Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Sumber Daya Berkelanjutan

Sistem air regional Makassar mencapai 500 liter per detik, dan angka yang layak ditarik adalah berapa biayanya per sambungan rumah

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Instalasi pengolahan air dan jaringan pipa transmisi yang sedang diuji coba di Sulawesi Selatan dengan tangki reservoir dan infrastruktur distribusi

Kementerian Pekerjaan Umum memastikan rampungnya tahap pertama SPAM Regional Mamminasata, dengan instalasi pengolahan 500 liter per detik yang mampu melayani 40.000 sambungan rumah di Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar. Produksi dan transmisi bersama-sama menelan Rp313,7 miliar. Dibagi dengan sambungan yang dapat ditopangnya, itulah angka yang benar-benar dapat dipakai kebijakan air untuk merencanakan.

Sekilas data
500 liter per detik
Kapasitas pengolahan tahap pertama yang telah rampung, bersumber dari Bendungan Bili-Bili
40.000 sambungan
Sambungan rumah yang dapat dilayani tahap ini, sekitar 200.000 jiwa
Rp313,7 miliar
Sistem produksi Rp153,1 miliar ditambah jaringan transmisi Rp160,6 miliar
35,3 kilometer
Jaringan distribusi utama yang rampung, terbagi transmisi utara dan selatan

Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pada 8 September 2026 bahwa tahap pertama SPAM Regional Mamminasata telah rampung, dengan pemberitaan menyusul pada 9 September. Instalasi pengolahan airnya berjalan pada 500 liter per detik, cukup untuk menopang 40.000 sambungan rumah, atau air minum bagi kurang lebih 200.000 jiwa di Kota Makassar serta Kabupaten Maros, Gowa, dan Takalar.

Air baku berasal dari Bendungan Bili-Bili, yang memiliki kapasitas total 1.000 liter per detik. Konstruksi tahap ini mencapai penyelesaian penuh pada sambungan air baku, reservoir, serta sistem mekanikal, elektrikal, instrumentasi, dan SCADA. Jaringan distribusi utama membentang 35,3 kilometer, terdiri dari 4,03 kilometer transmisi utara dan 31,29 kilometer transmisi selatan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah membentuk UPTD SPAM Regional Mamminasata sebagai badan pengelolanya. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menggambarkan sistem ini lebih dari sekadar proyek infrastruktur, dan menyebutnya bukti nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Angka yang tidak dinyatakan pengumuman itu

Dua angka investasi diterbitkan. Sistem produksi tahap pertama dibangun dengan dukungan anggaran negara senilai Rp153,1 miliar. Jaringan pipa transmisi memerlukan Rp160,6 miliar. Bersama-sama itu berarti Rp313,7 miliar.

Bagi dengan 40.000 sambungan rumah yang menjadi rancangan tahap ini dan hasilnya kurang lebih Rp7,8 juta per sambungan. Itu adalah aritmetika atas dua angka yang diterbitkan, bukan sebuah perhitungan biaya tersendiri, dan angka itu belum mencakup jaringan distribusi di dalam masing-masing daerah, sambungan rumahnya sendiri, serta biaya operasi menjalankan instalasinya. Biaya per sambungan yang utuh akan lebih tinggi.

Angka kapasitas memberi tahu apa yang dapat dikerjakan sebuah instalasi. Biaya per sambungan memberi tahu apakah negeri ini sanggup mengerjakannya delapan puluh kali lagi.

Bahkan sebagai angka parsial, angka itulah yang lebih berguna, karena angka itulah yang dapat diskalakan. Indonesia sedang bergerak menuju cakupan air minum aman 42 persen pada 2029 dalam rencana pembangunan jangka menengah saat ini, dan perkiraan kebutuhan investasi untuk mencapai layanan perpipaan perkotaan sepenuhnya pada 2045 disebut sekitar Rp743 triliun. Angka pada skala itu dirakit dari biaya satuan. Setiap sistem regional yang menerbitkan kapasitasnya namun tidak biaya per sambungannya membuat perkiraan nasional bersandar pada asumsi alih-alih pengamatan.

Tahapannya juga memberi tahu sesuatu

Sistem ini dioperasikan secara bertahap, dan tahapannya bersifat informatif.

Operasi awal mencakup 20.000 sambungan rumah di Gowa dan Takalar. Kapasitas tahap pertama menopang 40.000 sambungan di empat wilayah layanan. Sistem penuhnya dirancang untuk 1.000 liter per detik, 80.000 sambungan, dan sekitar 400.000 jiwa.

Jarak antara kapasitas terbangun dan rumah tangga yang tersambung adalah bagian yang biasanya menentukan apakah sebuah sistem air regional berhasil. Kapasitas pengolahan adalah bagian rantai yang terlihat, dapat dibiayai, dan layak diresmikan. Jaringan distribusi di dalam masing-masing kabupaten, serta ruas terakhir menuju setiap rumah, bukan keduanya, dan di sanalah proyek air Indonesia secara historis tersendat. Instalasi yang berjalan pada separuh kapasitas terpasangnya karena pipa di hilirnya belum ada adalah hasil yang lazim sekaligus mahal.

Menempatkan pengelolaan pada UPTD provinsi alih-alih membiarkannya terbelah di antara empat pemerintah daerah adalah respons yang masuk akal terhadap risiko itu. Empat yurisdiksi yang menarik dari satu sumber memerlukan satu operator dengan kewenangan mengalokasikan di antara mereka.

Rincian teknisnya juga menunjukkan bahwa tahap ini memang disiapkan untuk beroperasi, bukan sekadar berdiri. Sambungan air baku, reservoir, serta sistem mekanikal, elektrikal, instrumentasi, dan SCADA semuanya dinyatakan rampung. SCADA khususnya berarti operator dapat memantau tekanan, aliran, dan mutu dari satu titik kendali, dan itulah prasyarat untuk mengetahui berapa banyak air yang hilang di antara instalasi dan pelanggan. Kehilangan air, atau non revenue water, adalah pos yang paling sering menggerus kelayakan sistem air perpipaan di Indonesia, dan sistem yang sejak awal memiliki instrumentasi untuk mengukurnya berada pada posisi jauh lebih baik dibanding sistem yang memasangnya belakangan.

Pembagian transmisi utara sepanjang 4,03 kilometer dan selatan sepanjang 31,29 kilometer juga menjelaskan mengapa operasi awal dimulai di Gowa dan Takalar. Ruas selatan yang jauh lebih panjang menjangkau kedua kabupaten itu lebih dulu, sementara Makassar dan Maros menunggu pengembangan jaringan berikutnya.

Di mana ini terhubung dengan neraca yang lebih luas

Sirkularium bekerja lintas sampah, air, dan energi bagi pemerintah dan institusi publik, dan rubrik ini menghabiskan sebagian besar tahun untuk membahas bagaimana Indonesia menilai apa yang diambilnya dari bumi. Air duduk secara canggung dalam gambaran itu.

Untuk mineral, negeri ini telah membangun perangkat pengukuran yang tangguh sepanjang 2026. Formula harga patokan ditulis ulang. Kuota produksi dikaitkan dengan kontribusi royalti. Nilai ekspor direkonsiliasi terhadap data kepabeanan dan mitra dagang. Bursa komoditas dibuka pada Januari untuk menetapkan harga referensi dalam negeri. Setiap instrumen itu ada untuk menetapkan berapa nilai satu ton bijih.

Air tidak memiliki padanannya. Pengambilan air baku dari Bili-Bili tidak dinilai sebagaimana satu ton nikel dinilai, jasa ekosistem yang dikerjakan daerah tangkapan dalam menghantarkan air itu tidak muncul di neraca mana pun, dan nilai yang tercipta dari menyambungkan sebuah rumah tangga dicatat sebagai jumlah sambungan alih-alih sebagai manfaat ekonomi. Instrumennya ada. Permen LH No. 15 Tahun 2012 menilai jasa ekosistem termasuk pengaturan air, dan diterapkan di Morowali dengan GIS menghasilkan nilai ekonomi total hutan kabupaten sebesar Rp2,81 triliun per tahun. Tidak ada yang menghalangi metode yang sama diterapkan pada daerah tangkapan yang memasok sebuah bendungan.

Pandangan Sirkularium

Ini penyelesaian pekerjaan yang solid dan tahapannya realistis. Bagi pemerintah dan institusi publik, tiga catatan menyusul.

Pertama, biaya per sambungan sebaiknya diterbitkan secara baku berdampingan dengan kapasitas. Angka itulah yang memungkinkan satu proyek dibandingkan dengan proyek lain, memungkinkan sebuah kabupaten menilai apakah sebuah usulan berharga wajar, dan memungkinkan perkiraan investasi nasional disusun dari bukti. Kapasitas dalam liter per detik adalah statistik keteknikan. Biaya per sambungan adalah statistik perencanaan.

Kedua, laju penyambungan sebaiknya ditelusuri dan diterbitkan terhadap kapasitas selama dua tahun pertama. Sistem yang dirancang untuk 40.000 sambungan namun mencapai 20.000 belum tentu gagal, tetapi selisih di antara keduanya adalah tempat imbal hasil atas Rp313,7 miliar sesungguhnya berada, dan selisih itu dapat diukur setiap bulan.

Ketiga, daerah tangkapan yang memasok Bili-Bili layak memperoleh valuasi. Hasil air bendungan bergantung pada tutupan lahan di hulunya, dan lahan itu tunduk pada tekanan yang sama seperti di seluruh Sulawesi. Menetapkan berapa nilai daerah tangkapan itu dalam satuan penghantaran air, memakai metodologi yang sudah dimiliki Indonesia, akan memungkinkan perlindungan daerah aliran sungai diperdebatkan dalam satuan yang sama dengan instalasi pengolahannya. Saat ini instalasinya punya harga dan daerah tangkapannya tidak, dan itu membuat yang satu mudah dibiayai dan yang lain mudah ditunda.

Yang perlu diamati berikutnya adalah apakah jumlah sambungan dilaporkan terhadap kapasitas 40.000, apakah pendanaan tahap kedua diamankan untuk mencapai 1.000 liter per detik, serta apakah biaya per sambungan mulai muncul dalam pelaporan kementerian serutin kapasitas selama ini muncul.

Sambungan rumah SPAM Mamminasata menurut tahapan

Values in sambungan rumah

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di sumber daya berkelanjutan, Sirkularium mendampingi tata kelola air, tailing, dan ESG agar proyek sumber daya tetap kredibel dan layak diinvestasikan.

Artikel terkait

Tumpukan bijih nikel laterit di lokasi tambang Indonesia dengan truk angkut dan jembatan timbang, serta fasilitas pengolahan di kejauhan
Sumber Daya Berkelanjutan

Keputusan menteri yang ditetapkan pada 11 September 2026 dan berlaku sejak 15 September menurunkan faktor korektif bijih nikel kadar rendah menjadi 14 persen, sehingga harga patokan negara untuk bijih 1,2 persen menjadi US$24,89 per ton basah. Bagian yang menarik bukan angkanya. Indonesia kini mengiterasi sebuah metode valuasi sumber daya secara terbuka.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Lembaran katoda tembaga dan infrastruktur pemurnian di dalam kompleks smelter tembaga besar di Indonesia, dengan fasilitas pelabuhan industri di kejauhan
Sumber Daya Berkelanjutan

PT Freeport Indonesia kembali memproduksi katoda tembaga di Smelter Manyar, Gresik, senilai US$3,7 miliar pada September 2026, dengan target 5 juta pon bulan ini dan naik menjadi 57 juta pon pada Desember. Sisi produksi dari neraca ini sudah terukur dengan baik. Sisi ekosistem yang menopangnya adalah tempat pekerjaan valuasi Indonesia berikutnya berada.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pemandangan udara fasilitas pengolahan nikel atau bauksit di Indonesia dengan lahan hijau hasil reklamasi di bagian depan
Sumber Daya Berkelanjutan

Dalam acara sosialisasi jurnalistik di Universitas Indonesia pada 13 September, holding tambang negara MIND ID melaporkan pendapatan grup Rp159,46 triliun dan kontribusi ke negara Rp92,56 triliun untuk 2025, disertai penanaman 7,48 juta pohon dan reklamasi lebih dari 7.800 hektare lahan.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Lahan bekas tambang timah di Bangka Belitung yang telah direvegetasi dengan pohon muda dan badan air yang dipulihkan, berdampingan dengan bentang yang belum tersentuh
Sumber Daya Berkelanjutan

Angka yang diterbitkan pada 13 September 2026 memaparkan satu dekade reklamasi timah: 3.575,8 hektare dipulihkan antara 2015 dan 2025, 354,05 hektare sepanjang 2025 saja, dan 411,16 hektare direncanakan untuk 2026 di enam kabupaten. Indonesia menghitung hektare reklamasi dengan cermat. Yang belum dihitung adalah apa yang dihasilkan hektare tersebut.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Lahan bekas tambang batubara di Kalimantan Selatan yang telah direvegetasi dengan tegakan pohon muda dan kolam pengendap, ditinjau pejabat yang berkunjung
Sumber Daya Berkelanjutan

Komisi III DPRD Kalimantan Selatan meninjau dua operasi batubara di Tanah Laut pada 11 September 2026. PT Jorong Barutama Greston melaporkan 1.216,84 hektare telah direklamasi dari 1.416,89 hektare lahan terganggu, rehabilitasi daerah aliran sungai 2.642,96 hektare rampung seluruhnya, dan limbah B3 dicatat sampai lima angka desimal. Angka yang dilaporkan dan angka yang diverifikasi bukanlah hal yang sama, dan beginilah celah itu ditutup.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Kilang alumina dalam tahap konstruksi di samping kawasan tambang bauksit di Kalimantan, dengan tanah bauksit kemerahan dan infrastruktur pengolahan terlihat
Sumber Daya Berkelanjutan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pada 11 September 2026 bahwa perizinan pabrik pengolahan bauksit menjadi alumina milik UC Rusal di Kalimantan hampir final, menyusul pertemuan Presiden Prabowo di Eastern Economic Forum di Vladivostok. Indonesia telah membangun rantai pemurnian bauksit yang layak diukur. Alumina adalah anak tangga pertamanya, bukan yang terakhir.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca