Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Limbah & Polusi

Bekasi memulai pembangunan pabrik sampah menjadi listrik dengan kontrak dayanya sudah ditandatangani

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Para pejabat pada acara peletakan batu pertama pabrik sampah menjadi listrik di Bekasi, dengan gambar rancangan fasilitas moving grate dan tanggul TPA yang ada di belakang mereka

Pada 26 Agustus 2026 Menteri Koordinator Bidang Pangan meresmikan dimulainya pembangunan fasilitas PSEL di Ciketing Udik, Bantargebang, Bekasi. Pabrik itu dirancang untuk 1.500 ton sampah per hari dan sekitar 223.000 MWh per tahun, persetujuan lingkungannya terbit pada 24 Agustus, dan perjanjian jual beli listrik dengan PLN ditandatangani pada acara peresmian itu sendiri.

Sekilas data
1.500
Ton per hari kapasitas rancangan PSEL Bekasi
223.000
MWh per tahun keluaran listrik yang diharapkan
USD 0,20
Per kWh tarif dalam perjanjian jual beli listrik dengan PLN
1.800
Ton sampah yang dihasilkan Bekasi setiap hari

Peletakan batu pertama dengan kontrak di tangan

Pada Rabu 26 Agustus 2026, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meresmikan dimulainya pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Dua hal yang terjadi di sekitar acara itu lebih berarti daripada acaranya sendiri. Persetujuan dampak lingkungan, yakni AMDAL, diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup pada 24 Agustus. Perjanjian jual beli listrik dengan PLN ditandatangani pada peletakan batu pertama tersebut.

Urutan itu tidak lazim dalam proyek sampah menjadi energi di Indonesia, dan itulah alasan proyek ini layak dipisahkan dari rangkaian pengumuman pada umumnya. Banyak sekali proyek PSEL yang sudah memiliki acara peletakan batu pertama. Jauh lebih sedikit yang memiliki kontrak penyerapan yang ditandatangani pada saat tanah pertama dibalik. Tanpa perjanjian jual beli listrik, sebuah pabrik memiliki biaya konstruksi tanpa pendapatan terkontrak, dan justru itulah alasan sejumlah proyek terdahulu mandek setelah seremoninya.

Tarifnya USD 0,20 per kWh untuk seluruh kapasitas, dijual kepada PLN. Keluaran yang diharapkan sekitar 223.000 MWh per tahun, cukup bagi puluhan ribu rumah tangga, dengan hampir 1.000 lapangan kerja hijau yang diproyeksikan.

Zulkifli menempatkan proyek ini dalam rangkaian nasional, dengan mencatat pemerintah sudah ke Bali dan ke Bandung di Jawa Barat, dan Bekasi menjadi yang ketiga.

Pabriknya dan angka di sekitarnya

Fasilitas ini dirancang untuk 1.500 ton sampah per hari, menggunakan insinerator moving grate dengan sistem pengendalian pencemaran udara yang dispesifikasikan terhadap European Union Industrial Emissions Directive. Operasinya ditargetkan mulai pertengahan 2028.

Angka kapasitas antar sumber tidak sepenuhnya sama. Laporan peresmian oleh menteri menyebut 1.000 ton per hari diolah menjadi listrik, sementara dokumen proyek dan operatornya menyebut 1.500 ton per hari. Selisihnya cukup lebar untuk dinyatakan alih-alih didamaikan, dan angka 1.500 adalah angka yang melekat pada spesifikasi teknis serta perjanjian penyerapannya.

Proyek ini dijalankan Danantara Indonesia bersama Daya Energi Bersih Nusantara, melalui badan usaha pelaksana bernama Bekasi Environment Nusantara. Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menggambarkan peluncuran ini sebagai tanggapan nyata atas persoalan sampah secara nasional dan di Bekasi secara khusus. Ini PSEL kedua Danantara yang mencapai tahap konstruksi, setelah Denpasar Raya yang dimulai pada Juli 2026.

Posisi Bekasi sendiri menjelaskan urgensinya. Kota ini menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari. Material yang menumpuk di lokasi tersebut telah mencapai ketinggian sekitar 60 meter.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan provinsi akan menyewakan lahan selama 30 tahun bila diperlukan untuk mendukung infrastrukturnya.

Tiga ratus ton yang tidak diterima pabrik itu

Pabrik berukuran 1.500 ton per hari di kota yang menghasilkan 1.800 ton menyisakan sekitar 300 ton per hari di luar fasilitas tersebut. Wali Kota Tri Adhianto Tjahyono menyampaikan angka itu langsung kepada warga alih-alih menyimpannya dalam lampiran teknis.

Masih ada persoalan sekitar 300 ton sampah yang harus kita selesaikan bersama.

Ia meminta rumah tangga memilah di rumah, dan sekolah, toko, perkantoran serta pasar turut memisahkan.

Menyatakan sisa celahnya pada acara peletakan batu pertama adalah praktik yang baik dan tidak terlalu umum. Godaan dalam sebuah seremoni adalah menyajikan fasilitasnya sebagai jawaban. Menyebut 300 ton itu melakukan tiga hal yang berguna. Langkah itu menempatkan harapan publik secara tepat, sehingga pabriknya tidak dinilai gagal di kemudian hari karena tidak melakukan sesuatu yang memang bukan ukurannya. Langkah itu memberi kampanye pemilahan sasaran konkret yang dapat dipahami warga. Dan langkah itu menjaga pos anggaran untuk kerja hulu tetap terbuka, yang jika tidak demikian mungkin dianggap tidak perlu begitu fasilitas besar mulai dibangun.

Ada pula alasan teknis mengapa kerja hulu berarti bagi pabriknya sendiri. Unit moving grate mencapai keluaran rancangannya ketika bahan bakunya cukup konsisten dan tidak terlalu basah. Mengalihkan material organik di hulu menaikkan nilai kalor apa yang tiba, yang melindungi baik keluaran listriknya maupun margin operasi yang hendak ditopang tarif tersebut.

Jalur pirolisis yang berjalan berdampingan

Program kedua sedang dibangun di samping pabrik insinerasi itu. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak menggambarkan operasi pelengkap yang mengubah sampah lama yang menumpuk menjadi bahan bakar, dengan kapasitas 1.500 ton per hari, yang ia perkirakan mulai beroperasi awal tahun depan.

Pembedaan antara keduanya layak dipegang. PSEL menangani arus masuk harian dan mengubahnya menjadi listrik dengan tarif terkontrak. Jalur pirolisis menangani timbunan lama, material yang sudah berada di dalam tanah, dan mengubahnya menjadi produk bahan bakar. Yang satu menghentikan gunungnya bertambah. Yang lain mulai menguranginya.

Para pejabat memproyeksikan 70 persen sampah kota dapat terolah dalam dua sampai tiga tahun, dengan Zulkifli menetapkan ambisi nasional menangani 70 sampai 80 persen persoalan sampah pada 2029 dan menyebut edukasi rumah tangga serta perubahan perilaku sebagai sisanya.

Pandangan Sirkularium bagi pemerintah dan institusi publik

Tiga catatan bagi pemerintah daerah yang memiliki rencana PSEL.

Pertama, dan yang terpenting, soal urutan kontrak. Ciri paling dapat dialihkan dari proyek Bekasi adalah AMDAL-nya terbit dua hari sebelum peletakan batu pertama dan perjanjian jual beli listriknya ditandatangani pada acara itu. Pemerintah daerah yang menyiapkan proyeknya sendiri sebaiknya memperlakukan kedua dokumen itu, bukan seremoninya, sebagai tonggak yang layak diumumkan. Kami menganjurkan setiap daerah yang merundingkan PSEL menerbitkan status persetujuan lingkungan dan perjanjian penyerapannya berdampingan dengan tanggal konstruksi apa pun, karena keduanyalah yang menentukan apakah sebuah tanggal itu nyata.

Kedua, soal menerbitkan sisa celahnya. Angka 1.800 berbanding 1.500 di Bekasi menyisakan 300 ton per hari, dan wali kotanya menyampaikan itu di acara tersebut. Setiap kota yang memesan fasilitas besar sebaiknya menerbitkan pengurangan itu pada saat yang sama ketika menerbitkan kapasitasnya. Hal itu melindungi anggaran hulunya sekaligus melindungi fasilitasnya dari disalahkan atas celah yang memang bukan rancangannya untuk ditutup.

Ketiga, soal memisahkan timbunan lama dari arus harian. Menjalankan pabrik insinerasi untuk arus masuk harian berdampingan dengan jalur pirolisis untuk timbunan yang menumpuk adalah pembagian yang masuk akal, dan daerah dengan TPA lama yang dalam sebaiknya menimbang apakah rencananya sendiri menangani keduanya. Fasilitas yang hanya menangani kedatangan harian meninggalkan gunung yang ada tetap di tempatnya tanpa batas waktu, dengan produksi metana dan risiko kebakaran yang menyertainya.

Yang perlu dipantau berikutnya: apakah konstruksinya mempertahankan tanggal operasi pertengahan 2028, pembayaran tarif pertama dalam perjanjian dengan PLN, apakah jalur pirolisisnya mulai beroperasi awal tahun depan sesuai proyeksi, serta apakah Bekasi melaporkan kemajuan terhadap sisa celah 300 ton dan bukan hanya terhadap konstruksi pabriknya.

Bekasi membalik tanah dengan persetujuan dan kontrak di tangan. Sirkularium akan terus mengikuti pembangunannya.

Sampah harian Bekasi dibandingkan rencana kapasitas PSEL

Values in ton per hari

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di limbah dan polusi, Sirkularium membantu merancang sistem pengumpulan, pemilahan, dan pemulihan, menyusun kebijakan dan peta jalan, serta mengubah sampah menjadi sumber daya yang terkelola.

Artikel terkait

Para bankir dan pejabat pembiayaan proyek di sekitar meja meninjau tata letak fasilitas pengolahan sampah menjadi energi, dengan fasilitas PSEL modern yang sedang dibangun tampak di layar di belakang mereka
Limbah & Polusi

Pada 16 Oktober 2026, Danantara Investment Management dan anak usahanya di bidang pengolahan sampah menjadi energi, Denera, menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel program PSEL Indonesia, dengan minat pembiayaan indikatif lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Nelayan di sebuah pelabuhan perikanan Indonesia memilah dan mengikat jaring insang nilon serta tali yang sudah usang di dermaga untuk dikumpulkan dan didaur ulang, dengan kapal ikan bersandar di belakangnya
Limbah & Polusi

Kementerian Kelautan dan Perikanan menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Nomor 23 Tahun 2026, pedoman nasional pengelolaan alat penangkapan ikan yang ditinggalkan, hilang, dibuang, maupun yang sudah habis masa pakainya dengan prinsip 3R. Uji coba dimulai di tiga pelabuhan perikanan, didukung mitra lapangan di Merauke, Muncar, Pengambengan dan Gresik.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Foto udara kawasan TPST Bantargebang dengan lahan yang telah dibersihkan dan diratakan untuk fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di samping zona timbunan sampah yang ada
Limbah & Polusi

Gubernur Pramono Anung menyampaikan pada 7 Oktober bahwa persoalan penyediaan lahan yang selama ini menahan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik Jakarta di Bantargebang telah menemukan jalan keluar, dan kota berharap masuk batch ketiga program nasional agar pembangunan dapat dimulai sebelum akhir 2026.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Mahasiswa berjaket almamater membantu warga memilah sampah rumah tangga organik dan anorganik ke dalam tempat sampah berlabel di sebuah permukiman di Bandung
Limbah & Polusi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerjunkan 25.000 mahasiswa ke 52 kecamatan di Bandung Raya selama tiga bulan, dengan pengakuan setara 10 SKS, untuk membantu rumah tangga memilah dan mengurangi sampah dari sumber. Targetnya pengurangan 20 persen yang memperpanjang usia TPA Sarimukti hingga fasilitas Legok Nangka beroperasi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pejabat Pemerintah Kota Kendari di TPAS Puuwatu, Sulawesi Tenggara, di samping lahan yang direncanakan untuk fasilitas pengolahan sampah terpadu, dengan alat berat memadatkan sampah di sel yang ada
Limbah & Polusi

Kendari menjadi satu dari empat penerima di Sulawesi dalam Local Service Delivery Improvement Project yang didukung Bank Dunia, pada penyerahan di Makassar tanggal 6 Oktober. Kota ini berencana mengarahkan program senilai Rp107 miliar tersebut untuk fasilitas pengolahan sampah di TPAS Puuwatu dan sistem layanan yang berjalan dari pemilahan di rumah tangga hingga pemrosesan akhir.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Petugas dan ekskavator mengangkat kayu, bambu, dan sampah plastik yang hanyut dari saringan sampah di Sungai Ciliwung, Jakarta Selatan, dengan tumpukan material organik hasil pilahan di tepi sungai
Limbah & Polusi

Gubernur Pramono Anung menyampaikan pada 5 Oktober bahwa Jakarta akan mereplikasi saringan sampah terpadu TB Simatupang, yang menangkap hampir 30 persen sampah yang terbawa Sungai Ciliwung dan mengolah sebagian besarnya menjadi kompos dan woodchip, di 11 sungai lain di ibu kota.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca