Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Sumber Daya Berkelanjutan

Hilirisasi MIND ID 2025 ubah bijih mineral jadi Rp159,46 triliun, Rp92,56 triliun di antaranya kembali ke negara

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pemandangan udara fasilitas pengolahan nikel atau bauksit di Indonesia dengan lahan hijau hasil reklamasi di bagian depan

Dalam acara sosialisasi jurnalistik di Universitas Indonesia pada 13 September, holding tambang negara MIND ID melaporkan pendapatan grup Rp159,46 triliun dan kontribusi ke negara Rp92,56 triliun untuk 2025, disertai penanaman 7,48 juta pohon dan reklamasi lebih dari 7.800 hektare lahan.

Sekilas data
Rp159,46 triliun
Pendapatan grup MIND ID, 2025
Rp92,56 triliun
Kontribusi ke negara: pajak, PNBP, dan dividen, 2025
7.800+ ha
Lahan pascatambang yang telah direklamasi
7,48 juta
Pohon yang ditanam grup MIND ID hingga saat ini

Apa yang terjadi

Holding tambang negara MIND ID, bersama anak usahanya PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), memanfaatkan acara sosialisasi jurnalistik di Science Techno Park Universitas Indonesia, Depok, pada 11 hingga 13 September untuk menyampaikan sebuah angka yang ingin mereka tanamkan pada pemerintah, media, dan publik: pendapatan grup sebesar Rp159,46 triliun untuk tahun 2025, dengan Rp92,56 triliun di antaranya mengalir kembali ke negara dalam bentuk pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.

Acara tersebut adalah sosialisasi MediaMIND 2026, kompetisi penulisan jurnalistik edisi keenam yang digelar bersama oleh kantor berita negara ANTARA, MIND ID, dan ANTAM dengan tema "Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri". Wisnu Danandi Haryanto, Sekretaris Perusahaan ANTAM, dan Pratiwa Dyatmika, Department Head Corporate Communication MIND ID, memaparkan angka-angka tersebut bersama Chairul Hudaya, Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, dan Syarif Abdullah, Kepala Biro Pendukung ANTARA Jakarta.

Kompetisi jurnalistik itu sendiri hanyalah detail pendukung. Yang penting bagi audiens Sirkularium adalah klaim inti yang dipilih MIND ID untuk disampaikan di hadapan para jurnalis: bahwa nilai mineral tercipta di tahap hilir, bukan di mulut tambang, dan nilai itu dapat diukur dalam triliunan rupiah yang sampai ke kas negara, bukan hanya tertahan di neraca satu perusahaan.

Angka di balik klaim

Rp159,46 triliun pendapatan grup MIND ID pada 2025 mencakup seluruh portofolio anak usaha tambang milik negara di bawah holding, termasuk operasi nikel, emas, dan bauksit ANTAM. Dari pendapatan itu, Rp92,56 triliun, sekitar 58 persen, dilaporkan mengalir ke negara melalui tiga jalur: pajak korporasi dan pajak lain, PNBP sektor mineral dan batu bara, serta dividen yang dibayarkan kepada pemerintah selaku pemegang saham.

Wisnu menjelaskan logika di balik angka tersebut secara langsung: nilai mineral, katanya, baru benar-benar muncul ketika bijih diolah lebih lanjut, memberi manfaat bagi masyarakat melalui industri baru dan pertumbuhan ekonomi daerah, bukan sekadar dijual sebagai bahan mentah. Ia menunjuk dua rantai hilirisasi konkret sebagai contoh. Bauksit, yang diolah menjadi alumina lalu aluminium, melipatgandakan nilainya berkali-kali lipat dibandingkan bijih mentah yang diekspor. Nikel, yang dikonversi menjadi material rantai pasok baterai kendaraan listrik, mengikuti logika yang sama: setiap tahap pengolahan tambahan menangkap nilai yang jika tidak diolah akan jatuh ke pembeli di luar negeri.

Selain angka finansial, MIND ID juga melaporkan dua indikator lingkungan untuk periode yang sama: lebih dari 7,48 juta pohon yang telah ditanam dan lebih dari 7.800 hektare lahan pascatambang yang telah direklamasi hingga saat ini di seluruh operasi grup. Wisnu sengaja menempatkan angka-angka ini berdampingan dengan angka pendapatan, membingkainya sebagai dua sisi dari neraca yang sama, bukan sebagai pelengkap dari hasil finansial.

"Ukuran keberhasilan pertambangan bukan hanya apa yang dapat dihasilkan hari ini, tetapi juga manfaat yang dapat kita tinggalkan bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang," kata Wisnu.

Mengapa ini penting

Bagi audiens pemerintah dan institusi publik, arti penting dari paparan ini bukan terutama pada angka rupiah tertentu, yang akan difinalkan dalam laporan tahunan MIND ID yang telah diaudit, melainkan pada pilihan pembingkaiannya. Sebuah holding tambang negara, di hadapan para jurnalis, memilih menyajikan penciptaan nilai hilir dan kinerja reklamasi lingkungan sebagai satu metrik keberhasilan yang menyatu, bukan memperlakukan profitabilitas dan kinerja lingkungan sebagai dua cerita terpisah yang saling bersaing.

Pembingkaian itu selaras dengan arah kebijakan mineral dan batu bara Indonesia sepanjang 2026: penekanan yang berulang kali disampaikan, termasuk oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara pada berbagai acara industri awal September, bahwa prioritas nasional bergeser dari seberapa banyak bijih yang diekstraksi menjadi seberapa besar nilai yang tercipta dan dipertahankan di dalam negeri dari ekstraksi tersebut. Angka-angka MIND ID memberi arah kebijakan itu sebuah titik data konkret di tingkat perusahaan, bukan sekadar aspirasi.

Angka reklamasi lebih dari 7.800 hektare juga perlu dibaca secara cermat, bukan diterima begitu saja sebagai pencapaian yang sudah final. Angka ini merepresentasikan lahan kumulatif yang direklamasi hingga saat ini di seluruh grup multikomoditas yang besar, bukan kinerja satu tahun tertentu, dan dilaporkan oleh perusahaan sendiri, belum diverifikasi secara independen melalui pemantauan satelit atau audit pihak ketiga pada tahap ini. Ini bukan kritik terhadap angka tersebut, melainkan pengingat tentang di mana batas pengukuran saat ini masih berada.

Yang perlu diperhatikan selanjutnya

Masa pengumpulan karya jurnalis MediaMIND 2026 berlangsung hingga 17 September 2026, sementara karya dari masyarakat umum, akademisi, dan pemerhati diterima hingga 25 Oktober. Lima subtema kompetisi ini, ekonomi dan investasi, ESG dan pertambangan hijau, industrialisasi hilir, kontribusi sosial masyarakat, serta transformasi dan inovasi, hampir sepenuhnya mencerminkan bidang tempat kerja advisori Sirkularium berada. Finalis akan diumumkan awal Oktober, dengan proses penjurian berlanjut hingga akhir tahun.

Terpisah dari itu, laporan tahunan MIND ID untuk 2025 yang diperkirakan terbit dalam beberapa bulan mendatang akan memberi kesempatan untuk melihat rincian angka Rp159,46 triliun dan Rp92,56 triliun per anak usaha dan komoditas, serta membandingkan angka reklamasi 7.800 hektare dengan Rencana Pascatambang spesifik yang telah diajukan setiap unit operasi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pandangan Sirkularium

Angka-angka yang dipaparkan MIND ID pekan ini berguna sebagai data publik justru karena menempatkan nilai rupiah pada dua sisi neraca pertambangan sekaligus, pendapatan yang diraih dan lahan yang dipulihkan, dalam satu paparan yang sama. Itulah kebiasaan yang didorong Sirkularium kepada mitra pemerintah dan operator tambang untuk dijadikan praktik tetap, bukan hanya disampaikan pada momen sosialisasi jurnalistik: mempublikasikan angka penciptaan nilai hilir berdampingan dengan angka kinerja lingkungan, pada dasar yang setara, secara berkala.

Langkah alami berikutnya adalah verifikasi independen. Angka reklamasi seperti 7.800 hektare akan jauh lebih bermakna, baik untuk kepatuhan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun untuk kepercayaan publik, bila diperiksa silang dengan data GIS dan penginderaan jauh atas tutupan lahan dan kondisi ekosistem sesungguhnya, bukan sekadar dilaporkan sebagai total dari perusahaan. Kerja valuasi ekonomi Sirkularium untuk klien sektor tambang dan sumber daya dibangun tepat di sekitar kombinasi ini: memadukan data lapangan dan pemetaan satelit dengan metodologi yang sudah baku, termasuk kerangka kerugian ekonomi lingkungan dan biaya pemulihan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2014, untuk menghasilkan valuasi yang dapat diandalkan oleh regulator, pemberi pembiayaan, maupun perusahaan itu sendiri. Perusahaan yang menjadikan ini sebagai praktik berkelanjutan, bukan respons atas insiden atau temuan audit tertentu, akan berada pada posisi yang lebih baik untuk menunjukkan rekam jejak lingkungannya dan mempertahankan alasan ekonomi bagi investasi hilirisasi yang berkelanjutan.

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di sumber daya berkelanjutan, Sirkularium mendampingi tata kelola air, tailing, dan ESG agar proyek sumber daya tetap kredibel dan layak diinvestasikan.

Artikel terkait

Pandangan udara pabrik pengolahan mineral di Indonesia berdampingan dengan lahan berhutan, memperlihatkan fasilitas industri dan bentang alam sekitarnya
Sumber Daya Berkelanjutan

Pada Global South Dialogue on Critical Mineral and Green Industrialization di Jakarta, 13 Agustus, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan realisasi investasi hilirisasi mineral mencapai Rp206,5 triliun pada semester I 2026, terbesar di antara seluruh sektor hilirisasi, dengan 26 proyek strategis senilai sekitar Rp225 triliun dalam jalur pengembangan. Angka investasinya kini terukur baik. Sisi lingkungan dan ekosistem dari neraca yang sama adalah tempat pekerjaan pengukuran masih tersisa.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Diskusi panel pada forum industri pertambangan di Jakarta, dengan para pembicara di atas panggung di hadapan peserta dari pemerintah dan industri
Sumber Daya Berkelanjutan

Pada MINDialogue di Jakarta, 12 Agustus, MIND ID dan Kementerian ESDM memaparkan rencana formalisasi tambang emas rakyat melalui izin IPR. Di balik rencana itu terdapat sejumlah angka nasional yang belum saling bertemu, dan menutup selisih tersebut adalah persoalan valuasi sebelum menjadi persoalan penegakan.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Teknisi memeriksa instalasi pengolahan dan jaringan distribusi air minum perpipaan di sebuah kota di Indonesia
Sumber Daya Berkelanjutan

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono membuka Indo Water 2026 di Jakarta dengan menempatkan ketahanan air setara dengan ketahanan pangan dan energi. Dengan RPJMN 2025-2029 menargetkan akses air minum aman naik dari 22 persen menjadi 43 persen, ambisinya sudah jelas dan pekerjaan valuasi yang mengubahnya menjadi proyek layak investasi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pandangan udara kolong bekas tambang timah berair kehijauan di Bangka Belitung, hamparan pasir putih di sekelilingnya dan revegetasi awal di tepian, siang hari
Sumber Daya Berkelanjutan

Pertimbangan hukum putusan kasasi Mahkamah Agung dalam perkara PT Timah beredar pada 8 sampai 10 Agustus. Putusan itu menempatkan angka lingkungan Rp271,06 triliun di bawah rezim hukum lingkungan, bukan di dalam perhitungan kerugian keuangan negara, sekaligus menegaskan bahwa kerugian itu dapat dihitung dan dinilai oleh ahli. Valuasinya tetap berdiri. Kini ia punya saluran yang obat pemulihnya adalah pemulihan itu sendiri.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Penambang timah rakyat bekerja di kolam pasir di Belitung dengan pompa dan sakan sederhana pada siang hari, memperlihatkan skala tambang rakyat
Sumber Daya Berkelanjutan

Peraturan presiden yang mengizinkan PT Timah membeli timah dari penambang rakyat di luar rencana kerja yang berlaku telah ditandatangani dan tinggal menunggu penomoran. Ratusan penambang berkumpul di Belitung pada 9 Agustus meminta aturan itu segera terbit. Izin memulihkan transaksi. Harga patokan yang terbuka adalah yang membuat nilai bijih itu terukur.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Kompleks smelter nikel di kawasan industri Indonesia pada siang hari, dengan pabrik pengolahan, stockpile dan bangunan administrasi dalam satu bingkai
Sumber Daya Berkelanjutan

Keputusan Menteri 157.K/KU.01/MEM.S/2026 menetapkan delapan kabupaten sebagai daerah pengolah mineral, sehingga mereka berhak atas 8 persen iuran produksi berdasarkan UU 1 Tahun 2022. Pada 7 Agustus DPRD Sulawesi Tengah meminta daftar itu ditinjau, dan Menteri ESDM menyatakan dasar penetapannya akan dicek. Pertanyaan yang tersisa adalah soal pengukuran.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca