Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Limbah & Polusi

Indonesia menempatkan industri minuman di barisan pertama sirkularitas kemasan

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Bal botol PET pascakonsumsi tertumpuk di fasilitas daur ulang di Indonesia, dengan lini pemilahan dan pekerja berrompi keselamatan di latar belakang

Pada 7 Agustus 2026 Kementerian Perindustrian membuka program pembinaan industri hijau dan ekonomi sirkular untuk sektor minuman di Jakarta, dengan kemasan pascakonsumsi sebagai titik masuk. Indonesia menghasilkan sekitar 435.000 ton sampah botol PET per tahun dan sudah memulihkan 307.000 ton di antaranya.

Sekilas data
435.000
Ton sampah botol PET yang dihasilkan setiap tahun
307.000
Ton botol PET yang sudah terkumpul setiap tahun
71%
Porsi botol PET yang berhasil dipulihkan dari aliran sampah
2050
Tahun target nol emisi bersih sektor industri

Kemasan menjadi persoalan kebijakan industri

Kementerian Perindustrian membuka program pembinaan di Jakarta pada Jumat 7 Agustus 2026 yang menyasar langsung kemasan pascakonsumsi, dan memilih sektor minuman sebagai titik awal. Acara tersebut, Workshop Implementasi Industri Hijau dan Ekonomi Sirkular pada Sektor Industri Minuman, merupakan tahap pertama dari keterlibatan yang lebih panjang, bukan seminar yang berdiri sendiri. Tujuannya adalah memetakan praktik keberlanjutan yang sudah dijalankan produsen minuman, mengidentifikasi hambatan penerapannya, dan membangun hubungan kerja antara kementerian, pelaku industri, akademisi, serta organisasi lingkungan.

Kerangka itu penting. Selama hampir satu dekade terakhir, kemasan di Indonesia terutama diperlakukan sebagai urusan portofolio lingkungan, berada di Kementerian Lingkungan Hidup dan di pemerintah daerah yang menanggung biaya pengumpulannya. Menempatkan kemasan di dalam agenda industri hijau Kementerian Perindustrian mengubah bingkainya menjadi keputusan bahan baku yang diambil di lantai pabrik, yaitu pada titik ketika jenis resin, bobot botol, perekat label, dan kandungan daur ulang ditetapkan. Keputusan itulah yang, beberapa tahun kemudian, menentukan apakah fasilitas pengolahan sampah di sebuah kabupaten dapat menjual materialnya atau harus menimbunnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan logika daya saing di balik program ini.

Transformasi menuju industri hijau merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional di tengah permintaan global atas produk berkelanjutan yang terus naik.

Angka di balik aliran PET Indonesia

Kementerian menyandarkan workshop tersebut pada angka hasil riset Sustainable Waste Indonesia. Indonesia menghasilkan sekitar 435.000 ton sampah botol PET setiap tahun. Dari jumlah itu, sekitar 307.000 ton terkumpul, sehingga tingkat pemulihannya mencapai kira kira 71 persen. Pemberitaan atas acara ini sedikit berbeda dalam melabeli angka tersebut, sebagian menyebutnya tingkat pengumpulan dan sebagian menyebutnya tingkat daur ulang, sehingga porsi yang benar benar diolah kembali menjadi material baru mungkin sedikit di bawah 71 persen.

Bagaimanapun, angka itu tinggi untuk ukuran kawasan, dan alasannya layak dipahami. Botol PET padat, bersih, mudah dikenali, dan memiliki harga yang andal di mata pendaur ulang. Jaringan pengumpulan informal Indonesia, yang dibangun di sekitar pemulung, pengepul, dan bank sampah, sudah memulihkannya dalam skala besar selama bertahun tahun tanpa memerlukan mandat. Material itu bergerak karena bernilai uang.

Karena itu, selisih yang tersisa justru menjadi bagian yang menarik. Sekitar 128.000 ton botol PET per tahun masih lolos dari sistem pemulihan, sebagian besar merupakan fraksi yang tersebar, terkontaminasi, atau timbul di tempat yang keekonomian pengumpulannya belum berjalan.

Gambaran resin yang lebih luas menjelaskan mengapa PET saja tidak dapat memikul agenda ini. Menurut riset yang sama, polipropilena menyumbang 36 persen konsumsi plastik nasional, polietilena densitas rendah 17 persen, polietilena densitas tinggi 14 persen, dan PET hanya sekitar 9 persen. Material yang paling berhasil dipulihkan justru merupakan irisan terkecil dari aliran sampah.

Mengapa subsektor minuman lebih dulu

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menyebut pengelolaan kemasan pascakonsumsi sebagai salah satu wujud nyata transformasi industri berkelanjutan. Subsektor minuman dipilih karena menawarkan tiga tuas sekaligus: efisiensi sumber daya dalam produksi, ruang untuk beralih ke energi terbarukan, dan ruang untuk menaikkan porsi plastik daur ulang dalam kemasan.

Merrijantij Punguan Pintaria, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, menyampaikan argumen sumber daya itu secara langsung. Sampah botol PET bukan persoalan pembuangan yang harus diserap, melainkan bahan baku dengan nilai ekonomi yang sudah mapan, dan membangun permintaan industri di sekitarnya sekaligus menopang target penurunan emisi.

Minuman juga menjadi titik awal yang pragmatis karena sektornya terkonsentrasi. Jumlah produsen besar yang relatif sedikit menyumbang porsi besar botol yang beredar di pasar, sehingga komitmen sukarela lebih mudah dirundingkan dan lebih mudah diverifikasi dibandingkan pada sektor yang terfragmentasi.

Kerangkanya sudah tersedia

Program ini tidak dibangun dari nol. Undang Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian sudah menyediakan dasar hukum bagi Standar Industri Hijau, dan kementerian telah menerbitkan standar per sektor serta menyertifikasi perusahaan yang memenuhinya selama beberapa tahun terakhir. Kementerian juga telah menyusun peta jalan dekarbonisasi industri yang mencakup subsektor manufaktur prioritas, termasuk makanan dan minuman, dengan orientasi pada target nol emisi bersih sektor industri pada 2050.

Di sisi pasokan, kapasitas pengolahan untuk menyerap lebih banyak material sebagian besar sudah tersedia. Indonesia mencatat sekitar 241 industri daur ulang plastik pada 2023, mewakili investasi sekitar Rp20 triliun dan kapasitas olah sekitar 2,54 juta ton per tahun. Instrumen fiskal yang tengah dibahas di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, termasuk keringanan pajak pertambahan nilai bagi pengguna bahan daur ulang dan preferensi pengadaan bagi perusahaan bersertifikat hijau, dirancang untuk menarik kapasitas itu ke tingkat pemanfaatan yang lebih tinggi.

Yang menyusul setelah workshop

Kementerian menyiapkan rangkaian, bukan acara tunggal. Temuan dari workshop menjadi masukan bagi pendampingan teknis dan mentoring bagi sejumlah produsen minuman terpilih, yang dijalankan bersama tenaga ahli. Rangkaian itu kemudian menghasilkan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi industri, yang disusun melalui forum khusus yang mempertemukan para pihak.

Struktur ini sengaja dibuat bertahap, dan itu pilihan desain yang masuk akal. Perancangan ulang kemasan berjalan mengikuti siklus belanja modal yang diukur dalam tahun, bukan kuartal. Mandat yang terbit mendahului basis bukti cenderung menghasilkan dokumen kepatuhan, bukan perubahan material. Memetakan lebih dulu, mendampingi kemudian, dan mengatur belakangan memberi aturan yang dihasilkan peluang lebih besar untuk benar benar dapat diterapkan.

Pandangan Sirkularium

Bagi pemerintah dan institusi publik, inisiatif ini paling tepat dibaca sebagai separuh hulu dari sebuah sistem yang separuh hilirnya sudah dibangun. Indonesia sedang berada dalam periode yang luar biasa aktif di bidang sampah: praktik open dumping dihentikan bertahap di seluruh tempat pemrosesan akhir, kapasitas bahan bakar jumputan padat dan pengolahan sampah menjadi energi diadakan dalam skala besar, dan kewajiban pemilahan dari sumber diperketat di kota kota terbesar. Semua pekerjaan itu menangani material setelah ia diproduksi. Program Kementerian Perindustrian bekerja pada keputusan yang menciptakan material tersebut sejak awal.

Ada tiga implikasi bagi institusi publik. Pertama, standar desain kemasan yang disepakati bersama industri merupakan masukan langsung bagi perencanaan fasilitas daerah. Kabupaten yang berinvestasi pada lini pemilahan perlu tahu apakah botol yang datang lima tahun lagi berupa material tunggal yang mudah dibal, atau berlapis dan berakhir sebagai residu. Kedua, selisih pemulihan PET sebesar 128.000 ton merupakan persoalan geografis sekaligus teknis, terpusat di wilayah dengan jarak angkut panjang dan jaringan pembeli yang tipis, dan justru di sanalah infrastruktur pengumpulan publik paling berdaya ungkit. Ketiga, instrumen fiskal yang sedang dibahas hanya akan berubah menjadi permintaan atas material yang dikumpulkan secara lokal apabila mutunya konsisten, sehingga bobotnya jatuh pada program pemilahan dari sumber yang sudah dijalankan pemerintah daerah.

Kontribusi paling berharga dari pemerintah daerah bagi sirkularitas industri bukanlah tonase pengumpulan yang lebih besar, melainkan tonase yang lebih bersih, lebih terpilah, dan lebih terprediksi.

Yang perlu dicermati berikutnya adalah komposisi kelompok penerima pendampingan dan tenggat yang melekat pada rencana aksi industri. Bila rencana itu memuat target kandungan daur ulang beserta tanggalnya, ia menjadi sinyal perencanaan yang dapat dijadikan pegangan oleh pengelola sampah, pendaur ulang, dan lembaga pembiayaan sekaligus. Bila berhenti pada prinsip umum, tingkat pemulihan resin di luar PET kemungkinan tidak banyak bergerak. Sirkularium akan mengikuti keluaran forum tersebut dan bagaimana ia terhubung dengan kewajiban tanggung jawab produsen yang sudah berlaku.

Porsi konsumsi plastik nasional menurut jenis resin

Values in persen

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di limbah dan polusi, Sirkularium membantu merancang sistem pengumpulan, pemilahan, dan pemulihan, menyusun kebijakan dan peta jalan, serta mengubah sampah menjadi sumber daya yang terkelola.

Artikel terkait

Kepala sumur penangkap gas TPA dengan pipa kuning yang muncul dari sel sampah yang telah ditutup tanah di sebuah TPA perkotaan, dengan siluet kota di kejauhan
Limbah & Polusi

Perusahaan pengelola energi terbarukan Oikos Earth pada 1 Oktober mengusulkan agar Makassar menangkap gas metana dari TPA Tamangapa yang telah beroperasi puluhan tahun dan mengubahnya menjadi kredit karbon serta biometana terkompresi untuk industri. Tawaran ini dibangun di atas sumur gas yang sudah terpasang dan kebijakan kota sejak Agustus yang hanya menerima sampah residu di TPA.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Petugas pemadam kebakaran dan truk tangki air bekerja di tepi TPA sampah yang luas saat senja, dengan alat berat membongkar tumpukan sampah di latar belakang
Limbah & Polusi

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengerahkan sekitar 50 personel untuk mengendalikan kebakaran yang dipicu gas metana di zona aktif TPA Jatibarang pada 30 September. Kota ini memperlakukan rangkaian kejadian musim kemarau sebagai masa jembatan menuju PSEL Semarang Raya, fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik berkapasitas 1.000 ton per hari yang ditargetkan groundbreaking pada Desember 2026.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Petugas dinas lingkungan hidup dan relawan lingkungan mengunjungi rumah di sebuah gang rindang di Jakarta Selatan, menunjukkan kepada warga cara memisahkan sampah dapur ke dalam tong hijau dan sampah kering yang dapat didaur ulang ke dalam kantong kuning
Limbah & Polusi

Pada 28 September 2026 Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meluncurkan proyek percontohan kolaboratif di RW 06 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, tempat lebih dari 400 rumah tangga di empat RT mendapat pendampingan dari pintu ke pintu dan sampah dijaga tetap terpilah dari dapur hingga fasilitas pengolahan. Sekitar 21.000 rumah di Jagakarsa sudah memilah sampah dari sumber.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Deretan truk sampah compactor oranye yang sudah diperbarui terparkir di depo milik Pemprov DKI Jakarta, siap diserahterimakan, dengan pejabat Kota Bogor dan pejabat Jakarta memeriksa unit pemadat di bagian belakang salah satu truk
Limbah & Polusi

Pada 29 September 2026 Gubernur Pramono Anung menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memprioritaskan permohonan Kota Bogor atas truk sampah compactor dan mobil pemadam kebakaran bekas yang masih layak, serta menawarkan ambulans dan bus sekolah. Permohonan yang diajukan sejak pertengahan tahun itu kini berlanjut ke pengajuan tertulis resmi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Warga menyerahkan botol plastik dan kantong berisi sampah sachet yang sudah terpilah kepada petugas di kios penyetoran sampah kecil di halaman Balai Kota Bogor, dengan timbangan digital dan ponsel yang menampilkan poin imbalan
Limbah & Polusi

Pada 26 September 2026 Pemerintah Kota Bogor bersama Rekosistem membuka waste station di Balai Kota, tempat warga menukar sampah anorganik terpilah, minyak jelantah, dan sampah elektronik rumah tangga dengan poin senilai Rp100 hingga Rp6.000 per kilogram. Wali Kota Dedie A. Rachim kemudian mengisyaratkan bahwa model ini dapat diperluas ke setiap kecamatan di kota tersebut.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Sentra pengolahan sampah skala kawasan di Bandung, dengan sampah terpilah dimasukkan ke mesin pencacah dan bal bahan bakar tertumpuk siap diangkut
Limbah & Polusi

Lima pihak yang dimotori Danantara menyiapkan empat sentra pengolahan sampah skala kawasan di Bandung dengan total kapasitas 1.200 ton per hari, dan PLN Energi Primer Indonesia kini menjelaskan bagaimana perusahaan akan menyerap hasil olahannya sebagai pasokan energi primer.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca