Pertamina mengubah ritual efisiensi tahunan menjadi rekam jejak emisi yang terverifikasi
Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pada 13 Agustus 2026, PT Kilang Pertamina Internasional membuka Bulan Energy & Loss 2026 secara serentak di seluruh unit kilangnya, mendorong pekerja menuju efisiensi energi dan pengurangan loss di bawah tema digitalisasi. Kampanye ini menyusul tahun 2025 yang mencatat pemangkasan lebih dari 450.000 ton setara CO2 oleh unit kilang tersebut, melampaui target 370.000 ton.
Pada 13 Agustus 2026, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) meluncurkan Bulan Energy & Loss 2026 secara serentak di seluruh unit kilangnya, dengan tema "Efisiensi Energi dalam Semangat Digitalisasi." Liputan atas peluncuran ini di Kilang Plaju, Palembang, yang dimuat pada 13 dan 14 Agustus oleh sejumlah media termasuk ANTARA News Sumsel, Sumeks Disway, dan Palpres Disway, membingkai bulan tersebut sebagai ritual tahunan untuk mempertajam kesadaran pekerja atas penggunaan energi, kehilangan operasional, dan emisi karbon. Jika dibaca sendiri, sebuah bulan kesadaran korporat terdengar seperti berita ringan. Namun jika dibaca berdampingan dengan apa yang benar-benar dicapai kilang-kilang KPI sepanjang 2025, kampanye ini tampak sebagai lapisan yang terlihat dari sebuah program yang memiliki rekam jejak nyata dan teraudit di baliknya.
Apa yang diluncurkan pada 13 Agustus
Didik Bahagia, Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional, menyampaikan kepada wartawan bahwa Bulan Energy dimaksudkan untuk memperkuat rasa kepemilikan setiap pekerja atas efisiensi energi, pengelolaan loss, dan pengurangan emisi dalam operasional sehari-hari. Di Kilang Plaju secara khusus, Executive General Manager Khabibullah Khanafie menyampaikan poin tersebut secara lebih operasional.
"Efisiensi bukan hanya tentang bagaimana kita menggunakan energi dengan lebih hemat, tetapi juga bagaimana setiap pekerja memiliki kepedulian untuk mengenali peluang perbaikan dalam pekerjaannya," kata Khanafie, menggambarkan efisiensi sebagai soal kepekaan pekerja terhadap peluang perbaikan, bukan sekadar tagihan energi yang lebih rendah.
Kampanye ini berjalan di seluruh unit kilang KPI, jaringan yang mencakup Dumai, Plaju, Cilacap, Balongan, dan Balikpapan, dan memanfaatkan alat digital untuk memberi operator visibilitas yang lebih baik atas titik-titik kehilangan energi dan material selama operasi harian. Tak satu pun liputan seputar peluncuran ini yang mengkuantifikasi target penghematan tahun ini, sesuatu yang lazim untuk sebuah kegiatan pembentukan budaya yang menyasar lantai produksi, bukan proyek modal dengan anggaran tetap.
Angka yang memberi bobot pada kampanye ini
Yang membuat Bulan Energy tahun ini lebih dari sekadar kegiatan komunikasi internal adalah rekor yang dicatat kilang-kilang KPI pada 2025. Menurut Pelaksana Tugas Sekretaris Perusahaan Milla Suciyani, KPI memangkas lebih dari 450.000 ton setara CO2 di seluruh operasi kilangnya sepanjang tahun tersebut, melampaui target kumulatif 370.000 ton sekitar 80.000 ton, atau kinerja sekitar 122 persen dari rencana. Pengurangan itu dicapai melalui kombinasi sistem pemulihan gas suar (flare gas recovery), proyek penangkapan dan pemanfaatan karbon, serta pemasangan tenaga surya di jaringan kilang, menurut laporan yang sama. Ini bukan proyeksi atau ambisi yang dinyatakan. Ini adalah hasil teraudit dari entitas korporat yang sama yang menjalankan kampanye tahun ini, di kilang yang sama, di bawah panji disiplin energi yang sama.
Pola di seluruh grup, bukan kampanye yang berdiri sendiri
Unit kilang KPI bukan satu-satunya bagian bisnis Pertamina yang mencatatkan angka efisiensi yang nyata. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) melaporkan penghematan energi sebesar 90.502,28 megawatt jam sepanjang 2025, lebih dari dua kali lipat penghematan 40.058,77 megawatt jam pada 2024, capaian yang menurut Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho sebagian berasal dari pekerjaan debottlenecking di lapangan Ulubelu serta perluasan penggunaan teknologi pompa vakum. Lebih ke hulu lagi, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan efisiensi biaya sebesar US$635 juta pada 2025 melalui program Optimus yang memasuki tahun keenam, dari target awal US$250 juta, capaian yang menurut PHE menyumbang sekitar 57 persen dari total optimasi biaya yang tercatat di seluruh grup Pertamina tahun itu.
Jika dilihat bersama-sama, ini adalah tiga subholding berbeda, mengukur tiga hal berbeda, dalam tiga satuan berbeda: ton karbon, megawatt jam listrik, dan dolar biaya yang terhindarkan. Sirkularium tidak menggabungkan ketiganya menjadi satu angka tunggal, karena memang tidak sebanding secara langsung. Yang ditunjukkan ketiganya, jika disandingkan, adalah bahwa dorongan efisiensi Pertamina pada 2025 tidak terbatas pada satu lini bisnis atau satu fasilitas saja. Dorongan itu berjalan dari produksi hulu, pembangkitan panas bumi, hingga pengilangan hilir, dan setiap unit yang melaporkan angka berhasil melampaui target yang ditetapkannya sendiri.
Mengapa disiplin ini lebih penting daripada slogannya
Dorongan dekarbonisasi industri Indonesia semakin bergeser dari aspirasi menjadi kewajiban. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 8 Tahun 2025 sudah mewajibkan fasilitas dengan konsumsi energi signifikan, termasuk pabrik industri, untuk menjalani audit energi berkala sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga tahun, dengan rekomendasi penghematan yang wajib dijalankan dan dilaporkan setiap tahun. Badan usaha milik negara sebesar unit pengilangan, hulu, dan panas bumi Pertamina jelas berada di dalam populasi yang disasar regulasi tersebut. Kampanye yang menyasar pekerja seperti Bulan Energy, dipadukan dengan hasil teraudit dan melampaui target seperti yang dilaporkan KPI, PGE, dan PHE untuk 2025, adalah salah satu cara nyata bagi badan usaha negara besar untuk menunjukkan bahwa budaya di balik kewajiban audit energi dapat menghasilkan capaian yang bertahan melampaui siklus audit itu sendiri.
Ada pula fungsi sinyal yang layak dicatat. Pemangku kepentingan pemerintah yang menilai apakah perusahaan energi milik negara terbesar Indonesia memperlakukan efisiensi sebagai prioritas operasional yang sungguh-sungguh, bukan sekadar kotak centang kepatuhan, kini memiliki titik data konkret berupa kinerja 122 persen KPI terhadap target emisinya di 2025. Pengulangan atau peningkatan atas angka tersebut ketika hasil 2026 nanti dilaporkan akan menjadi sinyal yang lebih kuat lagi.
Yang perlu diperhatikan selanjutnya
Penanda praktis bagi pengamat luar adalah apakah KPI, PGE, dan PHE akan mempublikasikan hasil 2026 yang menyamai atau melampaui capaian 2025, dan apakah Bulan Energy & Loss 2026 menghasilkan komitmen spesifik yang terukur begitu kampanye tahun ini berakhir, sebagaimana sejumlah program internal Pertamina lainnya, termasuk kompetisi inovasi Idea Generation milik Kilang Plaju sendiri di tahun-tahun sebelumnya, telah menghasilkan proyek bernama dengan penghematan yang terlacak. Bagi pemerintah dan lembaga publik yang mengawasi peta jalan dekarbonisasi industri Indonesia, jaringan kilang Pertamina menawarkan rujukan yang berguna: populasi fasilitas yang cukup besar, dan cukup beragam lintas operasi hulu, tengah, dan hilir, sehingga hasil efisiensi tahun ke tahunnya berfungsi sebagai indikator dini tentang bagaimana rezim audit energi wajib yang lebih luas mungkin berjalan begitu cakupannya menjangkau penuh industri padat energi di seluruh negeri. Lembaga pembiayaan yang menyusun pinjaman hijau atau instrumen terkait keberlanjutan bagi badan usaha milik negara juga mungkin menganggap angka emisi teraudit KPI sebagai tolok ukur yang lebih tahan lama untuk dirujuk dibandingkan sekadar pengumuman kampanye.
Sumber
- ANTARA News Sumsel, Kilang Plaju Palembang dorong efisiensi energi lewat Bulan Energy & Loss 2026
- Sumeks Disway, Sambut Bulan Energy & Loss 2026, Kilang Plaju Perkuat Budaya Efisiensi dan Optimasi Loss
- Palpres Disway, Sambut Bulan Energy dan Loss 2026, Kilang Plaju Genjot Efisiensi dan Optimasi Loss Lewat Digitalisasi
- Investortrust, Lampaui Target, Kilang Pertamina Tekan Emisi 450.000 Ton CO2eq
- Pojok Papua, Pertamina Geothermal Energy Hemat Energi 90.502 MWh Sepanjang 2025
- Kontan, PHE Klaim Berhasil Cetak Efisiensi US$ 635 Juta pada Tahun 2025






