Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Kompor listrik dan konversi motor kembali dalam anggaran energi 2027 dengan skema insentif yang ditinjau ulang

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Teknisi di bengkel kecil Indonesia memasang motor listrik dan paket baterai pada sepeda motor konversi, dengan perkakas dan rangkaian kabel di atas meja kerja

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membawa anggaran 2027 ke Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat pada 31 Agustus 2026, dengan pagu usulan Rp27,33 triliun, naik 26,1 persen dari 2026. Di dalamnya terdapat program konversi sisi permintaan, Rp815,59 miliar untuk kompor listrik dan Rp635,24 miliar untuk mengonversi 63.000 sepeda motor, yang terakhir kembali setelah skema sebelumnya tidak mencapai targetnya.

Sekilas data
Rp27,33 T
Pagu usulan ESDM untuk 2027
26,1%
Kenaikan dari alokasi 2026
63.000
Sepeda motor yang disasar untuk konversi listrik
Rp10 juta
Subsidi per unit pada skema sebelumnya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membawa anggaran 2027 ke hadapan Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat pada 31 Agustus 2026. Pagu yang diusulkan adalah Rp27,33 triliun, naik 26,1 persen dari Rp21,67 triliun yang dialokasikan untuk 2026.

Sebaran utamanya condong ke sisi pasokan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mengambil porsi terbesar di kisaran Rp11,3 triliun, dengan sumber menyebut Rp11,32 triliun dan Rp11,35 triliun. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menyusul dengan Rp10,46 triliun. Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, yang dikenal sebagai EBTKE, menerima sekitar Rp1,8 triliun. Mineral dan Batubara menerima Rp702 miliar.

Menurut komposisinya, sekitar 82 persen dari total dialokasikan untuk program strategis dan infrastruktur. Sumber menyebut angka itu Rp22,48 triliun dan Rp22,51 triliun. Kegiatan publik nonfisik mengambil Rp1,3 triliun atau 5 persen, dan operasional mengambil Rp3,56 triliun atau 13 persen.

Pos sisi permintaan adalah yang layak dibaca

Sebagian besar anggaran membeli pasokan. Sekelompok pos yang lebih kecil membeli perubahan cara energi dipakai, dan pos itulah yang berkaitan dengan efisiensi.

Pengadaan kompor listrik menerima Rp815,59 miliar, dengan satu sumber mencatat Rp815,56 miliar. Konversi sepeda motor bensin menjadi listrik menerima Rp635,24 miliar dan menyasar 63.000 unit. Tiga instalasi mikrohidro sepanjang 2027 dan 2028 menerima Rp58,58 miliar. Semua ini berada dalam alokasi infrastruktur strategis sekitar Rp1,509 triliun di bawah EBTKE.

Pos terpisah yang lebih kecil menyediakan 4.000 paket konversi kompor listrik bagi petani senilai Rp158,5 miliar, yang berbeda dari angka pengadaan kompor utama.

Alasan yang disampaikan Menteri Bahlil Lahadalia bagi program kompor adalah diversifikasi menjauh dari gas minyak cair impor. Pembingkaian itu menghubungkan pos ini langsung dengan aritmetika subsidi di bagian lain anggaran, yang menempatkan LPG tabung 3 kilogram pada Rp114,1 triliun dalam RAPBN 2027. Rumah tangga yang memasak dengan listrik adalah rumah tangga yang tidak menarik tabung bersubsidi.

Mengapa program konversi kembali dengan desain yang ditinjau ulang

Pos konversi motor lebih menarik di antara keduanya, karena ia merupakan pengaktifan kembali, bukan kelanjutan.

Program sebelumnya menawarkan subsidi pemerintah Rp10 juta per unit terhadap total biaya konversi sekitar Rp15 juta, sehingga pemiliknya harus menutup sisa Rp5 juta. Program itu tidak mencapai adopsi yang diharapkan hingga 2024. Strukturnya juga bertumpu pada pendanaan tanggung jawab sosial perusahaan, dengan perusahaan yang mengarahkan dana CSR ke konversi memperoleh pengakuan nonfiskal berupa nilai tambahan dalam pemeringkatan kinerja perusahaan Proper.

Selisih Rp5 juta pada konversi senilai Rp15 juta bukan permintaan kecil bagi rumah tangga yang memiliki sepeda motor justru karena tidak sanggup membeli mobil.

Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, menyatakan sedang mengkaji apakah program mendatang akan memakai konsep yang sama atau mekanisme baru. Kajian tersebut melibatkan Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bersama akademisi dari ITB dan ITS.

Kesediaan membuka kembali desainnya ketimbang sekadar mendanai ulang yang sebelumnya adalah rincian paling menjanjikan pada bagian anggaran ini. Program yang berkinerja rendah lalu diulang tanpa perubahan cenderung berkinerja rendah lagi.

Argumen konversi juga lebih kuat daripada yang tampak pada pandangan pertama, karena aritmetikanya bergerak ke arah yang menguntungkan. Sepeda motor yang dikonversi menghapus pembelian bensin harian dan menggantinya dengan listrik yang sebagian besar diisi di rumah, yang tarifnya bertahan stabil sepanjang 2026. Biaya baterai telah turun sepanjang periode program sebelumnya berjalan. Hambatannya tidak pernah terletak pada apakah konversi terbayar selama umur kendaraan. Hambatannya adalah apakah pemiliknya sanggup menyediakan uang pada hari konversi, dan itu persoalan pembiayaan, bukan persoalan keekonomian.

Apa isi daftar prioritas selebihnya

Pos konversi berdampingan dengan komitmen yang jauh lebih besar. Listrik desa menerima Rp9,7 triliun untuk 3.155 lokasi. Perluasan jaringan gas rumah tangga menerima Rp5,2 triliun untuk 959.232 sambungan. Pipa gas Dumai ke Sei Mangkei menerima Rp3,9 triliun.

Perbedaan skalanya layak dinyatakan terus terang ketimbang diperlakukan sebagai kritik. Memperluas sambungan listrik dan gas kepada rumah tangga yang belum memilikinya adalah kewajiban yang berbeda jenis dari memperbaiki efisiensi rumah tangga yang sudah tersambung, dan yang pertama memiliki klaim lebih kuat atas uang publik. Intinya sederhana, konversi sisi permintaan saat ini adalah porsi kecil dari anggaran yang tumbuh cepat, yang berarti pos konversi memiliki ruang untuk membesar bila mekanisme yang dirancang ulang berkinerja baik.

Ada pula hubungan urutan antara pos pos ini yang mudah terlewat. Program listrik desa dan jaringan gas menciptakan sambungan yang kelak menjadi sandaran program konversi. Rumah tangga tidak dapat beralih ke kompor listrik tanpa pasokan andal yang sanggup memikul bebannya, dan 3.155 lokasi listrik desa yang dibiayai untuk 2027 adalah tempat kemampuan itu sedang dipasang. Program efisiensi yang datang beberapa tahun di belakang program sambungan bukanlah terlambat. Ia mengikuti satu satunya urutan yang memungkinkan pekerjaan itu dikerjakan.

Pandangan Sirkularium bagi pemerintah dan institusi publik

Tiga pengamatan mengikuti.

Yang pertama menyangkut bagaimana selisihnya ditutup. Skema konversi sebelumnya gagal tepat pada titik rumah tangga harus menyetor Rp5 juta tunai. Mekanisme yang memindahkan biaya itu keluar dari neraca rumah tangga cenderung berhasil di tempat hibah saja tidak berhasil, baik melalui angsuran yang ditagihkan pada rekening listrik, pengadaan tingkat armada oleh pemberi kerja atau koperasi, maupun skema sewa yang baterainya tidak dimiliki sepenuhnya. Kajian yang sedang berjalan adalah momen untuk menguji struktur tersebut, bukan untuk menyetel ulang besaran hibahnya.

Yang kedua menyangkut pemilihan di mana konversi dilakukan lebih dahulu. Enam puluh tiga ribu unit adalah angka nasional yang sedang, namun besar bila dipusatkan. Pengendara yang menempuh jarak harian tinggi, seperti pekerja pengantaran dan ojek daring, mencapai titik penghematan bahan bakar yang membayar kembali konversi jauh lebih cepat dibanding pengendara sesekali. Menyasar armada dengan pemanfaatan tinggi akan menghasilkan pengembalian lebih cepat, efek demonstrasi lebih jelas, dan data kinerja lapangan lebih baik dibanding alokasi nasional yang disebar tipis.

Yang ketiga menyangkut memperlakukan kompor dan sepeda motor sebagai satu kebijakan, bukan dua. Keduanya menggantikan bahan bakar impor dengan listrik pada titik pemakaian. Keduanya mengurangi volume bahan bakar bersubsidi. Keduanya bergantung pada jaringan distribusi yang sama dan pada keputusan rumah tangga yang sama mengenai biaya di muka. Menyajikannya sebagai satu program sisi permintaan, dengan satu target bahan bakar impor yang digantikan, akan membuat kontribusinya terbaca terhadap pos subsidi dengan cara yang tidak dimungkinkan angka pengadaan terpisah.

Yang perlu diamati berikutnya adalah mekanisme yang dipilih dari kajian Eniya, apakah pembahasan DPR mempertahankan alokasi konversi secara utuh, serta apakah program 2027 menerbitkan jumlah konversi yang rampung dan bukan hanya serapan anggaran.

Sejumlah alokasi konversi dan konservasi energi 2027

Values in Rp miliar

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Turbin angin di punggung bukit pesisir Sulawesi Selatan dengan waduk atau bendungan pembangkit listrik tenaga air terlihat di lanskap bawahnya
Energi & Iklim

Berbicara seusai rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI pada 16 September 2026, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi memaparkan alasan memasangkan energi angin dengan tenaga air, dan menyebut tawaran pembiayaan lunak melalui Just Energy Transition Partnership akan diarahkan ke pembangkit angin dan surya terapung. Logikanya bersifat musiman. Angin bertiup paling kuat justru pada bulan bulan ketika muka air waduk menurun.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Deretan panel surya menutupi atap datar yang luas dari sebuah pusat perbelanjaan besar di Indonesia, dengan teknisi memeriksa rangkaian panel dan panorama kota di belakangnya
Energi & Iklim

Trans Mall Group meresmikan instalasi PLTS atap di enam belas properti di empat belas kota pada 15 September 2026, sebuah portofolio gabungan 12,34 megawatt peak yang diperkirakan menghasilkan 16,8 gigawatt jam listrik bersih per tahun. Grup ini melaporkan efisiensi biaya listrik 8 sampai 10 persen setiap tahun, yang mengubah komitmen keberlanjutan menjadi argumen biaya operasional yang dapat diuji pemilik gedung lain.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Hamparan sorgum di Lampung di samping unit pengolahan bioetanol skala pilot, dengan teknisi berseragam keselamatan memeriksa peralatan fermentasi dan distilasi
Energi & Iklim

Pertamina New & Renewable Energy meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung pada 14 September 2026, disertai perjanjian kerja sama dengan pemerintah provinsi dan nota kesepahaman riset internasional. Kapasitas pilot ini sengaja kecil, 60 kiloliter per tahun, karena dibangun untuk membuktikan bahan baku, proses dan rendemen sebelum modal masuk pada skala besar.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Interior lini manufaktur sel baterai modern di Jawa Barat dengan peralatan otomatis dan teknisi berpakaian ruang bersih memeriksa gulungan elektroda
Energi & Iklim

PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery mulai beroperasi bertahap di Karawang pada Juli 2026, sekitar tiga belas bulan setelah peletakan batu pertama. Kapasitas tahap pertamanya 6,9 gigawatt jam per tahun, naik menjadi 15 gigawatt jam pada perluasan penuh terhadap total investasi sekitar USD 1,2 miliar, dengan keluaran terbagi antara kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi baterai.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pekerja di lini perakitan modul surya sebuah pabrik Indonesia memeriksa panel fotovoltaik jadi yang ditumpuk untuk pengiriman
Energi & Iklim

Departemen Perdagangan Amerika Serikat memfinalkan keputusan Solar IV pada 11 September 2026, menetapkan margin antidumping 94,36 persen atas sel dan modul silikon kristal Indonesia serta bea imbalan antara 73,2 dan 173,7 persen. Waktunya menempatkan keputusan itu berdampingan dengan dimulainya konstruksi program surya 100 gigawatt peak Indonesia sendiri.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Panel surya dan turbin angin kecil di samping saluran irigasi yang mengairi sawah bertingkat di Jawa Tengah, dengan petani bekerja di petak sawah di belakangnya
Energi & Iklim

Program MAPAN Pertamina Patra Niaga di Kalijaran, Cilacap menjalankan irigasi pertanian dengan sistem hibrida surya dan angin berkapasitas 15.250 watt peak, yang mengalirkan sekitar 150.000 liter air per hari. Menggantikan pompa diesel menghemat sekitar Rp9 juta per dua musim tanam dan menghindarkan 2.860 kilogram setara karbon dioksida per tahun, dengan 233 orang memperoleh manfaat.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca