Keberhasilan pengalihan sampah Bali memindahkan sumbatannya ke hilir di Klungkung
Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

TPS3R Bhuana Asri di Desa Selat, Klungkung, dibangun untuk melayani 800 kepala keluarga dan kini menangani sekitar 400 lebih banyak dari itu, dengan material organik datang lebih cepat daripada yang dapat diolah 14 pekerjanya. Kelebihan beban itu adalah bukti pembatasan pembuangan ke TPA di Bali bekerja, sekaligus tanda bahwa kapasitas hilir kini menjadi kendalanya.
Fasilitas untuk 800 kepala keluarga yang melayani 1.200
TPS3R Bhuana Asri berada di Desa Selat, Klungkung. Fasilitas itu dirancang melayani 800 kepala keluarga. Saat ini fasilitas itu melayani sekitar 400 lebih banyak dari jumlah tersebut, berasal dari sembilan banjar dan tujuh dusun, dengan empat belas pekerja menjalankan operasi hariannya.
Bebannya terlihat pada sisi organik. Ni Komang Sandat, yang bekerja di fasilitas itu, menggambarkan keadaannya secara langsung, bahwa sampah organik mereka memang kelebihan beban, dan menambahkan satu pengamatan yang lebih penting daripada volumenya: proporsi material tercampur yang datang justru meningkat, bukan menurun.
Sampah organik kami memang kelebihan beban.
Gusti Lanang Wirma, yang mengetuai fasilitas tersebut, menyebut kendalanya adalah kedisiplinan pemilahan rumah tangga, bukan peralatan.
Fasilitas itu menanggapi dengan perangkat yang tersedia baginya, yakni meminta warga memilah sebelum membuang dan menaati jendela pengangkutan antara pukul 07.00 sampai 10.00, dengan jadwal terpisah bagi arus organik dan anorganik.
Rincian kedua itu bekerja lebih besar daripada yang tampak. Fasilitas yang menjalankan hari pengangkutan organik dan anorganik secara terpisah, dalam jendela tiga jam, sedang mengoperasikan sistem dua arus yang sungguhan, bukan sekadar nama. Kendala yang dihadapinya adalah rumah tangga yang terlewat jendela waktunya, atau yang belum sanggup memilah secara konsisten, tetap menghasilkan sampah yang harus pergi ke suatu tempat. Ketika jadwalnya ketat dan kapasitasnya penuh, fraksi tercampur yang digambarkan Sandat adalah hasil yang dapat ditebak.
Mengapa kalender upacara berarti di sini
Beban organik Klungkung memiliki komponen yang tidak muncul dalam sebagian besar model perencanaan persampahan. Bagian yang cukup besar berupa sarana upacara, canang dan janur, persembahan harian serta anyaman daun kelapa yang dipakai dalam praktik Hindu Bali. Beban itu meningkat tajam menjelang hari raya.
Hal ini layak dicatat karena sepenuhnya dapat diperkirakan. Tidak seperti kebanyakan lonjakan timbulan sampah, kalender upacara diterbitkan bertahun-tahun sebelumnya. Fasilitas yang mengetahui puncaknya akan datang enam pekan lagi dapat mengatur tenaga kerja sementara, mengosongkan tumpukan komposnya lebih dahulu, atau membuka bak penampung tambahan. Merencanakan kapasitas berdasarkan rata-rata alih-alih berdasarkan puncak yang sudah diketahui adalah yang mengubah peristiwa terduga menjadi kelebihan beban.
Secara teknis, material itu juga bahan baku yang baik. Canang dan janur adalah material nabati yang bersih dan seragam tanpa kontaminasi plastik, yang terkompos dengan baik dan terduga. Persoalannya bukan sampah upacaranya. Persoalannya adalah volume yang tiba di lokasi berukuran untuk populasi yang lebih kecil, bercampur dengan material yang seharusnya sudah dipisahkan di rumah.
Sumbatannya telah berpindah, dan itu kemajuan
Cara yang tepat membaca Klungkung adalah menyandingkannya dengan apa yang terjadi di seluruh Bali tahun ini.
Provinsi ini menutup TPA Suwung untuk sampah umum pada Maret 2026 dan membatasinya hanya untuk material residu sejak April. Para bupati dan wali kota se-Bali berkomitmen mengakhiri pola angkut buang sejak Agustus. Denpasar sejak itu melaporkan penurunan sekitar 70 persen pada apa yang dikirimkannya ke Suwung, dengan partisipasi pemilahan rumah tangga naik dari sekitar 30 persen menjadi sekitar 70 persen.
Material yang tidak lagi pergi ke TPA harus tiba di tempat lain, dan material itu tiba di fasilitas pengolahan desa. Itu sistem yang bekerja sebagaimana dirancang. TPS3R yang kelebihan beban pada September 2026 adalah akibat langsung dari pembatasan hulu yang berhasil pada awal tahun.
Pola ini muncul sejak awal. Dalam dua pekan setelah pembatasan sampah organik di Suwung pada April, tiga fasilitas TPST di Denpasar dilaporkan kelebihan beban. Kementerian Lingkungan Hidup mengakui persoalan urutan itu saat itu dengan mengizinkan material organik terus masuk ke Suwung sampai peralatan pengolahan di lokasi TPST siap.
Kapasitas hilir Denpasar sendiri memberi gambaran skalanya. Kota itu mengoperasikan 23 unit TPS3R dengan kapasitas gabungan sekitar 72,83 ton per hari. Itu infrastruktur yang nyata, dan jumlahnya sederhana dibandingkan apa yang dihasilkan provinsi yang mengalihkan sampah pada laju seperti ini.
Kesimpulan yang jujur adalah Bali bergerak lebih cepat pada pembatasan daripada pada kapasitas. Itu pilihan urutan yang lazim dan tidak tanpa alasan, karena pembatasanlah yang menciptakan permintaan yang membenarkan investasi kapasitasnya. Namun jarak antara keduanya harus ditutup dengan jadwal yang jelas, atau fasilitas seperti Bhuana Asri menyerap selisihnya lewat kerja keras staf sampai mereka tidak sanggup lagi.
Apa yang sedang dibangun Bali berikutnya
Provinsi ini tidak berdiam diri. Sekitar Rp400 miliar dialokasikan untuk fasilitas sampah organik baru di Klungkung, dan kabupaten itu sudah menjadi tuan rumah TOSS Center, lokasi pengolahan yang pernah ditinjau Menteri Lingkungan Hidup.
Ada pula sisi permintaan yang layak dicatat. Pemerintah daerah di Bali menyatakan kesiapan menyerap sampai 500 ton kompos per hari untuk pertanian, penghijauan dan pemulihan kualitas lahan. Angka itu adalah bagian yang paling sering tidak dimiliki program pengomposan. Fasilitas desa dapat menghasilkan kompos; yang menentukan apakah fasilitas itu terus berproduksi adalah apakah ada yang membeli atau mengambil keluarannya dalam jumlah besar. Komitmen provinsi yang tetap untuk menyerap kompos mengubah pengolahan desa dari kegiatan pembuangan menjadi rantai pasok.
Pandangan Sirkularium bagi pemerintah dan institusi publik
Tiga catatan.
Pertama, soal membaca kelebihan beban secara tepat. Daerah yang fasilitas pengolahannya melampaui kapasitas tak lama setelah pembatasan TPA tidaklah gagal. Daerah itu sedang menyaksikan pembatasannya bekerja. Tanggapan yang tepat adalah perluasan kapasitas dan dukungan pemilahan, bukan mundur dari pembatasannya. Kami menganjurkan provinsi memantau tingkat pemanfaatan fasilitas pengolahan sebagai indikator utama berdampingan dengan tonase TPA, karena pemanfaatan di atas kapasitas rancangan adalah peringatan dini bahwa investasi berikutnya sudah waktunya.
Kedua, soal merencanakan hingga puncaknya. Daerah mana pun dengan pola sampah upacara, festival atau musiman yang signifikan sebaiknya menakar setidaknya pengaturan lonjakannya pada puncak yang sudah diketahui, bukan pada rata-rata tahunan. Tanggalnya sudah terbit. Tenaga kerja sementara, kapasitas penampung tambahan dan pengosongan sebelum acara jauh lebih murah daripada fasilitas yang jebol saat hari raya.
Ketiga, soal menutup lingkar komposnya. Komitmen Bali menyerap sampai 500 ton kompos per hari adalah jenis langkah yang sebaiknya dicermati provinsi lain. Instansi yang menangani pertanian, penghijauan kota, bahu jalan dan rehabilitasi lahan merupakan konsumen kompos potensial yang besar, dan komitmen penyerapan tetap dari anggaran mereka lebih menopang pengomposan desa daripada hibah mana pun. Kabupaten dan kota sebaiknya menghitung permintaan kompos institusionalnya sendiri lalu menerbitkannya.
Yang perlu dipantau berikutnya: apakah wilayah layanan Klungkung diselaraskan dengan kapasitas fasilitasnya atau fasilitasnya yang diperluas, jadwal konstruksi fasilitas organik yang baru, apakah porsi material tercampur yang tiba di Bhuana Asri menurun seiring kampanye pemilahan berlanjut, serta apakah komitmen penyerapan kompos berubah menjadi volume pembelian yang nyata.
Bali telah mengalihkan materialnya. Pekerjaan sekarang adalah memastikan tempat-tempat tujuan pengalihan itu sanggup menerimanya. Sirkularium akan terus mengikuti sisi kapasitas dari transisi ini.
Sumber
- Detik Bali, kelebihan sampah organik di TPS3R Klungkung dan imbauan memilah
- Bali Post, tiga TPST di Denpasar kelebihan beban setelah pembatasan organik
- Kompas Denpasar, alokasi Rp400 miliar untuk fasilitas sampah organik baru di Klungkung
- ANTARA News Bali, sampah organik diizinkan masuk Suwung sampai peralatan siap
- ANTARA News, menteri mengizinkan organik masuk Suwung hingga TPST siap
- Bali Politika, bupati dan wali kota se-Bali menghentikan pola angkut buang sejak Agustus 2026






