Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Anak usaha perkapalan Pertamina perluas green shipping bertenaga surya menuju sembilan kapal pada 2029

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Panel surya terpasang di dek kapal tongkang minyak atau kapal pendukung Indonesia di laut, menggambarkan dekarbonisasi sektor maritim

PT Pertamina Trans Kontinental memperbesar penggunaan energi surya dan baterai di armadanya, berlandaskan kasus yang telah terdokumentasi yaitu penghematan 79,2 ton CO2 dan 28,08 kiloliter solar per tahun untuk satu kapal, dengan kapal kargo mulai bergabung dalam program ini sejak 2026.

Sekilas data
79,2 ton
CO2 yang dihindari per tahun pada kapal percontohan yang terdokumentasi
28,08 kL
Solar yang dihemat per tahun pada kapal yang sama
9 kapal
Target armada bertenaga surya PTK pada 2029, naik dari 2 kapal saat ini
66.721 tCO2e
Emisi yang dihindari PTK dari seluruh program energi hijau sepanjang 2025

Apa yang terjadi

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak usaha manajemen armada dari PT Pertamina International Shipping (PIS), pekan ini mengumumkan perluasan penggunaan energi surya di kapal-kapalnya sebagai bagian dari program green shipping yang lebih luas. Dua kapal dalam armadanya sudah beroperasi dengan sistem panel surya dan baterai. PTK berencana menambah satu kapal kargo pada 2026, kemudian enam kapal lagi secara bertahap hingga 2029, sehingga total mencapai sembilan kapal bertenaga surya pada akhir dekade ini.

Dewi Susanti, Direktur Armada PTK, menjelaskan rencana tersebut secara langsung: "Selanjutnya kami merencanakan pemasangan panel surya pada enam kapal kargo lainnya secara bertahap hingga 2029." Ia menjelaskan bahwa panel surya mendukung kebutuhan listrik berbagai peralatan di atas kapal, sehingga mengurangi bahan bakar fosil yang harus dibakar kapal selama beroperasi.

Perluasan ini berlandaskan pada instalasi yang telah terdokumentasi, rampung Juni 2026 di kapal tongkang minyak OB Patra 2303, hasil kerja sama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) sebagai penyedia teknologi, PTK sebagai operator armada, dan PIS sebagai subholding logistik maritim terintegrasi. Proyek tersebut menyajikan angka publik paling jelas mengenai hasil retrofit panel surya dan baterai pada kapal komersial Indonesia saat ini, dan menjadi acuan yang kini diperbesar skalanya oleh PTK.

Angka-angka di baliknya

Instalasi di OB Patra 2303 menggunakan sistem panel surya off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh. Keduanya mampu memasok hingga enam jam kebutuhan daya bantu harian kapal. Pertamina melaporkan konfigurasi ini menghindarkan 79,2 ton emisi CO2 dan menghemat 28,08 kiloliter solar setiap tahun, angka yang konsisten dikonfirmasi oleh liputan Antara, CNBC Indonesia, Jawa Pos, dan Ecobiz Asia atas proyek ini.

Secara keseluruhan perusahaan, PTK menyebutkan Green Energy Program-nya, yang menggabungkan peralihan ke bahan bakar rendah karbon, teknologi dual fuel LNG, tenaga surya, dan baterai, berhasil menghindarkan 66.721 ton setara CO2 sepanjang 2025. Jika dibandingkan dengan penghematan per kapal yang terdokumentasi di OB Patra 2303, perluasan tenaga surya ke sembilan kapal pada 2029 berpotensi menambah signifikan pada angka tersebut, meski PTK belum mempublikasikan proyeksi tingkat armada untuk 2029.

Memperluas tenaga surya ke kapal kargo memiliki kompleksitas rekayasa yang lebih tinggi dibanding kapal pendukung. Karena kapal pengangkut minyak dan kargo harus memenuhi standar keselamatan yang lebih ketat, PTK menjalankan kajian teknis bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), badan klasifikasi kapal nasional, sebelum setiap instalasi. Perusahaan juga berencana menguji coba Battery Management System yang ditingkatkan mulai 2027, langkah menuju sistem penyimpanan di kapal yang lebih andal seiring bertambahnya armada.

"Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut," kata Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina.

Mengapa ini penting

Perkapalan dan logistik maritim adalah sudut yang sering terlewat dalam pembahasan transisi energi Indonesia, yang cenderung berfokus pada jaringan listrik, target PLTS 100 GW, dan industri berat. Padahal subholding maritim milik Pertamina sendiri mengoperasikan armada domestik besar yang mengangkut bahan bakar, kargo, dan peralatan di seluruh nusantara, wilayah di mana transportasi laut adalah kebutuhan utama, bukan pengecualian. Efisiensi di sini bersifat akumulatif: semakin sedikit solar yang dibakar per pelayaran, semakin rendah biaya operasional bagi badan usaha milik negara sekaligus memangkas emisi yang sulit diatasi hanya melalui dekarbonisasi jaringan listrik.

Program ini juga menunjukkan sebuah model yang dapat diadaptasi operator perkapalan dan otoritas pelabuhan lain di Indonesia, beberapa di antaranya belakangan ini juga mengejar sertifikasi pelabuhan hijau dan cerdas, tanpa perlu menunggu kapasitas energi terbarukan skala jaringan tersedia. Retrofit panel surya dan baterai merupakan peningkatan yang terukur dan mandiri, dapat dibiayai, dipasang, dan diverifikasi operator armada terhadap angka penghematan yang jelas, jenis intervensi yang diprioritaskan program efisiensi energi karena memberikan hasil terukur dalam jangka pendek.

Eko Cahyadi, Pelaksana Tugas Direktur Utama PTK, menyoroti kompleksitas tambahan dalam mengerjakan hal ini secara aman: instalasi pada kapal bermuatan berbahaya "membutuhkan standar keselamatan yang jauh lebih ketat" dibanding kapal pendukung, sehingga koordinasi dengan BKI menjadi penting seiring program ini berkembang melampaui dua kapal pertamanya.

Perbedaan antara kapal pendukung dan kapal kargo ini bukan sekadar catatan teknis kecil. Kapal pendukung atau tongkang biasanya memiliki ruang dek lebih luas dan lebih sedikit kendala kebakaran maupun tekanan terkait kargo, sehingga pemasangan panel surya dan bank baterai relatif lebih sederhana. Kapal tanker atau kargo yang mengangkut muatan mudah terbakar atau berbahaya harus memenuhi aturan klasifikasi tambahan yang mencakup isolasi kelistrikan, penempatan baterai, dan sistem pemadam kebakaran sebelum badan klasifikasi seperti BKI memberikan persetujuan. Itulah sebabnya PTK menempatkan kapal kargo 2026 sebagai ujian nyata berikutnya bagi program ini, bukan sekadar titik data ketiga dari pola yang sudah ada.

Yang akan datang

Tonggak jangka pendek adalah instalasi kapal kargo pada 2026, yang akan menjadi retrofit panel surya dan baterai pertama yang dicoba PTK pada lambung pengangkut kargo, bukan kapal pendukung atau tongkang minyak. Keberhasilan di tahap ini, terverifikasi melalui tinjauan keselamatan BKI, akan menjadi preseden teknis bagi enam instalasi kapal kargo berikutnya yang direncanakan hingga 2029.

Uji coba Battery Management System pada 2027 juga layak dipantau. BMS yang lebih canggih akan memungkinkan PTK mengelola siklus pengisian dan distribusi beban secara lebih presisi di armada surya yang terus bertambah, hal yang penting seiring perusahaan beralih dari kapal percontohan yang terisolasi menjadi program terkoordinasi sembilan kapal yang tersebar di berbagai jenis kapal dan rute.

PTK belum mengungkapkan biaya investasi program retrofit ini maupun sumber pembiayaan untuk enam kapal kargo tambahan yang direncanakan hingga 2029, rincian yang akan membantu pengamat luar menilai seberapa mudah model ini direplikasi oleh operator perkapalan yang lebih kecil dan bermodal terbatas. Pemangku kepentingan pemerintah dan mitra multilateral yang memantau dekarbonisasi maritim di Indonesia sebaiknya menantikan keterbukaan informasi tersebut, karena transparansi biaya adalah faktor yang akan memungkinkan pendekatan ini diadopsi lebih luas, tidak hanya di satu armada badan usaha milik negara.

Pandangan Sirkularium

Bagi pemangku kepentingan pemerintah dan sektor publik yang menangani transisi energi Indonesia, program PTK ini menjadi ilustrasi berguna tentang wujud "dekarbonisasi industri" di luar target gigawatt yang biasa jadi sorotan utama. Angkanya memang moderat jika berdiri sendiri, 79,2 ton CO2 dan 28,08 kiloliter solar per kapal, tetapi nyata, terukur, dan dapat direplikasi, dan jalur perluasan dari dua kapal menjadi sembilan bersifat konkret, bukan sekadar aspirasi.

Pembuat kebijakan yang mengawasi komitmen dekarbonisasi badan usaha milik negara sebaiknya menjadikan studi kasus per kapal yang terdokumentasi seperti ini sebagai model pelaporan: angka sebelum-sesudah yang jelas, mitra teknologi yang disebutkan namanya, garis waktu bertahap, dan tahap tinjauan keselamatan yang eksplisit untuk aplikasi berisiko lebih tinggi. Kementerian dan lembaga pembiayaan yang ingin mendukung retrofit serupa di armada niaga dan perikanan Indonesia yang lebih luas sebaiknya mempelajari proses koordinasi dengan BKI yang telah dibangun PTK, karena sertifikasi keselamatan, bukan biaya teknologi, sering menjadi kendala utama adopsi tenaga surya di sektor maritim. Sirkularium akan terus memantau bagaimana kinerja tahap kapal kargo dalam program ini setelah tinjauan keselamatan BKI rampung.

Jumlah kapal PTK yang beroperasi dengan tenaga surya dan baterai

Values in kapal

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Hamparan tanaman singkong dan sorgum di perkebunan luas di Kalimantan, dengan ahli agronomi mengambil sampel tanah di latar depan dan pabrik pengolahan di kejauhan
Energi & Iklim

BUMN perkebunan Agrinas Palma Nusantara menyampaikan pada 8 Oktober bahwa pihaknya telah memetakan satu juta hektare lahan khusus untuk jagung, sorgum, dan singkong sebagai bahan baku bioetanol, dengan potensi produksi sekitar 5 juta kiloliter per tahun untuk mendukung campuran 20 persen etanol dalam bensin. Rencana ini menggeser pembahasan E20 dari target pencampuran ke kebun, pabrik, dan perizinan yang akan memasoknya.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Kontainer berisi sel baterai litium ion dimuat ke kapal kargo di pelabuhan kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, dengan bangunan industri dan perbukitan hijau di latar belakang
Energi & Iklim

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik Indonesia dan 11 proyek hilirisasi senilai US$10,2 miliar di Indonesia Weda Bay Industrial Park. Babak berikutnya bagi kawasan ini adalah memenuhi kebutuhan listrik 7,1 GW dengan lebih banyak tenaga surya dan angin.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Panel surya atap di sebuah pabrik pulp dan kertas besar di Indonesia, dengan bangunan pengolahan pabrik di latar belakang
Energi & Iklim

Grup pulp dan kertas ini berkomitmen menggunakan 100 persen listrik terbarukan di seluruh operasinya paling lambat pada 2050, berangkat dari bauran energi 2025 di mana sumber terbarukan, terutama black liquor dari pabriknya sendiri, sudah memasok 57,3 persen total penggunaan energi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Reaktor dan jaringan pipa pabrik amonia di kompleks Pupuk Kaltim, Bontang, Kalimantan Timur, pada siang hari
Energi & Iklim

Deklarasi bersama dengan pemegang lisensi teknologi asal Swiss, Casale, pada 6 Oktober menegaskan bahwa Ammonia Pabrik-2 di Bontang hasil revamping menurunkan konsumsi energi dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton sekaligus menaikkan produksi 4,18 persen, menghemat sekitar Rp228 miliar dan 110.000 ton CO2 per tahun.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Unit pemurnian biogas dan kolam limbah tertutup di samping pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan, dengan jaringan pipa gas menuju stasiun meter
Energi & Iklim

PGN memastikan akan membeli dan menyalurkan biometana dari fasilitas baru di Sumatera Selatan yang dikembangkan perusahaan patungan KIS Biofuels dan Toyota Tsusho. Peletakan batu pertama dilakukan pada 5 Oktober, dengan target sekitar 150.000 MMBtu per tahun untuk Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan industri lain mulai 2027.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Deretan panel surya terapung di permukaan waduk yang tenang di Indonesia dengan dinding bendungan dan perbukitan hijau di latar belakang
Energi & Iklim

Pada 5 Oktober, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menemui Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno dengan 22 rekomendasi untuk RUU EBET dan usulan memanfaatkan 263 bendungan milik negara, dengan potensi PLTS terapung dan PLTA sekitar 23,9 GW, untuk mempercepat program PLTS 100 GWp.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca