Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Pemerintah menetapkan jadwal mengembalikan Sarulla ke 330 megawatt dan membuka lapangan panas bumi 1.100 megawatt

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Uap mengepul dari sumur panas bumi dan bangunan turbin di antara perbukitan berhutan di Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan batas waktu administrasi pada Oktober 2026 dan jendela pengerjaan 2027 hingga 2028 untuk mengembalikan PLTP Sarulla di Sumatera Utara ke kapasitas terpasang 330 megawatt, pada lapangan yang potensi sumber dayanya diperkirakan mencapai 1.100 megawatt.

Sekilas data
330 MW
Kapasitas terpasang Sarulla yang akan dipulihkan
1.100 MW
Perkiraan potensi sumber daya lapangan
USD 270 juta
Investasi baru yang disiapkan
2.745 GWh
Produksi panas bumi PGEO, semester I 2026

Indonesia menghabiskan sebagian besar dua tahun terakhir untuk menambah kapasitas energi terbarukan baru. Keputusan yang diumumkan akhir pekan ini menunjuk ke arah yang sedikit berbeda, dan nilainya bisa sama besar. Alih alih memulai pembangunan sesuatu yang baru, pemerintah bergerak memulihkan kapasitas yang sudah ada.

Lapangan yang beroperasi kembali ke kapasitas desainnya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyusun jadwal untuk mengembalikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla ke kapasitas terpasang penuh 330 megawatt. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot memaparkan rencana tersebut setelah kunjungan ke lokasi pada akhir Juli, dan kabar itu diberitakan oleh berbagai media nasional pada 1 dan 2 Agustus.

Urutannya sengaja dibuat sederhana. Urusan administrasi, yang mencakup perizinan, penataan kontrak dan kerangka investasi, ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Pekerjaan fisik untuk menaikkan produksi menyusul sepanjang 2027 dan 2028. Yuliot menjelaskan tahap kedua secara lugas, bahwa setelah administrasi selesai pemerintah akan mengejar peningkatan kapasitas produksi pada 2027 dan 2028.

Sarulla berada di Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dan dioperasikan oleh konsorsium Sarulla Operations Ltd. Pembangkit ini dibangun dalam tiga unit berkapasitas 110 megawatt masing masing. Unit Silangkitang mulai beroperasi komersial pada Maret 2017, Namora I Langit 1 menyusul pada Oktober 2017, dan Namora I Langit 2 pada Mei 2018. Untuk suatu periode, kompleks ini termasuk salah satu instalasi panas bumi tunggal terbesar di dunia.

Saat ini pembangkit menghasilkan sekitar 220 megawatt dibandingkan angka desain 330 megawatt. Selisih tersebut bukan cacat konstruksi. Kondisi itu mencerminkan perubahan tekanan uap di reservoir, yang dalam pemberitaan atas pengumuman ini disebut sebagai tantangan teknis utama di lokasi. Lapangan panas bumi adalah sistem yang hidup. Tekanan, suhu dan laju aliran bergeser seiring sumur diproduksikan, dan menjaga keluaran menuntut investasi berkelanjutan pada sumur pengganti, strategi reinjeksi dan peralatan permukaan.

Angka di balik keputusan ini

Pemerintah menyebut dibutuhkan sekitar USD 270 juta investasi baru untuk mengembalikan pembangkit ke 330 megawatt. Sejumlah media mengonversinya menjadi sekitar Rp4,8 triliun, sementara Bisnis Indonesia memberitakan angka Rp4,86 triliun. Satu laporan dari Dunia Energi memuat kutipan langsung yang menyebut USD 160 juta, bukan USD 270 juta, sehingga kebutuhan modal yang persis sebaiknya diperlakukan sebagai angka sementara sampai dokumen kontrak dituntaskan. Yang konsisten di seluruh pemberitaan adalah tujuannya: 330 megawatt dipulihkan, pada lapangan yang potensi sumber dayanya dinilai sekitar 1.100 megawatt.

Angka terakhir itulah yang perlu dipegang. Memulihkan 110 megawatt keluaran yang hilang jelas bermanfaat. Membangun dasar teknis dan komersial untuk mengembangkan tambahan 770 megawatt di lapangan yang sudah terbukti adalah peluang dengan skala yang berbeda.

Lapangan yang sudah dibor, sudah tersambung dan sudah berizin adalah megawatt termurah dalam portofolio nasional. Memulihkannya lebih cepat daripada membangunnya, dan sambungan jaringannya sudah tersedia.

Mengapa kapasitas yang dipulihkan bernilai lebih dari ukurannya

Satu megawatt yang dipulihkan di Sarulla tidak setara dengan satu megawatt yang ditambahkan di tempat lain. Tiga hal membuatnya bernilai istimewa.

Pertama, sambungan transmisinya sudah ada. Sebagian besar keterlambatan proyek energi terbarukan di Indonesia terletak pada interkoneksi jaringan, bukan pada pembangkitnya. Sarulla sudah terintegrasi ke dalam sistem Sumatera Utara.

Kedua, panas bumi beroperasi terus menerus. Kapasitas surya dan angin tumbuh cepat dan sebaiknya terus demikian, tetapi panas bumi memasok keluaran andal sepanjang waktu dengan faktor kapasitas tinggi. Bagi operator sistem yang menyeimbangkan porsi pembangkitan variabel yang meningkat, kapasitas terbarukan yang andal adalah sumber daya yang membuat sisa portofolio bekerja.

Ketiga, sumber dayanya domestik dan harganya stabil. Keluaran panas bumi tidak terpapar harga bahan bakar impor atau pergerakan nilai tukar sebagaimana pembangkit termal. Bagi Sumatera Utara, tempat industri, pengolahan hasil pertanian dan ekonomi jasa yang tumbuh sama sama bergantung pada satu jaringan, stabilitas itu punya nilai ekonomi langsung.

Panas bumi juga menunjukkan kinerja komersial

Keputusan Sarulla datang pada pekan yang sama ketika pengembang panas bumi terbesar Indonesia melaporkan semester pertama yang kuat. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mencatat pendapatan USD 235,027 juta pada semester I 2026, setara sekitar Rp4,24 triliun, naik 14,7 persen dari USD 204,850 juta setahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD 79,605 juta, atau sekitar Rp1,44 triliun, meningkat 15,48 persen dari USD 68,932 juta.

Produksi menjelaskan sebagian besar capaian itu. PGEO membangkitkan 2.745 gigawatt jam pada semester I 2026, naik 13,62 persen dari 2.416 gigawatt jam pada periode yang sama 2025. Laba kotor naik menjadi USD 130,440 juta dari USD 120,651 juta, dan laba usaha menjadi USD 114,558 juta dari USD 109,703 juta. Keuntungan selisih kurs sebesar USD 5,050 juta, dibandingkan kerugian USD 13,441 juta setahun sebelumnya, turut menambah hasil yang dilaporkan.

Direktur Keuangan Fransetya Hasudungan Hutabarat mengaitkan perbaikan tersebut dengan pelaksanaan strategi yang konsisten dan keandalan pembangkit, bukan dengan faktor sesaat. Perseroan saat ini mengoperasikan 727 megawatt di 15 wilayah kerja panas bumi, mengelola porsi besar aktivitas panas bumi nasional, dan menargetkan kapasitas terpasang 1 gigawatt pada 2028 serta 1,8 gigawatt pada 2033. Rencana usaha penyediaan tenaga listrik PLN untuk 2025 hingga 2034 menetapkan angka panas bumi nasional sebesar 5,2 gigawatt.

Dibaca bersama, kedua perkembangan ini membentuk satu cerita yang utuh. Panas bumi di Indonesia menghasilkan pendapatan yang andal, keandalannya membaik, dan pemerintah kini mengarahkan perhatian pada kapasitas yang perlahan berkurang di lapangan yang sudah beroperasi.

Apa artinya bagi industri

Listrik terbarukan yang andal adalah prasyarat bagi hampir semua jalur dekarbonisasi industri yang kredibel. Produsen yang mengejar perbaikan efisiensi, elektrifikasi panas proses dan rantai pasok rendah karbon terverifikasi membutuhkan listrik bersih yang tersedia pada pukul tiga dini hari sama andalnya seperti pada tengah hari. PLTS atap dan sistem manajemen energi menurunkan konsumsi, dan keduanya sebaiknya tetap menjadi langkah pertama karena murah dan cepat. Selebihnya, intensitas emisi dari listrik yang masih ditarik pabrik dari jaringan ditentukan oleh bauran pembangkitan.

Sumatera Utara menjadi basis pengolahan kelapa sawit, pulp dan kertas, karet serta industri makanan yang signifikan. Setiap sektor tersebut menghadapi persyaratan pembeli yang makin ketat soal emisi terkandung. Jaringan regional dengan komponen terbarukan andal yang lebih besar memberi industri tersebut jawaban yang lugas, tanpa setiap lokasi harus membangun pembangkitnya sendiri.

Pandangan Sirkularium

Bagi pemerintah dan institusi publik, tiga hal berikut layak dicatat.

Dari sisi kebijakan, kasus Sarulla mendukung perlakuan pemulihan kapasitas di lapangan yang sudah ada sebagai lini program tersendiri dengan targetnya sendiri, terpisah dari pembangunan baru. Pelaporan nasional cenderung mengukur kemajuan dari megawatt baru yang beroperasi. Megawatt yang dipulihkan memberikan energi yang sama dengan biaya lebih rendah dan waktu tunggu lebih pendek, dan saat ini mendapat jauh lebih sedikit perhatian kelembagaan.

Dari sisi pembiayaan, batas waktu administrasi Oktober 2026 adalah elemen penopang rencana ini. Investasi panas bumi sensitif terhadap kepastian perizinan dan kejelasan pengaturan pembelian listrik. Memenuhi tanggal tersebut, dan mempublikasikan angka modal final setelah disepakati, akan menyelesaikan perbedaan antara angka USD 160 juta dan USD 270 juta yang kini beredar serta memberi pasar titik acuan yang jelas.

Dari sisi implementasi, pengelolaan reservoir layak mendapat kedudukan yang setara dengan konstruksi. Penurunan tekanan uap adalah kondisi rekayasa yang dapat dikelola, bukan kegagalan, sepanjang pengeboran sumur pengganti dan reinjeksi direncanakan serta dibiayai secara berkelanjutan, bukan ditangani setelah kinerja terlanjur turun. Menanamkan disiplin itu ke dalam setiap perjanjian konsesi panas bumi akan mencegah lapangan lain sampai pada posisi Sarulla saat ini.

Transisi energi yang paling efisien adalah transisi yang menjaga apa yang sudah dibangun tetap bekerja pada kemampuan penuhnya, lalu menambahkannya.

Yang perlu diamati berikutnya: apakah paket administrasi benar benar tuntas pada Oktober 2026, apakah angka investasi final dikonfirmasi pada ujung atas atau bawah rentang yang diberitakan, dan apakah 770 megawatt potensi Sarulla yang belum dikembangkan masuk ke dalam putaran perencanaan nasional berikutnya, bukan sekadar menjadi catatan dalam kajian sumber daya.

Sarulla, dari produksi saat ini hingga potensi penuh lapangan

Values in MW

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Para menteri mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara Jakarta dengan latar bendera Merah Putih
Energi & Iklim

Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang pertama, sebuah jabatan baru yang menyatukan peningkatan nilai tambah industri dan pembangunan energi bersih di bawah satu payung koordinasi, sementara Bahlil tetap memimpin Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Foto lebar pabrik semen atau pupuk modern di Indonesia dengan tanur yang efisien dan panel surya atap di bawah langit biru cerah
Energi & Iklim

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza memaparkan bagaimana industri semen, pupuk, logam, dan enam subsektor lain akan memimpin dekarbonisasi industri, dengan efisiensi energi dan material sebagai pilar pertama dari enam pilar serta pelaporan emisi berkala melalui SIINas.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Foto udara panel surya yang menutupi atap pabrik besar dan sebuah kanal di dalam kawasan industri Morowali, dengan bangunan smelter dan perbukitan di latar belakang
Energi & Iklim

Para tenan di Indonesia Morowali Industrial Park kini mengoperasikan sekitar 11 MWp PLTS, dengan sistem atap 66 MWp dan pembangkit 200 MWp yang sedang dikembangkan. Langkah ini memberi pusat pengolahan nikel terbesar di Indonesia pijakan awal yang nyata pada pilar listrik rendah karbon dalam peta jalan dekarbonisasi industri nikel nasional.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Ekskavator listrik memuat bijih ke dump truck listrik di area stockpile di samping bangunan smelter, dengan stasiun pengisian daya di latar depan
Energi & Iklim

PT Virtue Dragon Nickel Industry telah berinvestasi sekitar Rp45 miliar untuk alat berat dan kendaraan material handling bertenaga listrik di Morosi, Sulawesi Tenggara, dan menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 43.411 ton hingga akhir 2027. Langkah ini menjadi contoh nyata pilar efisiensi energi dalam peta jalan dekarbonisasi industri nikel Indonesia.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Tumpukan serbuk gergaji dan serpih kayu di hub pengumpulan biomassa di samping truk, dengan pekerja memeriksa mutu bahan bakar
Energi & Iklim

Di Electricity Connect 2026, PLN Energi Primer Indonesia memaparkan strategi bioenergi yang berangkat dari residu yang sudah tersedia di lahan pertanian, perkebunan, hutan, pabrik dan kota, lalu bergerak dari cofiring menuju biochar, syngas, biohidrogen dan compressed biogas. Perusahaan memperkirakan 10 juta ton biomassa saja dapat menopang sekitar 150.000 lapangan kerja hijau.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Deretan panel surya di atas tanah di samping kontainer baterai pada pembangkit listrik pulau kecil, dengan rumah genset diesel lama di latar belakang
Energi & Iklim

PLN Indonesia Power dan PT ACE Energy Service sepakat di Electricity Connect 2026 untuk membangun PLTS 60 MWp yang dipadukan dengan baterai 200 MWh di sepuluh lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah. Proyek senilai Rp3,3 triliun ini memakai panel buatan dalam negeri dan berpotensi menurunkan biaya penyediaan listrik sekitar Rp1.000 per kWh.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca