Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Pertamina menutup semester pertama 2026 di atas rencana dekarbonisasi, dengan efisiensi energi sebagai penggerak utamanya

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Insinyur berperlengkapan keselamatan memeriksa boiler dan menara flare di fasilitas pengolahan minyak dan gas di Indonesia, dengan uap dan jaringan pipa terlihat pada cahaya pagi

Perusahaan energi terbesar Indonesia melaporkan penurunan emisi tingkat grup sebesar 118 persen dari rencana pada semester pertama 2026, terhadap target korporasi 1.962.156 ton CO2e. Program di balik angka itu sebagian besar adalah langkah efisiensi industri yang lazim, sehingga hasilnya dapat dibaca dan ditiru operator lain.

Sekilas data
118%
Capaian dekarbonisasi terhadap rencana, semester I 2026
1.962.156 tCO2e
Target penurunan emisi dalam rencana korporasi 2026
2,27 juta tCO2e
Penurunan emisi grup yang tercapai sepanjang 2025
745.487 tCO2e
Penurunan tahunan dari sepuluh program efisiensi pada 2024

PT Pertamina (Persero) melaporkan bahwa program dekarbonisasi tingkat grupnya menutup semester pertama 2026 di atas rencana, dengan penurunan emisi mencapai 118 persen dari tingkat yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan atau RKAP 2026. Hasil ini diberitakan sejumlah media nasional pada 8 dan 9 Agustus 2026, di antaranya Kompas, Jawa Pos, Republika, CNN Indonesia, dan Viva.

Dua lini kinerja lain bergerak ke arah yang sama. Portofolio bisnis rendah karbon perusahaan mencatat 101 persen dari target RKAP untuk periode Januari sampai Juni. Kerja lingkungan, sosial, dan tata kelola yang lebih luas, mencakup sistem tata kelola, program sosial, dan pelaporan keberlanjutan, tercatat 102 persen dari target.

Apa yang dilaporkan perusahaan

Angka utama itu berdiri di atas target korporasi sebesar 1.962.156 ton setara karbon dioksida untuk 2026. Pemberitaan sedikit berbeda dalam membaca persentasenya. Kompas menempatkan 118 persen sebagai capaian terhadap target semester pertama, sementara Jawa Pos dan beberapa kanal bisnis menyajikannya sebagai kinerja terhadap angka RKAP 2026 sebesar 1.962.156 ton CO2e. Perusahaan belum menerbitkan tonase semesteran tersendiri, sehingga pembacaan paling bersih yang tersedia hari ini adalah bahwa semester tersebut ditutup dengan nyaman di atas laju yang dituntut rencana tahunan. Sirkularium mencatat perbedaan itu alih alih menyelesaikannya, dan akan memperbarui begitu tonase diterbitkan.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengaitkan hasil tersebut dengan target nasional, bukan semata dengan posisi korporasi.

"Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen perusahaan menjalankan target pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060," kata Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina.

Program yang dikreditkan atas hasil tersebut adalah bioetanol, biofuel, dan efisiensi energi, ditopang pengadaan berkelanjutan, sustainability budget tagging, serta kerja energi komunitas melalui inisiatif Desa Energi Berdikari. Perusahaan juga merujuk keikutsertaannya dalam Oil and Gas Decarbonization Charter sepanjang 2026.

Garis tren lebih berarti daripada satu angka

Persentase terhadap rencana baru bermakna bila rencananya sendiri bergerak. Dalam hal ini, rencananya memang bergerak. Target dekarbonisasi korporasi naik dari 1,09 juta metrik ton CO2 pada 2024, ke 1,6 juta pada 2025, lalu 1.962.156 ton pada 2026. Itu kenaikan ambisi sekitar delapan puluh persen dalam tiga siklus perencanaan, dan angka 118 persen diukur terhadap yang terbesar di antara ketiganya.

Realisasi juga bergerak di atas target tersebut. Perusahaan melaporkan penurunan 1,7 juta metrik ton CO2 pada 2024 terhadap target 1,09 juta ton. Sepanjang 2025, grup melaporkan 2,27 juta ton CO2e, disertai produksi listrik energi terbarukan sebesar 8.711 gigawatt jam, naik tiga persen dari 2024, menurut pernyataan Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri pada Juni 2026. Target yang terus naik disertai hasil yang terus melampauinya adalah sinyal yang lebih sehat daripada satu kuartal yang kuat.

Efisiensi mengerjakan bagian yang senyap

Detail paling berguna bagi institusi publik bukanlah totalnya, melainkan komposisinya. Dalam pembukuan 2024, sepuluh program unggulan bersama sama menghasilkan penurunan 745.487 ton CO2e per tahun, atau 43,5 persen dari total penurunan emisi perusahaan pada tahun itu. Daftarnya jelas tidak glamor: peningkatan burner boiler, pengalihan gas suar menjadi bahan bakar turbin, pengurangan flaring, penghematan konsumsi bahan bakar gas, perbaikan efisiensi penggunaan fuel gas, penggunaan biosolar pada armada laut, dan optimasi beban boiler.

Hampir separuh penurunan emisi sebuah perusahaan energi nasional berasal dari menyetel boiler, menangkap gas suar, dan mengoperasikan peralatan secara lebih baik. Tidak satu pun menuntut teknologi baru ditemukan lebih dahulu.

Itulah temuan yang layak dibawa ke ruang kebijakan. Langkah langkah tersebut berada di dalam pabrik yang sudah berdiri, memakai peralatan yang tersedia secara komersial, dan kembali modal melalui konsumsi bahan bakar yang lebih rendah bahkan sebelum pertimbangan karbon masuk hitungan. Sifatnya pun dapat diulang. Pabrik semen, pabrik pulp, tungku keramik, dan lini pengolahan pangan sama sama mengoperasikan boiler, sama sama mengelola panas, dan sama sama kehilangan energi di titik titik yang serupa.

Kerangka nasional mendukung pembacaan ini. Pada 4 Agustus 2026, Gigih Udi Atmo, Direktur Konservasi Energi pada Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, menyampaikan kepada ANTARA bahwa pemerintah memproyeksikan efisiensi energi dapat menyumbang sekitar 37 persen terhadap target penurunan emisi sektor energi pada 2030. Efisiensi bukan pemain pendukung dalam aritmetika nasional. Ia mendekati kontributor tunggal terbesar.

Mengapa ini berguna bagi target 2030

Basis industri Indonesia sekaligus merupakan konsumen energi besar dan penyumbang emisi besar, dan sebagian besar kebutuhannya adalah panas proses yang masih dipenuhi bahan bakar fosil. Kombinasi itu persis tempat langkah efisiensi memberi hasil ganda, memangkas biaya operasi dan emisi dari intervensi yang sama. Pengungkapan Pertamina memberi sektor ini sesuatu yang selama ini jarang tersedia: sekumpulan langkah yang disebut namanya, tonase tahunan yang melekat padanya, dan porsi terhadap total penurunan yang dapat diperiksa.

Bagi pemerintah yang bekerja menuju kontribusi efisiensi 37 persen pada 2030, kedetailan seperti itu lebih bernilai daripada janji korporasi yang bersifat agregat. Ia mengubah sebuah target menjadi daftar pendek intervensi dengan besaran dampak yang diketahui.

Pandangan Sirkularium bagi pemerintah dan institusi publik

Ada tiga implikasi praktis.

Pertama, soal pengukuran. Jarak antara cara media membacakan angka 118 persen menunjukkan betapa cepat sebuah hasil yang kuat kehilangan presisi dalam perjalanannya. Pelaporan semesteran yang baku atas tonase absolut, berdampingan dengan persentase terhadap rencana, akan memungkinkan kementerian, lembaga pembiayaan, dan asosiasi industri membandingkan kinerja antarperusahaan alih alih menerima setiap pengungkapan menurut istilahnya sendiri. Ini konvensi pelaporan yang kecil dengan efek besar pada keterbandingan.

Kedua, soal replikasi. Daftar sepuluh program itu pada dasarnya adalah katalog awal efisiensi energi industri untuk Indonesia. Institusi publik dapat mempercepat penerapannya dengan menerjemahkan daftar tersebut menjadi lembar periksa audit standar bagi sektor padat energi, ditautkan pada regulasi dekarbonisasi per subsektor yang disiapkan Kementerian Perindustrian untuk terbit bertahap mulai September 2026. Langkahnya sudah terbukti, peralatannya tersedia, dan hambatannya biasanya kapasitas diagnostik, bukan modal.

Ketiga, soal pembiayaan. Proyek efisiensi jenis ini umumnya berperiode balik modal pendek dengan nilai tiket sedang, sehingga kurang nyaman bagi instrumen pembiayaan iklim berukuran besar dan justru cocok bagi fasilitas bergulir, pembiayaan vendor, serta model perusahaan jasa energi. Mengarahkan sebagian pembiayaan publik dan campuran ke struktur tersebut akan menjangkau kelas proyek yang cenderung terlewat oleh instrumen yang ada.

Yang perlu diamati berikutnya: apakah Pertamina menerbitkan tonase semesteran absolut untuk menyertai angka 118 persen, apakah katalog sepuluh program efisiensi diperbarui untuk 2025 dan 2026, serta bagaimana regulasi dekarbonisasi subsektor Kementerian Perindustrian, yang diperkirakan terbit bertahap mulai September 2026, memperlakukan kewajiban efisiensi energi bagi subsektor manufaktur prioritas.

Target dekarbonisasi korporasi tahunan Pertamina

Values in ton CO2e

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Foto lebar pabrik semen atau pupuk modern di Indonesia dengan tanur yang efisien dan panel surya atap di bawah langit biru cerah
Energi & Iklim

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza memaparkan bagaimana industri semen, pupuk, logam, dan enam subsektor lain akan memimpin dekarbonisasi industri, dengan efisiensi energi dan material sebagai pilar pertama dari enam pilar serta pelaporan emisi berkala melalui SIINas.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Foto udara panel surya yang menutupi atap pabrik besar dan sebuah kanal di dalam kawasan industri Morowali, dengan bangunan smelter dan perbukitan di latar belakang
Energi & Iklim

Para tenan di Indonesia Morowali Industrial Park kini mengoperasikan sekitar 11 MWp PLTS, dengan sistem atap 66 MWp dan pembangkit 200 MWp yang sedang dikembangkan. Langkah ini memberi pusat pengolahan nikel terbesar di Indonesia pijakan awal yang nyata pada pilar listrik rendah karbon dalam peta jalan dekarbonisasi industri nikel nasional.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Ekskavator listrik memuat bijih ke dump truck listrik di area stockpile di samping bangunan smelter, dengan stasiun pengisian daya di latar depan
Energi & Iklim

PT Virtue Dragon Nickel Industry telah berinvestasi sekitar Rp45 miliar untuk alat berat dan kendaraan material handling bertenaga listrik di Morosi, Sulawesi Tenggara, dan menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 43.411 ton hingga akhir 2027. Langkah ini menjadi contoh nyata pilar efisiensi energi dalam peta jalan dekarbonisasi industri nikel Indonesia.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Tumpukan serbuk gergaji dan serpih kayu di hub pengumpulan biomassa di samping truk, dengan pekerja memeriksa mutu bahan bakar
Energi & Iklim

Di Electricity Connect 2026, PLN Energi Primer Indonesia memaparkan strategi bioenergi yang berangkat dari residu yang sudah tersedia di lahan pertanian, perkebunan, hutan, pabrik dan kota, lalu bergerak dari cofiring menuju biochar, syngas, biohidrogen dan compressed biogas. Perusahaan memperkirakan 10 juta ton biomassa saja dapat menopang sekitar 150.000 lapangan kerja hijau.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Deretan panel surya di atas tanah di samping kontainer baterai pada pembangkit listrik pulau kecil, dengan rumah genset diesel lama di latar belakang
Energi & Iklim

PLN Indonesia Power dan PT ACE Energy Service sepakat di Electricity Connect 2026 untuk membangun PLTS 60 MWp yang dipadukan dengan baterai 200 MWh di sepuluh lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah. Proyek senilai Rp3,3 triliun ini memakai panel buatan dalam negeri dan berpotensi menurunkan biaya penyediaan listrik sekitar Rp1.000 per kWh.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Kolom amine penghilang CO2 dan unit pengolahan gas di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus, Lapangan Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat
Energi & Iklim

Stasiun Pengumpul Akasia Bagus milik Pertamina EP di Indramayu kini menurunkan kadar karbon dioksida dari 65 persen menjadi 5 persen, mengubah gas yang dulu dibakar menjadi bahan bakar pembangkit listrik industri di Cikarang, dan operator memandang desainnya sebagai proyek percontohan bagi lapangan ber-CO2 tinggi seperti Natuna.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca