Denpasar memangkas kiriman ke Suwung 70 persen, dan sekolahnya menunjukkan caranya
Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pada 10 September 2026 Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengunjungi bank sampah sebuah sekolah dasar di Denpasar dan melaporkan sampah yang dikirim kota itu ke TPA Suwung turun sekitar 70 persen. Hanya material residu yang kini masuk ke lokasi tersebut, dan ia menepis spekulasi tentang akan menjadi apa TPA yang sudah ditutup itu.
Kunjungan ke sekolah, dan satu angka untuk pulau itu
Pada Kamis 10 September 2026, Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, mengunjungi SDN 5 Pedungan di Denpasar untuk melihat sebuah sekolah dasar menjalankan bank sampahnya sendiri. Ia memegang portofolio lingkungan hidup ketika TPA Suwung ditutup, dan hal itu memberi bobot pada keterangannya tentang apa yang terjadi sejak saat itu.
Angka yang ia bawa adalah penurunan 70 persen sampah yang dikirim Denpasar ke TPA Suwung. Hanya material residu yang kini masuk ke lokasi tersebut.
Hanya residu yang masuk ke Suwung nantinya. Sampah organik ditangani di sumber, dan sampah anorganik sudah berkurang melalui berbagai upaya.
Kalimat itu menggambarkan kota yang beroperasi atas dasar yang berbeda dari setahun lalu. Bali menutup TPA Suwung untuk sampah umum pada 1 Maret 2026 dan membatasinya hanya untuk material residu sejak 1 April. Kementerian Lingkungan Hidup saat itu menempatkan penutupan tersebut sebagai posisi Bali sebagai penggerak awal pengelolaan sampah modern tanpa open dumping.
Hanif juga menepis spekulasi yang beredar tentang masa depan lokasi itu, dengan menyatakan tidak ada niat menjadikan Suwung lapangan golf atau sejenisnya. Peruntukan akhir lokasi tersebut belum diumumkan.
Apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk menutup Suwung
Penurunan itu tidak datang bersamaan dengan perintah penutupan. Penurunan itu dirakit selama beberapa bulan, dan angka-angka antaranya adalah bagian yang berguna dari catatan ini.
Denpasar mengirim 1.033 ton per hari ke Suwung sebelum pembatasan. Pada Juli 2026 jumlahnya turun menjadi sekitar 500 ton per hari, kira-kira separuhnya. Pergerakan truk turun lebih dari setengah begitu pembatasan sampah organik berlaku pada April. Lokasi tersebut berada di bawah pemantauan pemerintah pusat sepanjang transisi.
Perilaku rumah tangga bergerak berdampingan dengan tonasenya. Bagian warga Denpasar yang memilah sampah dari sumber naik dari sekitar 30 persen menjadi sekitar 70 persen. Di Kabupaten Badung yang bertetangga, lebih dari 70 persen warga dilaporkan sudah memilah.
Kedua deret angka itu saling melekat. Pembatasan TPA yang tidak diimbangi pemilahan rumah tangga menghasilkan pembuangan liar, bukan pengalihan. Urutan di Bali berjalan sebaliknya: pembatasan menciptakan keharusannya, dan partisipasi naik memenuhinya selama kurang lebih enam bulan.
Transisinya tidak berjalan tanpa gesekan. Ketika sampah organik pertama kali dikeluarkan pada April, para pengangkut mengantre dan provinsi menghadapi tekanan seketika soal ke mana material itu harus pergi. Angka yang dilaporkan sejak saat itu menunjukkan sistemnya menyerap guncangan tersebut alih-alih patah karenanya.
Satu pembedaan layak dijaga saat membaca angka semacam ini. Penurunan pada satu TPA dapat berarti dua hal yang sangat berbeda: material itu benar-benar berkurang dan diolah lebih dekat ke sumbernya, atau material itu sekadar berpindah ke lokasi pembuangan lain. Keduanya menghasilkan grafik yang sama di jembatan timbang Suwung. Yang membedakannya adalah kenaikan partisipasi pemilahan rumah tangga dari 30 ke 70 persen, karena angka itu hanya dapat naik bila material benar-benar ditangani di hulu. Itulah alasan kedua deret angka tersebut sebaiknya selalu diterbitkan bersama, bukan sendiri-sendiri.
Bank sampah sekolah sebagai rekening tabungan
SDN 5 Pedungan menjalankan Bank Sampah Gema Pelita, bank sampah yang dimulai sekolah itu sendiri. Murid kelas 1 sampai 6 mengumpulkan dan menimbang kardus, botol, plastik dan kertas. Pengumpulannya berjalan setiap dua pekan.
Sekolah melaporkan pengurangan 70 sampai 90 persen sampah plastik di lingkungannya sendiri sejak program itu dimulai. Ni Made Suci Ningsih, kepala sekolah, memimpin program tersebut.
Rincian rancangan yang layak dicatat adalah insentifnya. Murid mengumpulkan saldo di bank sampah yang berubah menjadi penghargaan saat mereka naik kelas, dan mereka yang menamatkan kelas 6 dapat menarik apa yang telah terkumpul. Seorang anak yang bergabung di kelas 1 membawa saldo yang terus bertambah selama enam tahun.
Struktur itu melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan kampanye berbentuk poster. Struktur itu menjadikan pemilahan sebuah kebiasaan yang melekat pada rekening milik si murid, berlangsung sepanjang masa sekolah dasar, dan membawa praktik tersebut pulang bersama anaknya. Hanif menempatkan para murid itu sebagai fondasi bagi apa yang sedang dibangun Bali.
Sekolah juga, dalam istilah operasional murni, merupakan titik pengumpulan yang efisien. Sekolah memiliki populasi tetap, jadwal yang dapat diperkirakan, pengawasan orang dewasa dan ruang penyimpanan. Pengumpulan dua pekanan dari sebuah sekolah mengumpulkan material bersih yang sudah terpilah di satu alamat.
Apa yang terjadi pada TPA yang ditutup
Pertanyaan soal lapangan golf itu sendiri remeh, namun menunjuk pada sesuatu yang tidak remeh. Indonesia akan segera menutup sejumlah besar lokasi TPA, dan sangat sedikit perhatian publik tertuju pada akan menjadi apa lokasi-lokasi itu.
TPA yang ditutup bukanlah lahan netral. Lokasi itu terus menghasilkan metana dan lindi selama bertahun-tahun, memerlukan penutupan permukaan, pengelolaan gas dan pemantauan, serta tidak dapat menanggung pembangunan biasa tanpa rekayasa teknis. Kewajiban itu memiliki biaya, dan biayanya jatuh pada pemerintah daerah setelah lokasi tersebut berhenti menerima retribusi yang selama ini membiayai operasinya.
Mengumumkan peruntukan lanjutan sejak awal menjadi penting karena alasan itu. Pengumuman itu menentukan standar rekayasa penutupan yang dibutuhkan, menetapkan anggaran pemantauan, dan memberi masyarakat sekitar kepastian alih-alih desas-desus. Bali telah menutup lokasinya dan melaporkan pengalihannya. Rencana peruntukan lanjutan adalah bagian yang masih tertinggal.
Pandangan Sirkularium bagi pemerintah dan institusi publik
Tiga catatan.
Pertama, soal urutan dan kesabaran. Denpasar mencapai pengurangan 70 persen kira-kira enam bulan setelah pembatasan pertama, dengan partisipasi bergerak dari 30 ke 70 persen pada rentang yang sama. Itu skala waktu yang realistis untuk dijadikan acuan kota lain. Mengharapkan hasil penuh dalam hitungan pekan setelah pembatasan TPA melahirkan penilaian prematur bahwa kebijakannya gagal, padahal yang sebenarnya terjadi adalah perubahan perilaku yang sedang berjalan pada kecepatan normalnya.
Kedua, soal sekolah sebagai infrastruktur, bukan sebagai audiens. Sebagian besar pemerintah daerah memperlakukan sekolah sebagai tempat menyampaikan edukasi lingkungan. Contoh Denpasar menyarankan memperlakukannya sebagai titik pengumpulan dengan produk tabungan yang melekat. Saldo lintas tahun adalah mekanisme yang menahan partisipasi, dan biayanya sangat kecil untuk dikelola. Kabupaten dan kota sebaiknya menimbang apakah peraturan bank sampah mereka mengizinkan unit sekolah mengelola rekening bagi murid, karena di situlah rincian yang kerap menghambat.
Ketiga, soal perencanaan pascapenutupan. Kami menganjurkan setiap provinsi yang menutup lokasi TPA tahun ini menerbitkan, berdampingan dengan tanggal penutupannya, peruntukan lanjutan yang dituju, standar penutupan permukaan dan pengelolaan gasnya, serta pos anggaran yang membiayai pemantauan pascapenutupan. Ketiga hal itu menentukan apakah lokasi yang ditutup menjadi aset atau kewajiban jangka panjang, dan ketiganya jauh lebih murah diselesaikan sebelum penutupan daripada sesudahnya.
Yang perlu dipantau berikutnya: apakah pengurangan 70 persen bertahan saat musim kemarau berakhir, tonase yang benar-benar diterima Suwung kini setelah hanya menerima residu, peruntukan lanjutan serta standar rekayasa penutupan yang diumumkan bagi lokasi tersebut, dan apakah model bank sampah sekolah diperluas ke seluruh Denpasar alih-alih tetap menjadi contoh perorangan yang kuat.
Bali menetapkan tanggal, menyerap gangguannya, dan kini memiliki angka. Sirkularium akan terus mengikuti apa yang dilakukan pulau itu terhadap lokasinya sendiri.
Sumber
- Detik Bali, menteri tentang penurunan kiriman ke Suwung dan masa depan lokasinya
- Detik Bali, kunjungan ke bank sampah SDN 5 Pedungan
- Tribun Bali, kiriman Denpasar turun menjadi 500 ton per hari
- Tribun Bali, separuh berkurangnya sampah yang dikirim Denpasar ke Suwung
- Kementerian Lingkungan Hidup, penutupan Maret 2026 dan Bali sebagai pelopor pengelolaan tanpa open dumping
- IDN Times Bali, pemantauan pusat atas Suwung dan turunnya jumlah truk






