Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Sumber Daya Berkelanjutan

Indonesia mensubsidi mesin untuk menekan pemakaian air dan energi di sektor manufaktur terbesarnya, dan penghematannya sendiri tidak diukur

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Lini pengolahan makanan modern di pabrik Indonesia dengan infrastruktur pengolahan air dan utilitas yang terlihat berdampingan dengan peralatan produksi

Kementerian Perindustrian memaparkan agenda efisiensi sumber daya bagi industri makanan dan minuman pada 2 September 2026, disokong subsidi restrukturisasi mesin hingga 35 persen. Sektor ini tumbuh 6,77 persen pada semester pertama dan memasok 41,86 persen keluaran industri pengolahan nonmigas. Kebijakannya menyebut optimalisasi air dan energi sebagai sasaran. Tidak ada angka yang melekat pada keduanya.

Sekilas data
6,77 persen
Pertumbuhan PDB sektor makanan dan minuman pada semester pertama 2026
41,86 persen
Porsi keluaran industri pengolahan nonmigas yang dipasok sektor ini
35 persen
Subsidi peralatan maksimum, untuk mesin dalam negeri dengan TKDN minimal 25 persen
4,45 juta
Unit industri kecil dan menengah secara nasional, 99,79 persen dari seluruh unit industri

Kementerian Perindustrian menerbitkan agenda transformasi bagi industri makanan dan minuman pada 2 September 2026, dan menempatkan efisiensi sumber daya di barisan depannya. Sektor ini adalah kategori manufaktur terbesar Indonesia, tumbuh 6,77 persen dalam ukuran produk domestik bruto sepanjang semester pertama 2026 dan memasok 41,86 persen keluaran industri pengolahan nonmigas.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggambarkan sasarannya sebagai membuat sektor ini semakin produktif, inovatif, efisien, dan berdaya saing. Putu Juli Ardika, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, menyampaikan pokok yang lebih spesifik, yaitu bahwa pemanfaatan teknologi yang lebih efisien memberikan manfaat ganda bagi industri.

Instrumennya adalah program restrukturisasi mesin dan peralatan, yang dibuka pada akhir Agustus 2026, yang menanggung sebagian harga pembelian peralatan produksi baru. Mesin produksi dalam negeri dengan sertifikat TKDN minimal 25 persen memperoleh dukungan hingga 35 persen. Mesin produksi dalam negeri lainnya memperoleh 25 persen. Mesin yang tidak diproduksi di dalam negeri memperoleh 15 persen. Alokasinya berjalan menurut urutan pengajuan yang memenuhi syarat.

Berdampingan dengan subsidi peralatan, kementerian menyebut konservasi sumber daya, optimalisasi air dan energi, serta teknologi ramah lingkungan sebagai isi dari transformasi tersebut.

Sasaran yang dinyatakan tidak memiliki angka

Sirkularium membaca ini sebagai kebijakan yang tersusun baik dengan satu kealpaan berarti, dan kealpaan itulah yang menjadi alasan keberadaan rubrik ini.

Tingkatan subsidinya presisi. Tiga puluh lima, dua puluh lima, lima belas. Ambang tingkat komponen dalam negerinya presisi pada 25 persen. Angka kinerja sektornya presisi sampai dua angka desimal. Setiap angka dalam pengumuman itu menggambarkan mesinnya, uangnya, atau ukuran industrinya.

Hal yang dinyatakan hendak dibeli program tersebut, yaitu efisiensi air dan energi, sama sekali tidak memiliki angka. Tidak ada garis dasar bagi pemakaian air per ton keluaran saat ini, tidak ada target penurunan, dan tidak ada kewajiban pelaporan yang melekat pada subsidinya.

Tingkatan subsidi 35 persen dapat diaudit. Komitmen pada optimalisasi air tidak. Yang satu adalah instrumen kebijakan dan yang lain adalah pernyataan niat, dan saat ini uangnya melekat pada yang pertama sementara tujuannya berada pada yang kedua.

Ini bukan kritik terhadap niatnya. Manufaktur makanan dan minuman memang intensif air, mencakup pencucian, blansir, pendinginan, cleaning in place, dan air umpan boiler, dan pembaruan peralatan adalah tuas yang nyata pada semuanya. Lini pengolahan yang lebih baru memakai air dan energi jauh lebih sedikit per satuan dibanding peralatan yang digantikannya. Dampaknya nyata. Dampak itu hanya tidak dihitung.

Seperti apa pengukurannya akan terlihat

Perbandingan yang instruktif adalah yang diterbitkan rubrik ini sepekan sebelumnya. Instalasi pengolahan air limbah yang dibangun bagi sembilan perajin sasirangan di Tapin, Kalimantan Selatan, melaporkan penurunan hidrogen sulfida 98,75 persen, minyak dan lemak 97,33 persen, fenol 91,66 persen, biochemical oxygen demand 81,77 persen, chemical oxygen demand 80,44 persen, dan total padatan tersuspensi 40,74 persen, berdampingan dengan pemulihan air sekitar 90 persen.

Sembilan perajin. Enam pencemar. Verifikasi laboratorium. Diterbitkan termasuk hasil terlemahnya.

Jika standar pengukuran itu dapat dicapai bagi sekelompok sembilan sanggar perajin di sebuah kabupaten, standar itu dapat dicapai bagi program subsidi peralatan di sektor manufaktur terbesar negeri ini. Perbedaannya bukan kemampuan teknis. Perbedaannya adalah bahwa program yang satu mensyaratkan pengujian dan yang lain tidak.

Kementerian memiliki kerangkanya. Kementerian menjalankan skema Penghargaan Industri Hijau, yang pendaftaran 2026-nya dibuka pada akhir Agustus, dan mendorong industri kecil dan menengah menuju praktik berkelanjutan di bawah Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia, dengan 4,45 juta unit semacam itu secara nasional yang mewakili 99,79 persen dari seluruh unit industri. Direktur Jenderal Reni Yanita berpendapat praktik yang efisien dan berkelanjutan memperbaiki efisiensi usaha sekaligus membuka akses pada pembiayaan berkelanjutan. Menteri Agus merumuskan prinsip dasarnya dengan baik dalam konteks itu: daya saing ke depan ditentukan bukan hanya oleh apa yang diproduksi, melainkan juga oleh bagaimana memproduksinya.

Mengukur bagaimana memproduksinya adalah langkah yang belum ada.

Perbandingannya dengan sisi ekstraktif membuat kesenjangan itu makin terang. Ketika sebuah perusahaan tambang mengajukan tambahan kuota produksi, negara meminta rencana kerja, angka produksi, dan kini kontribusi royaltinya. Ketika sebuah pabrik pengolahan mengajukan subsidi peralatan yang dinyatakan bertujuan menghemat air dan energi, negara meminta sertifikat kandungan lokal mesinnya. Kedua pengajuan itu menyangkut pemakaian sumber daya publik. Hanya satu yang diminta melaporkan berapa banyak sumber daya yang dipakainya.

Pengukurannya pun tidak menuntut instrumen baru. Hampir setiap pabrik makanan dan minuman berskala menengah ke atas sudah memiliki meteran air dan meteran listrik, karena keduanya diperlukan untuk penagihan dan pengendalian biaya. Yang belum ada hanyalah kewajiban membagi angka itu dengan volume produksi dan melaporkan hasilnya.

Pandangan Sirkularium

Indonesia menghabiskan 2026 membangun perangkat yang mengesankan untuk mengukur nilai dalam ekonomi ekstraktif. Formula harga patokan ditulis ulang. Kuota produksi dialokasikan menurut kontribusi royalti. Nilai ekspor direkonsiliasi terhadap catatan kepabeanan dan mitra dagang. Penerimaan negara bukan pajak dari nikel berlipat dua sementara keluaran bijih nyaris separuhnya, dan itulah bukti paling jelas yang tersedia bahwa pengukuran yang akurat mengubah hasil.

Pemakaian sumber daya oleh industri belum memperoleh perhatian setara, dan seharusnya masuk ke dalam program yang sama. Tiga catatan bagi pemerintah dan institusi publik.

Pertama, subsidi restrukturisasi sebaiknya memuat syarat pengukuran. Penerima yang mengganti peralatan produksi dapat melaporkan konsumsi air dan energi per satuan keluaran sebelum dan sesudah pemasangan, memakai meteran utilitas mereka sendiri. Datanya sudah ada pada tagihan utilitas setiap pabrik. Mensyaratkannya sebagai ketentuan bantuan nyaris tidak berbiaya bagi penerima dan akan menghasilkan, dalam dua tahun, basis data nasional tentang berapa sebenarnya penghematan dari pembaruan peralatan.

Kedua, basis data itu akan memperbaiki kebijakannya sendiri. Saat ini tingkatan subsidinya ditetapkan menurut asal mesin, dan itu kriteria kebijakan industri. Jika hasil efisiensinya terukur, tingkatannya pada akhirnya dapat ditimbang menurut perolehan efisiensi sekaligus menurut kandungan lokal, sehingga mengarahkan uang publik kepada peralatan yang memberi hasil terbesar.

Ketiga, air layak mendapat perhatian khusus karena air adalah masukan dengan harga paling tidak terlihat. Energi muncul pada tarif dan masuk ke pembukuan. Pengambilan air industri kerap dipenuhi sendiri dari air tanah dan pada praktiknya hanya berbiaya infrastruktur pengambilannya. Sektor yang memasok 41,86 persen keluaran industri pengolahan nonmigas, yang beroperasi di daerah tangkapan yang juga melayani rumah tangga dan pertanian, semestinya mengetahui berapa yang diambilnya.

Bagi industri, kasusnya lugas dan bersifat komersial. Data efisiensi adalah hal yang dituntut penilaian pembiayaan berkelanjutan, hal yang semakin diminta pembeli ekspor, dan hal yang menjadi dasar taksonomi keuangan berkelanjutan. Produsen yang mengukur konsumsi per satuan keluaran berada pada posisi siap untuk ketiganya. Produsen yang telah memasang peralatan efisien namun tidak pernah mengukur hasilnya telah melakukan investasinya tanpa memperoleh buktinya.

Yang perlu diamati berikutnya adalah apakah program restrukturisasi menerbitkan hasil efisiensi apa pun, apakah kriteria Penghargaan Industri Hijau mensyaratkan data sumber daya yang terkuantifikasi, dan apakah pengambilan air industri mulai dilaporkan pada tingkat sektor.

Subsidi restrukturisasi peralatan menurut asal mesin

Values in persen dari harga pembelian

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di sumber daya berkelanjutan, Sirkularium mendampingi tata kelola air, tailing, dan ESG agar proyek sumber daya tetap kredibel dan layak diinvestasikan.

Artikel terkait

Foto udara teras bekas tambang yang telah direvegetasi di Indonesia, deretan pohon muda di samping pit aktif, dengan sudut pandang tegak lurus seperti citra satelit
Sumber Daya Berkelanjutan

Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menyebut jaminan reklamasi yang ditempatkan perusahaan tambang naik dari sekitar Rp17 sampai 18 triliun menjadi sekitar Rp40 triliun, dengan citra satelit dipakai untuk menyesuaikan setiap jaminan dengan luas lahan yang benar-benar dibuka. Kementerian Lingkungan Hidup menambahkan bahwa keberhasilan akan dinilai di lapangan, bukan di atas kertas.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Foto udara kawasan pengolahan nikel di Sulawesi dengan timbunan bijih dan blok pemurnian, atau karung produk nikel matte dan MHP di pelabuhan
Sumber Daya Berkelanjutan

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membuka opsi moratorium smelter nikel baru yang menghasilkan produk antara seperti NPI, feronikel, nikel matte, dan MHP, dengan merujuk kelebihan pasokan global sekitar 2,5 juta ton. Langkah ini membingkai ulang fase hilirisasi berikutnya pada seberapa besar nilai yang tertahan di Indonesia dari setiap ton bijih.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Lereng berhutan Gunung Tompotika di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dengan lahan pertanian dan desa di latar depan
Sumber Daya Berkelanjutan

Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tengah memutuskan bahwa persetujuan lingkungan dan dokumen AMDAL PT Anugerah Bangun Mamur dan PT Anugerah Sumber Bumi di Kabupaten Banggai merupakan informasi publik yang harus diserahkan kepada Aliansi Konservasi Tompotika dalam 14 hari kerja. Putusan ini menjadikan AMDAL sebagai acuan bersama untuk menilai hutan, air, dan satwa endemik bentang alam Tompotika.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Bendung Amandit di Desa Malutu, Hulu Sungai Selatan, dengan air jernih mengalir di atas pelimpah dan kaki Pegunungan Meratus yang berhutan di belakangnya
Sumber Daya Berkelanjutan

Bupati Hulu Sungai Selatan mengusulkan penyaluran air baku jernih dari Bendung Amandit ke intake Muara Banta yang melayani Kandangan. Instalasi pengolahan air yang dibangun dengan Rp16,8 miliar dan beroperasi 50 dari 300 liter per detik menunjukkan seberapa besar nilai yang dapat dibawa oleh sumber air yang lebih baik.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Delegasi Indonesia dan Chile dalam pertemuan bilateral di Santiago, atau sebagai alternatif foto katoda tembaga maupun fasilitas tailing modern
Sumber Daya Berkelanjutan

Di Santiago pada 1 Oktober 2026, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengusulkan MoU Kemitraan Mineral Hijau Indonesia-Chile yang mencakup proyek industri bersama, koalisi negara produsen, teknologi pertambangan hijau, platform investasi, serta pengelolaan dan pemanfaatan tailing. Menteri Luar Negeri Chile menyambut baik usulan tersebut dan berjanji segera menindaklanjutinya.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Petugas kepolisian memeriksa muatan bus penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, dengan botol-botol barang bukti tersegel di atas meja
Sumber Daya Berkelanjutan

Pemeriksaan rutin di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni menghentikan 61 kilogram merkuri tanpa dokumen yang berlabel untuk pengolahan emas, dan penyidik menelusuri kiriman itu hingga ke penerimanya di Bogor. Kasus ini menunjukkan bagaimana pemutusan pasokan merkuri melengkapi komitmen Minamata Indonesia, dan mengapa kerugian lingkungan yang berhasil dicegah layak divaluasi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca