Makassar menimbang pemanfaatan gas metana TPA Tamangapa menjadi kredit karbon dan bio-CNG
Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Perusahaan pengelola energi terbarukan Oikos Earth pada 1 Oktober mengusulkan agar Makassar menangkap gas metana dari TPA Tamangapa yang telah beroperasi puluhan tahun dan mengubahnya menjadi kredit karbon serta biometana terkompresi untuk industri. Tawaran ini dibangun di atas sumur gas yang sudah terpasang dan kebijakan kota sejak Agustus yang hanya menerima sampah residu di TPA.
Makassar menerima sebuah usulan yang memperlakukan infrastruktur persampahan tertuanya sebagai aset lingkungan. Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Muh. Syiraz, CEO perusahaan pengelola energi terbarukan Oikos Earth, bertemu Wali Kota Munafri Arifuddin di Rumah Jabatan Wali Kota dan menawarkan pengelolaan gas metana dari TPA Tamangapa di Antang melalui skema perdagangan karbon. Gas yang ditangkap juga dapat dimurnikan dan dikompresi menjadi bio-CNG untuk dijual ke industri.
Pertemuan ini dihadiri Melinda Aksa, Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Helmy Budiman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota, dan Andi Hudli Huduri, Ketua Tim Ahli Pemerintah Kota. Pemerintah kota kini akan menilai kebutuhan teknis, ekonomi, dan tata kelola sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
Apa yang diusulkan Oikos Earth
Tawaran ini terdiri dari dua bagian yang saling terkait. Bagian pertama adalah proyek penurunan emisi. TPA Tamangapa telah menerima sampah sejak 1990-an, dan fraksi organik yang tertimbun selama tiga dekade terus terurai dan melepaskan gas metana, gas rumah kaca yang dalam jangka pendek jauh lebih kuat daripada karbon dioksida. Menangkap lalu memusnahkan atau memanfaatkan gas tersebut menghasilkan penurunan emisi yang terukur, yang dapat disertifikasi dan dijual sebagai kredit karbon.
Metana yang tadinya bisa terlepas ke atmosfer, setelah ditangkap, dapat diterbitkan sebagai instrumen lingkungan bernama kredit karbon, ujar Syiraz kepada wartawan seusai pertemuan.
Bagian kedua adalah energi. Alih-alih dibakar di flare, Oikos Earth menyampaikan bahwa gas tersebut dapat dimurnikan, dikompresi, dan dijual sebagai bio-CNG, pengganti terbarukan untuk gas alam fosil dalam penggunaan industri. Liputan Suara Celebes dan Disway Sulsel menggambarkan langkah ini sebagai tahap yang mengubah proyek mitigasi menjadi lini produk.
Wali Kota Munafri membingkai usulan ini dalam perspektif jangka panjang. Menurut Info Kejadian Makassar, ia menyampaikan bahwa TPA sebaiknya dipandang bukan semata sebagai beban biaya pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai aset lingkungan yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi. Netral melaporkan bahwa pemerintah kota melihat kemungkinan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) apabila teknologi dan tata kelola yang tepat tersedia.
TPA yang sudah dalam masa transisi
Usulan ini datang ke lokasi yang telah berubah cukup signifikan dalam setahun terakhir. Laporan dari pertemuan tersebut mencatat bahwa TPA Tamangapa sudah memiliki delapan sumur penangkap gas metana, tiga di antaranya beroperasi. Sejumlah area timbunan sampah baru saja ditutup tanah, dan sistem pengelolaan air lindi sedang diperbaiki. Semua ini adalah fondasi sebuah controlled landfill, dan sekaligus kondisi awal yang dibutuhkan proyek penangkapan gas: sel yang tertutup menahan gas di dalam, dan sumur yang sudah ada memberi gambaran awal tentang laju aliran dan kualitas gas.
Perubahan yang lebih besar terjadi pada 1 Agustus 2026, ketika Makassar mengakhiri praktik open dumping dan mulai hanya menerima sampah residu yang sudah dipilah di TPA. Kompas Makassar melaporkan pada 20 Agustus bahwa sampah harian yang masuk turun menjadi 200 hingga 300 ton. Nasrun, Kepala UPT TPA Antang, menyampaikan bahwa sebelumnya volume mencapai sekitar 1.000 ton per hari, dan penurunan terutama berasal dari sampah basah yang tidak lagi sampai ke lokasi. Liputan Sirkularium sebelumnya, berdasarkan laporan lain, mencatat kisaran 700 hingga 800 ton per hari sebelum kebijakan, sehingga angka dasarnya berbeda antarsumber, tetapi arah dan skala penurunannya konsisten.
Perubahan komposisi sama pentingnya. DLH Makassar sebelumnya menyebut sampah organik sekitar 54 persen dari sampah harian yang masuk sebelum kebijakan, menurut ANTARA Makassar. IDN Times Sulsel kemudian melaporkan porsi organik turun menjadi sekitar 10 persen setelah pemilahan di sumber berjalan.
Mengapa waktunya tepat
Kedua fakta ini saling melengkapi. Produksi gas metana di TPA terutama bergantung pada seberapa banyak sampah organik yang tertimbun dan sejak kapan. Makassar kini telah menekan tajam aliran sampah organik baru ke Tamangapa, yang akan menurunkan produksi metana di masa depan. Namun sampah yang ditimbun sejak 1990-an akan terus menghasilkan gas selama bertahun-tahun. Timbunan lama itulah yang menjadi sasaran proyek penangkapan gas.
Dengan kata lain, kota telah menangani sumber emisi baru di hulu, dan usulan Oikos Earth menangani emisi yang sudah tersimpan di dalam tanah. Kedua pendekatan ini saling melengkapi. Pemilahan di sumber mengurangi masalah; penangkapan gas mengelola yang tersisa dan dapat menghasilkan pendapatan untuk mendukung perbaikan lebih lanjut di lokasi.
Konteks pasar nasional juga lebih matang dibandingkan setahun lalu. ANTARA melaporkan pada 29 September bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Nomor 10 Tahun 2026 pada 6 Juli 2026, yang mewajibkan unit karbon didaftarkan dalam Sistem Registri Unit Karbon (SRUK). Per 31 Agustus 2026, Bursa Karbon Indonesia, yang diluncurkan pada 26 September 2023, memiliki 159 pengguna terdaftar dengan transaksi kumulatif 1,98 juta ton CO2 ekuivalen senilai Rp93,90 miliar. Di New York pada pekan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan pengelolaan sampah sebagai salah satu dari tiga bidang investasi hijau yang ditawarkan Indonesia kepada investor global, bersama padi rendah emisi dan karbon biru.
Yang perlu dituntaskan terlebih dahulu
Keputusan kota untuk menilai sebelum berkomitmen adalah urutan yang tepat, dan pemberitaan menunjukkan tiga bidang yang akan dicakup evaluasi tersebut.
Kelayakan teknis adalah yang pertama. Tiga sumur yang beroperasi memberi titik awal, tetapi proyek yang layak dibiayai bank membutuhkan data terukur tentang laju aliran gas, konsentrasi metana, dan model penurunan produksi seiring bertambahnya usia sampah lama dan rendahnya pasokan organik baru. Bio-CNG khususnya membutuhkan kualitas gas yang konsisten dan volume yang cukup untuk membenarkan investasi peralatan pemurnian dan kompresi.
Kelayakan ekonomi menyusul. Pendapatan kredit karbon bergantung pada metodologi yang digunakan, biaya verifikasi, dan harga yang bersedia dibayar pembeli. Jalur bio-CNG bergantung pada adanya pembeli industri yang cukup dekat dengan lokasi agar pengangkutan tetap layak. Pemerintah kota tentu ingin memiliki gambaran jelas tentang pembagian pendapatan dan porsi yang kembali ke operasional TPA atau ke PAD.
Tata kelola adalah bidang ketiga. Proyek karbon di atas aset milik daerah memunculkan pertanyaan tentang kepemilikan penurunan emisi, cara pendaftarannya di SRUK, jangka waktu konsesi, dan kaitannya dengan rencana Makassar membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Menuntaskan hal-hal ini secara jelas sejak awal melindungi pemerintah kota maupun investor.
Pandangan Sirkularium
Bagi pemerintah dan lembaga publik, usulan di Tamangapa menggambarkan sebuah model yang layak diperhatikan di seluruh TPA di Indonesia.
Sebagian besar kota di Indonesia menyimpan timbunan sampah campuran selama puluhan tahun di lokasi yang kini beralih dari open dumping ke controlled atau sanitary landfill. Sampah lama itu tetap menjadi sumber metana selama bertahun-tahun, seberapa pun baiknya pemilahan di hulu. Memperlakukannya sebagai aset yang dapat dikelola, bukan semata beban, membuka jalan untuk membiayai perbaikan yang justru membuat TPA lebih aman: tanah penutup, sumur gas, dan pengolahan air lindi.
Urutan langkah Makassar patut dicontoh. Kota lebih dulu menekan aliran sampah organik melalui kewajiban pilah, lalu memperbaiki tanah penutup dan sistem lindi, dan kini menilai penangkapan gas. Kota lain dapat mengikuti urutan serupa. Mengurangi sampah organik lebih dulu menjaga emisi masa depan tetap rendah; menangkap gas dari sel lama menangani yang sudah ada.
Tiga hal praktis menonjol bagi pengambil keputusan. Pertama, ukur sebelum bernegosiasi: kampanye pemantauan gas singkat pada sumur yang ada memberi posisi tawar lebih kuat bagi kota dan membantu menetapkan ekspektasi yang realistis. Kedua, selaraskan proyek karbon dengan registri nasional dan dengan rencana PSEL sejak hari pertama, agar penurunan emisi tidak terhitung ganda dan penggunaan lahan tidak berbenturan. Ketiga, pertimbangkan opsi bio-CNG secara serius jika terdapat industri di sekitar lokasi, karena produk energi fisik memperluas sumber pendapatan di luar harga karbon semata. Pelajaran dari lokasi lain menunjukkan bahwa skema gas menjadi energi berhasil ketika spesifikasi bahan bakar disepakati dengan pembeli sebelum peralatan dibangun.
Yang perlu dicermati berikutnya: hasil kajian kelayakan pemerintah kota, apakah Makassar dan Oikos Earth melangkah ke nota kesepahaman, metodologi yang dipilih untuk penerbitan kredit, dan bagaimana kerja sama ini ditempatkan berdampingan dengan rencana PSEL kota. Jika kajiannya positif, Tamangapa dapat menjadi salah satu TPA milik daerah pertama di Indonesia yang memperoleh pendapatan karbon dari metana timbunan lamanya, sekaligus menjadi rujukan bagi kota lain yang tengah menuntaskan peralihan dari open dumping.
Sumber
- ANTARA News, Oikos Earth tawarkan kerja sama perdagangan karbon TPA Makassar (1 Oktober 2026)
- Suara Celebes, Oikos Earth lirik gas metana TPA Tamangapa untuk kredit karbon hingga bio-CNG (1 Oktober 2026)
- Netral, skema perdagangan karbon berpotensi jadikan TPA Tamangapa sumber PAD (1 Oktober 2026)
- Disway Sulsel, Oikos Earth jajaki pengelolaan gas metana TPA Tamangapa untuk kredit karbon (1 Oktober 2026)
- Trotoar, pemkot akan menilai kelayakan teknis, ekonomi dan tata kelola (1 Oktober 2026)
- Info Kejadian Makassar, TPA Tamangapa punya potensi ekonomi (1 Oktober 2026)
- Kompas Makassar, volume harian ke TPA Antang turun menjadi 200 hingga 300 ton (20 Agustus 2026)
- IDN Times Sulsel, pemilahan di sumber dan perubahan komposisi sampah di TPA
- ANTARA Makassar, DLH targetkan pengurangan lebih dari 50 persen volume sampah ke TPA Tamangapa
- ANTARA News, insentif pasar karbon dan data Bursa Karbon Indonesia (29 September 2026)






