Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Limbah & Polusi

Jakarta prioritaskan Bogor untuk hibah truk sampah compactor dan mobil pemadam bekas, wujud berbagi armada dalam kawasan aglomerasi

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Deretan truk sampah compactor oranye yang sudah diperbarui terparkir di depo milik Pemprov DKI Jakarta, siap diserahterimakan, dengan pejabat Kota Bogor dan pejabat Jakarta memeriksa unit pemadat di bagian belakang salah satu truk

Pada 29 September 2026 Gubernur Pramono Anung menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memprioritaskan permohonan Kota Bogor atas truk sampah compactor dan mobil pemadam kebakaran bekas yang masih layak, serta menawarkan ambulans dan bus sekolah. Permohonan yang diajukan sejak pertengahan tahun itu kini berlanjut ke pengajuan tertulis resmi.

Sekilas data
128
Truk sampah Kota Bogor yang kembali membuang ke Galuga pada 9 September 2026
700
Ton sampah yang dihasilkan Kota Bogor setiap hari, menurut pemerintah kota pada 2024
4
Jenis kendaraan yang ditawarkan: truk compactor, mobil damkar, ambulans, bus sekolah
18%
Porsi sampah harian yang dikurangi melalui 32 TPS3R dan 300 bank sampah, data kota 2024

Permohonan yang dijawab di peringatan Hari Perhubungan

Pada Selasa, 29 September 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperingati Hari Perhubungan Nasional dengan upacara tingkat provinsi di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di antara yang hadir adalah Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan wakilnya, Jenal Mutaqin. Kesempatan itu memberi kedua pemerintah daerah ruang untuk menuntaskan urusan yang sudah terbuka sejak pertengahan tahun.

Gubernur Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa Jakarta akan memprioritaskan permohonan hibah kendaraan dari Pemerintah Kota Bogor. Permohonan itu mencakup truk sampah compactor dan mobil pemadam kebakaran bekas yang masih layak pakai. Gubernur bahkan melangkah lebih jauh dari permintaan awal, dengan menawarkan ambulans dan bus sekolah bila Bogor membutuhkannya.

"Kami akan prioritaskan untuk Bogor. Termasuk ambulans kalau memang masih mau. Termasuk bus sekolah." Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta

Satu-satunya syarat dari gubernur bersifat prosedural. Ia meminta Bogor mengajukan permohonan secara tertulis agar pemerintah provinsi dapat memprosesnya secara resmi, dan meminta jajaran Pemkot Bogor segera melengkapi dokumennya agar proses hibah dapat dipercepat.

Asal mula permohonan

Bogor pertama kali mengajukan permohonan ini sebelumnya pada tahun yang sama. Ketika kabarnya mengemuka pada Agustus 2026, Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menyebut permohonan itu telah diajukan sekitar tiga pekan sebelumnya, dan Wali Kota Dedie menggambarkannya sebagai langkah wajar antara dua pemerintah daerah bertetangga dalam satu kawasan aglomerasi. Bogor berada di hulu Jakarta, baik secara geografis maupun dalam arus harian komuter, air, dan barang yang mengikat kawasan metropolitan ini.

Pemkot Bogor tidak menyebut jumlah kendaraan. Wali kota mengatakan jumlahnya bergantung pada kemampuan Jakarta, dan yang diminta adalah unit bekas dalam kondisi layak, bukan unit baru. Ia terbuka tentang alasannya. Anggaran Jakarta jauh lebih besar, dan membeli kendaraan berat baru belum memungkinkan dalam ruang fiskal Bogor saat ini. Hibah unit bekas yang terawat memungkinkan kota memperkuat layanan sekarang, sementara rencana pengadaannya sendiri terus berjalan.

Untuk pemadam kebakaran, Jawa Pos melaporkan bahwa prioritasnya adalah mobil damkar bertangga, sejalan dengan pertumbuhan gedung bertingkat dan kawasan industri di kota tersebut. Untuk persampahan, kebutuhannya adalah truk compactor, yaitu truk berbak tertutup dengan mekanisme pemadat hidrolik di bagian belakang yang mampu membawa lebih banyak sampah per perjalanan dan menjaganya tetap tertutup di jalan.

Armada yang sedang diperbarui

Pengangkutan sampah di Bogor bertumpu pada dua jenis kendaraan utama, yaitu dump truck dan truk kontainer, dan armadanya tengah menjalani program perbaikan bertahap. Pada pertengahan 2024 pemerintah kota melaporkan bahwa 20 hingga 30 kendaraan memerlukan perbaikan dan bahwa anggaran pengadaan kendaraan baru tengah disiapkan, disertai permohonan dukungan dari pemerintah pusat. Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menyampaikan tahun ini bahwa beberapa truk mengalami kerusakan di bagian belakang, dan unit dalam kondisi buruk ditarik dari operasi selama perbaikan berlangsung.

DLH Kota Bogor menerapkan aturan itu dalam praktik. Ketika sebuah kontainer yang rusak menarik perhatian publik pada September, Kepala DLH Rudy Mashudi memastikan kontainer tersebut telah ditarik untuk diperbaiki pada hari Sabtu, dan truknya tetap bekerja dengan kontainer pengganti. Peristiwa ini menunjukkan kota yang aktif mengelola armadanya, mengistirahatkan unit yang tidak aman digunakan dan menjaga layanan tetap berjalan dengan unit yang layak.

Armada ini juga menunjukkan ketangguhannya bulan ini. Setelah kebakaran di TPAS Galuga pada awal September, 128 truk Kota Bogor kembali membuang sampah ke lokasi itu pada 9 September dengan jadwal bergilir, hanya satu hari setelah penutupan. Tambahan unit compactor dari Jakarta akan menambah kapasitas dan fleksibilitas operasi tersebut, sekaligus mengurangi beban kendaraan lama selama pengadaan unit pengganti berjalan.

Pilihan truk compactor itu sendiri penting. Dump truck terbuka dan unit kontainer lama membawa sampah dalam keadaan lepas, sehingga muatan per perjalanan terbatas dan sampah terpapar hujan. Bak compactor yang tertutup memadatkan muatan, sehingga setiap kendaraan membawa lebih banyak dan lebih jarang bolak-balik ke tempat pembuangan, menghemat bahan bakar dan waktu kru. Bak tertutup juga menahan air lindi di dalam, bukan membiarkannya menetes ke jalan, yang penting bagi kesehatan publik dan bagi persepsi warga terhadap layanan. Bagi kota yang truknya menempuh rute panjang ke Galuga di Kabupaten Bogor, perjalanan yang lebih sedikit dan lebih bersih per ton adalah keuntungan operasional yang langsung terasa.

Mengapa ini penting bagi ekonomi sirkular

Hibah kendaraan antarpemerintah jarang dibicarakan sebagai kebijakan ekonomi sirkular, padahal dalam praktiknya ini contoh yang jelas. Truk compactor yang telah mencapai akhir masa layanan terencana di salah satu armada pemerintah daerah dengan pendanaan terbaik di Indonesia masih bisa bekerja bertahun-tahun di kota yang lebih kecil. Memindahkannya menjaga aset bernilai tetap produktif, menunda emisi dan kebutuhan material untuk memproduksi unit pengganti, serta menghemat uang publik di kedua sisi. Jakarta terhindar dari biaya dan upaya penghapusan kendaraan. Bogor mendapat tambahan kapasitas dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan membeli unit baru.

Pemindahan ini juga sejalan dengan arah kerja sama kawasan. Kerangka tata kelola Jakarta sebagai daerah khusus kini memberi penekanan kuat pada kawasan aglomerasi bersama kota dan kabupaten di sekitarnya, dan persampahan adalah salah satu layanan tempat kerja sama itu paling bernilai secara praktis. Sampah di Jabodetabek tidak mengenal batas administrasi. Sungai membawanya ke hilir, dan kapasitas tempat pembuangan akhir di satu wilayah memengaruhi pilihan wilayah lain.

Bagi Bogor, pengangkutan yang lebih baik juga menjadi prasyarat bagi investasi yang sedang berjalan. Di hulu, kota membuka waste station di Balai Kota pada 26 September, tempat warga dapat menukar sampah anorganik terpilah dengan imbalan digital. Di hilir, fasilitas pengolahan sampah menjadi energi Bogor Raya di Galuga telah memulai pembangunannya pada pertengahan September. Di antara kedua titik itu ada armada pengangkut. Kota yang oleh pemerintahnya pada 2024 disebut menghasilkan sekitar 700 ton sampah per hari, dengan sekitar 18 persen dikurangi melalui 32 TPS3R dan 300 bank sampah, membutuhkan truk yang andal untuk mengangkut sisanya, dan di masa depan untuk mengangkut jenis sampah terpilah secara terpisah.

Pandangan Sirkularium

Keputusan Jakarta memprioritaskan Bogor adalah langkah administratif kecil dengan prinsip yang berguna di baliknya: aset publik sebaiknya dimanfaatkan sepanjang umur kerjanya, dan kawasan aglomerasi sebaiknya berbagi kapasitas ketika satu anggota memiliki lebih dari yang dibutuhkan dan yang lain kekurangan.

Sirkularium melihat tiga cara untuk memaksimalkannya. Pertama, hibah sebaiknya disesuaikan dengan desain layanan Bogor. Truk compactor yang cocok untuk jalan permukiman yang sempit, serta unit yang dapat diatur untuk mengangkut sampah organik dan anorganik terpilah secara terpisah, akan memberi nilai lebih besar daripada sekadar jumlah kendaraan. Kedua, pemeriksaan teknis dan rencana perawatan singkat untuk setiap unit yang dipindahkan, yang disepakati kedua dinas lingkungan hidup, akan memberi keyakinan bagi kedua pihak bahwa kendaraan dapat melayani dengan aman selama periode tertentu. Ketiga, pengaturan ini dapat menjadi mekanisme tetap, bukan sekali jalan. Daftar sederhana tingkat aglomerasi berisi kendaraan milik pemerintah daerah yang mendekati masa penggantian, terbuka bagi pemerintah tetangga, akan memungkinkan Depok, Tangerang, Bekasi, dan Kabupaten Bogor merencanakan pemanfaatan peluang yang sama.

Bagi pembuat kebijakan nasional, kasus ini mengingatkan bahwa kapasitas armada adalah kendala yang kerap terlewat dalam kinerja pengelolaan sampah daerah. Target nasional untuk mengelola seluruh sampah pada 2029 tidak hanya bergantung pada fasilitas pengolahan dan pemilahan dari sumber, tetapi juga pada truk yang menghubungkan keduanya. Pedoman tentang pemindahan kendaraan layak pakai antardaerah, termasuk cara mencatat aset dan memenuhi standar keselamatan, akan membuat kerja sama seperti ini lebih mudah diulang.

Hal yang perlu dicermati selanjutnya adalah pengajuan tertulis dari Bogor serta jumlah dan jenis unit yang dilepas Jakarta. Serah terima sebelum musim hujan, ketika tekanan pengangkutan dan risiko banjir sama-sama meningkat, akan menempatkan kapasitas baru itu tepat pada saat paling dibutuhkan.

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di limbah dan polusi, Sirkularium membantu merancang sistem pengumpulan, pemilahan, dan pemulihan, menyusun kebijakan dan peta jalan, serta mengubah sampah menjadi sumber daya yang terkelola.

Artikel terkait

Petugas dinas lingkungan hidup dan relawan lingkungan mengunjungi rumah di sebuah gang rindang di Jakarta Selatan, menunjukkan kepada warga cara memisahkan sampah dapur ke dalam tong hijau dan sampah kering yang dapat didaur ulang ke dalam kantong kuning
Limbah & Polusi

Pada 28 September 2026 Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meluncurkan proyek percontohan kolaboratif di RW 06 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, tempat lebih dari 400 rumah tangga di empat RT mendapat pendampingan dari pintu ke pintu dan sampah dijaga tetap terpilah dari dapur hingga fasilitas pengolahan. Sekitar 21.000 rumah di Jagakarsa sudah memilah sampah dari sumber.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Warga menyerahkan botol plastik dan kantong berisi sampah sachet yang sudah terpilah kepada petugas di kios penyetoran sampah kecil di halaman Balai Kota Bogor, dengan timbangan digital dan ponsel yang menampilkan poin imbalan
Limbah & Polusi

Pada 26 September 2026 Pemerintah Kota Bogor bersama Rekosistem membuka waste station di Balai Kota, tempat warga menukar sampah anorganik terpilah, minyak jelantah, dan sampah elektronik rumah tangga dengan poin senilai Rp100 hingga Rp6.000 per kilogram. Wali Kota Dedie A. Rachim kemudian mengisyaratkan bahwa model ini dapat diperluas ke setiap kecamatan di kota tersebut.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Sentra pengolahan sampah skala kawasan di Bandung, dengan sampah terpilah dimasukkan ke mesin pencacah dan bal bahan bakar tertumpuk siap diangkut
Limbah & Polusi

Lima pihak yang dimotori Danantara menyiapkan empat sentra pengolahan sampah skala kawasan di Bandung dengan total kapasitas 1.200 ton per hari, dan PLN Energi Primer Indonesia kini menjelaskan bagaimana perusahaan akan menyerap hasil olahannya sebagai pasokan energi primer.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Warga sebuah banjar di Bali memilah sampah rumah tangga ke wadah organik dan anorganik di bank sampah desa, dengan bangunan TPS3R di latar belakang
Limbah & Polusi

Dalam Dialog Kenegaraan di Denpasar pada 25 September 2026, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mendorong Bali menjadi pelopor gerakan pilah sampah nasional, dengan menunjuk desa adat, banjar, dan aturan adat sebagai infrastruktur sosial yang selama ini menopang 292 TPS3R dan 962 bank sampah di provinsi tersebut.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Foto udara PSEL Keramasan di Kertapati, Palembang, dengan truk sampah kota mengantre di jembatan timbang dan asap tipis keluar dari cerobong
Limbah & Polusi

PSEL Keramasan di Palembang berkapasitas 1.000 ton sampah per hari melakukan pembakaran perdana pada 23 September 2026 dan menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada 25 September, dengan tiga pekan pengiriman sampah yang dialihkan dan ditimbang kini menjadi model kerja bagi kota tuan rumah PSEL lainnya.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Teknisi menguji dan memilah paket baterai sepeda motor listrik bekas di meja bengkel di Indonesia
Limbah & Polusi

Rapat Panja Komisi VII bersama tiga asosiasi industri kendaraan listrik menempatkan transparansi kesehatan baterai, pemanfaatan kembali, dan daur ulang sebagai inti ekosistem kendaraan listrik Indonesia, jauh sebelum gelombang besar pertama baterai pensiun.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca