Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Indonesia mempercepat target 100 GW tenaga surya menjadi tiga tahun

Oleh Sirkularium Editorial Team, 10 menit baca

Pekerja memasang panel surya di area pembangkit surya terapung yang luas

Janji tenaga surya yang disampaikan di Tokyo pada Maret 2026 memperoleh urgensi baru setelah pemadaman listrik yang terkait batu bara melanda Sumatra dan Jawa pada Mei, dan pada Juli pemerintah telah memetakan 28.000 hektare lahan di Jawa serta mengamankan US$1,4 miliar untuk manufaktur domestik guna mendukungnya.

Sekilas data
100 GW dalam 3 tahun
Target surya yang dipercepat, dari rencana awal lima tahun
28.000 hektare
Lahan yang dipetakan di Jawa untuk surya: 8.500 ha panel darat (8,5 GWp) ditambah 10.000 ha surya terapung di waduk (10 GWp)
US$1,4 miliar
FDI yang diamankan untuk kapasitas manufaktur surya domestik 50 GW
20 juta ton
Kesenjangan pasokan batu bara kalori sedang Indonesia 2026 (kebutuhan 154 juta ton berbanding sekitar 134 juta ton yang terkontrak)

Janji yang disampaikan sebelum krisis yang menguatkannya

Presiden Prabowo Subianto pertama kali mengikat Indonesia pada target 100 gigawatt tenaga surya dalam tiga tahun pada 31 Maret 2026, di Forum Jepang-Indonesia di Tokyo, dan mengatakan kepada hadirin bahwa rencana ini mendesak dan pemerintahannya "bertekad untuk segera melaksanakannya." Saat itu, janji tersebut dibingkai di seputar diplomasi ekonomi dan ketidakpastian energi global, disalurkan lewat program Koperasi Desa Merah Putih, dan para analis mempertanyakan apakah koperasi dengan pengalaman teknis terbatas dan basis manufaktur domestik yang tipis bisa benar-benar mewujudkannya.

Tujuh minggu kemudian, argumen urgensinya berubah dari diplomatik menjadi domestik. Kegagalan jaringan transmisi di Jambi pada malam 22 Mei 2026 memicu pemadaman berantai di seluruh Sumatra yang membuat sekitar 8,3 juta dari 13,1 juta pelanggan di kawasan itu kehilangan listrik dan memutus lebih dari 5.300 megawatt beban, mengganggu jaringan seluler, transaksi digital, dan pompa air kota. PLN awalnya menyalahkan cuaca buruk, meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut kondisi di Jambi malam itu hanya berawan dengan hujan ringan, dan pemadaman terpisah kemudian melanda Jawa. PLN belakangan mengaitkan gangguan di Jawa itu sebagian dengan keterbatasan pasokan batu bara. Sejumlah media yang meliput pengumuman percepatan pemerintah menggambarkan pemadaman ini sebagai pemicu langsung pemampatan jadwal, yang tidak sepenuhnya sesuai urutan kejadian, karena target tiga tahun itu sudah ada sekitar dua bulan sebelum pemadaman terjadi. Yang tampaknya dilakukan pemadaman ini adalah mengubah janji diplomatik menjadi janji operasional, karena pemetaan lahan dan investasi manufaktur yang konkret baru muncul pada Juni dan Juli.

Kesenjangan pasokan batu bara di balik pemadaman

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menunjuk kesenjangan spesifik di balik tekanan pasokan ini, yaitu PLN membutuhkan sekitar 154 juta ton batu bara kalori sedang pada 2026 tetapi baru mengamankan kontrak untuk sekitar 134 juta ton, selisih sekitar 20 juta ton. Tekanan itu berada di atas jaringan listrik yang menurut Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform, secara struktural rentan terlepas dari bauran bahan bakarnya.

"Ketergantungan pada sistem kelistrikan yang tersentralisasi dan didominasi batu bara adalah ancaman bagi keamanan pasokan energi," kata Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform.

Peneliti IEEFA Mutya Yustika dan Randi Bachtiar mengemukakan poin terkait soal geografi Indonesia, dengan berargumen bahwa bagi negara kepulauan dengan ribuan pulau, panel surya atap yang dipadukan dengan sistem penyimpanan baterai menawarkan alternatif yang layak dibanding genset diesel yang masih diandalkan banyak pulau terluar, bukan sekadar opsi dekarbonisasi bagi jaringan utama.

Ke mana 100 GW itu diarahkan di Jawa

Pada 3 Juli 2026, pemerintah telah memetakan sekitar 28.000 hektare lahan strategis di Jawa untuk mendukung pembangunan ini. Dari jumlah itu, 8.500 hektare dialokasikan untuk susunan surya berbasis darat yang dipadukan dengan penyimpanan baterai, menargetkan 8,5 gigawatt-peak, sementara 10.000 hektare permukaan air tambahan di waduk milik negara dialokasikan untuk surya terapung yang menargetkan 10 gigawatt-peak, pendekatan yang dipilih khusus untuk menghindari biaya dan penundaan pembebasan lahan yang membatasi proyek berbasis darat di pulau yang lahannya terbatas. Di sisi industri, Kementerian Investasi dan Hilirisasi memastikan US$1,4 miliar investasi asing langsung telah diamankan untuk basis manufaktur surya domestik yang menargetkan kapasitas produksi lokal 50 GW, dengan Trina Mas Agra Indonesia dilaporkan telah beroperasi pada tingkat kandungan lokal 41 persen, bagian dari upaya pemerintah menghindari sekadar mengimpor 100 GW panel buatan luar negeri. Pemerintah memproyeksikan peralihan dari diesel dan kapasitas puncak berbahan bakar batu bara ini dapat menghemat anggaran negara sekitar Rp74 triliun, sekitar US$4,1 miliar, per tahun.

Mengapa sejumlah analis menyebut penambahan berbeda dari penggantian

Skala eksposur Jawa terhadap batu bara menjadi salah satu alasan mengapa jadwal ini mendesak secara politik. Jawa dan Bali bersama-sama menyumbang 61 persen emisi CO2 dan partikel halus dari armada PLTU batu bara Indonesia yang beroperasi, dan enam pembangkit prioritas di Jawa saja menghasilkan hampir sepertiga emisi CO2 sektor batu bara nasional, sebuah studi CREA 2023 memperkirakan bahwa mempensiunkan keenam pembangkit itu dapat menghilangkan 93,5 juta ton metrik CO2 tahunan dan 33.583 ton metrik PM2.5. Riset yang sama menghitung biaya kesehatan dari sumber batu bara tunggal terbesar negara ini, kompleks Suralaya berkapasitas 4.000 megawatt, yang menurut studi tersebut menyebabkan sekitar 1.470 kematian dan US$1,04 miliar kerugian kesehatan setiap tahun akibat polusi udara semata.

Kritik yang lebih tajam dari Fabby Tumiwa adalah bahwa pendekatan Indonesia saat ini setara dengan penambahan energi, bukan penggantian, yaitu membangun kapasitas surya dan co-firing biomassa di samping armada batu bara yang menua, bukan mempensiunkannya. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, lewat Sekretaris Ditjen Energi Baru Terbarukan Harris, sebaliknya menunjuk pada teknologi penurun emisi seperti co-firing biomassa dan penangkapan karbon sebagai cara untuk tetap memakai sumber daya bahan bakar fosil dalam negeri sembari menurunkan dampaknya, posisi yang membuat pembangkit yang sudah ada seperti kompleks Paiton, yang mulai mencampur sekitar 5 persen biomassa pada 2023 dan masuk tahap perencanaan pensiun dini pada 2025, tetap beroperasi alih-alih ditutup.

Pandangan Sirkularium

Bagi pemerintah dan lembaga publik, kisah yang lebih berguna di sini bukan soal apakah pemadaman menyebabkan target 100 GW, karena catatannya menunjukkan Prabowo sudah mengikat jadwal tiga tahun di Tokyo sebelum Sumatra kehilangan listrik, melainkan apakah krisis ini kini memberi urgensi pelaksanaan domestik yang tidak dimiliki janji diplomatik semula. Pemetaan lahan, alokasi waduk, dan komitmen manufaktur US$1,4 miliar yang menyusul pada Juni dan Juli adalah rencana yang jauh lebih konkret dibanding yang ada pada Maret, dan proyeksi penghematan Rp74 triliun per tahun memberi program ini argumen fiskal yang berdiri sendiri di luar alasan iklimnya, pola yang sama yang sudah terlihat pada kebijakan biodiesel dan pasar karbon Indonesia yang berjalan paralel.

Pertanyaan terbukanya adalah apakah kapasitas surya benar-benar mempensiunkan kapasitas batu bara atau hanya berdiri di sampingnya. Pembedaan penambahan versus penggantian dari Fabby Tumiwa adalah uji yang tepat untuk diterapkan selama tiga tahun ke depan, karena bila enam pembangkit prioritas di Jawa tetap beroperasi sementara 18,5 GW surya baru masuk ke jaringan di pulau yang sama, porsi 61 persen Jawa dari beban kesehatan dan emisi armada batu bara nasional tidak akan menyusut secara berarti seberapa pun cepatnya pembangunan surya berlangsung. Peraturan presiden yang kredibel tentang perizinan dan perjanjian jual beli listrik jangka panjang, dipadukan dengan jadwal pensiun yang dipublikasikan setidaknya untuk pembangkit di Jawa dengan emisi tertinggi, akan mengubah program surya yang benar-benar dipercepat ini menjadi transisi yang dipercepat, bukan sekadar penambahan yang dipercepat.

Ambisi tenaga surya Indonesia melonjak tajam pada 2026

Values in GW

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Kereta antarkota modern Indonesia berangkat dari peron stasiun saat senja, dengan panel surya terlihat di atap depo terdekat dan kabel listrik aliran atas
Energi & Iklim

PT Kereta Api Indonesia menurunkan penggunaan energi per pelanggan sebesar 22,05 persen pada 2025 meski jumlah penumpang tumbuh 8,67 persen, menawarkan contoh nyata efisiensi energi industri yang menurut Sirkularium relevan langsung dengan agenda dekarbonisasi Indonesia yang lebih luas.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Pejabat Kementerian ESDM Indonesia dan Danish Energy Agency berjabat tangan usai menandatangani perjanjian implementasi INDODEPP II
Energi & Iklim

Indonesia dan Denmark menandatangani fase kedua kemitraan energi mereka pada 20 Juli 2026, memperpanjang satu dekade kerja sama untuk lima tahun berikutnya. Inilah apa yang telah dihasilkan INDODEPP, fokus INDODEPP II, dan mengapa hal ini penting bagi jalan Indonesia menuju nol emisi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 12 menit baca

Pesawat komersial sedang diisi bahan bakar di landasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan truk bahan bakar Pertamina di sampingnya, infrastruktur bahan bakar penerbangan berkelanjutan terlihat
Energi & Iklim

Menteri Koordinator Agus Harimurti Yudhoyono memastikan Indonesia akan mewajibkan campuran bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) sebesar 1 persen pada penerbangan internasional mulai 2027, didukung uji coba kilang Pertamina dan peta jalan menuju campuran 50 persen pada 2060.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pemandangan berdampingan antara cerobong asap PLTU batu bara yang dinonaktifkan dengan instalasi PLTS terapung dan sepeda motor listrik di stasiun tukar baterai di Indonesia
Energi & Iklim

Analisis Task Force on Climate related Financial Disclosures yang dipaparkan di Lestari Summit Jakarta menunjukkan TBS Energi Utama berpotensi merugi hingga 3,8 miliar dollar AS pada 2050 jika tetap bergantung pada batu bara, memperkuat transisi yang sudah berjalan menuju pengelolaan sampah, energi terbarukan, dan mobilitas listrik.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Fasilitas penyimpanan atau pengisian hidrogen di Indonesia dengan infrastruktur industri modern, panel surya terlihat di latar belakang, dan seorang teknisi memeriksa peralatan
Energi & Iklim

Kementerian ESDM memanfaatkan Global Hydrogen Ecosystem Summit untuk memaparkan 93 inisiatif hidrogen senilai Rp32 triliun investasi, disertai bus dual fuel yang sudah beroperasi dan rencana koridor hidrogen hijau sepanjang 194 kilometer dari Jakarta ke Patimban.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pemandangan interior atau eksterior pabrik pengolahan bioetanol di Indonesia, dengan tangki fermentasi atau peralatan distilasi serta bahan baku pertanian seperti tebu atau singkong di sekitarnya
Energi & Iklim

Kementerian ESDM mengajak perusahaan swasta membangun pabrik bioetanol, dengan target mengembangkan satu-satunya pabrik yang ada saat ini menjadi 30 hingga 50 pabrik dalam beberapa tahun untuk memenuhi mandat campuran etanol 20 persen pada 2028.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca