Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Enam belas atap dinyalakan serentak saat green retail menemukan argumen komersialnya

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Deretan panel surya menutupi atap datar yang luas dari sebuah pusat perbelanjaan besar di Indonesia, dengan teknisi memeriksa rangkaian panel dan panorama kota di belakangnya

Trans Mall Group meresmikan instalasi PLTS atap di enam belas properti di empat belas kota pada 15 September 2026, sebuah portofolio gabungan 12,34 megawatt peak yang diperkirakan menghasilkan 16,8 gigawatt jam listrik bersih per tahun. Grup ini melaporkan efisiensi biaya listrik 8 sampai 10 persen setiap tahun, yang mengubah komitmen keberlanjutan menjadi argumen biaya operasional yang dapat diuji pemilik gedung lain.

Sekilas data
12,34 MWp
Kapasitas terpasang di 16 lokasi
16,8 GWh
Listrik bersih yang dihasilkan per tahun
13.000 t
Emisi CO2 yang dihindari per tahun
8 sampai 10%
Efisiensi biaya listrik tahunan

Pasar PLTS atap Indonesia mendapatkan salah satu jangkar komersialnya yang paling terlihat pada 15 September 2026, ketika Trans Mall Group meresmikan instalasi PLTS atap di enam belas propertinya dalam satu acara di Kantor Pusat Transmart, Cempaka Putih, Jakarta. Tiga belas lokasi merupakan gerai ritel Transmart. Tiga lainnya adalah kompleks Trans Studio Mall. Secara keseluruhan lokasi tersebut tersebar di empat belas kota pada sebelas provinsi, sehingga pengumuman ini bukan sekadar satu proyek melainkan sebuah portofolio tersebar yang dioperasikan serentak.

Skalanya berarti bagi segmen gedung komersial. Kapasitas terpasang gabungan mencapai 12,34 megawatt peak, sekitar 12.000 kilowatt peak, yang berasal dari sekitar 21.000 panel surya di atas luasan atap 90.600 meter persegi. Grup ini memperkirakan rangkaian panel tersebut mengonversi sinar matahari menjadi sekitar 16,8 gigawatt jam listrik bersih setiap tahun, setara sekitar 16 juta kilowatt jam. Emisi yang dihindari disebut lebih dari 13 juta kilogram, atau 13.000 ton karbon dioksida per tahun, yang dibandingkan grup ini dengan penyerapan karbon lebih dari 97.000 pohon.

Mengapa jaringan ritel kini menjadi cerita efisiensi energi

Rincian yang paling penting bagi kebijakan bukanlah jumlah megawattnya. Melainkan penghematan yang dilaporkan. Trans Mall Group menyatakan bahwa instalasi tersebut memberikan efisiensi biaya listrik 8 sampai 10 persen per tahun di seluruh portofolio. Bagi operator ritel, listrik adalah salah satu pos biaya terkendali terbesar setelah tenaga kerja dan sewa, didorong oleh pendingin, tata udara, dan pencahayaan yang menyala hampir sepanjang jam operasional. Penghematan pada rentang itu bukan selisih pembulatan. Itu jenis angka yang bertahan di hadapan komite keuangan.

Pembingkaian ulang inilah yang membedakan pengumuman ini dari sekadar komitmen lingkungan. Satria Hamid Ahmadi, Director of Human Resources and Corporate Communications PT Trans Retail Indonesia, menggambarkan peluncuran serentak tersebut sebagai bukti bahwa kerja lingkungan, sosial dan tata kelola berada di dalam inti bisnis, bukan di sampingnya. Ia juga menempatkan ambisi grup pada demonstrasi ketimbang pembedaan, dengan menyebut perusahaan ingin menjadi platform bagi konsep green retail sehingga operator lain dapat mengikuti.

Argumen komersial kini bergerak lebih cepat daripada argumen lingkungan. Ketika rangkaian panel di atap muncul sebagai pengurangan 8 sampai 10 persen pada tagihan listrik tahunan, adopsi berhenti bergantung pada keyakinan dan mulai bergantung pada hitungan.

Tujuh tahun dari meja gambar hingga pengoperasian

Program ini tidak muncul dengan cepat, dan lini masanya memberi pelajaran. Perencanaan dimulai pada 2019. Pelaksanaan kemudian menunggu tiga sampai empat tahun sementara grup menuntaskan penilaian struktur atapnya. Leonardus Palayukan, Director of Project Development, menyebut struktur atap sebagai kendala utama, khususnya apakah gedung yang sudah ada mampu menanggung beban rangkaian panel surya permanen.

Pemasangan akhirnya dimulai pada 2023 di Trans Studio Mall Bandung, yang dirancang menghasilkan sekitar 1,5 juta kilowatt jam per tahun. Trans Studio Mall Cibubur menyusul pada Desember 2023 dengan perkiraan keluaran di atas 2,1 juta kilowatt jam per tahun. Trans Studio Mall Makassar, yang terbesar di antara ketiganya dengan sekitar 3,7 juta kilowatt jam per tahun, membawa portofolio mal tersebut ke angka gabungan 7,5 juta kilowatt jam dan sekitar 6,6 juta kilogram karbon dioksida yang dihindari. Langkah dari basis itu menuju 16,8 gigawatt jam di enam belas lokasi merupakan lebih dari dua kali lipat pertumbuhan program dalam kurang lebih dua tahun.

Pelaksanaan berjalan melalui PT Xurya Daya Indonesia, afiliasi Mitsui and Co., Ltd., dengan dukungan kemitraan jangka panjang antara CT Corp dan Mitsui. Adhi Laksmanaputra, Vice President Commercial Xurya, mencatat bahwa hubungan tersebut berlanjut setelah peresmian melalui pemeliharaan berkelanjutan yang ditujukan menjaga kinerja sistem pada tingkat desain. Pemberitaan atas acara ini juga mencatat partisipasi PT PLN dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan kapasitas PLTS atap terpasang di Jakarta disebut sekitar 46 megawatt.

Posisinya dalam gambaran PLTS atap nasional

Latar nasional bergeser dengan cepat. Kapasitas PLTS atap berada di kisaran 146 megawatt pada 2024. Pada 21 April 2026, Asosiasi Energi Surya Indonesia melaporkan sekitar 853 megawatt terpasang, dengan pipeline lanjutan yang akan membawa total ke sekitar 1,5 gigawatt begitu permohonan yang sudah diajukan terbangun. Pada tanggal yang sama, pengumuman bersama yang melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PT PLN dan asosiasi tersebut menandai kapasitas PLTS atap nasional pada 1,3 gigawatt, digambarkan sebagai pertumbuhan hampir sepuluh kali lipat sejak 2024.

Sumber berbeda mengenai angka mana yang mewakili kapasitas terpasang dan mana yang mencakup permohonan dalam proses, dan perbedaan itu layak dipertahankan ketimbang diratakan. Yang konsisten di semua sumber adalah arah dan kecepatannya. Mada Ayu Habsari, Ketua Asosiasi Energi Surya Indonesia, menggambarkan tonggak tersebut sebagai bukti bahwa energi surya telah bergerak dari potensi menjadi kebutuhan strategis nasional. Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, telah mengaitkan program PLTS atap dengan prospek sekitar 760.000 lapangan kerja baru.

Dibandingkan ambisi surya nasional pada kisaran 80 sampai 100 gigawatt, portofolio komersial 12,34 megawatt peak adalah bagian kecil. Nilainya terletak sebagai templat. PLTS atap bersifat modular, cepat dipasang dibandingkan pembangkit skala utilitas, dan berada di atas aset yang sudah ada dan sudah mengonsumsi daya. Enam belas lokasi yang beroperasi dengan angka penghematan yang dipublikasikan memberi pemilik gedung lain rujukan yang belum mereka miliki pekan lalu.

Pandangan Sirkularium bagi pemerintah dan institusi publik

Bagi pemerintah dan institusi publik, pengumuman ini menawarkan tiga sinyal praktis.

Yang pertama menyangkut stok bangunan. Kendala yang mengikat di sini bukan pembiayaan, teknologi atau perizinan. Melainkan apakah atap mampu menanggung beban, pertanyaan yang butuh tiga sampai empat tahun untuk dijawab di seluruh portofolio. Institusi publik yang memiliki estat bangunan besar, mulai dari rumah sakit dan sekolah hingga terminal, kantor dan pasar, dapat memperpendek lini masanya dengan memesan penilaian kesiapan struktur sebelum keputusan pengadaan apa pun. Mengetahui atap mana yang memenuhi syarat adalah langkah yang menentukan seberapa cepat sisanya bergerak.

Yang kedua menyangkut cara peluang ini dijelaskan. Program yang dibingkai sebagai pengurangan emisi bersaing memperebutkan perhatian dengan setiap prioritas lain. Program yang sama, dibingkai sebagai pengurangan 8 sampai 10 persen pada belanja listrik tahunan, bersaing pada logika anggaran dan biasanya menang. Pemerintah daerah yang merancang insentif, dan lembaga yang menyiapkan instalasinya sendiri, akan lebih mudah membangun dukungan dengan memimpin lewat biaya operasional yang dihindari dan memperlakukan emisi yang dihindari sebagai manfaat penyerta.

Yang ketiga menyangkut agregasi. Enam belas atap terpisah yang diadakan, dibiayai dan dioperasikan sebagai satu program memikul biaya transaksi per lokasi yang lebih rendah dibanding enam belas proyek berdiri sendiri. Pengelola aset publik dapat menerapkan logika yang sama dengan membundel portofolio bangunan sejenis dalam satu provinsi atau satu sektor, lalu mengontrak sekali. Dipadukan dengan kerangka kuota nasional yang dikelola PT PLN, agregasi adalah rute paling langsung dari target yang dinyatakan menuju kapasitas yang terpasang.

Yang perlu diamati berikutnya adalah apakah penghematan yang dilaporkan bertahan sepanjang satu tahun penuh operasi dan musim penghujan, apakah grup ritel dan perhotelan sebanding menerbitkan angka mereka sendiri, dan apakah kuota PLTS atap untuk tahun tahun mendatang dirancang sepadan dengan permintaan yang kini ditumbuhkan oleh pengumuman seperti ini.

Program PLTS atap Trans Mall Group, listrik bersih tahunan per tahap

Values in GWh per tahun

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Hamparan tanaman singkong dan sorgum di perkebunan luas di Kalimantan, dengan ahli agronomi mengambil sampel tanah di latar depan dan pabrik pengolahan di kejauhan
Energi & Iklim

BUMN perkebunan Agrinas Palma Nusantara menyampaikan pada 8 Oktober bahwa pihaknya telah memetakan satu juta hektare lahan khusus untuk jagung, sorgum, dan singkong sebagai bahan baku bioetanol, dengan potensi produksi sekitar 5 juta kiloliter per tahun untuk mendukung campuran 20 persen etanol dalam bensin. Rencana ini menggeser pembahasan E20 dari target pencampuran ke kebun, pabrik, dan perizinan yang akan memasoknya.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Kontainer berisi sel baterai litium ion dimuat ke kapal kargo di pelabuhan kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, dengan bangunan industri dan perbukitan hijau di latar belakang
Energi & Iklim

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik Indonesia dan 11 proyek hilirisasi senilai US$10,2 miliar di Indonesia Weda Bay Industrial Park. Babak berikutnya bagi kawasan ini adalah memenuhi kebutuhan listrik 7,1 GW dengan lebih banyak tenaga surya dan angin.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Panel surya atap di sebuah pabrik pulp dan kertas besar di Indonesia, dengan bangunan pengolahan pabrik di latar belakang
Energi & Iklim

Grup pulp dan kertas ini berkomitmen menggunakan 100 persen listrik terbarukan di seluruh operasinya paling lambat pada 2050, berangkat dari bauran energi 2025 di mana sumber terbarukan, terutama black liquor dari pabriknya sendiri, sudah memasok 57,3 persen total penggunaan energi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Reaktor dan jaringan pipa pabrik amonia di kompleks Pupuk Kaltim, Bontang, Kalimantan Timur, pada siang hari
Energi & Iklim

Deklarasi bersama dengan pemegang lisensi teknologi asal Swiss, Casale, pada 6 Oktober menegaskan bahwa Ammonia Pabrik-2 di Bontang hasil revamping menurunkan konsumsi energi dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton sekaligus menaikkan produksi 4,18 persen, menghemat sekitar Rp228 miliar dan 110.000 ton CO2 per tahun.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Unit pemurnian biogas dan kolam limbah tertutup di samping pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan, dengan jaringan pipa gas menuju stasiun meter
Energi & Iklim

PGN memastikan akan membeli dan menyalurkan biometana dari fasilitas baru di Sumatera Selatan yang dikembangkan perusahaan patungan KIS Biofuels dan Toyota Tsusho. Peletakan batu pertama dilakukan pada 5 Oktober, dengan target sekitar 150.000 MMBtu per tahun untuk Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan industri lain mulai 2027.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Deretan panel surya terapung di permukaan waduk yang tenang di Indonesia dengan dinding bendungan dan perbukitan hijau di latar belakang
Energi & Iklim

Pada 5 Oktober, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menemui Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno dengan 22 rekomendasi untuk RUU EBET dan usulan memanfaatkan 263 bendungan milik negara, dengan potensi PLTS terapung dan PLTA sekitar 23,9 GW, untuk mempercepat program PLTS 100 GWp.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca