Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Lampung memiliki laboratorium bioetanol yang bekerja saat mandat E5 bergerak dari kebijakan menuju pasokan

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Hamparan sorgum di Lampung di samping unit pengolahan bioetanol skala pilot, dengan teknisi berseragam keselamatan memeriksa peralatan fermentasi dan distilasi

Pertamina New & Renewable Energy meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung pada 14 September 2026, disertai perjanjian kerja sama dengan pemerintah provinsi dan nota kesepahaman riset internasional. Kapasitas pilot ini sengaja kecil, 60 kiloliter per tahun, karena dibangun untuk membuktikan bahan baku, proses dan rendemen sebelum modal masuk pada skala besar.

Sekilas data
60 kL
Kapasitas tahunan pabrik pilot
1 juta kL
Target bioetanol nasional per tahun
3 kali panen
Siklus sorgum per tahun
36 juta kL
Konsumsi bensin nasional per tahun

Program bioetanol Indonesia tidak pernah kekurangan target. Yang belum tersedia adalah tempat untuk menguji asumsi di balik target itu secara terbuka, di lahan yang nyata, dengan peralatan yang nyata, sebelum angkanya mengeras menjadi kontrak pengadaan. Pada Senin, 14 September 2026, tempat itu resmi dibuka di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Satu pabrik pilot, satu penanaman dan dua tanda tangan

Pertamina New & Renewable Energy meluncurkan Bioethanol Development Center di lahan seluas 10 hektare, bagian dari rencana kompleks 20 hektare di Masgar. Peluncuran itu menyatukan tiga hal dalam satu pagi: dimulainya pembangunan, penanaman sorgum secara simbolis, dan penandatanganan dua perjanjian.

Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, hadir bersama Mochamad Iriawan, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), dan Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko perseroan. John Anis, Direktur Utama Pertamina NRE, memaparkan rancangan teknis fasilitas tersebut. Rahmat Mirzani Djausal, Gubernur Lampung, menandatangani atas nama provinsi. Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, dan Toru Murakami, Presiden Direktur PT Toyota Tsusho Indonesia, menandatangani perjanjian kedua.

Perjanjian pertama mengikat Pertamina NRE dan Pemerintah Provinsi Lampung pada pengembangan agribisnis, ketahanan energi dan ketahanan pangan sekaligus. Perjanjian kedua adalah nota kesepahaman antara Pertamina NRE, TMMIN, Toyota Tsusho Indonesia dan Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels atau raBit, untuk menjajaki potensi teknis dan komersial produksi serta pemanfaatan bioetanol berkelanjutan di Indonesia. Universitas Lampung juga terlibat pada sisi riset.

Iriawan menempatkan peristiwa itu sebagai lebih dari sekadar pembangunan fasilitas. Menurutnya, ini adalah langkah konkret menuju kemandirian dan ketahanan energi nasional yang bertumpu pada bahan baku dalam negeri, bukan pada volume impor.

Mengapa sorgum, dan mengapa dua generasi sekaligus

Kapasitas yang tercantum adalah 60 kiloliter per tahun. Angka itu terlihat kecil sampai tujuannya jelas. Ini adalah unit skala pilot, dirancang untuk memvalidasi rantai proses, bukan untuk memasok pasar. Unit ini menjalankan urutan lengkap yang juga dijalankan pabrik komersial: pra-perlakuan, hidrolisis, fermentasi, distilasi dan dehidrasi. Pemberitaan mengenai lokasi ini juga menyebut konfigurasi produksi dua lini berkapasitas 30.000 kiloliter per tahun sebagai skala yang sedang disiapkan.

Sorgum memimpin daftar bahan baku, dengan singkong dan jagung dikembangkan secara paralel. John Anis menyoroti sisi agronomi, bukan sisi kimia. Sorgum menyelesaikan satu siklus dalam sekitar 90 hari, sehingga memungkinkan hingga tiga kali panen dalam setahun di petak yang sama.

Daya tarik sorgum, di luar produktivitasnya, adalah kemampuannya dipanen tiga kali dalam satu tahun.

Pilihan rancangan yang lebih menarik adalah keputusan menjalankan jalur generasi pertama dan generasi kedua secara berdampingan. Pada jalur generasi pertama, nira sorgum difermentasi langsung menjadi etanol, dengan proyeksi rendemen sekitar 2,5 kiloliter per hektare. Pada jalur generasi kedua, biomassa sisa setelah pemerasan menjadi bahan baku, dengan potensi sekitar 4,7 kiloliter per hektare. Satu tanaman, satu panen, dua aliran produk, dan residu yang membawa nilai alih-alih biaya.

Bagi institusi yang bekerja pada ekonomi sirkular, aliran kedua itulah yang paling layak diperhatikan. Jalur tersebut mengubah residu pertanian menjadi masukan bahan bakar, dan melakukannya di lokasi yang sama dengan tempat residu itu dihasilkan, sehingga menghapus beban transportasi yang biasanya membuat valorisasi biomassa menjadi marginal.

Permintaan yang harus dipenuhi oleh pasokan

Fasilitas ini hadir di tengah kalender kebijakan yang sudah tegas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan mandat campuran bioetanol lima persen, dikenal sebagai E5, berlaku pada semester kedua 2026 berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 4 Tahun 2025, diterapkan lebih dahulu di Jawa dan pada bensin nonsubsidi. Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, menegaskan bahwa seluruh badan usaha bahan bakar wajib melakukan pencampuran sesuai peraturan tersebut. Campuran sepuluh persen atau E10 menyusul mulai 2028.

Volume yang benar-benar terserap sejauh ini masih sederhana, dan itu disampaikan secara terbuka. Bioetanol yang terserap melalui Pertamax Green 95 naik dari 80 kiloliter pada 2023 menjadi 357 kiloliter pada 2024 dan 812 kiloliter pada 2025. Bandingkan angka itu dengan konsumsi bensin nasional sekitar 36 juta kiloliter per tahun, dan dengan target Presiden sebesar 1 juta kiloliter bioetanol per tahun, maka bentuk pekerjaannya menjadi jelas. Program ini tidak membutuhkan perbaikan marginal atas pasokan yang ada. Program ini membutuhkan basis pasokan yang baru.

Satu angka perlu dicermati. Dalam pemberitaan 14 September, angka 430.000 muncul dalam dua bentuk berbeda. CNBC Indonesia dan Netizenku menyebutnya sebagai 430.000 hektare lahan yang disiapkan untuk strategi bioetanol, dari sekitar 3 juta hektare lahan pertanian Lampung. Edisi bahasa Inggris ANTARA dan Warta Ekonomi menyebutnya sebagai 430 ribu kiloliter kapasitas bioetanol yang dikaitkan dengan Lampung. Kedua pembacaan itu masuk akal, dan keduanya tidak setara. Institusi yang menyusun rencana berdasarkan angka ini sebaiknya memastikan besaran mana yang dimaksud sebelum angka itu masuk ke dalam model kelayakan.

Ekosistem provinsi, bukan sekadar satu pabrik

Susunan acara hari itu sama pentingnya dengan pabriknya. Fasilitas pilot yang berdiri sendiri hanya akan menjadi aset riset korporasi. Fasilitas pilot yang diluncurkan bersama perjanjian provinsi tentang agribisnis, jalur pendapatan petani dan nota kesepahaman riset otomotif adalah sesuatu yang lebih dekat dengan ekosistem yang sedang dibangun.

Todotua Pasaribu menempatkan inisiatif ini dalam kerangka tersebut, dengan menggambarkan pengembangan bioetanol sebagai ekosistem yang menautkan pertanian, industri dan teknologi. Ia juga mencatat bahwa Indonesia memiliki keragaman bahan baku berupa sorgum, singkong dan jagung yang sebanding dengan produsen mapan seperti Brasil.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal berbicara pada sisi ekonomi daerah. Sorgum, menurutnya, menunjukkan potensi kuat untuk menaikkan pendapatan petani dan memperkuat pertumbuhan provinsi, dan variabel itulah yang menentukan apakah penanaman berlanjut setelah sorotan peluncuran mereda. Sisi Toyota dalam kerja sama ini melengkapi ujung rantai yang lain. Produsen kendaraan dan rumah dagang yang memvalidasi mutu bahan bakar serta kesesuaian mesin adalah cara sebuah spesifikasi campuran menjadi kredibel di mata konsumen.

Pandangan Sirkularium bagi pemerintah dan institusi publik

Tiga hal praktis mengikuti bagi tim kebijakan dan pelaksana.

Pertama, pabrik pilot adalah instrumen tata kelola, bukan hanya instrumen rekayasa. Unit 60 kiloliter itu akan menghasilkan angka rendemen, tingkat konversi dan rasio residu yang terukur, yang dapat menggantikan perkiraan dalam perencanaan provinsi maupun nasional. Institusi publik sebaiknya meminta data tersebut dalam bentuk yang dapat dipakai, dan mendanai layanan penyuluhan yang membawa temuan agronomi sampai ke petani kecil.

Kedua, kepastian serapan adalah pengungkit kelayakan pembiayaan. Mandat E5 menciptakan lantai permintaan yang terdefinisi, dan langkah E10 memperpanjangnya. Kejelasan tentang kewajiban pencampuran, mekanisme harga dan standar bahan baku akan lebih menarik investasi pengolahan dibanding insentif tunggal mana pun, karena hal itu mengubah profil risiko sebuah pabrik sebelum pabrik itu dibiayai.

Ketiga, pengamanan tata guna lahan dan ketertelusuran perlu masuk pada tahap perancangan. Jalur generasi kedua menarik justru karena memakai residu dan tidak menuntut lahan tambahan, dan keunggulan itu hanya bertahan bila sumber residunya terdokumentasi. Provinsi yang mengadopsi model Lampung sebaiknya membangun ketertelusuran ke dalam perizinan sejak awal, bukan menambahkannya belakangan.

Yang perlu diamati berikutnya: cakupan geografis penerapan E5 sepanjang semester kedua 2026, kepastian makna angka 430.000 dalam dokumen perencanaan Lampung, hasil rendemen terukur pertama dari Tegineneng, serta regulasi dekarbonisasi industri per subsektor yang disiapkan Kementerian Perindustrian untuk diterbitkan bertahap. Bersama-sama, hal itu akan menunjukkan apakah ambisi bioetanol Indonesia sedang berubah menjadi kapasitas terpasang yang terverifikasi.

Bioetanol yang terserap melalui Pertamax Green 95

Values in kL

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Teknisi PLN memperbaiki gardu induk dan tiang transmisi yang rusak di lanskap pedesaan Nusa Tenggara Timur tak lama setelah gempa, dengan bendera merah putih terlihat di latar belakang menjelang HUT Kemerdekaan
Energi & Iklim

Gempa berkekuatan magnitudo 7,0 hingga 7,7 mengguncang Laut Flores pada 15 Agustus 2026, memadamkan dua pembangkit gas dan merusak sebelas gardu induk di Nusa Tenggara Timur. PLN memulihkan seluruh sebelas gardu induk dalam 12 jam, lalu menjadikan provinsi yang sama sebagai posko pengawalan kelistrikan nasional untuk HUT ke-81 RI pada 17 Agustus, yang ditutup dengan cadangan daya 9 gigawatt atau 21,1 persen tanpa gangguan yang dilaporkan.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Pekerja kilang dan manajer operasi memeriksa dasbor pemantauan energi digital di layar ruang kendali sebuah kilang minyak Indonesia
Energi & Iklim

Pada 13 Agustus 2026, PT Kilang Pertamina Internasional membuka Bulan Energy & Loss 2026 secara serentak di seluruh unit kilangnya, mendorong pekerja menuju efisiensi energi dan pengurangan loss di bawah tema digitalisasi. Kampanye ini menyusul tahun 2025 yang mencatat pemangkasan lebih dari 450.000 ton setara CO2 oleh unit kilang tersebut, melampaui target 370.000 ton.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Bagian dalam pabrik semen Indonesia memperlihatkan kiln putar dan konveyor umpan bahan bakar alternatif, dengan operator berperlengkapan keselamatan memeriksa instrumentasi
Energi & Iklim

SIG melaporkan pada 13 Agustus bahwa pemanfaatan bahan bakar alternatif naik 24 persen menjadi 681 ribu ton pada 2025, menggantikan 467 ribu ton batu bara dan mengangkat thermal substitution rate ke 9,77 persen. Intensitas emisi Scope 1 kini 21 persen di bawah baseline 2010, terhadap target perusahaan sebesar 27 persen pada 2030.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pejabat provinsi dan anggota kelompok perhutanan sosial menandatangani dokumen di sebuah meja dalam ruang pertemuan di Jakarta, dengan gambar bentang hutan Indonesia pada layar di belakang mereka
Energi & Iklim

Pada 12 Agustus, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup menandatangani perjanjian kerja sama dengan sepuluh provinsi tambahan dalam program Results-Based Payment REDD+ Green Climate Fund, sehingga cakupan provinsi menjadi 34 dari 38. Total komitmen untuk program provinsi kini mencapai Rp761,02 miliar, dan dana tersebut berpangkal pada 20,25 juta ton penurunan emisi terverifikasi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Insinyur dan pejabat menelaah rencana proyek surya di atas meja bersama laptop dalam ruang rapat terang di Jakarta, dengan susunan panel surya atap terlihat dari jendela
Energi & Iklim

Dalam media briefing di Jakarta pada 11 Agustus, Bappenas, GIZ, dan Asosiasi Energi Surya Indonesia memaparkan bagaimana ISEW 2026 akan mempertemukan proyek yang sudah siap dengan investor. Penekanannya bergeser dari angka kapasitas ke bankability, kesiapan jaringan, dan urutan pembangunan bertahap.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Truk tangki bahan bakar sedang mengisi biodiesel di terminal BBM Indonesia saat fajar, dengan tangki penyimpanan dan jaringan pipa terlihat di belakangnya
Energi & Iklim

Direktur Utama Pertamina menyampaikan laporan kemajuan program mandatori biodiesel B50 kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang pada 9 Agustus, bersama laporan kesiapan infrastruktur untuk mandatori bioetanol. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tetap menargetkan 1 Oktober untuk cakupan penuh secara nasional.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca