Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Sumber Daya Berkelanjutan

Unit pengolahan 3.500 liter di Tapin memulihkan 90 persen airnya, dan pengukuran di baliknya adalah hal yang biasanya tidak dimiliki kebijakan air

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Sanggar pewarnaan kain sasirangan di Kalimantan Selatan dengan unit pengolahan air limbah berukuran ringkas di sampingnya dan kain yang sedang dijemur

Kementerian Perindustrian melaporkan pada 27 Agustus 2026 bahwa instalasi pengolahan air limbah yang dibangun bagi sembilan perajin sasirangan di Tapin, Kalimantan Selatan, menurunkan hidrogen sulfida 98,75 persen dan mengembalikan sekitar 90 persen air olahan ke proses produksi. Fasilitasnya kecil. Yang membuatnya penting adalah bahwa setiap klaim yang melekat padanya memiliki angka.

Sekilas data
98,75 persen
Penurunan hidrogen sulfida yang terukur setelah pengolahan
90 persen
Bagian air olahan yang dikembalikan untuk produksi dan pembersihan
3.500 liter
Kapasitas instalasi, yang terdiri dari tujuh bak pengolahan
9 perajin
Industri kecil yang dilayani di Sentra Sasirangan Timbaan, dengan sekitar 100 pekerja

Kementerian Perindustrian memaparkan hasil pada 27 Agustus 2026 dari instalasi pengolahan air limbah yang dibangun bagi kelompok perajin Sentra Sasirangan Timbaan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Sasirangan adalah kain celup tradisional masyarakat Banjar, dan proses pewarnaannya banyak memakai air. Sebelum instalasi itu ada, limbah cair dari bak pewarnaan langsung masuk ke sumur resapan tanpa pengolahan.

Fasilitas tersebut berkapasitas 3.500 liter dan berukuran 450 kali 200 kali 120 sentimeter. Instalasi ini menjalankan tujuh bak: satu bak elektrokoagulasi dengan inverter untuk pengendapan logam awal, lima bak penyaringan, dan satu bak kontrol sebelum air mengalir ke sumur resapan. Media penyaringnya sengaja bersifat lokal, memakai sabut kelapa, arang, pecahan genteng, ijuk, dan limbah tanaman purun.

Sembilan perajin tergabung dalam sentra tersebut, dengan sekitar 100 pekerja di antara mereka, dan setiap siklus produksi menghasilkan kurang lebih 250 liter limbah cair pewarnaan. Lima belas orang menerima bimbingan teknis yang mencakup pengoperasian, perawatan, standar baku mutu air limbah, pengelolaan lingkungan, serta sisi kewirausahaan dan pemasaran. Pekerjaannya berjalan dari Maret sampai Oktober 2025 di bawah DAPATI, Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri, dalam Program Percepatan Pemanfaatan Teknologi kementerian tersebut.

Apa yang sesungguhnya diukur

Pengujian laboratorium menghasilkan satu set angka sebelum dan sesudah secara lengkap alih-alih satu klaim utama, dan justru bagian inilah yang layak diperhatikan.

Hidrogen sulfida turun 98,75 persen. Minyak dan lemak turun 97,33 persen. Fenol, senyawa yang paling dikhawatirkan dalam limbah pewarnaan tekstil, turun 91,66 persen. Biochemical oxygen demand turun 81,77 persen dan chemical oxygen demand 80,44 persen. Total padatan tersuspensi turun 40,74 persen.

Angka terakhir itulah yang jujur. Padatan tersuspensi turun jauh lebih sedikit dibanding semua parameter lain, dan pelaporannya menyebutkan hal itu alih-alih diam-diam menghilangkannya. Tabel hasil yang memuat angka terlemahnya sendiri adalah dokumen yang lebih dapat dipercaya dibanding yang tidak.

Secara terpisah, sekitar 90 persen air olahan dipulihkan dan dikembalikan untuk membersihkan peralatan produksi dan area kerja, sehingga menurunkan pengambilan air bersih oleh sentra tersebut.

Oktaviyanto Jimat Wibowo, Kepala BSPJI Banjarbaru, menggambarkan maksud rancangannya sebagai teknologi sederhana yang mudah dioperasikan dan dibangun dari material lokal. Emmy Suryandari, yang memimpin BSKJI, merumuskan programnya sebagai penguatan kapasitas manusia agar pelaku usaha dapat mengoperasikan teknologi secara mandiri dan berkelanjutan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menempatkannya dalam transformasi industri yang memperlakukan keberlanjutan dan kinerja lingkungan berdampingan dengan produktivitas.

Mengapa fasilitas kecil membawa pelajaran besar

Sirkularium menghabiskan sebagian besar tahun ini menelaah celah valuasi dalam ekonomi sumber daya Indonesia: hutan yang dicatat Rp395.000 per hektare berhadapan dengan biaya rehabilitasi Rp30 sampai 50 juta, lahan reklamasi yang dihitung dalam hektare namun tidak pernah dalam kondisi, luas terbakar yang diukur cermat namun hampir tidak pernah dinilai. Kegagalan yang sama berulang bukanlah ketiadaan regulasi. Kegagalannya adalah bahwa kolom lingkungan berisi uraian ketika seharusnya berisi angka.

Instalasi ini adalah kebalikannya, pada skala kecil.

Sembilan perajin, seratus pekerja, 250 liter per siklus, enam pencemar dengan tingkat penurunan yang terukur, dan pemulihan air 90 persen. Setiap klaim di sini adalah angka, dan setiap angka dapat diperiksa.

Itulah yang membuatnya berguna melampaui Tapin. Fasilitas ini berbiaya sederhana dan melayani sentra yang oleh kebanyakan kebijakan industri akan dianggap terlalu kecil untuk diinstrumentasi. Jika kinerja limbah dapat diukur sampai dua angka desimal bagi sembilan perajin tekstil di sebuah kabupaten di Kalimantan Selatan, maka argumen bahwa pengukuran tidak praktis bagi operasi yang lebih besar tidak lagi berdiri.

Ada pula pokok kesirkularan di sini. Memulihkan 90 persen air olahan mengubah persoalan pembuangan menjadi sebuah masukan. Perajin menurunkan pembelian air bersih, volume buangan berkurang, dan air yang sama mengerjakan lebih banyak hal sebelum meninggalkan lokasi. Itu adalah kesirkularan material dalam bentuknya yang paling harfiah, dan itu dipraktikkan sembilan usaha kecil alih-alih diteorikan dalam dokumen strategi.

Pilihan rancangannya memperkuat pokok tersebut. Elektrokoagulasi menangani muatan logam dari bak pewarna, yaitu bagian yang paling sulit ditangani penyaringan sederhana. Lima tahap penyaringan berikutnya memakai sabut kelapa, arang, pecahan genteng, ijuk, dan purun, yang semuanya tersedia di dalam kabupaten dan dapat diganti sendiri oleh operatornya tanpa proses pengadaan. Sistem yang dibangun dari media yang dapat diganti secara lokal memiliki profil perawatan yang jauh berbeda dibanding sistem yang bergantung pada katrid impor, dan perawatan justru merupakan titik tempat peralatan lingkungan industri kecil biasanya gagal. Purun secara khusus adalah tumbuhan rawa yang sudah dipanen warga setempat untuk anyaman, sehingga penggunaannya di sini menempatkan residu dari satu kerajinan lokal ke dalam rantai pengolahan kerajinan lainnya.

Apa yang diperoleh sentra ini secara komersial juga layak dinyatakan. Sasirangan dijual sebagian atas dasar asal usul budayanya, dan pembeli pada saluran domestik maupun ekspor semakin banyak menanyakan limbah pewarnaannya. Kelompok perajin yang dapat menunjukkan hasil laboratorium alih-alih sekadar jaminan lisan berada pada posisi lebih kuat dalam percakapan itu, dan bukti yang sama menjawab pertanyaan apa pun yang mungkin diajukan regulator tentang pembuangan ke sumur resapan.

Pandangan Sirkularium

Ini intervensi yang tersusun baik dan keputusan menerbitkan hasil uji secara utuh, termasuk yang lemah, layak mendapat pengakuan. Bagi pemerintah dan institusi publik, tiga catatan menyusul.

Pertama, format pengukuran ini sebaiknya menjadi acuan bagi program lingkungan industri kecil. Satu set parameter sebelum dan sesudah yang ringkas dan baku, diuji laboratorium terakreditasi dan diterbitkan, mengubah sebuah bantuan menjadi bukti. Hal itu juga memungkinkan sentra berikutnya diberi tahu kinerja apa yang dapat diharapkan alih-alih ditawari janji umum.

Kedua, hasil 40,74 persen pada padatan tersuspensi adalah angka paling berharga dalam set tersebut, karena angka itu menunjukkan di mana rancangannya perlu diperbaiki. Kapasitas pengendapan, pemilihan media, atau frekuensi pencucian balik semuanya dapat disesuaikan. Menerbitkan celahnya memungkinkan perbaikan berulang, dan instalasi yang diperbaiki pada versi keduanya bernilai lebih dibanding yang dinyatakan berhasil pada versi pertamanya.

Ketiga, tingkat pemulihan airnya layak memperoleh angka rupiah. Pemulihan 90 persen memiliki nilai setara dengan air bersih yang tidak dibeli ditambah beban pembuangan yang tidak ditanggung, dan angka itu akan menyampaikan kasus ekonominya kepada sentra berikutnya jauh lebih efektif dibanding sebuah persentase. Indonesia sudah menilai air dalam beberapa konteks regulasi. Menerapkannya pada fasilitas seperti ini bukan hal yang rumit.

Pokok yang lebih luas adalah hal yang terus kembali pada rubrik ini. Sirkularium bekerja lintas sampah, air, dan energi bagi pemerintah dan institusi publik, dan air adalah bagian dari ekonomi sumber daya tempat pengukurannya paling tipis dibanding tingkat kepentingannya. Sebuah kabupaten dengan sembilan sanggar pewarnaan dan sebuah kabupaten dengan konsesi nikel menghadapi pertanyaan mendasar yang sama, yaitu berapa nilai air dan lahannya serta apa yang dilakukan suatu kegiatan terhadap keduanya. Metodologinya bersifat nasional dan berlaku bagi keduanya. Perbedaan pada kasus ini semata bahwa ada pihak yang menjalankan pengujiannya dan menerbitkan hasilnya.

Yang perlu diamati berikutnya adalah apakah kinerja padatan tersuspensi membaik pada iterasi kedua, apakah program DAPATI menggandakan format ini ke sentra perajin lain, dan apakah penghematan dari pemulihan air pada akhirnya dilaporkan dalam rupiah alih-alih dalam persentase.

Penurunan pencemar yang terukur setelah pengolahan

Values in persen

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di sumber daya berkelanjutan, Sirkularium mendampingi tata kelola air, tailing, dan ESG agar proyek sumber daya tetap kredibel dan layak diinvestasikan.

Artikel terkait

Foto udara teras bekas tambang yang telah direvegetasi di Indonesia, deretan pohon muda di samping pit aktif, dengan sudut pandang tegak lurus seperti citra satelit
Sumber Daya Berkelanjutan

Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menyebut jaminan reklamasi yang ditempatkan perusahaan tambang naik dari sekitar Rp17 sampai 18 triliun menjadi sekitar Rp40 triliun, dengan citra satelit dipakai untuk menyesuaikan setiap jaminan dengan luas lahan yang benar-benar dibuka. Kementerian Lingkungan Hidup menambahkan bahwa keberhasilan akan dinilai di lapangan, bukan di atas kertas.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Foto udara kawasan pengolahan nikel di Sulawesi dengan timbunan bijih dan blok pemurnian, atau karung produk nikel matte dan MHP di pelabuhan
Sumber Daya Berkelanjutan

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membuka opsi moratorium smelter nikel baru yang menghasilkan produk antara seperti NPI, feronikel, nikel matte, dan MHP, dengan merujuk kelebihan pasokan global sekitar 2,5 juta ton. Langkah ini membingkai ulang fase hilirisasi berikutnya pada seberapa besar nilai yang tertahan di Indonesia dari setiap ton bijih.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Lereng berhutan Gunung Tompotika di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dengan lahan pertanian dan desa di latar depan
Sumber Daya Berkelanjutan

Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tengah memutuskan bahwa persetujuan lingkungan dan dokumen AMDAL PT Anugerah Bangun Mamur dan PT Anugerah Sumber Bumi di Kabupaten Banggai merupakan informasi publik yang harus diserahkan kepada Aliansi Konservasi Tompotika dalam 14 hari kerja. Putusan ini menjadikan AMDAL sebagai acuan bersama untuk menilai hutan, air, dan satwa endemik bentang alam Tompotika.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Bendung Amandit di Desa Malutu, Hulu Sungai Selatan, dengan air jernih mengalir di atas pelimpah dan kaki Pegunungan Meratus yang berhutan di belakangnya
Sumber Daya Berkelanjutan

Bupati Hulu Sungai Selatan mengusulkan penyaluran air baku jernih dari Bendung Amandit ke intake Muara Banta yang melayani Kandangan. Instalasi pengolahan air yang dibangun dengan Rp16,8 miliar dan beroperasi 50 dari 300 liter per detik menunjukkan seberapa besar nilai yang dapat dibawa oleh sumber air yang lebih baik.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Delegasi Indonesia dan Chile dalam pertemuan bilateral di Santiago, atau sebagai alternatif foto katoda tembaga maupun fasilitas tailing modern
Sumber Daya Berkelanjutan

Di Santiago pada 1 Oktober 2026, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengusulkan MoU Kemitraan Mineral Hijau Indonesia-Chile yang mencakup proyek industri bersama, koalisi negara produsen, teknologi pertambangan hijau, platform investasi, serta pengelolaan dan pemanfaatan tailing. Menteri Luar Negeri Chile menyambut baik usulan tersebut dan berjanji segera menindaklanjutinya.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Petugas kepolisian memeriksa muatan bus penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, dengan botol-botol barang bukti tersegel di atas meja
Sumber Daya Berkelanjutan

Pemeriksaan rutin di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni menghentikan 61 kilogram merkuri tanpa dokumen yang berlabel untuk pengolahan emas, dan penyidik menelusuri kiriman itu hingga ke penerimanya di Bogor. Kasus ini menunjukkan bagaimana pemutusan pasokan merkuri melengkapi komitmen Minamata Indonesia, dan mengapa kerugian lingkungan yang berhasil dicegah layak divaluasi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca