Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Energi & Iklim

Pompa surya dan angin menggantikan diesel di desa padi Cilacap dan penghematannya terbaca per musim tanam

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Panel surya dan turbin angin kecil di samping saluran irigasi yang mengairi sawah bertingkat di Jawa Tengah, dengan petani bekerja di petak sawah di belakangnya

Program MAPAN Pertamina Patra Niaga di Kalijaran, Cilacap menjalankan irigasi pertanian dengan sistem hibrida surya dan angin berkapasitas 15.250 watt peak, yang mengalirkan sekitar 150.000 liter air per hari. Menggantikan pompa diesel menghemat sekitar Rp9 juta per dua musim tanam dan menghindarkan 2.860 kilogram setara karbon dioksida per tahun, dengan 233 orang memperoleh manfaat.

Sekilas data
15.250 Wp
Kapasitas hibrida surya dan angin terpasang
150.000 L
Air yang dialirkan per hari
Rp9 juta
Penghematan per dua musim tanam
233
Orang yang memperoleh manfaat program

PT Pertamina Patra Niaga menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan di Kalijaran, Cilacap, Jawa Tengah yang disebut MAPAN, singkatan dari Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan. Komponen utamanya adalah sistem irigasi yang ditenagai perpaduan pembangkitan surya dan angin.

Kapasitas terpasangnya 15.250 watt peak, memadukan panel fotovoltaik dengan turbin angin. Sistem tersebut mengalirkan rata rata sekitar 150.000 liter air per hari ke lahan pertanian. Emisi yang dihindarkan setiap tahun disebut 2.860 kilogram setara karbon dioksida.

Penghematannya diukur per musim tanam, bukan per tahun

Angka yang membuat hal ini terbaca oleh petani adalah angka ekonominya. Mengganti pompa diesel dengan sistem hibrida menghemat sekitar Rp9 juta per dua musim tanam.

Pembingkaian itu lebih berguna daripada penghematan tahunan, karena sesuai dengan cara keputusannya benar benar dialami. Petani padi tidak menyusun anggaran dalam tahun kalender. Bahan bakar untuk pompa adalah biaya yang timbul di dalam satu musim, terhadap panen yang terwujud pada akhirnya. Menyatakan penghematan dalam satuan yang sama dengan biayanya menempatkan perbandingan itu dalam istilah yang sudah dipakai orang yang mengambil keputusan.

Persoalan yang hendak dijawab program ini disebut dengan gamblang. Irigasi terbatas. Pertanian belum banyak mengalami modernisasi atau diversifikasi. Perubahan iklim menekan produktivitas pertanian. Irigasi berpompa menjawab yang pertama secara langsung, dan sumber energinya menentukan apakah menjawabnya menciptakan tagihan bahan bakar berulang yang baru atau justru menghapus satu.

Pompa yang berjalan dengan diesel mengubah persoalan air menjadi persoalan bahan bakar. Pompa yang berjalan dengan sinar matahari dan angin menghapus persoalan bahan bakar sembari menyelesaikan persoalan airnya.

Mengapa hibrida, dan mengapa di sini

Memadukan surya dengan angin pada sistem sekecil ini adalah pilihan yang disengaja, bukan hiasan.

Permintaan irigasi tidak merata sepanjang tahun. Ia memusat di sekitar masa tanam dan sepanjang periode kering, yang justru saat sistem surya murni paling kuat namun juga saat kekurangan apa pun paling berarti. Menambahkan pembangkitan angin menutup periode mendung tebal, dan pada musim hujan ia dapat membangkitkan ketika keluaran surya menurun. Bagi sistem yang mode kegagalannya adalah sepetak sawah tidak terairi pada saat kritis, sifat saling melengkapi itu sepadan dengan tambahan peralatannya.

Penalaran yang sama muncul pada technopark kepulauan di Pulau Rengit, yang melapiskan surya, penyimpanan, angin dan fuel cell karena tidak ada satu sumber pun yang menutup setiap kondisi. Sistem kecil yang terisolasi tidak dapat bersandar pada jaringan ketika satu sumber melemah, sehingga ia memikul redundansinya sendiri di dalam.

Skala adalah pertimbangan lainnya. Pada 15.250 watt peak, ini instalasi kecil menurut ukuran apa pun, kurang lebih sebesar rangkaian panel atap pada satu rumah besar. Artinya tidak terletak pada kapasitasnya, melainkan pada apa yang digantikan kapasitas itu dan seberapa mudah pengaturannya diulang. Indonesia memiliki sangat banyak desa yang irigasi berpompanya berjalan dengan diesel, dan sistem sebesar ini tidak memerlukan sambungan transmisi, tidak memerlukan pembebasan lahan di luar petak tempatnya berdiri, dan tidak memerlukan kemampuan teknis yang tidak dimiliki kontraktor tingkat kabupaten.

Energi di dalam rantai nilai, bukan di sampingnya

Ciri MAPAN yang lebih khas adalah komponen energinya tidak diperlakukan sebagai instalasi yang berdiri sendiri.

Program ini membentang di rantai nilai pertanian mulai dari irigasi sampai produksi padi, lalu pengolahan, lalu pengelolaan limbah, kemudian diversifikasi ke produk lain termasuk keripik, telur asin, beras dan makanan bayi. Energi masuk pada tahap irigasi, namun programnya dirancang di sekitar apa yang terjadi pada hasilnya sesudah itu.

Hal itu penting karena irigasi saja menaikkan hasil panen, dan hasil panen yang naik tanpa pengolahan atau akses pasar justru dapat menurunkan harga di tingkat petani. Membangun tahap pengolahan dan diversifikasi berdampingan dengan tahap energi itulah yang mengubah air yang lebih banyak menjadi pendapatan yang lebih besar.

Masuknya pengelolaan limbah ke dalam rantai itu layak dicatat tersendiri. Produksi padi menghasilkan sekam, jerami dan residu penggilingan, dan pengolahan pangan menambah lagi. Program yang berhenti pada panen memperlakukan semua itu sebagai barang buangan. Program yang berlanjut sampai pengelolaan limbah dapat mengalirkannya kembali sebagai bahan baku, alas ternak, kompos atau bahan bakar. Itulah struktur sirkular yang diterapkan pada skala desa, dan itulah sebabnya produk diversifikasi di ujung daftar, yakni keripik, telur asin dan makanan bayi, berada dalam satu keterangan yang sama dengan pompa di awalnya.

Pelaksanaannya berjalan melalui delapan organisasi pemangku kepentingan, di antaranya kelompok tani GAPOKTAN Margo Sugih dan kelompok wanita tani KWT Tandur Makmur. Ke-233 penerima manfaat mencakup petani kecil, petani perempuan, buruh tani harian, anak dan balita, serta rumah tangga berpendapatan rendah. Dian Hapsari Firasati, Vice President Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga, menggambarkan maksudnya sebagai energi terbarukan yang memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sembari memperkuat produktivitas pertanian dan kemandirian ekonomi. Modelnya sedang diperluas ke tiga lokasi pertanian lainnya.

Pandangan Sirkularium bagi pemerintah dan institusi publik

Tiga pengamatan mengikuti bagi perancangan program.

Yang pertama menyangkut di mana energi terbarukan tersebar paling mampu bersaing. Pompa diesel termasuk cara termahal memindahkan air, karena bahan bakarnya dibeli eceran, diangkut ke sawah, dan dibakar dalam mesin kecil yang tidak efisien. Pemompaan surya dan angin bersaing dengan biaya itu, bukan dengan tarif jaringan, dan itu perbandingan yang jauh lebih mudah dimenangkan. Dinas pertanian yang memetakan prioritas energi terbarukan tersebar sebaiknya memulai dari tempat pemompaan diesel kini terpusat, karena di sanalah pengembaliannya paling cepat.

Yang kedua menyangkut pengukuran dalam satuan penggunanya. Angka Rp9 juta per dua musim tanam adalah keputusan komunikasi sekaligus keputusan akuntansi, dan itu keputusan yang tepat. Program yang melaporkan kilowatt jam yang dihindarkan atau ton karbon yang dihindarkan terbaca oleh kementerian dan tidak terlihat oleh petani. Ketika adopsi bergantung pada keputusan rumah tangga, penghematannya sebaiknya dinyatakan dalam musim, panen atau bulan, mana pun satuan yang sudah dipakai rumah tangga itu untuk merencanakan.

Yang ketiga menyangkut pemaketan energi dengan apa yang mengikutinya. Program ini berhasil atau gagal bergantung pada apakah pengolahan, pengelolaan limbah dan diversifikasi produk berkembang berdampingan dengan kapasitas pemompaan. Program publik kerap membiayai peralatannya lalu membiarkan rantai nilainya menyusul sendiri, dan begitulah perbaikan irigasi berakhir menghasilkan panen lebih banyak dengan harga lebih rendah. Dinas pertanian dan energi yang merencanakan bersama, bukan berurutan, akan menghindari hasil tersebut.

Yang perlu diamati berikutnya adalah apakah tiga lokasi tambahan mereproduksi seluruh model rantai nilai atau hanya komponen irigasinya, bagaimana kinerja hibrida itu sepanjang satu musim kemarau penuh, serta apakah biaya per watt terpasang menurun seiring modelnya diulang.

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di energi dan iklim, Sirkularium mendukung penyusunan data dasar emisi, perencanaan energi terbarukan dan penyimpanan, serta kerangka karbon dan kebijakan yang kuat di lapangan.

Artikel terkait

Turbin angin di punggung bukit pesisir Sulawesi Selatan dengan waduk atau bendungan pembangkit listrik tenaga air terlihat di lanskap bawahnya
Energi & Iklim

Berbicara seusai rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI pada 16 September 2026, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi memaparkan alasan memasangkan energi angin dengan tenaga air, dan menyebut tawaran pembiayaan lunak melalui Just Energy Transition Partnership akan diarahkan ke pembangkit angin dan surya terapung. Logikanya bersifat musiman. Angin bertiup paling kuat justru pada bulan bulan ketika muka air waduk menurun.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Deretan panel surya menutupi atap datar yang luas dari sebuah pusat perbelanjaan besar di Indonesia, dengan teknisi memeriksa rangkaian panel dan panorama kota di belakangnya
Energi & Iklim

Trans Mall Group meresmikan instalasi PLTS atap di enam belas properti di empat belas kota pada 15 September 2026, sebuah portofolio gabungan 12,34 megawatt peak yang diperkirakan menghasilkan 16,8 gigawatt jam listrik bersih per tahun. Grup ini melaporkan efisiensi biaya listrik 8 sampai 10 persen setiap tahun, yang mengubah komitmen keberlanjutan menjadi argumen biaya operasional yang dapat diuji pemilik gedung lain.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Hamparan sorgum di Lampung di samping unit pengolahan bioetanol skala pilot, dengan teknisi berseragam keselamatan memeriksa peralatan fermentasi dan distilasi
Energi & Iklim

Pertamina New & Renewable Energy meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung pada 14 September 2026, disertai perjanjian kerja sama dengan pemerintah provinsi dan nota kesepahaman riset internasional. Kapasitas pilot ini sengaja kecil, 60 kiloliter per tahun, karena dibangun untuk membuktikan bahan baku, proses dan rendemen sebelum modal masuk pada skala besar.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Interior lini manufaktur sel baterai modern di Jawa Barat dengan peralatan otomatis dan teknisi berpakaian ruang bersih memeriksa gulungan elektroda
Energi & Iklim

PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery mulai beroperasi bertahap di Karawang pada Juli 2026, sekitar tiga belas bulan setelah peletakan batu pertama. Kapasitas tahap pertamanya 6,9 gigawatt jam per tahun, naik menjadi 15 gigawatt jam pada perluasan penuh terhadap total investasi sekitar USD 1,2 miliar, dengan keluaran terbagi antara kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi baterai.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Pekerja di lini perakitan modul surya sebuah pabrik Indonesia memeriksa panel fotovoltaik jadi yang ditumpuk untuk pengiriman
Energi & Iklim

Departemen Perdagangan Amerika Serikat memfinalkan keputusan Solar IV pada 11 September 2026, menetapkan margin antidumping 94,36 persen atas sel dan modul silikon kristal Indonesia serta bea imbalan antara 73,2 dan 173,7 persen. Waktunya menempatkan keputusan itu berdampingan dengan dimulainya konstruksi program surya 100 gigawatt peak Indonesia sendiri.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Unit hydrotreating hijau dalam tahap konstruksi di dalam kompleks kilang Indonesia, dengan tangki penyimpanan dan perpipaan proses terlihat serta cakrawala pesisir di belakangnya
Energi & Iklim

Pertamina Patra Niaga memaparkan rencana biorefinery khusus di Cilacap pada 10 September 2026 di atas lahan 17,5 hektare, dengan target 887 kiloliter bahan bakar penerbangan berkelanjutan per hari mulai 2029 dibanding 27 kiloliter saat ini. Proyek ini bernilai USD 1,1 miliar, diproyeksikan menghindarkan 600.000 ton setara karbon dioksida per tahun, dan membutuhkan 350.000 ton minyak jelantah setiap tahun.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca