Semen Baturaja teken kerja sama lima tahun untuk mengolah sampah Sumatera Selatan menjadi bahan bakar kiln semen
Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

PT Semen Baturaja, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu dan PT Asiana Technologies Lestary sepakat mengubah sampah TPA Simpang Kandis menjadi refuse derived fuel untuk produksi semen, memperluas program bahan bakar alternatif yang sudah mencapai 120.989 ton pada sembilan bulan pertama 2025.
Agenda dekarbonisasi industri Indonesia bergerak maju pada sisi yang sangat praktis pekan ini. Pada 31 Juli 2026, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, emiten dengan kode SMBR, mengumumkan nota kesepahaman bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan PT Asiana Technologies Lestary untuk mengubah sampah perkotaan dari TPA Simpang Kandis menjadi refuse derived fuel atau RDF sebagai bahan bakar produksi semen. Kesepakatan itu berlaku lima tahun dan dapat diperpanjang atas persetujuan kedua pihak.
Kesepakatan yang berdiri di atas sebuah TPA di Ogan Komering Ulu
Fasilitas RDF direncanakan berada di dalam kawasan TPA Simpang Kandis, Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang. Sampah yang semula ditimbun akan dipilah, dikeringkan dan dicacah menjadi bahan bakar dengan nilai kalor yang dapat dimanfaatkan, lalu dimasukkan ke kiln semen untuk menggantikan sebagian porsi batu bara. Suherman Yahya, Direktur Utama Semen Baturaja, menyebut kolaborasi ini bukan sekadar solusi atas tantangan pengelolaan sampah daerah, melainkan bagian dari langkah perusahaan meningkatkan pemanfaatan bahan bakar dan bahan baku alternatif yang dikenal di industri sebagai AFR.
Struktur kerja samanya sama pentingnya dengan teknologinya. Menurut ANTARA, Pemerintah Kabupaten OKU menyediakan lokasi tanpa mengalokasikan anggaran daerah dan tanpa membayar biaya pengolahan sampah. Operator justru menyewa lahan di kawasan TPA dari pemerintah kabupaten, sehingga pos yang selama ini menjadi beban berubah menjadi sumber pendapatan daerah.
Teknologi RDF ini menjadi solusi tepat, karena selain sampah berkurang, daerah juga mendapat pemasukan sewa lahan tanpa biaya operasional dari APBD.
Teddy Meilwansyah, Bupati Ogan Komering Ulu
Angka di balik peralihan bahan bakar
Semen Baturaja tidak memulai dari titik nol. Hingga kuartal III 2025 perusahaan memanfaatkan 120.989 ton bahan bakar dan bahan baku alternatif, sekitar 22 persen di atas 99.219 ton pada periode yang sama tahun 2024. Pada semester pertama 2025 saja angkanya mencapai 77.300 ton, naik sekitar 33,5 persen secara tahunan, terutama didorong perluasan pemanfaatan biomassa seperti serbuk gergaji dan serpihan kayu di samping residu industri seperti spent bleaching earth dan sludge oil.
Publikasi perusahaan juga memuat ukuran yang lebih sempit. Rilis korporat untuk tahun buku 2024 menyebut 9.401 ton AFR, naik 41 persen dari 6.661 ton pada 2023, disertai tingkat substitusi termal 3,18 persen terhadap target 2,63 persen. Kedua seri angka ini tidak sebanding secara langsung dan perusahaan belum menerbitkan rekonsiliasinya, sehingga angka yang lebih kecil tampaknya mencakup kategori bahan bakar olahan tertentu, bukan total volume bahan bakar dan bahan baku alternatif. Pembaca sebaiknya memperlakukan angka 120.989 ton dan angka 9.401 ton sebagai dua hal yang berbeda.
Ukuran mana pun yang dipakai, arahnya konsisten, dan tingkat substitusi termal menunjukkan berapa banyak ruang yang masih tersedia. Pada 3,18 persen di 2024, Semen Baturaja masih berada jauh di bawah induknya. SIG, holding semen milik negara, menaikkan tingkat substitusi termal menjadi 9,77 persen pada 2025 dari 7,56 persen pada 2024 dan 7,27 persen pada 2023. RDF dengan pasokan perkotaan yang khusus adalah persis jenis input yang menutup selisih semacam itu.
Mengapa kiln semen cocok untuk refuse derived fuel
Bahan bakar menyerap 30 hingga 40 persen biaya produksi semen, angka yang disampaikan Taufik, Direktur Operasi Semen Baturaja, ketika perusahaan membahas RDF bersama Kementerian Lingkungan Hidup pada September 2025. Porsi biaya sebesar itu menjelaskan mengapa substitusi bahan bakar menjadi salah satu dari sedikit tuas dekarbonisasi di industri berat yang memperbaiki neraca keuangan sekaligus neraca emisi.
Kiln semen juga secara teknis sesuai untuk tugas ini. Kiln beroperasi terus menerus pada suhu sangat tinggi dengan waktu tinggal yang panjang, kondisi yang menguraikan kontaminan organik dan mengikat residu abu ke dalam klinker sehingga tidak menyisakan aliran limbah baru. Kombinasi itulah yang membuat co-processing RDF menjadi praktik lazim di sektor semen Eropa dan Jepang, dan yang membuat Kementerian Lingkungan Hidup mendorong kabupaten dan kota di Sumatera Selatan mengarahkan sampah terpilah ke kiln semen.
Pemanfaatan material ini tidak hanya berkontribusi mengurangi limbah industri dan dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi dalam proses produksi semen.
Hari Liandu, Vice President of Corporate Secretary, Semen Baturaja
Rantai pasok regional, bukan satu pabrik tunggal
Kesepakatan Simpang Kandis adalah satu simpul dari pemetaan yang lebih luas. Pada pertemuan September 2025 bersama Kementerian Lingkungan Hidup, yang dihadiri Edward Nixon Pakpahan, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara, serta dinas lingkungan hidup dari 12 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, teridentifikasi potensi RDF sekitar 48 ton per hari dari OKU dan OKU Timur saja. Dua belas daerah yang terlibat mencakup Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan PALI.
Pabrik Baturaja II milik Semen Baturaja sudah mengoperasikan fasilitas bahan bakar alternatif berkapasitas 5 ton per jam. Kendalanya tidak pernah terletak pada kapasitas kiln, melainkan pada kepastian pasokan bahan bakar yang konsisten dan terikat kontrak dengan kadar air serta nilai kalor yang dapat diprediksi. Justru itulah yang dirancang untuk dijawab oleh perjanjian lima tahun bersama pemerintah kabupaten dan operator pengolahan khusus.
Apa yang ditunjukkan skala grup
Induk perusahaan memberi gambaran mengenai hasil dari substitusi yang sudah matang. SIG memanfaatkan 681.567 ton bahan bakar alternatif pada 2025, naik 24 persen dari tahun sebelumnya, dan menggantikan 467.000 ton batu bara. Grup ini menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca Cakupan 1 sebesar 21 persen terhadap basis 2010 dan emisi Cakupan 2 sebesar 15 persen terhadap basis 2019, dengan intensitas karbon 494 kg CO2 per ton semen PCC. SIG juga menerima enam penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 2025.
Bagi produsen berskala menengah seperti Semen Baturaja, menggeser substitusi termal dari sekitar 3 persen menuju level grup akan menggantikan puluhan ribu ton batu bara setiap tahun sekaligus mengalihkan tonase sampah setara dari TPA yang di banyak kabupaten Sumatera Selatan sudah mendekati kapasitas izinnya.
Pandangan Sirkularium
Kesepakatan ini menjadi templat yang berguna bagi institusi publik karena menyelesaikan dua persoalan dengan satu aset. Daerah memperoleh pengurangan timbulan di TPA, pendapatan daerah dan nihil beban anggaran. Pengguna energi industri memperoleh lindung nilai terhadap volatilitas harga batu bara serta kemajuan terukur pada intensitas emisi. Keduanya tercapai tanpa subsidi.
Bagi pembuat kebijakan, tiga hal layak dicermati. Pertama, kualitas umpan: RDF hanya bekerja bila sampah dipilah dari sumber atau disortir secara mekanis hingga spesifikasinya konsisten, sehingga infrastruktur pemilahan di tingkat daerah menjadi penentu keberhasilan yang sesungguhnya. Kedua, standardisasi kontrak: model perjanjian yang dapat direplikasi, mencakup ketentuan sewa lahan, skema tipping fee, spesifikasi nilai kalor dan volume serapan, akan memungkinkan daerah lain bergerak cepat tanpa harus bernegosiasi dari awal. Ketiga, pengukuran: tingkat substitusi termal adalah indikator yang bersih dan dapat diaudit, dan pelaporannya secara konsisten di seluruh armada pabrik semen nasional akan memberi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Lingkungan Hidup satu papan skor bersama untuk efisiensi energi industri.
Tonggak berikutnya yang perlu diamati adalah jadwal konstruksi fasilitas Simpang Kandis, apakah kabupaten sekitarnya memformalkan perjanjian pasokan untuk mengangkat volume melampaui 48 ton per hari yang sudah dipetakan, dan apakah Semen Baturaja menerbitkan target substitusi termal terbaru untuk 2026 dan 2027. Angka-angka itulah yang akan menunjukkan apakah kesepakatan ini tumbuh menjadi rantai pasok regional atau berhenti sebagai proyek percontohan di satu lokasi.
Tingkat substitusi termal grup SIG
Values in %
Sumber
- Kompas, laporan mengenai kerja sama sampah menjadi energi Semen Baturaja
- Semen Baturaja, rilis korporat mengenai persiapan RDF bersama Kementerian Lingkungan Hidup
- ANTARA Sumatera Selatan, liputan pertemuan Semen Baturaja dan Kementerian Lingkungan Hidup
- Semen Baturaja, rilis korporat mengenai bahan bakar alternatif dan substitusi termal
- Semen Baturaja, rilis penghargaan SIGREEN 2025 dengan angka bahan bakar alternatif kuartal III
- ANTARA, kinerja keberlanjutan grup SIG sepanjang 2025
- ANTARA, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu mengenai rencana fasilitas RDF
- SIG, rilis komitmen lingkungan dengan angka substitusi termal 2024






