Penurunan setoran Freeport memberi angka pasti pada nilai pemulihan Grasberg
Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca
.jpeg&w=3840&q=75)
PT Freeport Indonesia menyampaikan kepada DPR bahwa setoran ke negara pada 2026 akan turun menjadi US$2,6 miliar, anjlok 40 persen dari 2025, seiring pemulihan tambang Grasberg Block Cave pasca longsor tahun lalu. Proyeksi perusahaan sendiri menunjukkan angka itu naik menjadi US$4,7 miliar pada 2027 dan di atas US$7 miliar begitu produksi kembali ke kapasitas penuh.
Apa yang disampaikan Freeport kepada DPR
Pada 14 Juli 2026, Tony Wenas, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), hadir di hadapan Komisi XII DPR RI dan menyampaikan angka pasti dari sebuah tahun yang berat. Setoran perusahaan kepada negara pada 2026, yang terdiri dari pajak, dividen, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), kini diproyeksikan sebesar US$2,6 miliar, turun dari realisasi US$4,3 miliar pada 2025. Itu setara penurunan hampir 40 persen, disampaikan bukan sebagai pengungkapan mengejutkan, melainkan sebagai bagian rutin dari rapat dengar pendapat di parlemen, jenis pelaporan yang transparan dan berbasis angka yang semakin diharapkan dari tata kelola pertambangan Indonesia terhadap operator terbesarnya.
Wenas merinci angka tersebut kepada para anggota dewan. Dari proyeksi US$2,6 miliar, pajak menyumbang US$1 miliar, dividen yang disalurkan melalui holding BUMN pertambangan MIND ID menyumbang US$1,1 miliar, dan PNBP, yang mencakup royalti, menyumbang sisanya sebesar US$500 juta. Masing-masing dari ketiga jalur ini memiliki mekanisme tersendiri untuk sampai ke anggaran negara dan daerah, dan masing-masing diperkirakan pulih dengan garis waktu yang secara umum serupa begitu produksi kembali normal.
Mengapa angkanya berubah: garis waktu pemulihan Grasberg
Penyebabnya sudah terdokumentasi dengan jelas. Longsor melanda tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Tembagapura, Papua Tengah, pada 8 September 2025, menewaskan tujuh pekerja dan memaksa penghentian panjang operasi block cave bawah tanah. Induk usaha Freeport Indonesia, Freeport-McMoRan, memulai kembali dua operasi bawah tanah lain di Distrik Mineral Grasberg, yaitu Deep Mill Level Zone dan Big Gossan, pada Oktober 2025, namun Grasberg Block Cave yang lebih besar baru memulai pemulihan bertahap pada kuartal kedua 2026.
Pemulihan bertahap itulah yang membuat produksi 2026, dan bersamaan dengan itu setoran negara 2026, berada jauh di bawah ekspektasi sebelumnya. Wenas menyampaikan kepada rapat bahwa produksi tahun ini berjalan pada sekitar 65 persen dari kapasitas normal, dengan target 75 persen pada semester pertama 2027 dan kembali ke kapasitas penuh pada akhir 2027. Panduan investor dari Freeport-McMoRan sendiri bertahap serupa: sekitar 1,0 miliar pon tembaga dan 0,9 juta ons emas pada 2026, naik menjadi rata-rata sekitar 1,6 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas per tahun sepanjang 2027 hingga 2029. Produksi katoda tembaga 2026 kini diperkirakan mendekati 478.000 metrik ton dan emas sekitar 26 ton, keduanya turun dari sekitar 700.000 ton katoda tembaga dan 45 ton emas yang sebelumnya menjadi panduan perusahaan sebelum insiden terjadi.
"Tim kami berkomitmen memulihkan produksi berskala besar dan berbiaya rendah di Grasberg dengan cara yang aman, efisien, dan bertanggung jawab. Kami telah memasukkan pembelajaran dari insiden yang menyedihkan itu ke dalam rencana ke depan dan tengah menjalankan sejumlah inisiatif untuk mengatasi kondisi yang menyebabkan insiden tersebut."
Komitmen tersebut, dari jajaran pimpinan Freeport-McMoRan dalam pembaruan rencana pemulihan perusahaan, menempatkan perlambatan produksi sebagai pilihan yang disengaja dan mengutamakan keselamatan, bukan sekadar hambatan tanpa kejelasan. Bahkan dengan volume yang lebih rendah, Freeport tetap memperkirakan penjualan grup 2026 sekitar US$8,3 miliar, terbantu oleh harga tembaga dan emas yang lebih tinggi yang mengimbangi sebagian tonase yang hilang, dan perusahaan terus bekerja sama dengan mitra domestik seperti Amman Mineral untuk pasokan konsentrat tambahan selama Grasberg kembali beroperasi penuh.
Rantai nilai di balik angka utama
Yang membuat rapat dengar pendapat 14 Juli itu berguna, melampaui sekadar kekurangan setoran satu tahun, adalah bagaimana ia memaparkan dengan jelas mekanisme kontribusi fiskal pertambangan. Pajak, dividen, dan PNBP adalah tiga aliran yang secara struktural berbeda, tunduk pada formula, penerima, dan sensitivitas yang berbeda terhadap volume produksi. Dividen yang dibayarkan melalui MIND ID mencerminkan profitabilitas setelah biaya dan reinvestasi, royalti dalam PNBP lebih langsung mengikuti tonase yang diproduksi dan dikirim, dan pajak korporasi berada di antara keduanya, dipengaruhi baik oleh pendapatan maupun perlakuan akuntansi atas belanja pemulihan pasca longsor itu sendiri.
Melihat ketiganya dipaparkan bersama, dalam rapat yang sama, menggunakan asumsi harga komoditas yang sama, sekitar US$6 per pon tembaga dan US$4.500 per ons emas, memberi pemerintah dan publik gambaran yang jarang tersedia secara setara mengenai bagaimana produksi satu tambang besar dikonversi menjadi penerimaan negara. Itulah tepatnya jenis pelaporan yang terurai dan konsisten secara metodologis yang membuat kontribusi ekonomi pertambangan dapat diaudit, bukan sekadar anekdot, dan itu adalah standar yang didorong Sirkularium agar diadopsi oleh operator di seluruh sektor sumber daya Indonesia sebagai praktik rutin, bukan penampilan tunggal di hadapan parlemen.
Dari US$2,6 miliar menjadi lebih dari US$7 miliar
Lintasan yang dipaparkan Freeport adalah bagian yang lebih penting dari cerita ini. Setoran negara diproyeksikan pulih menjadi US$4,7 miliar pada 2027, terdiri dari US$1,9 miliar pajak, US$1,9 miliar dividen, dan US$800 juta PNBP, dan perusahaan telah menyampaikan kepada investor bahwa begitu Grasberg kembali ke kapasitas penuh, diperkirakan sekitar 2028, kontribusi tahunan kepada negara Indonesia diperkirakan melampaui US$7 miliar. Dibandingkan dengan titik terendah 2026 sebesar US$2,6 miliar, itu berarti kenaikan hampir tiga kali lipat dalam kurun waktu sekitar dua tahun pemulihan penuh, tanpa satu pun tambang, izin, atau penemuan baru masuk ke dalam persamaan. Seluruh pergerakan itu berasal dari pemulihan throughput pada aset yang sudah dioperasikan Freeport.
Itu adalah titik data yang berguna bagi siapa pun yang menilai aset pertambangan Indonesia atau memproyeksikan penerimaan anggaran negara dan daerah yang terkait dengan sektor ini. Ia menunjukkan seberapa sensitif kontribusi fiskal terhadap kontinuitas operasional pada satu tambang bawah tanah besar dan kompleks, dan seberapa besar prospek penerimaan sektor dalam jangka pendek bergantung pada eksekusi garis waktu rekayasa dan keselamatan tertentu yang sudah diungkapkan, bukan semata pada harga komoditas.
Apa artinya bagi cara mengukur kontribusi pertambangan
Jadwal pengungkapan Freeport sendiri, mulai dari rapat dengar pendapat rutin hingga dokumen panduan investor, sudah mencontohkan jenis pelaporan yang ketat dan terstandardisasi yang memungkinkan pihak luar melacak nilai fiskal sebuah aset pertambangan dari waktu ke waktu. Disiplin yang sama, jika diterapkan pada pemulihan lingkungan Grasberg, yaitu kewajiban reklamasi dan remediasi yang terkait dengan insiden September 2025 dan jejak Distrik Mineral Grasberg yang lebih luas, akan memberi pemerintah dan publik gambaran yang sama jelasnya mengenai sisi lain neraca: bukan hanya apa yang disumbangkan tambang ini dalam bentuk pajak, dividen, dan royalti, tetapi juga berapa biaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan remediasi pasca insiden, serta bagaimana biaya itu dilacak terhadap metodologi kerugian dan biaya pemulihan lingkungan yang sudah dimiliki Indonesia sendiri.
Pandangan Sirkularium
Angka-angka Freeport pekan ini adalah contoh nyata dari apa yang dipandang Sirkularium sebagai praktik yang baik: sebuah operator besar mengukur kontribusi ekonominya dalam istilah yang terstruktur, dapat dibandingkan, dan diungkapkan secara publik, secara berkala, bukan hanya ketika krisis memaksa pengungkapan. Pemerintah dan lembaga publik yang mengawasi sektor pertambangan sebaiknya memperlakukan jenis pelaporan fiskal yang terurai ini sebagai standar dasar bagi seluruh operator besar, bukan pengecualian. Kedisiplinan yang sama, angka yang diverifikasi secara independen dan dibangun di atas metodologi yang konsisten serta diperbarui pada jadwal yang dapat diprediksi, adalah persis yang dibutuhkan pada sisi lingkungan dan tata guna lahan dari operasi pertambangan besar: kemajuan reklamasi, kondisi ekosistem, dan akuntansi biaya pemulihan yang disajikan dengan kejelasan yang sama seperti yang baru saja ditunjukkan Freeport pada proyeksi pajak, dividen, dan royaltinya. Menugaskan valuasi ekonomi yang berkelanjutan semacam itu, yang mencakup baik kontribusi fiskal maupun kondisi lingkungan, adalah praktik yang memungkinkan operator menunjukkan kepatuhan secara kredibel dan memungkinkan pemerintah melacak nilai sesungguhnya dari sektor ini dengan percaya diri, jauh sebelum insiden berikutnya membuatnya mendesak.
Setoran PT Freeport Indonesia ke negara, realisasi dan proyeksi
Values in miliar US$
Sumber
- Kompas.com, Freeport prediksi setoran ke negara turun jadi Rp47 triliun pada 2026
- Bisnis.com, Freeport proyeksi setoran ke negara turun jadi Rp47 triliun pada 2026
- Bloomberg Technoz, setoran Freeport ke kas RI bakal turun jadi US$2,6 miliar pada 2026
- Wahana News, tahun ini PT Freeport perkirakan bisa setor Rp47,05 triliun ke negara
- MINING.com, Freeport Indonesia memangkas rencana produksi 2026, berunding dengan Amman untuk pasokan konsentrat
- En.Tempo.co, Freeport proyeksikan kontribusi tahunan ke Indonesia lebih dari US$7 miliar
- Freeport-McMoRan investor relations, pembaruan rencana pemulihan operasi di Distrik Mineral Grasberg






