Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Limbah & Polusi

TPA di seluruh Indonesia mulai beroperasi tanpa open dumping seiring berlakunya tanggal nasional 1 Agustus

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Truk sampah mengantre di area kerja TPA tempat sampah dipadatkan dan ditutup tanah, dengan ekskavator dan material penutup terlihat di latar belakang

Mulai 1 Agustus 2026, tempat pemrosesan akhir di seluruh Indonesia beralih ke pengoperasian controlled dan sanitary landfill, dengan Jakarta, Makassar, Denpasar, dan Samarinda termasuk yang pertama beralih. Tanggal nasional bersama ini mengubah kewajiban hukum yang sudah lama ada menjadi praktik operasional harian dan menempatkan pemilahan dari sumber di pusat rancangan layanan daerah.

Sekilas data
9.059
Ton sampah ditangani setiap hari di wilayah layanan Jakarta
485
Tempat pemrosesan akhir yang tercakup aturan nasional
63,4%
Target pengelolaan sampah nasional 2026 dalam Perpres 12/2025
7.500
Ton per hari rencana kapasitas pengolahan termal Jakarta

Pada 1 Agustus 2026, tempat pemrosesan akhir atau TPA di seluruh Indonesia mulai beroperasi di bawah satu aturan nasional yang sama. Open dumping dihentikan. Sampah yang tiba di lokasi pemrosesan akhir harus dipadatkan, ditutup, dan dikelola dengan pengendalian air lindi serta gas metana, dan semakin lama harus tiba dalam kondisi sudah terpilah dari sumber. Tanggal tersebut telah disosialisasikan Kementerian Lingkungan Hidup sejak beberapa bulan sebelumnya, sehingga provinsi, kota, dan kabupaten memiliki satu horizon perencanaan bersama, bukan rangkaian tenggat daerah yang terpisah.

Bagi sebagian besar rumah tangga, pekan pertama terasa biasa saja, dan itu memang dirancang demikian. Pengangkutan berjalan sesuai jadwal normal. Perubahannya berada di belakang truk, di area kerja TPA dan di jaringan fasilitas antara serta pengolahan yang kini berdiri di antara tepi jalan dan lokasi pemrosesan akhir.

Apa yang sebenarnya berubah pada 1 Agustus

Instruksi ini tidak menutup TPA. Yang diubah adalah cara TPA beroperasi. Lokasi beralih dari open dumping, di mana sampah campur ditumpuk dan dibiarkan terbuka, menuju praktik controlled atau sanitary landfill, di mana kiriman setiap hari dipadatkan, ditutup tanah, dan dilengkapi pengolahan air lindi serta pengendalian metana. Perbedaan itu berulang kali ditegaskan Kementerian Lingkungan Hidup, dan penting bagi anggaran daerah: yang dituntut adalah disiplin rekayasa dan operasional di lokasi yang sudah ada, bukan pembebasan lahan baru di setiap daerah.

Kewajibannya sendiri bukan hal baru. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah sudah melarang tempat pemrosesan akhir menerima dan menelantarkan sampah yang tidak terpilah, dan instrumen administratif diperkuat pada Maret 2026. Yang diberikan tanggal 1 Agustus 2026 adalah sesuatu yang jarang dihasilkan regulasi semata, yaitu satu tanggal peralihan nasional yang terlihat dan dibagikan bersama, sehingga setiap pemerintah daerah dapat merencanakan pengadaan, penempatan personel, dan komunikasi publik di sekitarnya.

Di Jakarta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin menjelaskan peralihan ini dalam bahasa yang praktis bagi warga.

Bagi warga pada 1 Agustus, pengangkutan tetap berjalan seperti biasa dan akan diurus oleh petugas kami. Kami meminta warga yang sudah memilah sampah untuk tidak mengubah pola tersebut.

Gambaran nasional di balik tanggal tersebut

Skala pekerjaannya terdokumentasi. Indonesia memiliki 485 tempat pemrosesan akhir. Hingga akhir 2025, sekitar 30 persen di antaranya telah menghentikan open dumping, menyisakan 369 lokasi yang perlu menyelesaikan transisi. Pengawasan nasional telah mencakup 388 lokasi, dengan langkah administratif diterapkan pada 273 di antaranya dan 231 lokasi diwajibkan secara resmi mengakhiri praktik open dumping.

Tanggal ini berpijak pada rencana pembangunan jangka menengah. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 menetapkan target capaian pengelolaan sampah nasional sebesar 63,4 persen pada 2026, dan Kementerian Lingkungan Hidup secara konsisten memasangkan penghentian open dumping dengan percepatan pemilahan dari sumber. Posisi kementerian adalah keduanya tidak dapat dipisahkan. Controlled landfill yang tetap menerima sampah campur sepenuhnya hanya memindahkan persoalan ke permukaan yang lebih baik rekayasanya.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menjelaskan alasannya ketika jadwal Bali diumumkan, dengan meminta warga memulai pemilahan dari sumber secara serentak pada 1 Juli 2026, sebulan sebelum perubahan di sisi pemrosesan akhir. Di Bali, sekitar 60 persen sampah yang dihasilkan bersifat organik dan sekitar 17 persen berupa plastik, dengan rumah tangga sebagai sumber terbesar. Komposisi itu menjelaskan mengapa pengalihan sampah organik menjadi pengungkit tercepat untuk menurunkan volume di TPA.

Jakarta beralih dari kumpul dan buang menjadi pilah, angkut, olah

Jakarta menggambarkan model operasional ini paling utuh. Melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, ibu kota beralih pada 1 Agustus ke sistem di mana rumah tangga memilah menjadi empat aliran, yaitu organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun rumah tangga, serta residu, dan hanya residu yang diarahkan ke TPST Bantargebang. Gubernur Pramono Anung merangkum pergeseran itu dalam satu kalimat.

Kalau dulu kumpul, angkut, buang, sekarang menjadi pilah, angkut, olah.

Angka pendukungnya memperlihatkan sekaligus ambisi dan jarak yang masih harus ditempuh. Jakarta dan wilayah layanannya menangani 9.059 ton sampah per hari. Pada triwulan kedua 2026, 72,56 persen dari volume itu masuk ke open dumping, 19,85 persen belum terangkut, dan 7,59 persen terolah. Kota ini kini mengoperasikan 29 fasilitas TPS 3R pada tingkat pemanfaatan sekitar 21 persen dari kapasitas gabungan, yang berarti masih tersedia ruang besar di dalam aset yang sudah terbangun.

Lokasi percontohannya adalah TPS 3R Menteng Atas, yang dikelola dalam kemitraan dengan PT Morego Green Indonesia di bawah pimpinan Wing Indrasmoro. Kapasitas desainnya 25 ton per hari, dapat dikembangkan hingga 132 ton, dan saat ini menangani 6 sampai 8 ton. Profil keluaran yang dituju mendekati 90 persen kompos dan bahan bakar jumputan padat, dengan sekitar 10 persen residu yang diteruskan ke Bantargebang. Jakarta juga merencanakan kapasitas termal 7.500 ton per hari pada tiga unit, disertai lokasi pengolahan organik seluas 40 hektare di Ciaingir, Banten. Target provinsi adalah nol open dumping pada 2029.

Daerah mencapai tonggak yang sama melalui jalur berbeda

Nilai dari sebuah tanggal bersama terlihat dari betapa berbedanya cara daerah mencapainya.

Makassar menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026, menindaklanjuti Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1262 Tahun 2026, yang mengarahkan TPA Antang Tamangapa hanya menerima residu mulai 1 Agustus. Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan sampah campur tidak lagi diterima dan pemilahan ke dalam empat kategori berlaku bagi rumah tangga, perkantoran, sekolah, perguruan tinggi, kawasan usaha, serta fasilitas publik.

Samarinda menempuh jalur infrastruktur. Sekretaris Daerah Neneng Chamelia Shanti memastikan Zona 2 di TPA Sambutan mulai beroperasi pada 30 Juli, mendahului tanggal nasional, sementara Zona 1 ditutup. Kota ini mengalokasikan Rp 11,3 miliar untuk lokasi tersebut dan membangun zona baru dengan lapisan penutup, pengolahan air lindi, serta pengendalian metana.

Bali berkomitmen menutup open dumping secara serentak di tingkat provinsi, dikoordinasikan bersama Gubernur Wayan Koster dan didukung satu bulan persiapan pemilahan dari sumber. Jawa Tengah bekerja melalui pemerintah kabupaten dan kota, dengan kementerian menyampaikan bahwa daerah yang menunjukkan komitmen sungguh-sungguh dan kemajuan terukur akan didampingi dalam transisi teknis, bukan dikenai sanksi karena urutan pelaksanaannya.

Angka yang akan menentukan dua triwulan ke depan

Tiga indikator layak dicermati dari sekarang hingga Desember. Pertama adalah porsi residu, yaitu proporsi material yang tiba di setiap lokasi pemrosesan akhir dan benar-benar telah melewati tahap pengolahan. Tolok ukur awal Jakarta, sekitar seperempat volume masuk berupa residu hasil pengolahan, menjadi rujukan yang berguna bagi wilayah metropolitan lain.

Kedua adalah pemanfaatan aset terdesentralisasi yang sudah ada. Angka 29 TPS 3R Jakarta pada pemanfaatan 21 persen menunjukkan pola nasional di mana kapasitas yang sudah dibiayai belum terisi penuh. Menaikkan pemanfaatan lebih cepat dan lebih hemat modal dibandingkan pembangunan baru.

Ketiga adalah pengalihan sampah organik. Dengan material organik sekitar 60 persen dari timbulan di provinsi seperti Bali, pengomposan, sistem maggot, dan pengolahan organik skala kawasan menentukan apakah volume di TPA benar-benar turun dan bukan sekadar turun di atas kertas.

Pandangan Sirkularium

Arti penting 1 Agustus 2026 bersifat kelembagaan, bukan teknologis. Indonesia telah mengubah kewajiban perundangan yang sudah lama ada menjadi perubahan operasional nasional yang terkoordinasi, dilaksanakan pada satu tanggal, di seluruh tingkat pemerintahan. Itu capaian yang berarti dalam penyelarasan antarpemerintah, dan menciptakan kondisi yang selama ini belum dimiliki sektor ini bagi ekonomi sirkular.

Bagi pemerintah dan institusi publik, ada tiga implikasi.

Dari sisi kebijakan, kendala pengikat telah bergeser dari lokasi pemrosesan akhir ke sumber. Peraturan daerah, standar pelayanan, dan struktur retribusi kini perlu ditinjau untuk memastikan semuanya secara aktif memberi insentif pada pemilahan, bukan sekadar mengizinkannya. Penghasil komersial, khususnya hotel, restoran, dan kafe, merespons cepat kewajiban yang jelas bila dipasangkan dengan kepastian penyerapan material terpilah.

Dari sisi pembiayaan, kebutuhan mendesaknya adalah belanja operasional, bukan belanja modal. Praktik controlled landfill memerlukan material penutup, alat pemadat, pengolahan air lindi, dan operator terlatih setiap hari sepanjang tahun. Anggaran operasional multitahun, bila perlu didukung model kemitraan seperti pengaturan di Menteng Atas, akan melindungi transisi ini lebih efektif dibandingkan satu putaran pembangunan fisik tambahan.

Dari sisi pelaksanaan, prioritasnya adalah pengukuran. Provinsi yang memublikasikan porsi residu, pemanfaatan fasilitas, dan pengalihan sampah organik setiap bulan akan mampu mengarahkan bantuan ke tempat yang membutuhkan sekaligus menunjukkan kemajuan terhadap target nasional 63,4 persen pada 2026.

Yang perlu diperhatikan berikutnya adalah putaran pelaporan nasional terkonsolidasi pertama setelah Agustus, terutama berapa dari 369 lokasi tersisa yang menyelesaikan konversi pada Desember, dan apakah daerah pelopor mampu menjaga kualitas residu tetap stabil saat volume kembali normal. Sirkularium akan terus memantau indikator-indikator tersebut dan mendampingi pemerintah daerah dalam menerjemahkan dasar operasional baru ini menjadi nilai ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Profil penanganan sampah Jakarta, triwulan kedua 2026

Values in persen sampah

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di limbah dan polusi, Sirkularium membantu merancang sistem pengumpulan, pemilahan, dan pemulihan, menyusun kebijakan dan peta jalan, serta mengubah sampah menjadi sumber daya yang terkelola.

Artikel terkait

Petugas pemadam kebakaran dan truk tangki air bekerja di tepi TPA sampah yang luas saat senja, dengan alat berat membongkar tumpukan sampah di latar belakang
Limbah & Polusi

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengerahkan sekitar 50 personel untuk mengendalikan kebakaran yang dipicu gas metana di zona aktif TPA Jatibarang pada 30 September. Kota ini memperlakukan rangkaian kejadian musim kemarau sebagai masa jembatan menuju PSEL Semarang Raya, fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik berkapasitas 1.000 ton per hari yang ditargetkan groundbreaking pada Desember 2026.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Petugas dinas lingkungan hidup dan relawan lingkungan mengunjungi rumah di sebuah gang rindang di Jakarta Selatan, menunjukkan kepada warga cara memisahkan sampah dapur ke dalam tong hijau dan sampah kering yang dapat didaur ulang ke dalam kantong kuning
Limbah & Polusi

Pada 28 September 2026 Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meluncurkan proyek percontohan kolaboratif di RW 06 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, tempat lebih dari 400 rumah tangga di empat RT mendapat pendampingan dari pintu ke pintu dan sampah dijaga tetap terpilah dari dapur hingga fasilitas pengolahan. Sekitar 21.000 rumah di Jagakarsa sudah memilah sampah dari sumber.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Deretan truk sampah compactor oranye yang sudah diperbarui terparkir di depo milik Pemprov DKI Jakarta, siap diserahterimakan, dengan pejabat Kota Bogor dan pejabat Jakarta memeriksa unit pemadat di bagian belakang salah satu truk
Limbah & Polusi

Pada 29 September 2026 Gubernur Pramono Anung menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memprioritaskan permohonan Kota Bogor atas truk sampah compactor dan mobil pemadam kebakaran bekas yang masih layak, serta menawarkan ambulans dan bus sekolah. Permohonan yang diajukan sejak pertengahan tahun itu kini berlanjut ke pengajuan tertulis resmi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Warga menyerahkan botol plastik dan kantong berisi sampah sachet yang sudah terpilah kepada petugas di kios penyetoran sampah kecil di halaman Balai Kota Bogor, dengan timbangan digital dan ponsel yang menampilkan poin imbalan
Limbah & Polusi

Pada 26 September 2026 Pemerintah Kota Bogor bersama Rekosistem membuka waste station di Balai Kota, tempat warga menukar sampah anorganik terpilah, minyak jelantah, dan sampah elektronik rumah tangga dengan poin senilai Rp100 hingga Rp6.000 per kilogram. Wali Kota Dedie A. Rachim kemudian mengisyaratkan bahwa model ini dapat diperluas ke setiap kecamatan di kota tersebut.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Sentra pengolahan sampah skala kawasan di Bandung, dengan sampah terpilah dimasukkan ke mesin pencacah dan bal bahan bakar tertumpuk siap diangkut
Limbah & Polusi

Lima pihak yang dimotori Danantara menyiapkan empat sentra pengolahan sampah skala kawasan di Bandung dengan total kapasitas 1.200 ton per hari, dan PLN Energi Primer Indonesia kini menjelaskan bagaimana perusahaan akan menyerap hasil olahannya sebagai pasokan energi primer.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Warga sebuah banjar di Bali memilah sampah rumah tangga ke wadah organik dan anorganik di bank sampah desa, dengan bangunan TPS3R di latar belakang
Limbah & Polusi

Dalam Dialog Kenegaraan di Denpasar pada 25 September 2026, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mendorong Bali menjadi pelopor gerakan pilah sampah nasional, dengan menunjuk desa adat, banjar, dan aturan adat sebagai infrastruktur sosial yang selama ini menopang 292 TPS3R dan 962 bank sampah di provinsi tersebut.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca