Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Heat pump di Karawang memberi industri Indonesia rujukan nyata untuk memangkas emisi panas proses

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Unit heat pump industri dan perpipaan proses di dalam pabrik pengolahan pangan modern Indonesia, dengan sejumlah insinyur memeriksa instalasi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menampilkan heat pump yang terpasang di PT Freyabadi Indotama, Karawang, sebagai bukti bahwa efisiensi energi dan dekarbonisasi industri berjalan seiring, dengan proyeksi penurunan 145,5 ton karbon dioksida dan penghematan biaya operasional Rp744,2 juta setiap tahun.

Sekilas data
37 persen
Kontribusi efisiensi pada target emisi sektor energi 2030
145,5 ton
Karbon dioksida yang dihindari per tahun di lokasi percontohan
Rp744,2 juta
Proyeksi penghematan biaya operasional per tahun
3,47
Coefficient of performance unit yang terpasang

Agenda dekarbonisasi industri Indonesia memperoleh rujukan konkret pekan ini. Di Kawasan Industri KIIC, Karawang, Jawa Barat, sebuah heat pump yang terpasang di pabrik pengolahan kakao milik PT Freyabadi Indotama ditampilkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai bukti bahwa efisiensi energi dan penurunan emisi bergerak ke arah yang sama di dalam pabrik yang benar benar beroperasi, bukan hanya di dalam studi kelayakan.

Instalasi ini berada dalam kerangka proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia atau SETI, yang dijalankan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi bersama GIZ Indonesia dan ASEAN, dengan pendanaan dari Internationale Klimaschutzinitiative pemerintah Jerman. Yang membuat kasus ini berguna justru sifatnya yang biasa. Freyabadi adalah pengolah kakao yang mengubah biji menjadi cokelat bubuk, couverture, dan compound untuk industri konfeksioneri, beroperasi dari pabrik di Jalan Maligi III di dalam KIIC. Perusahaan ini persis jenis manufaktur menengah yang mengisi kawasan kawasan industri Indonesia, dan persis jenis operasi yang harus dijangkau kebijakan jika emisi industri hendak ditekuk.

Apa yang terpasang dan apa hasilnya

Unit tersebut memulihkan dan menaikkan mutu panas untuk kebutuhan proses pabrik, menggantikan energi yang selama ini dihasilkan dengan membakar bahan bakar. Coefficient of performance sistem ini terukur 3,47, artinya sistem menghasilkan sekitar tiga setengah satuan panas berguna untuk setiap satu satuan listrik yang diserap. Rasio itu adalah keseluruhan argumennya dalam satu angka, karena rasio itulah yang memungkinkan sebuah pabrik menurunkan tagihan energi dan emisinya sekaligus, bukan menukar yang satu dengan yang lain.

Angka kinerja yang dirilis bersama peragaan ini tergolong sederhana secara absolut namun penting dalam implikasinya. Instalasi tersebut diproyeksikan menghindari 145,5 ton karbon dioksida per tahun dan menghemat Rp744,2 juta per tahun dalam biaya operasional. Satu pabrik memang tidak akan menggeser inventarisasi nasional. Beberapa ribu pabrik yang menjalankan logika yang sama akan menggesernya.

Gigih Udi Atmo, Direktur Konservasi Energi pada Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, membingkai hasil ini dengan bahasa yang direspons para manajer industri.

Efisiensi energi bukan sekadar agenda lingkungan. Ini adalah strategi untuk menekan biaya operasional dan memperkuat daya saing.

Pembingkaian itu penting bagi cara transisi ini ditawarkan. Sebuah langkah efisiensi yang disajikan sebagai kewajiban kepatuhan akan bersaing memperebutkan modal dengan seluruh kewajiban kepatuhan lainnya. Langkah yang sama, bila disajikan sebagai pos biaya dengan tingkat pengembalian, akan bersaing dengan proyek modal biasa, dan di arena itu ia biasanya menang.

Mengapa panas proses menjadi medan yang menentukan

Manufaktur tetap menjadi salah satu konsumen energi terbesar dalam perekonomian Indonesia, dan sebagian besar konsumsi itu bukan listrik untuk motor dan penerangan. Konsumsi itu adalah panas untuk proses produksi, yang di sebagian besar pabrik dihasilkan dengan membakar bahan bakar fosil di boiler dan tungku. Karena itu panas proses adalah tempat dekarbonisasi industri benar benar sulit, dan tempat solusinya secara historis lebih tipis dibanding di pembangkitan listrik.

Heat pump mengubah aritmetika tersebut untuk rentang suhu rendah dan menengah yang menjadi andalan pengolahan pangan, minuman, tekstil, farmasi, dan kimia. Pengeringan, pasteurisasi, tempering, pencucian, dan pengkondisian ruang semuanya berada dalam jangkauan teknologi ini. Pabrik kakao menjadi peragaan yang baik justru karena kebutuhan panasnya tidak istimewa. Jika keekonomiannya bekerja di Freyabadi, keekonomian itu bekerja pada irisan luas manufaktur ringan Indonesia.

Johannes Anhorn, Koordinator Dekarbonisasi Sektor Industri dan Bangunan pada proyek SETI, menyampaikan taruhan komersialnya secara lugas, dengan mencatat bahwa biaya energi menyumbang sekitar 20 hingga 30 persen dari total biaya produksi industri. Pada sektor yang bekerja dengan margin tipis, langkah yang menyentuh seperempat dari basis biaya bukanlah intervensi pinggiran.

Perancah kebijakan sudah tersedia

Indonesia tidak memulai dari halaman regulasi yang kosong. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi mewajibkan perusahaan di atas ambang konsumsi energi tertentu untuk melaksanakan audit energi secara berkala dan, yang tidak kalah penting, menindaklanjuti rekomendasi yang dihasilkan audit tersebut. Kewajiban kedua itulah yang mengubah dokumen menjadi proyek.

Kementerian memproyeksikan efisiensi energi dapat berkontribusi sekitar 37 persen terhadap target penurunan emisi sektor energi pada 2030. Itu porsi yang besar untuk disandarkan pada langkah yang tidak menuntut kapasitas pembangkit baru, koridor transmisi baru, maupun pembebasan lahan. Porsi itu juga hanya akan terwujud bila temuan audit diterjemahkan menjadi keputusan pengadaan di tingkat pabrik.

Instalasi Karawang berguna bagi pengambil kebijakan justru karena alasan spesifik itu. Instalasi ini menutup rantai dari audit ke spesifikasi, ke peralatan terpasang, lalu ke kinerja terukur, dan melakukannya dengan pihak pihak bernama yang dapat ditanyai bagaimana prosesnya berjalan. Takeo Ito, Vice President PT Freyabadi Indotama, dan Adi Christian, Factory Manager pabrik tersebut, memegang sisi operasional. Endra Dedy Tamtama dari Direktorat Konservasi Energi mewakili regulator. Mohamad Ubaidillah dari PT Cakrawana Adi Perkasa memasok teknologinya. Proyek yang dapat direplikasi membutuhkan rantai pasok sebesar kebutuhannya akan kebijakan, dan proyek ini menunjukkan bahwa kapabilitas vendor dalam negeri sudah ada.

Apa yang dibutuhkan untuk replikasi

Tiga syarat menentukan apakah ini menjadi templat atau sekadar potret. Yang pertama adalah disiplin pengukuran. Angka 145,5 ton dan Rp744,2 juta adalah proyeksi, dan kredibilitas setiap kasus bisnis berikutnya bergantung pada publikasi kinerja setelah dua belas bulan operasi. Penghematan yang terverifikasi adalah instrumen pemasaran paling meyakinkan yang dimiliki agenda efisiensi.

Yang kedua adalah struktur pembiayaan. Heat pump adalah pembelian modal yang ditukar dengan penghematan operasional, sebuah ketidaksesuaian yang akrab bagi manufaktur menengah yang menjatah modalnya dengan hati hati. Skema perusahaan jasa energi, sewa peralatan, dan jalur kredit hijau dari perbankan nasional sama sama menyelesaikan ketidaksesuaian itu tanpa memerlukan subsidi. Profil pengembalian yang tersirat dari penghematan Rp744,2 juta per tahun adalah profil yang dapat ditanggung pemberi pinjaman komersial.

Yang ketiga adalah pengurutan sektor. Alih alih mempromosikan heat pump secara umum, imbal hasil terbesar datang dari mengidentifikasi subsektor industri yang profil suhunya paling cocok dengan teknologi ini, lalu menggarap kawasan industri satu per satu. Kawasan seperti KIIC memusatkan puluhan pabrik sejenis di balik satu gerbang, dan itu menurunkan biaya penjangkauan, audit, serta mobilisasi vendor secara berarti.

Pandangan Sirkularium

Bagi pemerintah dan institusi publik, nilai proyek Karawang terletak pada apa yang dihapusnya dari percakapan. Proyek ini menghapus pertanyaan apakah teknologinya bekerja pada kondisi operasi Indonesia, dan menghapus pertanyaan apakah kasus komersialnya berdiri tanpa dukungan konsesional. Keduanya kini terjawab dengan angka yang melekat pada pabrik bernama.

Langkah lanjutan yang produktif adalah memperlakukan kawasan industri sebagai satuan pelaksanaan. Sebuah program yang mengaudit satu kawasan secara utuh, memublikasikan potensi penghematan teranonimkan menurut jenis proses, dan menghubungkan proyek terverifikasi dengan fasilitas pembiayaan tetap akan mengubah kewajiban yang lahir dari Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2023 menjadi sebuah pipeline. Pendekatan itu sekaligus membangun kapasitas rekayasa dan pemeliharaan lokal yang menentukan apakah peralatan terpasang tetap berkinerja pada tahun kelima.

Sirkularium membaca ini sebagai kebijakan peragaan yang tersusun baik. Ia kecil, spesifik, terukur, dan dapat diulang, dan itu fondasi yang lebih kuat daripada sebuah target utama. Indikator yang perlu dicermati sepanjang tahun mendatang adalah publikasi hasil operasi dari Karawang, jumlah kawasan industri yang masuk ke program audit terstruktur, dan apakah perbankan nasional mulai menawarkan produk terstandar untuk efisiensi panas industri. Ketiga sinyal itu akan menunjukkan apakah kontribusi 37 persen yang diharapkan dari efisiensi pada 2030 berada di jalur pemenuhan.

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Bagian dalam pabrik semen Indonesia memperlihatkan kiln putar dan konveyor umpan bahan bakar alternatif, dengan operator berperlengkapan keselamatan memeriksa instrumentasi
Energi & Iklim

SIG melaporkan pada 13 Agustus bahwa pemanfaatan bahan bakar alternatif naik 24 persen menjadi 681 ribu ton pada 2025, menggantikan 467 ribu ton batu bara dan mengangkat thermal substitution rate ke 9,77 persen. Intensitas emisi Scope 1 kini 21 persen di bawah baseline 2010, terhadap target perusahaan sebesar 27 persen pada 2030.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pejabat provinsi dan anggota kelompok perhutanan sosial menandatangani dokumen di sebuah meja dalam ruang pertemuan di Jakarta, dengan gambar bentang hutan Indonesia pada layar di belakang mereka
Energi & Iklim

Pada 12 Agustus, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup menandatangani perjanjian kerja sama dengan sepuluh provinsi tambahan dalam program Results-Based Payment REDD+ Green Climate Fund, sehingga cakupan provinsi menjadi 34 dari 38. Total komitmen untuk program provinsi kini mencapai Rp761,02 miliar, dan dana tersebut berpangkal pada 20,25 juta ton penurunan emisi terverifikasi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Insinyur dan pejabat menelaah rencana proyek surya di atas meja bersama laptop dalam ruang rapat terang di Jakarta, dengan susunan panel surya atap terlihat dari jendela
Energi & Iklim

Dalam media briefing di Jakarta pada 11 Agustus, Bappenas, GIZ, dan Asosiasi Energi Surya Indonesia memaparkan bagaimana ISEW 2026 akan mempertemukan proyek yang sudah siap dengan investor. Penekanannya bergeser dari angka kapasitas ke bankability, kesiapan jaringan, dan urutan pembangunan bertahap.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Truk tangki bahan bakar sedang mengisi biodiesel di terminal BBM Indonesia saat fajar, dengan tangki penyimpanan dan jaringan pipa terlihat di belakangnya
Energi & Iklim

Direktur Utama Pertamina menyampaikan laporan kemajuan program mandatori biodiesel B50 kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang pada 9 Agustus, bersama laporan kesiapan infrastruktur untuk mandatori bioetanol. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tetap menargetkan 1 Oktober untuk cakupan penuh secara nasional.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Insinyur berperlengkapan keselamatan memeriksa boiler dan menara flare di fasilitas pengolahan minyak dan gas di Indonesia, dengan uap dan jaringan pipa terlihat pada cahaya pagi
Energi & Iklim

Perusahaan energi terbesar Indonesia melaporkan penurunan emisi tingkat grup sebesar 118 persen dari rencana pada semester pertama 2026, terhadap target korporasi 1.962.156 ton CO2e. Program di balik angka itu sebagian besar adalah langkah efisiensi industri yang lazim, sehingga hasilnya dapat dibaca dan ditiru operator lain.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Panel surya terpasang di tepi jalan tol layang yang melintasi perairan di Bali, dengan kendaraan melintas dan laut terlihat di kejauhan
Energi & Iklim

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan pada 7 Agustus bahwa tahap awal program surya nasional 100 gigawatt akan diresmikan di sepanjang Tol Bali Mandara, dengan koridor Sedyatmo disiapkan berikutnya dan kajian kapasitas untuk Tol Trans Jawa dimulai tahun ini.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca