Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Semen Baturaja teken kerja sama lima tahun untuk mengolah sampah Sumatera Selatan menjadi bahan bakar kiln semen

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Bal refuse derived fuel di samping konveyor dan kiln pabrik semen di Sumatera Selatan

PT Semen Baturaja, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu dan PT Asiana Technologies Lestary sepakat mengubah sampah TPA Simpang Kandis menjadi refuse derived fuel untuk produksi semen, memperluas program bahan bakar alternatif yang sudah mencapai 120.989 ton pada sembilan bulan pertama 2025.

Sekilas data
120.989 t
Bahan bakar alternatif Semen Baturaja hingga kuartal III 2025
9,77%
Tingkat substitusi termal grup SIG pada 2025
467.000 t
Batu bara yang digantikan di seluruh SIG pada 2025
48 t/hari
Potensi RDF yang dipetakan di OKU dan OKU Timur

Agenda dekarbonisasi industri Indonesia bergerak maju pada sisi yang sangat praktis pekan ini. Pada 31 Juli 2026, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, emiten dengan kode SMBR, mengumumkan nota kesepahaman bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan PT Asiana Technologies Lestary untuk mengubah sampah perkotaan dari TPA Simpang Kandis menjadi refuse derived fuel atau RDF sebagai bahan bakar produksi semen. Kesepakatan itu berlaku lima tahun dan dapat diperpanjang atas persetujuan kedua pihak.

Kesepakatan yang berdiri di atas sebuah TPA di Ogan Komering Ulu

Fasilitas RDF direncanakan berada di dalam kawasan TPA Simpang Kandis, Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang. Sampah yang semula ditimbun akan dipilah, dikeringkan dan dicacah menjadi bahan bakar dengan nilai kalor yang dapat dimanfaatkan, lalu dimasukkan ke kiln semen untuk menggantikan sebagian porsi batu bara. Suherman Yahya, Direktur Utama Semen Baturaja, menyebut kolaborasi ini bukan sekadar solusi atas tantangan pengelolaan sampah daerah, melainkan bagian dari langkah perusahaan meningkatkan pemanfaatan bahan bakar dan bahan baku alternatif yang dikenal di industri sebagai AFR.

Struktur kerja samanya sama pentingnya dengan teknologinya. Menurut ANTARA, Pemerintah Kabupaten OKU menyediakan lokasi tanpa mengalokasikan anggaran daerah dan tanpa membayar biaya pengolahan sampah. Operator justru menyewa lahan di kawasan TPA dari pemerintah kabupaten, sehingga pos yang selama ini menjadi beban berubah menjadi sumber pendapatan daerah.

Teknologi RDF ini menjadi solusi tepat, karena selain sampah berkurang, daerah juga mendapat pemasukan sewa lahan tanpa biaya operasional dari APBD.

Teddy Meilwansyah, Bupati Ogan Komering Ulu

Angka di balik peralihan bahan bakar

Semen Baturaja tidak memulai dari titik nol. Hingga kuartal III 2025 perusahaan memanfaatkan 120.989 ton bahan bakar dan bahan baku alternatif, sekitar 22 persen di atas 99.219 ton pada periode yang sama tahun 2024. Pada semester pertama 2025 saja angkanya mencapai 77.300 ton, naik sekitar 33,5 persen secara tahunan, terutama didorong perluasan pemanfaatan biomassa seperti serbuk gergaji dan serpihan kayu di samping residu industri seperti spent bleaching earth dan sludge oil.

Publikasi perusahaan juga memuat ukuran yang lebih sempit. Rilis korporat untuk tahun buku 2024 menyebut 9.401 ton AFR, naik 41 persen dari 6.661 ton pada 2023, disertai tingkat substitusi termal 3,18 persen terhadap target 2,63 persen. Kedua seri angka ini tidak sebanding secara langsung dan perusahaan belum menerbitkan rekonsiliasinya, sehingga angka yang lebih kecil tampaknya mencakup kategori bahan bakar olahan tertentu, bukan total volume bahan bakar dan bahan baku alternatif. Pembaca sebaiknya memperlakukan angka 120.989 ton dan angka 9.401 ton sebagai dua hal yang berbeda.

Ukuran mana pun yang dipakai, arahnya konsisten, dan tingkat substitusi termal menunjukkan berapa banyak ruang yang masih tersedia. Pada 3,18 persen di 2024, Semen Baturaja masih berada jauh di bawah induknya. SIG, holding semen milik negara, menaikkan tingkat substitusi termal menjadi 9,77 persen pada 2025 dari 7,56 persen pada 2024 dan 7,27 persen pada 2023. RDF dengan pasokan perkotaan yang khusus adalah persis jenis input yang menutup selisih semacam itu.

Mengapa kiln semen cocok untuk refuse derived fuel

Bahan bakar menyerap 30 hingga 40 persen biaya produksi semen, angka yang disampaikan Taufik, Direktur Operasi Semen Baturaja, ketika perusahaan membahas RDF bersama Kementerian Lingkungan Hidup pada September 2025. Porsi biaya sebesar itu menjelaskan mengapa substitusi bahan bakar menjadi salah satu dari sedikit tuas dekarbonisasi di industri berat yang memperbaiki neraca keuangan sekaligus neraca emisi.

Kiln semen juga secara teknis sesuai untuk tugas ini. Kiln beroperasi terus menerus pada suhu sangat tinggi dengan waktu tinggal yang panjang, kondisi yang menguraikan kontaminan organik dan mengikat residu abu ke dalam klinker sehingga tidak menyisakan aliran limbah baru. Kombinasi itulah yang membuat co-processing RDF menjadi praktik lazim di sektor semen Eropa dan Jepang, dan yang membuat Kementerian Lingkungan Hidup mendorong kabupaten dan kota di Sumatera Selatan mengarahkan sampah terpilah ke kiln semen.

Pemanfaatan material ini tidak hanya berkontribusi mengurangi limbah industri dan dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi dalam proses produksi semen.

Hari Liandu, Vice President of Corporate Secretary, Semen Baturaja

Rantai pasok regional, bukan satu pabrik tunggal

Kesepakatan Simpang Kandis adalah satu simpul dari pemetaan yang lebih luas. Pada pertemuan September 2025 bersama Kementerian Lingkungan Hidup, yang dihadiri Edward Nixon Pakpahan, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara, serta dinas lingkungan hidup dari 12 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, teridentifikasi potensi RDF sekitar 48 ton per hari dari OKU dan OKU Timur saja. Dua belas daerah yang terlibat mencakup Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan PALI.

Pabrik Baturaja II milik Semen Baturaja sudah mengoperasikan fasilitas bahan bakar alternatif berkapasitas 5 ton per jam. Kendalanya tidak pernah terletak pada kapasitas kiln, melainkan pada kepastian pasokan bahan bakar yang konsisten dan terikat kontrak dengan kadar air serta nilai kalor yang dapat diprediksi. Justru itulah yang dirancang untuk dijawab oleh perjanjian lima tahun bersama pemerintah kabupaten dan operator pengolahan khusus.

Apa yang ditunjukkan skala grup

Induk perusahaan memberi gambaran mengenai hasil dari substitusi yang sudah matang. SIG memanfaatkan 681.567 ton bahan bakar alternatif pada 2025, naik 24 persen dari tahun sebelumnya, dan menggantikan 467.000 ton batu bara. Grup ini menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca Cakupan 1 sebesar 21 persen terhadap basis 2010 dan emisi Cakupan 2 sebesar 15 persen terhadap basis 2019, dengan intensitas karbon 494 kg CO2 per ton semen PCC. SIG juga menerima enam penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 2025.

Bagi produsen berskala menengah seperti Semen Baturaja, menggeser substitusi termal dari sekitar 3 persen menuju level grup akan menggantikan puluhan ribu ton batu bara setiap tahun sekaligus mengalihkan tonase sampah setara dari TPA yang di banyak kabupaten Sumatera Selatan sudah mendekati kapasitas izinnya.

Pandangan Sirkularium

Kesepakatan ini menjadi templat yang berguna bagi institusi publik karena menyelesaikan dua persoalan dengan satu aset. Daerah memperoleh pengurangan timbulan di TPA, pendapatan daerah dan nihil beban anggaran. Pengguna energi industri memperoleh lindung nilai terhadap volatilitas harga batu bara serta kemajuan terukur pada intensitas emisi. Keduanya tercapai tanpa subsidi.

Bagi pembuat kebijakan, tiga hal layak dicermati. Pertama, kualitas umpan: RDF hanya bekerja bila sampah dipilah dari sumber atau disortir secara mekanis hingga spesifikasinya konsisten, sehingga infrastruktur pemilahan di tingkat daerah menjadi penentu keberhasilan yang sesungguhnya. Kedua, standardisasi kontrak: model perjanjian yang dapat direplikasi, mencakup ketentuan sewa lahan, skema tipping fee, spesifikasi nilai kalor dan volume serapan, akan memungkinkan daerah lain bergerak cepat tanpa harus bernegosiasi dari awal. Ketiga, pengukuran: tingkat substitusi termal adalah indikator yang bersih dan dapat diaudit, dan pelaporannya secara konsisten di seluruh armada pabrik semen nasional akan memberi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Lingkungan Hidup satu papan skor bersama untuk efisiensi energi industri.

Tonggak berikutnya yang perlu diamati adalah jadwal konstruksi fasilitas Simpang Kandis, apakah kabupaten sekitarnya memformalkan perjanjian pasokan untuk mengangkat volume melampaui 48 ton per hari yang sudah dipetakan, dan apakah Semen Baturaja menerbitkan target substitusi termal terbaru untuk 2026 dan 2027. Angka-angka itulah yang akan menunjukkan apakah kesepakatan ini tumbuh menjadi rantai pasok regional atau berhenti sebagai proyek percontohan di satu lokasi.

Tingkat substitusi termal grup SIG

Values in %

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Foto lebar pabrik semen atau pupuk modern di Indonesia dengan tanur yang efisien dan panel surya atap di bawah langit biru cerah
Energi & Iklim

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza memaparkan bagaimana industri semen, pupuk, logam, dan enam subsektor lain akan memimpin dekarbonisasi industri, dengan efisiensi energi dan material sebagai pilar pertama dari enam pilar serta pelaporan emisi berkala melalui SIINas.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Foto udara panel surya yang menutupi atap pabrik besar dan sebuah kanal di dalam kawasan industri Morowali, dengan bangunan smelter dan perbukitan di latar belakang
Energi & Iklim

Para tenan di Indonesia Morowali Industrial Park kini mengoperasikan sekitar 11 MWp PLTS, dengan sistem atap 66 MWp dan pembangkit 200 MWp yang sedang dikembangkan. Langkah ini memberi pusat pengolahan nikel terbesar di Indonesia pijakan awal yang nyata pada pilar listrik rendah karbon dalam peta jalan dekarbonisasi industri nikel nasional.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Ekskavator listrik memuat bijih ke dump truck listrik di area stockpile di samping bangunan smelter, dengan stasiun pengisian daya di latar depan
Energi & Iklim

PT Virtue Dragon Nickel Industry telah berinvestasi sekitar Rp45 miliar untuk alat berat dan kendaraan material handling bertenaga listrik di Morosi, Sulawesi Tenggara, dan menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 43.411 ton hingga akhir 2027. Langkah ini menjadi contoh nyata pilar efisiensi energi dalam peta jalan dekarbonisasi industri nikel Indonesia.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Tumpukan serbuk gergaji dan serpih kayu di hub pengumpulan biomassa di samping truk, dengan pekerja memeriksa mutu bahan bakar
Energi & Iklim

Di Electricity Connect 2026, PLN Energi Primer Indonesia memaparkan strategi bioenergi yang berangkat dari residu yang sudah tersedia di lahan pertanian, perkebunan, hutan, pabrik dan kota, lalu bergerak dari cofiring menuju biochar, syngas, biohidrogen dan compressed biogas. Perusahaan memperkirakan 10 juta ton biomassa saja dapat menopang sekitar 150.000 lapangan kerja hijau.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Deretan panel surya di atas tanah di samping kontainer baterai pada pembangkit listrik pulau kecil, dengan rumah genset diesel lama di latar belakang
Energi & Iklim

PLN Indonesia Power dan PT ACE Energy Service sepakat di Electricity Connect 2026 untuk membangun PLTS 60 MWp yang dipadukan dengan baterai 200 MWh di sepuluh lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah. Proyek senilai Rp3,3 triliun ini memakai panel buatan dalam negeri dan berpotensi menurunkan biaya penyediaan listrik sekitar Rp1.000 per kWh.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Kolom amine penghilang CO2 dan unit pengolahan gas di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus, Lapangan Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat
Energi & Iklim

Stasiun Pengumpul Akasia Bagus milik Pertamina EP di Indramayu kini menurunkan kadar karbon dioksida dari 65 persen menjadi 5 persen, mengubah gas yang dulu dibakar menjadi bahan bakar pembangkit listrik industri di Cikarang, dan operator memandang desainnya sebagai proyek percontohan bagi lapangan ber-CO2 tinggi seperti Natuna.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca