sukses yang berdiri sendiri.

Pandangan Sirkularium

Bagi pemerintah dan institusi publik di wilayah lain Indonesia, kasus Jawa Timur menawarkan model yang berguna justru karena bukan berupa satu proyek modal besar, melainkan kombinasi pilihan tata kelola: pemilahan sumber yang konsisten, infrastruktur bank sampah, fasilitas pengolahan berskala kabupaten yang terkelola, dan perhatian berkelanjutan dari kepemimpinan provinsi selama bertahun tahun. Tidak satu pun dari unsur unsur ini secara individual membutuhkan skala investasi sebesar yang diasosiasikan dengan pembangkit listrik tenaga sampah, sehingga model ini lebih mudah direplikasi ke kabupaten dan kota dengan anggaran yang lebih terbatas.

Rencana Kementerian untuk mempelajari kelayakan ekonomi Jombang demi replikasi nasional patut terus dicermati. Jika kajian kelayakan itu mengonfirmasi bahwa pengolahan RDF pada skala ini dapat beroperasi tanpa subsidi berkelanjutan, dan jika perjanjian kerja sama antardaerah dapat disusun agar kabupaten yang lebih kecil dapat berbagi kapasitas pengolahan, ini berpotensi menjadi salah satu komponen jangka pendek yang lebih dapat diskalakan dalam transisi ekonomi sirkular Indonesia, melengkapi alih alih bersaing dengan investasi pembangkit listrik tenaga sampah yang lebih besar yang sudah berjalan di tempat lain di negeri ini. Institusi publik yang tengah menyusun strategi sampah mereka sendiri sebaiknya terlebih dahulu memperhatikan pemilahan sumber dan cakupan bank sampah, dua pengungkit di balik angka pengurangan Jawa Timur, sebelum berasumsi bahwa infrastruktur baru semata adalah jawabannya.

Penerima sertifikat pengelolaan sampah nasional Jawa Timur 2026

13 dari 35 sertifikat yang diberikan secara nasional pada Rakornas Februari 2026 diraih kabupaten dan kota di Jawa Timur, terbanyak di antara semua provinsi.

SurabayaKota MalangKabupaten MalangKabupaten SidoarjoKabupaten GresikKabupaten MadiunKabupaten JombangKabupaten SitubondoKabupaten MagetanKabupaten PamekasanKota ProbolinggoKabupaten LumajangKota Blitar
BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di limbah dan polusi, Sirkularium membantu merancang sistem pengumpulan, pemilahan, dan pemulihan, menyusun kebijakan dan peta jalan, serta mengubah sampah menjadi sumber daya yang terkelola.

Artikel terkait

Sel terekayasa di sebuah tempat pemrosesan akhir sampah di Indonesia, memperlihatkan lapisan sampah terpadatkan di bawah tutupan tanah baru, kolam lindi berlapis, dan pipa ventilasi metana tegak, dengan ekskavator bekerja di muka aktif
Limbah & Polusi

Pada 14 September 2026 Wakil Menteri Lingkungan Hidup meninjau TPA Sambutan di Samarinda, enam pekan setelah kota itu menghentikan open dumping di Zona 1 dan mengoperasikan sel terekayasa sebagai penggantinya. Kunjungan tersebut menempatkan satu contoh nyata pemenuhan tenggat nasional 2026 berdampingan dengan rencana pembangkit listrik tenaga sampah yang disiapkan Kalimantan Timur.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Petugas kota dan alat berat memadatkan serta menguruk timbunan sampah dengan tanah di sebuah TPA di Indonesia pada kondisi kering dan cerah, dengan pos pemantauan 24 jam terlihat di dekatnya
Limbah & Polusi

Antara 11 dan 13 September 2026 Pemerintah Kota Tangerang Selatan menguruk sekitar 70 persen timbunan sampah di TPA Cipeucang dengan tanah dan menempatkan penjagaan 24 jam, langkah pencegahan terhadap risiko kebakaran dan longsor di musim kemarau yang sekaligus menjadi uji nyata bagi target nasional penghentian open dumping pada 2026.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Sebuah gang sempit di Jakarta yang diubah menjadi area pengolahan sampah komunitas dengan tong kompos, kolam ikan kecil, dan kandang ayam di samping mural, dengan warga merawat instalasi tersebut
Limbah & Polusi

Dalam forum kebersihan sekolah di Jakarta pada 19 Agustus 2026, seorang peneliti BRIN memaparkan angka timbunan sampah nasional, 144.869 ton per hari, dan menyebut landfill mining sebagai solusi yang terbukti bagi Bantargebang, sementara penggerak komunitas Taufik Supriadi menunjukkan bagaimana RT-nya sendiri di Jakarta Timur sudah mengolah sampah organik menjadi kompos, pakan maggot, pakan ikan, dan pakan unggas di skala lingkungan.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Mahasiswa mengenakan kaus relawan seragam memilah sampah dan membersihkan saluran air kampus di Banjarmasin, dengan spanduk upacara peluncuran dan para pejabat di latar belakang
Limbah & Polusi

Pada 17 hingga 18 Agustus 2026, kampanye nasional World Cleanup Day Indonesia diluncurkan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, dengan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menantang kampus tersebut menjadi kampus pertama di Indonesia yang mengelola 100 persen sampahnya secara mandiri, didukung tujuh regulasi baru kota dan mobilisasi pemuda selama dua bulan.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Relawan dan pejabat menanam bibit mangrove di garis pantai selatan Indonesia di samping tambak garam
Limbah & Polusi

Sepanjang tiga hari menjelang HUT ke-81 RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan menanam 5.000 bibit mangrove, mendeklarasikan komitmen Laut Sehat Bebas Sampah (Laut SEBASAH) di Pantai Papela, dan memanfaatkan upacara bendera untuk melaporkan bahwa ekonomi Rote Ndao tumbuh 7,96 persen pada 2025, capaian tertinggi sepanjang sejarahnya, bersamaan dengan masuknya proyek garam nasional di kabupaten ini ke tahap konstruksi kedua.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pemandangan udara lokasi pembangunan PLTSa Jakarta di samping tumpukan sampah terpilah, dengan pejabat kota dan titik pengumpulan bank sampah di bagian depan
Limbah & Polusi

Dalam serangkaian pengumuman sejak 10 hingga 16 Agustus 2026, pemerintah provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan target Gubernur Pramono Anung Wibowo untuk mengelola 100 persen sampah ibu kota pada 2028, sementara seorang anggota DPD mendesak kota membentuk badan usaha khusus pengolah sampah bernilai ekonomi dan pemerintah membuka akses pers ke lokasi pembuangan sampah bermasalah di Cilincing.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca