Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Sumber Daya Berkelanjutan

Indonesia telah menerbitkan aturan bursa mineralnya, dan pertanyaan yang hidup adalah seberapa mengikat harganya

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Batangan timah tersusun di gudang smelter Indonesia dengan papan harga komoditas terlihat, menghubungkan produksi mineral fisik dengan penetapan harga pasar

Otoritas Jasa Keuangan menetapkan dua peraturan pada 17 September 2026 yang memberi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis landasan hukumnya, dengan operasi dimulai 1 Januari 2027 dan timah sebagai produk pertama yang dicatatkan. Komisi XI DPR meminta satu pasal dipertegas, agar harga bursa menjadi wajib dan bukan sekadar boleh digunakan sebagai acuan untuk royalti, ekspor dan transaksi terafiliasi.

Sekilas data
1 Jan 2027
Tanggal bursa mulai beroperasi, dengan transaksi pertama dijadwalkan 4 Januari
Rp134 T
Target PNBP mineral dan batu bara 2026, penerimaan yang akan ditopang harga acuan
7
Kategori transaksi yang diminta Komisi XI untuk terikat pada harga bursa
12.232 t
Bijih timah yang diproduksi PT Timah pada semester I 2026, pada komoditas yang dicatatkan pertama

Dua peraturan, terbit sesuai jadwal

Pada 17 September 2026 Otoritas Jasa Keuangan menetapkan dua peraturan yang memberi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Indonesia landasan hukumnya. Yang pertama, Peraturan Nomor 15 Tahun 2026, mengatur penahapan peralihan tugas dan wewenang pengaturan serta pengawasan transaksi pada bursa dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi kepada Otoritas Jasa Keuangan. Peraturan itu berlaku pada hari yang sama saat ditandatangani. Yang kedua, Peraturan Nomor 16 Tahun 2026, mengatur penyelenggaraan bursa itu sendiri, dan berlaku pada 1 Januari 2027.

Pasangan aturan ini penting. Satu aturan memindahkan kursi pengawasan. Satu lagi menggambarkan pasar yang akan duduk di kursi itu. Sekar Putih Djarot, Kepala Direktorat Komunikasi Publik Otoritas Jasa Keuangan, menjelaskan isi keduanya. Peraturan 16 mencakup peserta perdagangan, tata cara perdagangan dan penyelesaian, bukti kepemilikan elektronik, tata kelola, manajemen risiko, perlindungan pengguna dan integritas pasar, yang dibingkai oleh prinsip keteraturan, kewajaran, transparansi dan efisiensi.

Pembangunan kelembagaan di balik ini berlangsung terencana, dan layak dicatat, karena memperlihatkan sebuah urutan dan bukan sekadar pengumuman. Satuan tugas untuk mempercepat pembentukan bursa dibentuk pada 12 Juni 2026. Unit kerja internal untuk penyiapan regulasi menyusul pada 29 Juli. Pada 1 September Otoritas membentuk organisasi internal yang menangani pengaturan, perizinan dan pengawasan. Pada 9 September Kepala Eksekutif Pengawas bursa, Sarjito, dilantik. Delapan hari kemudian aturannya terbit. Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner, telah menyampaikan kepada Komisi XI DPR RI pada 15 September bahwa kedua peraturan akan keluar bersamaan pada tanggal 17. Dan memang demikian.

Penyelenggara bursa adalah PT Icomex, Indonesia Commodity Exchange. Izin usahanya ditargetkan terbit pada Januari 2027, dan transaksi pertama dijadwalkan pada 4 Januari 2027. Produk pertama yang dicatatkan adalah timah.

Untuk apa bursa ini dibangun

Tujuan yang dinyatakan Otoritas lebih sempit, dan lebih menarik, daripada sekadar keinginan umum untuk memiliki pasar domestik. Dua tujuan muncul secara konsisten dalam berbagai penjelasan resmi.

Yang pertama adalah menekan praktik under-invoicing, dengan mencatat transaksi secara transparan pada platform bursa sehingga nilai yang terdokumentasi dan nilai sebenarnya dari sebuah pengiriman menjadi bertemu. Yang kedua adalah menutup celah transfer pricing dengan menetapkan harga acuan domestik resmi, sehingga transaksi antarpihak terafiliasi memiliki tolok ukur terpublikasi untuk diukur.

Kedua tujuan itu adalah tujuan valuasi sebelum menjadi tujuan pasar. Bursa semacam ini bukan terutama wadah likuiditas. Ia adalah instrumen untuk menetapkan berapa nilai produksi mineral Indonesia, di Indonesia, di atas dasar yang dapat diamati negara. Landasan hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026, perubahan atas undang-undang 2023 tentang pengembangan dan penguatan sektor keuangan, yang memandatkan bursa sebagai tempat Indonesia membentuk harga acuannya sendiri untuk ekspor mineral dan komoditas strategis, alih-alih mengimpor tolok ukur yang ditetapkan di tempat lain.

Otoritas menyatakan dengan jelas bahwa satu masukan masih tertunda. Peraturan Presiden diperlukan untuk menetapkan mineral dan komoditas mana yang tergolong strategis. Selama daftar itu belum ada, mekanisme perdagangan yang rinci belum dapat difinalkan. Koordinasi atas struktur yang lebih luas berjalan bersama Badan Industri Mineral, Bank Indonesia dan Danantara.

Persoalan satu kata dalam Pasal 55

Diskusi paling substantif sepanjang pekan ini menyangkut satu kata kerja. Dalam rapat kerja antara Komisi XI dan Dewan Komisioner di Senayan pada 15 September, Harris Turino, anggota Komisi XI dari PDI Perjuangan, menyoroti Pasal 55 rancangan peraturan, yang menyatakan bahwa harga transaksi bursa dapat digunakan sebagai acuan.

Ia meminta agar kebolehan itu diubah menjadi kewajiban, dan ia menyebut secara spesifik di mana saja.

"Seharusnya wajib digunakan, paling tidak untuk transaksi domestik, formula harga ekspor, royalti dan PNBP, transaksi antarperusahaan terafiliasi, transaksi antar-BUMN, pembiayaan berbasis komoditas kontrak jangka panjang, atau kebijakan pemerintah lainnya," kata Turino.

Daftar itu memuat tujuh kategori, dan masing-masing menggambarkan tempat di mana sebuah harga dipakai untuk menggerakkan uang. Jika harga bursa bersifat pilihan dalam konteks tersebut, bursa mencatat sebuah harga tetapi belum tentu mengatur sebuah harga. Jika bersifat wajib, bursa menjadi titik acuan bagi perhitungan royalti, bagi formula ekspor, dan bagi transaksi internal tempat pertanyaan transfer pricing muncul. Argumen Turino adalah bahwa penemuan harga merupakan fungsi utama bursa, dan bahwa pasal yang permisif melemahkan fungsi itu.

Ia melengkapi hal tersebut dengan usulan lain mengenai klasifikasi komoditas, tata kelola kepemilikan untuk mencegah pemusatan, keterbukaan pemilik manfaat akhir, penguatan pengawasan pasar, pengaturan pergudangan dan ketentuan agunan. Arah semuanya sama, yaitu membuat harga yang dipublikasikan sulit untuk disiasati.

Ini adalah pengawasan parlemen yang bekerja sebagaimana dirancang pada tahap penyusunan. Otoritas kini memiliki permintaan yang jelas dan terinci dalam catatan resmi saat aturan pelaksana dirampungkan sebelum Januari.

Basis penerimaan yang berada di balik perdebatan

Alasan Pasal 55 memiliki bobot menjadi terlihat ketika angka penerimaan diletakkan di sebelahnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan target penerimaan negara bukan pajak sektor mineral dan batu bara 2026 sebesar Rp134 triliun. Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, mengaitkan keyakinan atas target itu sebagian dengan harga yang lebih kokoh pada timah, nikel dan emas, dan sebagian dengan pengawasan serta tata kelola yang diperketat. Pada 2025, penerimaan negara bukan pajak mineral dan batu bara tercatat Rp130,17 triliun, atau 104,38 persen dari targetnya sendiri.

Sumber berbeda dalam menggambarkan angka 2025, karena sebagian pemberitaan mengutip penerimaan negara bukan pajak seluruh kementerian sebesar Rp138,37 triliun beserta capaian 108,56 persen, bukan komponen mineral dan batu baranya. Perbedaan ini layak dijaga. Angka mineral dan batu bara adalah angka tempat royalti dan penjualan hasil tambang sesungguhnya berada.

Royalti dihitung atas sebuah harga. Penerimaan negara bukan pajak dipungut atas sebuah harga. Formula ekspor disusun mengelilingi sebuah harga.

Harga acuan yang bersifat wajib untuk penggunaan tersebut, pada dasarnya, adalah lapisan pengukuran di bawah target penerimaan Rp134 triliun. Harga acuan yang bersifat pilihan untuk penggunaan tersebut adalah angka terpublikasi yang boleh dirujuk pelaku pasar.

Timah adalah pencatatan pertama yang wajar. PT Timah memproduksi 12.232 ton bijih timah pada semester pertama 2026, naik 75 persen dari 6.997 ton yang tercatat pada periode yang sama tahun 2025. Timah juga merupakan komoditas di mana posisi pasar global Indonesia memberi tolok ukur domestik peluang terbaik untuk berbobot secara internasional dan bukan hanya di dalam negeri.

Apa yang harus siap sebelum Januari

Tiga hal kini berada di antara peraturan dan pasar yang berfungsi. Peraturan Presiden yang menetapkan komoditas strategis harus terbit, karena aturan perdagangan bergantung pada daftar tersebut. Izin usaha PT Icomex harus diberikan, dengan target Januari. Dan ketentuan pelaksana, termasuk rumusan akhir pasal harga acuan, harus dituntaskan.

Serah terima pengawasan rampung pada 1 Januari 2027, ketika kewenangan atas transaksi perdagangan mineral dan komoditas strategis beralih sepenuhnya dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Peraturan 16 mulai berlaku. Jadwalnya ketat, tetapi ia berurutan, dan itulah pengamatan yang lebih penting.

Pandangan Sirkularium

Bagi pemerintah dan institusi publik, arti penting pekan ini adalah bahwa Indonesia telah memindahkan pertanyaan harga mineralnya dari niat menjadi peraturan yang ditetapkan, pada tanggal yang dijanjikan, dengan penyelenggara yang telah ditunjuk dan komoditas pertama yang telah dipilih. Itu adalah rekam jejak kelembagaan yang kredibel, dan layak dibaca sebagai demikian.

Pasal yang masih terbuka adalah yang layak diikuti, dan bacaan konstruktifnya adalah bahwa Komisi XI telah menemukan tempat yang tepat untuk memberi perhatian. Nilai sebuah harga acuan bukan terletak pada keberadaan angkanya. Ia terletak pada kewenangan angka itu atas transaksi yang menentukan penerimaan negara dan atas transaksi yang terjadi antarpihak terafiliasi. Keduanya adalah dua konteks di mana valuasi paling sulit diverifikasi secara independen, dan keduanya persis konteks yang dirinci Turino.

Posisi Sirkularium yang konsisten adalah bahwa kredibilitas setiap valuasi sumber daya bertumpu pada kualitas dan independensi pengukuran di baliknya. Harga bursa adalah pengamatan pasar, dan itu pengamatan yang kuat. Ia paling berguna ketika berdampingan dengan pengukuran lain yang menggambarkan apa yang sesungguhnya dihasilkan sebuah operasi tambang dan berapa biayanya, termasuk data produksi dan kadar yang terverifikasi, serta pengukuran kondisi ekosistem dan lahan yang menjadi masukan bagi penilaian ekonomi lingkungan menurut metodologi yang sudah diterapkan Indonesia.

Bagi pelaku usaha, implikasi praktisnya lugas. Harga acuan yang dipublikasikan dan bersifat wajib meningkatkan nilai dari kemampuan mendokumentasikan angka sendiri pada standar yang sama. Perusahaan yang telah memiliki catatan produksi, kadar, kondisi lahan dan kinerja lingkungan yang ketat serta terverifikasi secara independen akan lebih mudah beroperasi dalam rezim penetapan harga berbasis bursa, karena angka mereka akan berdamai satu sama lain. Membangun basis bukti itu sebagai praktik berkelanjutan, alih-alih menyusunnya di bawah tekanan, adalah jalan yang lebih ekonomis.

Yang perlu diikuti berikutnya adalah Peraturan Presiden tentang komoditas strategis, rumusan akhir Pasal 55, dan izin Icomex pada Januari. Transaksi pertama dijadwalkan pada 4 Januari 2027.

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di sumber daya berkelanjutan, Sirkularium mendampingi tata kelola air, tailing, dan ESG agar proyek sumber daya tetap kredibel dan layak diinvestasikan.

Artikel terkait

Foto udara teras bekas tambang yang telah direvegetasi di Indonesia, deretan pohon muda di samping pit aktif, dengan sudut pandang tegak lurus seperti citra satelit
Sumber Daya Berkelanjutan

Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menyebut jaminan reklamasi yang ditempatkan perusahaan tambang naik dari sekitar Rp17 sampai 18 triliun menjadi sekitar Rp40 triliun, dengan citra satelit dipakai untuk menyesuaikan setiap jaminan dengan luas lahan yang benar-benar dibuka. Kementerian Lingkungan Hidup menambahkan bahwa keberhasilan akan dinilai di lapangan, bukan di atas kertas.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Foto udara kawasan pengolahan nikel di Sulawesi dengan timbunan bijih dan blok pemurnian, atau karung produk nikel matte dan MHP di pelabuhan
Sumber Daya Berkelanjutan

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membuka opsi moratorium smelter nikel baru yang menghasilkan produk antara seperti NPI, feronikel, nikel matte, dan MHP, dengan merujuk kelebihan pasokan global sekitar 2,5 juta ton. Langkah ini membingkai ulang fase hilirisasi berikutnya pada seberapa besar nilai yang tertahan di Indonesia dari setiap ton bijih.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Lereng berhutan Gunung Tompotika di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dengan lahan pertanian dan desa di latar depan
Sumber Daya Berkelanjutan

Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tengah memutuskan bahwa persetujuan lingkungan dan dokumen AMDAL PT Anugerah Bangun Mamur dan PT Anugerah Sumber Bumi di Kabupaten Banggai merupakan informasi publik yang harus diserahkan kepada Aliansi Konservasi Tompotika dalam 14 hari kerja. Putusan ini menjadikan AMDAL sebagai acuan bersama untuk menilai hutan, air, dan satwa endemik bentang alam Tompotika.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Bendung Amandit di Desa Malutu, Hulu Sungai Selatan, dengan air jernih mengalir di atas pelimpah dan kaki Pegunungan Meratus yang berhutan di belakangnya
Sumber Daya Berkelanjutan

Bupati Hulu Sungai Selatan mengusulkan penyaluran air baku jernih dari Bendung Amandit ke intake Muara Banta yang melayani Kandangan. Instalasi pengolahan air yang dibangun dengan Rp16,8 miliar dan beroperasi 50 dari 300 liter per detik menunjukkan seberapa besar nilai yang dapat dibawa oleh sumber air yang lebih baik.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Delegasi Indonesia dan Chile dalam pertemuan bilateral di Santiago, atau sebagai alternatif foto katoda tembaga maupun fasilitas tailing modern
Sumber Daya Berkelanjutan

Di Santiago pada 1 Oktober 2026, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengusulkan MoU Kemitraan Mineral Hijau Indonesia-Chile yang mencakup proyek industri bersama, koalisi negara produsen, teknologi pertambangan hijau, platform investasi, serta pengelolaan dan pemanfaatan tailing. Menteri Luar Negeri Chile menyambut baik usulan tersebut dan berjanji segera menindaklanjutinya.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Petugas kepolisian memeriksa muatan bus penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, dengan botol-botol barang bukti tersegel di atas meja
Sumber Daya Berkelanjutan

Pemeriksaan rutin di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni menghentikan 61 kilogram merkuri tanpa dokumen yang berlabel untuk pengolahan emas, dan penyidik menelusuri kiriman itu hingga ke penerimanya di Bogor. Kasus ini menunjukkan bagaimana pemutusan pasokan merkuri melengkapi komitmen Minamata Indonesia, dan mengapa kerugian lingkungan yang berhasil dicegah layak divaluasi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca