Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Sumber Daya Berkelanjutan

Kemarau di Morowali menunjukkan bahwa air sungai adalah bagian dari nilai nikel Indonesia

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Foto udara smelter di kawasan industri Morowali di samping alur sungai yang surut pada musim kemarau, Sulawesi Tengah

Smelter di Indonesia Morowali Industrial Park mulai memangkas produksi nickel pig iron sebesar 30 hingga 40 persen pada 22 September 2026 karena El Niño menurunkan debit sungai. Peristiwa ini memberi angka pada sesuatu yang biasanya terlewat dalam valuasi tambang: nilai ekonomi dari pasokan air yang andal.

Sekilas data
30 hingga 40%
Penurunan beban operasi pabrik nickel pig iron RKEF di IMIP sejak 22 September
350.000 t
Kapasitas terpasang nickel pig iron IMIP per bulan (sekitar 4,2 juta t per tahun)
Di bawah 4 mm
Curah hujan Agustus 2026 di lokasi, dibandingkan rerata historis 222 mm
1,5 m³/detik
Batas maksimum pengambilan air yang diizinkan dari Sungai Makarti

Apa yang terjadi di Morowali

Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah, kompleks pengolahan nikel terbesar di Indonesia, memberi tahu perusahaan penyewanya pada akhir pekan 19 dan 20 September 2026 bahwa produksi nickel pig iron (NPI) perlu dikurangi karena kekurangan air. Menurut Shanghai Metals Market (SMM), pabrik rotary kiln electric furnace (RKEF) di kawasan tersebut mulai menurunkan beban operasinya sekitar 30 hingga 40 persen dari tingkat sebelumnya pada Selasa, 22 September.

Penyebabnya adalah iklim, bukan pasar. El Niño membawa musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering ke Kecamatan Bahodopi, Morowali, dan sungai yang memasok kawasan itu kini surut. SMM melaporkan bahwa IMIP mengambil air dari Sungai Makarti berdasarkan izin dengan batas maksimum pengambilan 1,5 meter kubik per detik. Curah hujan di lokasi pada Agustus 2026 kurang dari 4 milimeter, dibandingkan rerata historis Agustus sebesar 222 milimeter.

IMIP menangani situasi ini dengan pemberitahuan sejak awal. Pada 4 September, Dedy Kurniawan, Kepala Departemen Media Relations PT IMIP, sudah menyampaikan bahwa El Niño dapat menurunkan potensi produksi sekitar 30 hingga 40 persen, dan bahwa manajemen bersama Eternal Tsingshan tengah mempercepat pendayagunaan sumber air baru di sekitar kawasan. Pada 23 September ia membenarkan bahwa sejumlah smelter telah menurunkan produksi, termasuk NPI. Pemberitaan mengenai pemangkasan ini mencatat bahwa operasi tidak berhenti dan tidak ada pengurangan tenaga kerja.

"Kondisi inilah yang memengaruhi beberapa smelter di Kawasan IMIP mengalami penurunan termasuk pada produksi NPI." Dedy Kurniawan, Kepala Media Relations PT IMIP, kepada Bloomberg Technoz.

Angka di balik pemangkasan

Bloomberg melaporkan bahwa pemangkasan ini dapat memengaruhi sekitar 100.000 ton NPI, dibandingkan kapasitas terpasang sekitar 4,2 juta ton per tahun, atau 350.000 ton per bulan. IMIP menyatakan belum menerima angka pasti dari para penyewa dan belum dapat mengonfirmasi estimasi 100.000 ton tersebut. SMM memberikan estimasi yang lebih sempit dan berbatas waktu: jika tingkat operasi saat ini bertahan selama setengah bulan, produksi fisik NPI akan berkurang 50.000 hingga 70.000 ton, setara dengan 5.500 hingga 7.700 ton kandungan nikel.

Kedua estimasi mengukur hal yang berbeda dan sebaiknya dibaca berdampingan, bukan sebagai pertentangan. Angka Bloomberg menggambarkan total volume yang tercakup. Angka SMM menggambarkan kemungkinan kehilangan dalam jendela lima belas hari yang terdefinisi. Keduanya bergantung pada seberapa cepat debit sungai pulih.

Harga memberi gambaran skala. SMM mencatat rata-rata harga FOB NPI Indonesia sebesar US$135 per metric tonne unit nikel sesaat sebelum pemangkasan, turun 6,57 persen. Satu metric tonne unit setara sepuluh kilogram kandungan nikel, sehingga harga tersebut sama dengan sekitar US$13.500 per ton nikel dalam bentuk NPI. Berdasarkan perhitungan indikatif Sirkularium, menerapkan harga itu pada rentang setengah bulan versi SMM menghasilkan nilai produksi sekitar US$74 juta hingga US$104 juta. Angka ini adalah orde besaran, bukan proyeksi, tetapi menunjukkan betapa besar keluaran ekonomi yang bergantung pada debit satu sungai selama dua minggu.

Konteks pasar meredam dampak langsungnya. SMM mencatat bahwa permintaan baja nirkarat di Tiongkok sedang lesu, dengan produksi seri 300 bulan Oktober diperkirakan turun lebih dari 100.000 ton dibanding bulan sebelumnya, dan stok NPI di pelabuhan Tiongkok naik 52,5 persen menjadi 53,8 ribu ton kandungan nikel antara 3 dan 17 September. Di London Metal Exchange, harga nikel sudah turun sekitar 18 persen dari puncaknya pada awal Mei sebelum kabar ini, dan Bloomberg mencatat bahwa pemangkasan ini dapat membantu menahan penurunan tersebut.

Mengapa air termasuk dalam valuasi pertambangan

Sebagian besar valuasi operasi nikel dimulai dari cadangan bijih, kadar, tingkat perolehan, kapasitas pengolahan, dan harga. Air, bila muncul, hanya menjadi pos biaya operasi: pemompaan, pengolahan, perizinan. Peristiwa Morowali menunjukkan bahwa perlakuan seperti itu belum mencerminkan perannya. Ketika air kurang, kapasitas tidak dapat dipakai, dan nilai bijih di dalam tanah tertunda.

Air menjalankan beberapa fungsi di dalam kawasan terintegrasi. IMIP menjelaskan bahwa pasokannya mendukung smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leaching (HPAL), produksi kokas, serta pembangkit listrik tenaga uap yang memasok smelter. Lini RKEF membutuhkan air pendingin; pembangkit membutuhkan air tambahan; sirkuit pelindian membutuhkan air proses. Kekurangan di satu sungai karenanya menjangkau beberapa tahap rantai nilai sekaligus.

Di sinilah valuasi jasa ekosistem menjadi praktis, bukan sekadar akademis. Debit Sungai Makarti di titik izin bergantung pada kondisi daerah tangkapan airnya: tutupan hutan, daya resap tanah, dan cara lahan di hulu digunakan. Daerah tangkapan yang menahan dan melepaskan air secara perlahan memberikan jasa yang memiliki nilai ekonomi terukur, dan angka Morowali memberi titik acuan bagi nilai tersebut. Indonesia sudah memiliki perangkat metodologis untuk menyatakan nilai semacam itu dalam rupiah, termasuk pendekatan valuasi ekonomi dalam Permen LH No. 7 Tahun 2014, yang mencakup kerugian ekologis, kerugian ekonomi lingkungan, dan biaya pemulihan.

Logika yang sama berlaku bagi dokumen perencanaan. AMDAL untuk smelter atau kawasan industri memuat neraca air dan kajian sumber air baku. Memadukan neraca air tersebut dengan skenario tahun kering, yang didukung pemetaan daerah tangkapan berbasis GIS dan data pengukuran debit sungai, memungkinkan operator dan regulator melihat lebih awal seberapa besar produksi yang berisiko pada tahun El Niño, dan berapa nilai investasi pada tampungan, daur ulang, atau sumber alternatif.

Musim yang akan berlangsung lebih lama

Prakiraan cuaca menunjukkan bahwa persoalan ini masih akan relevan selama beberapa minggu. BMKG mengklasifikasikan El Niño saat ini sebagai sangat kuat, dengan indeks ENSO +2,63 untuk Juli hingga September dan anomali suhu muka laut Niño 3.4 sebesar +2,83 derajat Celsius, bersamaan dengan Indian Ocean Dipole positif. BMKG memperkirakan musim hujan 2026/2027 datang terlambat di 529 dari 865 Zona Musim di Indonesia, atau 61,08 persen, dengan sebagian besar wilayah memulai musim hujan pada November atau Desember 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa kombinasi El Niño dan Indian Ocean Dipole akan memperparah dan memperpanjang periode kering, dan BMKG merekomendasikan penghematan air, pemantauan kekeringan yang lebih ketat, serta optimalisasi pengelolaan waduk di berbagai sektor. Panduan yang disampaikan lebih awal ini memberi kawasan industri jendela perencanaan yang jelas, dan pernyataan IMIP pada 4 September menunjukkan bahwa peringatan tersebut didengar.

Pembacaan yang konstruktif adalah bahwa industri hilir nikel Indonesia kini cukup besar sehingga ketergantungannya pada sumber daya perlu diukur secermat keluarannya. Peristiwa ini tidak berujung pada pemutusan hubungan kerja, operasi tetap berjalan dengan beban yang dikurangi, dan kawasan tersebut sudah mengembangkan sumber air tambahan.

Pandangan Sirkularium

Bagi pemerintah dan lembaga publik, pemangkasan di Morowali adalah studi kasus yang berguna tentang bagaimana modal alam menopang nilai industri hilir. Ada tiga langkah praktis yang dapat diambil.

Pertama, ketahanan air dapat dimasukkan ke dalam valuasi ekonomi aset pertambangan dan pengolahan sebagai masukan standar. Valuasi yang memperhitungkan keandalan pasokan air baku, diuji dengan hidrologi tahun kering, memberi gambaran yang lebih akurat tentang nilai yang diberikan sebuah kawasan atau smelter bagi perekonomian daerah dan nasional, serta basis royalti dan pajak yang bergantung padanya.

Kedua, kondisi daerah tangkapan air layak mendapat tempat dalam penilaian AMDAL serta dalam kewajiban reklamasi dan rehabilitasi daerah aliran sungai sebagai aset ekonomi, bukan hanya aset lingkungan. Pemetaan tutupan lahan berbasis GIS yang dipadukan dengan pengukuran debit sungai dan data lapangan dapat menunjukkan seberapa besar debit musim kemarau yang ditopang oleh daerah hulu yang sehat. Menilai debit tersebut dengan metodologi yang diakui, seperti pendekatan dalam Permen LH No. 7 Tahun 2014, memungkinkan operator, Kementerian Lingkungan Hidup, dan pemerintah daerah menyepakati berapa nilai perlindungan daerah tangkapan tersebut.

Ketiga, kelayakan investasi untuk daur ulang air, tampungan, dan sumber alternatif menjadi lebih mudah dibuktikan ketika nilai produksi yang berisiko sudah diketahui. Jika dua minggu produksi yang berkurang di satu kawasan dapat bernilai puluhan juta dolar AS, langkah yang mengamankan pasokan pada tahun El Niño dapat dinilai terhadap tolok ukur yang jelas.

Rekomendasi Sirkularium adalah agar operator memperlakukan analisis semacam ini sebagai praktik berkelanjutan, diperbarui setiap musim dan diverifikasi secara independen, bukan sebagai respons terhadap satu periode kering. Hal yang perlu dicermati selanjutnya: angka produksi per penyewa dari IMIP, kecepatan sumber air baru mulai beroperasi, pemulihan debit Sungai Makarti ketika hujan yang tertunda tiba, dan apakah kawasan industri lain di Sulawesi dan Maluku melaporkan kendala serupa.

Volume nickel pig iron IMIP dalam konteks

Values in ton NPI

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di sumber daya berkelanjutan, Sirkularium mendampingi tata kelola air, tailing, dan ESG agar proyek sumber daya tetap kredibel dan layak diinvestasikan.

Artikel terkait

Gulungan baja nirkarat atau produk nikel jadi yang ditumpuk di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, dengan perbukitan tambang di latar belakang
Sumber Daya Berkelanjutan

Pada 27 September 2026 Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menyatakan nikel dan mineral lain dari Sulawesi Tengah tidak lagi boleh keluar dari provinsi dalam bentuk setengah jadi. Neraca ekonomi provinsi sudah menunjukkan pola di balik arahan itu: industri pengolahan menyumbang 44,37 persen perekonomian daerah, pertambangan dan penggalian 13,79 persen.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Emas batangan cetak 1 kilogram berstempel 999.9 tersusun di meja timbang di dalam ruang penyimpanan fasilitas pemurnian, dengan petugas uji kadar mencatat berat
Sumber Daya Berkelanjutan

PT Aneka Tambang membeli 9 ton emas berkadar 99,99 persen dari fasilitas pemurnian logam mulia PT Freeport Indonesia di Gresik sepanjang Januari hingga Agustus 2026, angka realisasi pertama terhadap perjanjian yang memungkinkan pembelian hingga 30 ton per tahun. Pembeli domestik kedua, Hartadinata, menerima 50 kilogram pertamanya pada September.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Unit instalasi pengolahan air bergerak dan tangki hidran umum melayani warga yang membawa jeriken di sebuah desa kering di Jawa Barat
Sumber Daya Berkelanjutan

Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan pada 26 September 2026 bahwa pihaknya telah menangani 3.288 lokasi kekeringan sejak Juli, menyalurkan 48,9 juta liter air bersih kepada sekitar 1,75 juta jiwa dan menyelamatkan 141.440 hektare sawah. Menteri Dody Hanggodo menyatakan kementerian akan menambah unit instalasi pengolahan air bergerak seiring El Niño memperpanjang musim kemarau.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pohon lokal muda tumbuh di tanah berbutir gelap pada lereng berteras bekas tambang nikel yang direklamasi di Pulau Obi, dengan cerobong smelter di kejauhan
Sumber Daya Berkelanjutan

Harita Nickel memanfaatkan terak dari smelternya di Pulau Obi sebagai pembenah tanah pada 272 hektare lahan bekas tambang yang direklamasi, praktik yang kini tertuang dalam standar nasional SNI 9420:2025. Pendekatan ini mengubah residu pengolahan berskala besar menjadi bahan reklamasi, dengan penghematan yang dilaporkan hingga 32 persen dibandingkan pupuk organik.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Suasana konsultasi publik di sebuah aula di Sumbawa dengan tokoh masyarakat dan pejabat duduk menghadap layar presentasi yang menampilkan peta rencana tambang
Sumber Daya Berkelanjutan

PT Amman Mineral Nusa Tenggara membuka konsultasi publik atas studi kelayakan dan analisis mengenai dampak lingkungan untuk Blok Elang di Sumbawa pada 22 September 2026. Investasi awal disebut Rp6 triliun sampai Rp8 triliun, dan cadangan yang sudah dinyatakan untuk Elang mencapai 2,5 miliar ton bijih.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Tumpukan lembaran katoda tembaga di smelter Sumbawa Barat dengan struktur kilang dan derek di belakangnya
Sumber Daya Berkelanjutan

PT Amman Mineral Internasional melaporkan penjualan bersih 2,05 miliar dolar AS dan laba bersih sekitar 497,9 juta dolar AS untuk semester I 2026 pada 21 September. Katoda tembaga dan emas murni yang diolah di Sumbawa Barat menyumbang 974 juta dolar AS dari pendapatan itu, dan penyajian ulang cadangan Batu Hijau memperlihatkan betapa besar nilai suatu tambang ditentukan oleh asumsi, bukan semata oleh geologi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca