Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Bea masuk AS atas modul surya Indonesia tiba pada bulan pembangunan 100 gigawatt domestik dimulai

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Pekerja di lini perakitan modul surya sebuah pabrik Indonesia memeriksa panel fotovoltaik jadi yang ditumpuk untuk pengiriman

Departemen Perdagangan Amerika Serikat memfinalkan keputusan Solar IV pada 11 September 2026, menetapkan margin antidumping 94,36 persen atas sel dan modul silikon kristal Indonesia serta bea imbalan antara 73,2 dan 173,7 persen. Waktunya menempatkan keputusan itu berdampingan dengan dimulainya konstruksi program surya 100 gigawatt peak Indonesia sendiri.

Sekilas data
94,36%
Margin antidumping atas produsen Indonesia
173,7%
Tarif bea imbalan tertinggi yang diterapkan
100 GWp
Target program surya nasional
5,3 GWp
Tahap pertama yang sudah diluncurkan

Departemen Perdagangan Amerika Serikat memfinalkan keputusannya atas impor sel dan modul fotovoltaik silikon kristal dari India, Indonesia dan Laos pada 11 September 2026, dengan bea masuknya berlaku sehari sesudahnya. Perkara ini dikenal sebagai Solar IV.

Bagi Indonesia, margin antidumping ditetapkan 94,36 persen bagi seluruh produsen. Bea imbalan berkisar 73,2 sampai 173,7 persen bergantung produsennya, dengan 173,70 persen diterapkan pada Blue Sky Solar Indonesia dan 73,20 persen pada REC Solar Energy Indonesia serta produsen dan eksportir lainnya.

Angka pembanding bagi dua negara lain menempatkan posisi Indonesia dalam konteks. India menerima margin dumping 123,04 persen dan bea imbalan 126,09 persen. Laos menerima margin dumping 65,43 persen dan bea imbalan antara 82,03 dan 153,67 persen.

Apa yang menjadi pokok perkaranya

Penyelidikan ini mengikuti petisi dari Alliance for American Solar Manufacturing and Trade, yang anggotanya mencakup First Solar, Hanwha Qcells dan Mission Solar Energy. Petisi tersebut berargumen bahwa impor dari ketiga negara merugikan produsen dalam negeri mereka.

Departemen Perdagangan menyimpulkan produsen telah menjual di bawah nilai wajar dan memperoleh manfaat dari subsidi pemerintah. Perkara ini melanjutkan rangkaian tindakan perdagangan yang bermula pada 2012 dengan bea masuk atas produk surya Tiongkok, dan ia tiba ketika kapasitas produksi modul Amerika Serikat telah tumbuh lebih dari 750 persen sejak 2022.

Polanya lazim di industri surya. Kapasitas manufaktur berpindah, tindakan perdagangan menyusul, lalu kapasitas berpindah lagi. Yang membedakan posisi Indonesia kali ini adalah negeri ini kini memiliki program domestik yang sangat besar.

Perlu dicatat pula bahwa keputusan ini bukan penilaian atas mutu produk Indonesia. Penyelidikan antidumping menilai harga terhadap nilai wajar, dan penyelidikan bea imbalan menilai dukungan pemerintah, bukan kinerja atau keandalan modulnya. Modul yang sama tetap memenuhi syarat di pasar lain, termasuk pasar dalam negeri, dan sertifikasi teknis yang dipegang produsen tidak terpengaruh keputusan tersebut.

Pasar domestik adalah angka yang relevan

Pada 25 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program surya 100 gigawatt peak di Gilimanuk, Bali, dibuka dengan 14 instalasi di enam provinsi bertotal 5,3 gigawatt peak. Proyeksi pemerintah bagi keseluruhan program mencakup sekitar 2,053 juta lapangan kerja manufaktur, angka yang bergantung sepenuhnya pada seberapa besar rantai pasok yang dibangun di dalam negeri.

Program yang berniat memasang 100 gigawatt peak, menurut definisinya, adalah salah satu pembeli modul terbesar di dunia sepanjang periode pelaksanaannya. Permintaan itu tidak memerlukan izin ekspor.

Aritmetikanya layak dinyatakan terus terang. Basis manufaktur modul Indonesia sebagian besar dibangun untuk ekspor. Program 100 gigawatt peak selama tiga tahun mewakili permintaan domestik pada skala yang tidak akan pernah ditandingi pasar ekspor mana pun bagi produsen Indonesia. Bea masuk itu menutup satu saluran pada musim yang sama ketika saluran jauh lebih besar terbuka di dalam negeri.

Hal itu tidak membuat bea masuknya tanpa biaya. Pendapatan ekspor tidak dapat dipertukarkan begitu saja dengan penjualan domestik, ketentuan komersialnya berbeda, dan produsen yang dikonfigurasi untuk satu pasar memerlukan waktu dan modal untuk melayani pasar lain. Namun posisi strukturalnya jauh lebih baik dibanding seandainya keputusan ini mendarat pada tahun tanpa program domestik.

Komposisi program domestiknya pun membantu di sini. Empat belas lokasi pertama mencakup instalasi waduk di Saguling, Jatiluhur, Cirata, Jatigede, Gajah Mungkur dan Karangkates, berdampingan dengan penerapan atap dan daerah terpencil. Rangkaian terapung dan sistem atap memakai struktur penopang dan format modul yang berbeda, sehingga permintaannya tersebar ke beberapa lini produk alih alih terpusat pada satu spesifikasi skala utilitas. Bagi basis manufaktur yang berupaya menyusun ulang buku pesanannya, pipeline domestik yang beragam lebih berguna daripada yang seragam.

Mengapa tingkat komponen dalam negeri menjadi pertanyaan kebijakan yang menentukan

Jika program domestik adalah jawabannya, maka instrumen yang menghubungkan keduanya adalah kebijakan tingkat komponen dalam negeri.

Tidak ada apa pun dari program 100 gigawatt peak yang secara otomatis mengarahkan pesanan ke pabrik Indonesia. Modul dapat diimpor, dan atas dasar harga semata kerap memang akan begitu. Angka 2,053 juta lapangan kerja manufaktur dalam proyeksi pemerintah sendiri hanya terwujud bila aturan pengadaan, kesiapan kawasan industri dan pelatihan tenaga kerja menjadikan pasokan dalam negeri sebagai pilihan praktis, bukan pilihan patriotik.

Inilah jendela waktu ketika hal itu diputuskan. Dokumen lelang bagi tahapan setelah 5,3 gigawatt peak pertama sedang disiapkan sekarang. Ketentuan tingkat komponen dalam negeri yang dituliskan ke dalam dokumen tersebut akan memberi produsen Indonesia basis permintaan yang besar sekaligus tahan lama, persis pada saat perencanaan ekspor mereka perlu dibangun ulang.

Ada keseimbangan yang perlu dijaga, dan itu layak dikatakan terbuka. Aturan komponen dalam negeri menaikkan biaya terpasang sebuah program yang keekonomiannya sebagian bersandar pada surya yang murah, dan bila ditetapkan terlalu tinggi ia dapat memperlambat pemasangan sementara kapasitas dalam negeri menyusul. Bila ditetapkan terlalu rendah, lapangan kerja manufaktur dalam proyeksi itu tidak terwujud. Versi yang berguna biasanya berupa ketentuan yang naik menurut jadwal yang diterbitkan, sehingga produsen dapat berinvestasi terhadap lintasan yang diketahui dan pengadaan tidak diminta membeli kapasitas yang belum ada.

Pandangan Sirkularium bagi pemerintah dan institusi publik

Tiga pengamatan mengikuti.

Yang pertama, paparan perdagangan dan ambisi domestik sebaiknya dinilai bersama ketimbang di kementerian yang terpisah. Keputusan yang dibuat otoritas perdagangan asing baru saja mengubah konteks komersial bagi sebuah program energi domestik. Kebijakan industri, pengadaan energi dan pertahanan perdagangan di sini ditangani institusi yang berbeda, dan respons yang berguna menuntut mereka melihat gambar yang sama.

Yang kedua menyangkut diversifikasi tujuan, bukan sekadar substitusi. Mengalihkan keluaran ke program domestik adalah rute paling langsung, namun ia memusatkan produsen pada satu pembeli yang jadwal pengadaannya tidak mereka kendalikan. Diversifikasi ekspor ke negara tetangga ASEAN, ke program pemasangan India sekalipun negeri itu memiliki basis manufakturnya sendiri, serta ke pasar lain yang sedang tumbuh tetap layak dikejar secara paralel. Produsen yang menjual ke beberapa pasar lebih tangguh daripada yang menjual ke satu pasar yang sangat besar.

Yang ketiga menyangkut temuan subsidinya sendiri. Bea imbalan dihitung terhadap manfaat subsidi yang teridentifikasi, dan tarif yang berbeda dari 73,2 sampai 173,7 persen antarperusahaan menunjukkan penyelidikan menemukan keadaan yang berbeda secara berarti di antara produsen. Memahami persisnya langkah dukungan mana yang diperhitungkan berguna untuk merancang dukungan industri di masa depan yang mencapai tujuannya tanpa menciptakan paparan di pasar ekspor.

Yang perlu diamati berikutnya adalah apakah ketentuan tingkat komponen dalam negeri muncul dalam dokumen lelang tahapan berikutnya program 100 gigawatt peak, apakah produsen terdampak mengajukan peninjauan atas tarif masing masing, serta apakah kapasitas modul di Indonesia meluas atau menyusut sepanjang tahun mendatang.

Margin antidumping dalam keputusan Solar IV

Values in persen

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Hamparan tanaman singkong dan sorgum di perkebunan luas di Kalimantan, dengan ahli agronomi mengambil sampel tanah di latar depan dan pabrik pengolahan di kejauhan
Energi & Iklim

BUMN perkebunan Agrinas Palma Nusantara menyampaikan pada 8 Oktober bahwa pihaknya telah memetakan satu juta hektare lahan khusus untuk jagung, sorgum, dan singkong sebagai bahan baku bioetanol, dengan potensi produksi sekitar 5 juta kiloliter per tahun untuk mendukung campuran 20 persen etanol dalam bensin. Rencana ini menggeser pembahasan E20 dari target pencampuran ke kebun, pabrik, dan perizinan yang akan memasoknya.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Kontainer berisi sel baterai litium ion dimuat ke kapal kargo di pelabuhan kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, dengan bangunan industri dan perbukitan hijau di latar belakang
Energi & Iklim

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik Indonesia dan 11 proyek hilirisasi senilai US$10,2 miliar di Indonesia Weda Bay Industrial Park. Babak berikutnya bagi kawasan ini adalah memenuhi kebutuhan listrik 7,1 GW dengan lebih banyak tenaga surya dan angin.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Panel surya atap di sebuah pabrik pulp dan kertas besar di Indonesia, dengan bangunan pengolahan pabrik di latar belakang
Energi & Iklim

Grup pulp dan kertas ini berkomitmen menggunakan 100 persen listrik terbarukan di seluruh operasinya paling lambat pada 2050, berangkat dari bauran energi 2025 di mana sumber terbarukan, terutama black liquor dari pabriknya sendiri, sudah memasok 57,3 persen total penggunaan energi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Reaktor dan jaringan pipa pabrik amonia di kompleks Pupuk Kaltim, Bontang, Kalimantan Timur, pada siang hari
Energi & Iklim

Deklarasi bersama dengan pemegang lisensi teknologi asal Swiss, Casale, pada 6 Oktober menegaskan bahwa Ammonia Pabrik-2 di Bontang hasil revamping menurunkan konsumsi energi dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton sekaligus menaikkan produksi 4,18 persen, menghemat sekitar Rp228 miliar dan 110.000 ton CO2 per tahun.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Unit pemurnian biogas dan kolam limbah tertutup di samping pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan, dengan jaringan pipa gas menuju stasiun meter
Energi & Iklim

PGN memastikan akan membeli dan menyalurkan biometana dari fasilitas baru di Sumatera Selatan yang dikembangkan perusahaan patungan KIS Biofuels dan Toyota Tsusho. Peletakan batu pertama dilakukan pada 5 Oktober, dengan target sekitar 150.000 MMBtu per tahun untuk Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan industri lain mulai 2027.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Deretan panel surya terapung di permukaan waduk yang tenang di Indonesia dengan dinding bendungan dan perbukitan hijau di latar belakang
Energi & Iklim

Pada 5 Oktober, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menemui Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno dengan 22 rekomendasi untuk RUU EBET dan usulan memanfaatkan 263 bendungan milik negara, dengan potensi PLTS terapung dan PLTA sekitar 23,9 GW, untuk mempercepat program PLTS 100 GWp.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca