Lompat ke konten
Sirkularium
Kembali ke Insight
Limbah & Polusi

World Cleanup Day 2026 mengubah satu pagi aksi relawan menjadi argumen nasional untuk pemilahan sampah dari sumber

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Relawan muda bersarung tangan mengumpulkan dan memilah sampah ke dalam kantong berlabel di sebuah jalan protokol Jakarta pada pagi hari bebas kendaraan, dengan gedung bertingkat di latar belakang

Indonesia memperingati World Cleanup Day pada Minggu 20 September 2026 dengan aksi puncak di sepanjang Jalan Sudirman Jakarta serta aksi serentak dari Bandung hingga Buleleng, dan penyelenggara memakai momentum itu untuk menyampaikan satu pesan, bahwa sampah yang dipilah dari rumah adalah yang membuat aksi pengumpulan menjadi bernilai. Kampanye pemuda yang menaunginya berjalan hingga 28 Oktober.

Sekilas data
68.863
Ton sampah yang terkumpul lewat World Cleanup Day Indonesia sejak 2018
39 juta
Relawan yang digerakkan gerakan ini di Indonesia sejak 2018
2.000
Peserta pada rute aksi puncak Jakarta 20 September 2026
108.652
Ton per hari sampah nasional yang belum terkelola dengan baik

Aksi bersih yang berakhir di stasiun pemilahan

Minggu 20 September 2026 adalah World Cleanup Day, peringatan yang secara resmi diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Desember 2023 dan yang dijalankan Indonesia setiap tahun sejak 2018. Aksi puncak nasional dibuka pukul enam pagi di Waste Station Rekosistem Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dan ditutup di ATMAterra, Kampus Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Semanggi, tempat seremoni digelar. Sekitar 2.000 peserta berkumpul di Stasiun MRT Dukuh Atas pukul tujuh lalu menyisir sepanjang Jalan Sudirman selama Car Free Day berlangsung, memungut botol plastik, bungkus makanan dan puntung rokok di sepanjang trotoar.

Detail yang paling bermakna bagi institusi publik justru terjadi sesudahnya. Material yang terkumpul tidak langsung dikirim ke titik pembuangan. Material itu dibawa ke kampus untuk dipilah dan diproses lebih lanjut, sehingga satu pagi yang bersifat simbolik berubah menjadi peragaan singkat dari rangkaian kumpul, pilah dan pulihkan yang diminta kebijakan nasional untuk dibangun setiap kota. Relawan yang menghabiskan dua jam mengisi kantong lalu memilah isinya memetik pelajaran yang sama dengan yang dipelajari sebuah rumah tangga di depan tempat sampah dapur, yaitu bahwa kantong tercampur nyaris tidak bernilai sementara kantong terpilah sangat bernilai.

Andy Bahari, yang memimpin World Cleanup Day Indonesia, membingkai hari itu dalam alur nasional yang disusun dengan sengaja. Kampanye yang menaunginya dibuka pada Hari Kemerdekaan, 17 Agustus, dan ditutup pada 28 Oktober, peringatan Sumpah Pemuda.

Penyelenggara memilih dua tanggal itu dengan sengaja, agar merdeka dari sampah terbaca sebagai bagian dari kisah nasional yang sama dengan kemerdekaan dan janji yang diikrarkan anak muda Indonesia satu sama lain pada 1928.

Angka yang dibawa penyelenggara ke hari itu

Gerakan ini tiba di 20 September dengan catatan yang bisa ditunjukkan. Sejak mulai berjalan di Indonesia pada 2018, World Cleanup Day Indonesia melaporkan 68.863 ton sampah terkumpul dan sekitar 39 juta relawan yang tergerak, angka yang dikutip baik dalam keterangan pra acara yang terbit 17 September maupun dalam pemberitaan pada hari pelaksanaan. Secara global gerakan ini mencatat partisipasi 212 negara menurut keterangan yang sama, angka yang pada peluncuran kampanye Agustus lalu dilaporkan sebagai 211, selisih kecil yang lebih baik dicatat daripada dihaluskan.

Angka-angka itu berdiri berdampingan dengan gambaran nasional yang telah dipaparkan Kementerian Lingkungan Hidup secara terbuka. Pada peluncuran kampanye di Universitas Lambung Mangkurat 18 Agustus, angka yang disampaikan adalah 75,27 persen sampah nasional belum terkelola dengan baik, setara 108.652 ton setiap hari. Dibaca bersama, kedua kelompok angka ini menggambarkan sekaligus besarnya pekerjaan dan besarnya niat baik yang tersedia untuk mengerjakannya. Delapan tahun kerja relawan telah mengangkat kira-kira dua pertiga dari tonase sampah nasional yang belum terkelola dalam satu hari saja. Itu bukan kritik terhadap para relawan. Itu justru argumen paling jelas bahwa hari aksi bersih paling bernilai ketika dipakai untuk mengubah apa yang terjadi di sumber selama 364 hari sisanya.

Daerah menjalankan versi mereka sendiri atas gagasan yang sama

Aksi puncak benar-benar bersifat nasional. Di Jakarta Selatan, sekitar 500 relawan bergerak di Taman Ayodya dalam kolaborasi antara PT Chandra Asri Pacific Tbk, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui dinas lingkungan hidup, dan Lions Club Distrik 307 A1. Edi Rivai, Direktur Legal, Hubungan Eksternal dan Ekonomi Sirkular Chandra Asri Group, serta Solida Abdy Ramli, District Governor Lions Club Distrik 307 A1, sama-sama menambatkan acara itu pada pemilahan di tingkat rumah tangga, dengan Solida mencatat bahwa perusahaan dan klub tersebut telah menjalankan kemitraan ini selama delapan tahun berturut-turut. Pesan kampanye Jakarta dijaga tetap sederhana, jaga Jakarta bersih dan pilah sampah.

Di Bandung, River Clean Up Indonesia bersama Komunitas One Six Sauyunan menggarap Sungai Cikakak di Kelurahan Nyengseret, Astanaanyar, pada 19 September, dengan sekitar 120 peserta terdaftar yang berasal dari pelajar, warga, Karang Taruna dan anggota Bank Sampah One Six Sauyunan. Sandi Syarif, pembina komunitas itu, menjelaskan pembagian kerja ke beberapa titik di sepanjang aliran. Temuan didominasi plastik, disusul styrofoam dan popok sekali pakai, komposisi yang memberi tahu pengelola sungai secara persis intervensi hulu mana yang akan berbuah.

Di Bali, relawan membersihkan plastik dari kawasan mangrove di Denpasar. Di Buleleng, pemerintah kabupaten telah bersiap menuju tanggal itu selama berminggu-minggu, menjalankan aksi bersih setiap Jumat di enam zona kawasan perkotaan Singaraja, meliputi Kampung Singaraja, Kampung Bugis, Kampung Kajanan, Kampung Baru, Kampung Anyar, Kaliuntu dan Banyuning, dengan aparat organisasi perangkat daerah, TNI dan Polri, badan usaha milik negara, pelajar serta warga ikut serta. Made Adiana, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah pada dinas lingkungan hidup Buleleng, memaparkan alur yang memberi daya tahan pada kegiatan itu. Material organik diarahkan ke fasilitas pengolahan organik Jaga Raga, material daur ulang ke bank sampah induk Buleleng, dan hanya residu yang dibawa ke pemrosesan akhir.

Titik temu antara kerja relawan dan kapasitas pengolahan baru

Waktunya berarti. Tiga hari sebelum World Cleanup Day, peletakan batu pertama dilakukan di Bogor untuk PSEL Bogor Raya 1, fasilitas senilai Rp2,8 triliun yang dirancang menerima lebih dari 500.000 ton sampah per tahun, sekitar 45 persen dari timbulan Kota dan Kabupaten Bogor. Pemberitaan yang terbit 19 September menarik kaitan yang juga akan ditarik Sirkularium. Pemilahan di tingkat rumah tangga dan pengolahan berskala besar bukan dua strategi yang bersaing. Keduanya adalah dua bagian dari satu sistem.

Sebuah contoh komunitas memperjelas hal itu. Di RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur, 41 rumah tangga memilah sampah mereka sejak dari depan rumah. Taufiq Supriadi Yusuf, ketua RT setempat, menyampaikannya dengan bahasa yang bisa langsung dijalankan warga, bahwa material organik lebih dekat pada emas daripada pada sampah buangan bila dijaga tetap bersih, sementara fraksi non organik justru itulah yang dirancang untuk diterima fasilitas termal. Kualitas umpan adalah variabel senyap yang menentukan apakah sebuah pabrik pengolahan memenuhi spesifikasi kalori dan target ketersediaannya. Pemilahan di depan pintu adalah cara kualitas itu diciptakan, dan biayanya bagi pemerintah jauh lebih kecil dibanding pembelian peralatan apa pun.

Kampus, perusahaan dan pemerintah daerah sebagai mitra pelaksana

Yang ditunjukkan edisi 2026 adalah jaringan pelaksana yang sudah ada dan bersedia digerakkan. Kampus menjadi tuan rumah sekaligus memproses, dengan Atma Jaya menerima hasil kerja Jakarta dan kampanye itu sendiri diluncurkan dari sebuah perguruan tinggi negeri di Banjarmasin pada Agustus. Edisi tahun ini juga berjalan beriringan dengan peringatan tujuh puluh tahun The Duke of Edinburgh's International Award, yang membawa kerangka pengembangan pemuda yang terstruktur ke basis relawan. Perusahaan mendanai dan mengorganisasi, dengan Chandra Asri kini memasuki tahun kedelapan dalam satu kemitraan. Klub layanan menyediakan logistik dan tenaga. Pemerintah kabupaten dan provinsi melipat hari itu ke dalam program yang sudah mereka jalankan, bukan memperlakukannya sebagai beban tambahan.

Agus Rusly, Direktur Pengurangan Sampah dan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, menyambut tingginya partisipasi anak muda dan mengaitkannya dengan cita-cita Indonesia menuju 2045. Itu nada yang tepat. Mereka yang mengisi kantong di Sudirman pada Minggu pagi adalah para pejabat, insinyur, operator dan warga yang kelak menjalankan sistem pemilahan dan pengolahan yang kini sedang dibiayai dan dibangun.

Pandangan Sirkularium bagi pemerintah dan institusi publik

Sirkularium membaca World Cleanup Day 2026 sebagai aset berbiaya rendah dengan hasil tinggi yang dapat dikonversi pemerintah daerah menjadi kapasitas permanen, dan menawarkan tiga catatan praktis.

Pertama, tangkap datanya. Setiap aksi bersih menghasilkan studi karakterisasi sampah secara cuma-cuma. Hitungan plastik, styrofoam dan popok sekali pakai di Cikakak Bandung sudah menjadi basis bukti yang bisa dipakai untuk intervensi terarah di penggal sungai itu. Satu formulir standar sederhana, yang diterbitkan dinas lingkungan hidup provinsi untuk setiap titik aksi terdaftar, akan mengubah satu pagi niat baik menjadi kumpulan data yang mendukung pengajuan anggaran dan penentuan lokasi fasilitas.

Kedua, arahkan materialnya seperti yang dilakukan Buleleng. Aksi bersih yang berakhir di gerbang tempat pembuangan akhir hanya memindahkan persoalan beberapa kilometer. Aksi bersih yang berakhir di bank sampah dan fasilitas pengolahan organik membangun kebiasaan sekaligus volume olahan pada saat yang sama. Mengumumkan alur itu sejak awal, termasuk fasilitas mana menerima apa, tidak berbiaya dan mengajarkan sistemnya kepada warga justru ketika perhatian mereka sedang tertuju ke sana.

Energi relawan bersifat terbarukan. Ruang di tempat pembuangan akhir tidak. Pemerintah yang memperoleh hasil terbesar dari hari seperti ini adalah yang memakainya untuk membangun kebiasaan, bukan sekadar membereskan tumpukan.

Ketiga, sambungkan basis relawan dengan rangkaian pengolahan yang sedang dibangun. Dengan proyek PSEL yang bergerak maju di Bogor dan daerah lain, serta target nasional saldo sampah nol pada 2029, kendala pengikatnya makin bergeser ke kualitas dan konsistensi umpan terpilah, bukan lagi ada atau tidaknya pabrik. Kampanye yang mampu menjangkau jutaan anak muda adalah instrumen termurah yang tersedia untuk memperbaiki kualitas itu, dan ia menjangkau persis rumah tangga yang akan menjadi tumpuan fasilitas baru.

Yang perlu diamati berikutnya adalah penggal akhir kampanye hingga 28 Oktober, dan apakah pemerintah daerah memakainya untuk mengubah satu hari partisipasi menjadi pengaturan yang tetap, yaitu program pemilahan di sekolah dan kampus, pendaftaran bank sampah baru, serta skema pemilahan di tingkat lingkungan yang masih berjalan pada November dan Desember.

BagikanLinkedInWhatsAppFacebookEmail
Sirkularium

Sirkularium adalah lembaga thought-leadership dan advisory yang mempercepat transisi sirkular di sampah, air, dan energi, bekerja bersama pemerintah dan institusi publik.

Di limbah dan polusi, Sirkularium membantu merancang sistem pengumpulan, pemilahan, dan pemulihan, menyusun kebijakan dan peta jalan, serta mengubah sampah menjadi sumber daya yang terkelola.

Artikel terkait

Deretan botol kaca air minum bermerek di atas meja pada acara peluncuran resmi di gedung pemerintahan Bali, dengan para pejabat berpakaian adat berdiri di belakangnya
Limbah & Polusi

Pada Jumat 18 September 2026 Pemerintah Kabupaten Badung bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya melakukan soft launch air minum Baliss dalam kemasan botol kaca, yang pertama-tama diarahkan ke kedinasan, hotel dan industri pariwisata. Langkah ini memberi Badung jawaban dari sisi pasokan bagi sektor yang menyumbang 41 persen sampah kabupaten.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Para gubernur dan wali kota Indonesia menerima trofi dari menteri dalam negeri di atas panggung acara penghargaan di Makassar, dengan spanduk daerah di belakang mereka
Limbah & Polusi

Dalam acara di Makassar pada 18 September 2026, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyerahkan insentif fiskal kepada lima pemerintah daerah pada kategori pengelolaan sampah dan lingkungan asri, dengan Sulawesi Selatan menerima Rp6 miliar dan Parepare memimpin tingkat kota dengan Rp2 miliar.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Para menteri dan pejabat daerah berdiri dalam acara groundbreaking di area pembuangan akhir, dengan alat berat dan papan proyek di belakang mereka
Limbah & Polusi

Dalam groundbreaking PSEL Bogor Raya 1 pada 17 September 2026, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menetapkan target nasional saldo sampah nol pada 2029 dan menegaskan pirolisis, bahan bakar jumputan padat, briket, serta peletisasi sama diterimanya dengan pembangkitan listrik, sementara sekitar 470 kabupaten dan kota masih menunggu solusi.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Pejabat daerah dan investor menandatangani dokumen kerja sama dalam sebuah acara di Bogor, dengan gambar rancangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik ditampilkan di layar di belakang mereka
Limbah & Polusi

Pada 16 September 2026 Pemerintah Kabupaten Bogor menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Weiming Nusantara Bogor New Energy dan menyerahkan lahan seluas 10 hektare di TPAS Galuga, menyiapkan groundbreaking pada 17 September untuk fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan investasi awal 160 juta dolar AS serta fasilitas pirolisis pendamping senilai sekitar Rp600 miliar.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca

Pejabat provinsi dan kabupaten berdiri bersama pada peluncuran percontohan InCircular di ruang konferensi di Surabaya, dengan spanduk kerja sama ekonomi sirkular Indonesia dan Jerman di belakang mereka
Limbah & Polusi

Pada 15 September 2026 di Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka tahap percontohan Proyek InCircular bersama Bappenas dan GIZ, dengan menetapkan Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Probolinggo dan Kabupaten Sidoarjo sebagai lima daerah tempat kebijakan ekonomi sirkular nasional diuji dalam operasi sehari-hari.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 8 menit baca

Sel terekayasa di sebuah tempat pemrosesan akhir sampah di Indonesia, memperlihatkan lapisan sampah terpadatkan di bawah tutupan tanah baru, kolam lindi berlapis, dan pipa ventilasi metana tegak, dengan ekskavator bekerja di muka aktif
Limbah & Polusi

Pada 14 September 2026 Wakil Menteri Lingkungan Hidup meninjau TPA Sambutan di Samarinda, enam pekan setelah kota itu menghentikan open dumping di Zona 1 dan mengoperasikan sel terekayasa sebagai penggantinya. Kunjungan tersebut menempatkan satu contoh nyata pemenuhan tenggat nasional 2026 berdampingan dengan rencana pembangkit listrik tenaga sampah yang disiapkan Kalimantan Timur.

Oleh Sirkularium Editorial Team, 9 menit baca